Se connecterSetelah sang ibu meninggal, Rose diasuh oleh paman dan bibinya dan diperlakukan sebagai pembantu. Sebutan anak haram juga melekat pada diri Rose karena tidak ada yang mengetahui siapa ayah kandungnya. Namun, itu semua berubah setelah Rose berusia empat belas tahun. Seorang pengacara bernama Denzel datang dan mengatakan bahwa Rose adalah pewaris CEO Brown Group yang terbunuh secara misterius. Namun demi keselamatan dirinya, Rose harus tetap menyembunyikan identitas aslinya. Sampai beranjak dewasa, tidak ada yang mengetahui bahwa Rose adalah pemilik perusahaan Brown Group. Hanya saja, identitasnya hampir terbongkar ketika Luke--anak angkat Louis Brown--datang untuk menuntut haknya. Lantas, akankah Rose dan Luke terlibat persaingan atau hubungan mereka justru berubah menjadi cinta? Lalu, siapa sebenarnya pembunuh sang ayah?
Voir plus九条家の令嬢・九条香織(くじょうかおり)は大学時代の同級生で社長の羽川亮太(はがわりょうた)に熱烈な恋心を抱いていた。
香織は亮太に尽くし、彼のためなら何だってやってのけた。
その甲斐あって、香織は念願かなって彼の妻になることができた。
甘い新婚生活を夢見ていたのも束の間、待っていたのは亮太の裏切りだった。亮太は彼が経営する会社の部下である山川日菜乃(やまかわひなの)と不倫していたのだ。
結婚してからというもの、亮太は香織に指一本触れることなく、日菜乃との密会を続けていた。そしてなんと彼女との間に子供まで作り、香織の暮らす邸宅に愛人である日菜乃を住まわせるという暴挙にまで出たのだ。
香織はもちろん反発したが、彼女の意見など重要ではなく、いくら言っても聞き入れてもらえなかった。
香織の住む家に日菜乃は平然と亮太との間に生まれた子と共に転がり込んだ。そこからは正妻・香織と愛人・日菜乃の戦いが始まった。
二人の戦いは次第に過激なものへなっていき、ある日日菜乃は自ら毒を飲んだ。
「日菜乃!しっかりしろ!」
毒で倒れた日菜乃に慌てて駆け寄ったのは夫の亮太だった。日菜乃に子が生まれてからというもの、彼は二人にのみ関心を寄せていた。
「お前がやったのか!」
「亮太……違うの、私は……」
日菜乃が自ら毒を飲んだことなど知らずに、亮太は香織に鋭い目を向けた。心から香織を憎んでいる、というような顔だった。香織が否定しようと亮太は聞く耳を持たなかった。
「香織を拘束しろ!」
「はい、旦那様!」
亮太の指示で香織はあっという間に両手を縛られ、屋敷の地下へと連れていかれた。
そこで彼女が受けたのは凄惨な拷問だった。何日にもわたって背中を鞭で打たれ、爪を剥がされ、体を切り刻まれた。香織はいつ終わるかもわからない拷問に耐えなければならなかった。心の中では、まだ亮太がここへきてくれるという淡い期待を抱いていた。
しかし、そんな希望はすぐにズタズタに崩れ去った。
外から亮太の秘書と誰かが話している声が聞こえてくる。
「社長は既に奥様との離婚手続きを済ませたようです。日菜乃さんも運良く回復されたようですし……」
「まぁ、それはよかったですね」
香織は可笑しくて笑いが出そうになった。
運良く回復した?違う。あの女は最初から致死量には到底満たない量の毒を飲んでいたのだ。亮太の気をさらに引き、香織を屋敷から追い出すために。なんて狡猾な女なのだろう。あの女の本性に気付けなかったことが、香織の唯一の失態だった。
「では今の奥様は一体どうなるのでしょうか?」
「さぁ、それは社長が決めることです」
それから香織は外に連れ出され、極寒の中着の身着のまま放り出された。もはや死は目前だった。
裸足で雪の中を歩くも、すぐに倒れてしまった。体はとうに限界を迎えていたのだ。
こんなことになるのなら、本妻の座になどしがみつかずにとっとと亮太と離婚しておけばよかった。そんな後悔の念が今になって押し寄せるが、遅すぎた。
最後に浮かんだのは亮太の顔だった。香織がかつて心から愛し、すべてを捧げた人。彼から返ってきたのは裏切りだったが。
香織は彼の顔を思い浮かべながら固く誓った。
(もし次あなたと出会ったら……そのときは絶対にあなたとは関わらないわ)
亮太への恨みを募らせながら、香織はゆっくりと目を閉じた。
再び目を開けると、三年前に時が戻っていた。
「奥様、おはようございます」
「……」
香織は一瞬理解が追いつかなかった。三年前といえば、亮太の不倫が発覚し、彼がちょうど日菜乃を屋敷へ連れてきた頃だった。
日菜乃は生まれたばかりの赤子と共に平然と香織の前に姿を現したのだ。
「奥様、旦那様がお呼びです」
「……亮太が?」
そしてこの光景には見覚えがあった。忘れられるわけがなかった。彼が香織を呼び出したことなど、五年間にわたる結婚生活でたった数回だった。
『お前に紹介しよう。俺の愛する恋人の日菜乃と、娘の朱里だ』
呆然とする香織を置き去りに、亮太は自身の愛人と娘を彼女に紹介した。そのときの絶望は今でも香織の中に強く残っていた。
「奥様、いかがなさいました?」
「……何でもないわ、すぐに向かうと旦那様に伝えてちょうだい」
「はい、奥様」
香織は軽く支度を済ませ、亮太の部屋へと向かった。既に日菜乃とその娘が到着している頃だろう。前世ではみっともなく暴れ、日菜乃を嫌悪していたが、今は違う。
香織に亮太への愛は残っていなかった。つまり、彼がどのような行動を取ろうとどうだってよかったのだ。
「失礼します」
「来たか」
扉を開けると、見慣れた顔が視界に入った。亮太の横には優雅に微笑む日菜乃と、胸に抱かれる子供の姿があった。彼女は香織を見ると、笑みを深めた。愛人の分際で本妻を前に笑えるだなんて、何て強かな女なのだろう。
「お前に紹介しよう。俺の愛する恋人の日菜乃と、娘の朱里だ」
ああ、このセリフ。前世と一言一句同じだ。香織は時が戻っても彼らがまったく変わっていないようで逆に安心した。
「ええ、そのようですね」
「日菜乃と朱里はこれからここで暮らすことになった」
「奥様、これからよろしくお願いしますね」
「……」
私が反対するとでも思っているのだろうか。亮太は私の顔色を窺うようにチラチラと視線を向けていた。
どうせ反対したところで私の意見なんて聞き入れないくせに。おかしくて笑いそうになった。あなたはいつだって日菜乃とその娘のことしか頭になかった。
「ええ、亮太の好きにすればいいわ。だけどその代わり、私もお願いがあるの」
「……何だ?」
亮太は訝しげに私を見た。
――「離婚してほしいの」
その瞬間、亮太は石のように固まり、日菜乃は驚きで目を見開いた。
Sebastian membisikkan sesuatu ke telinga Luke. Kemudian ia memberi isyarat pada asistennya untuk melepaskan ikatan Denzel. "Baiklah, Peter, kita akan barter. Bebaskan Rose, Tuan Josh, dan Franky. Aku akan membebaskan Denzel." "Tidak bisa, aku akan menukar Rose dengan Denzel. Sedangkan kedua pria ini akan kulepaskan setelah kalian membiarkan aku dan putraku pergi." "Luke, turuti saja kemauannya. Yang terpenting Rose selamat," bisik Sebastian. Luke pun mengangguk. Ia berjalan dan menghampiri Denzel lalu menahan tubuh pria itu. "Aku hitung sampai lima. Kita sama-sama melepaskan mereka!" tegas Luke. Rose yang berada dalam genggaman Peter hanya bisa pasrah. Ia berharap dapat kembali secepatnya ke sisi Luke. Namun ketika bersitatap dengan Denzel, Rose menundukkan kepala. Ia merasa sangat bersalah melihat kondisi Denzel yang memprihatinkan. Apalagi sebagian wajahnya memar karena terkena bekas pukulan. Sebaliknya Denzel menatap nanar kepada Rose dan ayahnya. Hatinya sudah membeku sampa
Saat Rose turun ke bawah, ia melihat kondisi kediaman Gonzalez yang sangat lengang. Entah kemana semua orang saat ini. Sang suami dan mertuanya juga tidak ada, hanya ada empat orang pengawal yang berjaga-jaga di depan pintu."Nyonya, Anda mau kemana?" tanya salah seorang pengawal di kediaman Gonzalez. Rose tidak tahu nama-nama para pengawal itu sehingga ia bingung harus memberi jawaban apa."Maaf, Tuan, kemana Luke?" tanya Rose mencoba mencari tahu."Nama saya Franky, Nyonya. Tuan Muda dan Tuan Besar keluar rumah karena ada urusan penting. Sebaiknya Anda kembali ke kamar," jawabnya. Ia tidak mengatakan kemana Luke pergi sesuai dengan perintah dari Tuan Besarnya.Rose yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka. Terlebih Luke sengaja meninggalkan ponselnya di kamar sehingga ia tidak bisa dihubungi. Padahal Rose tidak bisa menunda lagi untuk segera membebaskan sang paman. Rose pun memberanikan diri untuk meminta tolong pada pria kekar bernama Franky itu."Franky, bisa aku minta tol
"Siapa kalian?" tanya Denzel bersiap merogoh pistol yang terselip di pinggangnya. Ia memang selalu membawa senjata untuk berjaga-jaga. Sialnya salah satu orang yang mengepungnya ternyata lebih waspada. Ia segera mengacungkan pistol ke arah Denzel."Buang senjatamu dan angkat tangan sekarang!!! Jika tidak, aku akan langsung menembakkan peluru ini ke kepalamu!" serunya dengan suara menggelegar.Karena tidak punya pilihan, Denzel terpaksa menurut. Ia membuang pistol miliknya ke tanah lalu menatap sengit orang-orang yang mengepungnya."Coba saja tangkap aku jika kalian berani! Tapi jangan menyesal bila setelahnya kalian semua akan mati secara mengenaskan. Kalian pasti sudah tahu siapa aku," tantang Denzel. Dilihat dari gerak-geriknya, jelas sudah bahwa orang-orang ini adalah bagian dari kelompok mafia. Hanya saja Denzel belum mengetahui secara pasti nama organisasi mereka.Beberapa dari mereka tertawa terbahak mendengar ancaman Denzel. "Kamu yang belum tahu siapa kami. Bahkan ayahmu pas
Rose berusaha menyembunyikan ketegangannya. Dia tidak boleh menunjukkan sikap yang bisa memancing kecurigaan Denzel. Sambil menunggu kedatangan pria itu, ia memilih untuk menemani anak-anak panti mengerjakan tugas matematika."Rose, siap-siap saja di depan. Tuan Denzel akan datang sebentar lagi," ucap Suster Mary.Rose memegang tangan Suster Mary untuk berpamitan kepadanya."Suster, malam ini dan beberapa hari ke depan mungkin aku tidak kembali ke panti.""Kamu akan kembali ke mansion Brown?" tanya Suster Mary mengerutkan dahi dalam-dalam."Tidak, Suster, aku akan menginap sementara di rumah orang yang aku cintai."Suster Mary terhenyak mendengar perkataan Rose yang mengandung teka-teki. Ia bingung siapa yang dimaksudkan Rose, apakah itu Luke atau Denzel. Namun lebih masuk akal rasanya bila Rose menginap di rumah Denzel mengingat Luke telah tiada."Apapun keputusanmu aku selalu mendoakan yang terbaik. Semoga kamu dan bayimu selalu dalam perlindungan Tuhan," ucap Suster Mary memberikan
Rose sudah bersiap di samping mobilnya dengan ditemani Noah. Begitu melihat Denzel datang, Rose berlari menghampirinya. Ia tidak ingin membuang waktu barang sedetik pun untuk mencari Luke."Daddy, maaf aku merepotkanmu. Aku bingung harus meminta bantuan kepada siapa," ucap Rose panik.Dengan tatapan r
Denzel menurunkan Rose di depan gerbang mansion. Setelah kedekatan yang terjalin selama tujuh tahun, Rose sangat sensitif terhadap perubahan sikap Denzel. Biasanya Denzel selalu menatapnya dengan hangat, tapi pandangan itu lenyap sudah. Kini yang tersisa hanyalah tatapan dingin dari bola mata sebiru
Mendengar ucapan Denzel, Rose justru teringat kenangan dimana Luke melamarnya secara diam-diam kepada pamannya, Josh. Kemudian setelah itu mereka berdua bertengkar tanpa henti hingga tiba hari pernikahan. Namun bila dipikir lagi pertengkaran mereka kala itu sangat manis. Hanya saja kini sudah terlam
Denzel duduk di sebelah Rose. Ia menatap Rose dengan intens sebelum mengajukan pertanyaan."Apa Nona mengenali wajah pria yang mengikuti Nona di jalan?"Rose menggeleng pelan."Tidak, Daddy. Pria yang pertama memakai masker dan yang kedua mengenakan kaca mata hitam. Wajah mereka tidak terlihat dengan j






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.