LOGINGabriel Nostra, sang mafia Sisilia berusaha menahan diri tak menghabisi gadis cantik bernama Alexandra Camorra yang telah merampok barang miliknya di sebuah pelabuhan di Eropa Barat. Gadis itu tak bekerja sendirian tapi seseorang memperalat menjadi mesin pembunuh yang kejam. Tuan Antonio, ayah tiri dari Alexandra membuat kekacauan di lingkungan mafia, sering mengkhianati koleganya. Alexandra dan adiknya Angela Camorra dalam kesulitan dan ketakutan, tanpa mengetahui misteri atas pembunuhan orang tuanya ternyata juga berhubungan dengan keluarga sang mafia tampan, Gabriel Nostra. Sanggupkah Gabriel Nostra menghabisi mereka atau malah melindunginya, ikuti kisahnya terus di sini ---
View MorePRANKK-!
Sebuah cangkir melayang membentur keras ke dinding. Tidak ada satupun yang berani bergerak sampai sang mafia muda dan tampan memberi perintah. Pagi ini di kantornya, Gabriel Nostra sangat marah mendengar berita buruk karena ulah penjaga yang tidak becus melindungi logistiknya di pelabuhan. Satu kontainer berisi persenjataan canggih keluaran terbaru bernilai jutaan Euro telah dirampok kelompok mafia ĺain. Gabriel menyulut rokok berulang kalimengalihkan emosi. "Keluar dari sini, atau aku tembak kalian!" usirnya. "Baik, Tuan." Romano menunduk hormat, diikuti para pengawal lain bergegas keluar. Sungguh tak masuk di akal jika ada seorang gadis mampu merampas logistik Gabriel Nostra semudah itu. Namun rekaman CCTV di pelabuhan sangat jelas. Langsung menunjukkan siapa pelakunya. Gadis cantik yang bernama Alexandra Camorra-! Selama ini Gabriel tak pernah mendengar nama gadis itu. Tapi dia yakin, ada nama pemain besar lain yang begitu berani melindungi dirinya. Zrepp-! Pisau tajam menyentuh gambar target di seberang meja kerja, tepat mengenai sasaran di titik terkecil dengan jarak lebih dari 7 meter. Knock knock! Pintu kantor terbuka, seorang wanita cantik berpakaian seksi menyapa. Natasha sekretarisnya cantik menebar pesona di dalam kantor. "Kau sedang sibuk, Gabriel?" "Masuklah, berikan berkas yang kuminta tadi pagi!" "Okay, ini profil tentang gadis itu. Memang ada apa dengannya?" "Pergilah bekerja! Aku tidak butuh dirimu di sini lagi, siapkan mobilku di depan lobby," perintahnya tegas. "Tapi, pengawal Romano sedang pergi keluar. Bukankah seharusnya dia menemanimu?" tanyanya serius . "Aku tak butuh keparat itu untuk mengawalku hari ini, suruh dia kerjakan tugasnya dengan baik!" Natasha bersungut-sungut kesal meninggalkan sang mafia, padahal pagi ini dia sudah tampil menggoda agar Gabriel Nostra tertarik dengannya. Tapi gara-gara gadis sialan itu, sekretaris sang mafia jadi kehilangan pesonanya. Sungguh menarikkah gadis itu hingga Gabriel Nostra menjadi marah dan langsung menuju ke lokasi untuk mencarinya sendiri? Kecam Natasha dalam hati. Siapakah Alexandra Camorra sebenarnya?! Natasha hanya membaca sekilas laporan, tapi sang mafia muda itu buru-buru memintanya. Sebelum itu, dia juga melihat pengawal pribadi Romano tadi keluar dari ruang kerja Gabriel dengan berwajah sangat kesal. Sungguh pagi yang mengecewakan semua orang! ---------- Duduk sendirian di sebuah taman kampus. Wajah gadis cantik yang menyembunyikan dari semua orang. Alexandra terus menutup diri agar tidak dikenali siapa pun juga. Pria di kampus pun enggan berkawan. Selalu menghindari mereka karena identitas dirinya sangat berbahaya. Tiba-tiba saja terdengar suara pria menyapa. "Hai, boleh aku duduk di sini?" "Silakan saja, ini fasilitas umum, bukan milik pribadi. Banyak kursi kosong di taman kampus, lalu kenapa kau memilih yang ini?" Jawaban ketus gadis itu tidak berhasil meluruhkan niat Gabriel Nostra yang telah mengamati dari kejauhan. Buku pelajaran terbuka di pangkuan Alexandra sejak 10 menit lalu, dan belum dibacanya sama sekali. "Kelihatan kau lelah, halaman bukumu tidak berpindah sejak tadi. Semalam kau habis bekerja keras, huh?" "Bukan urusanmu!" "Semua menjadi urusanku, ketika ada seseorang yang berani merampok logistik milik Gabriel Nostra!" Deg-! Mata Alexandra Camorra pun bertemu pandang. Gabriel Nostra membalas tajam ke dirinya. Gadis itu mungkin merasa tertangkap basah kali ini. Namun dia sendiri tidak tahu siapa sebenarnya pemilik kontainer itu. Tugas semalam hanya merampok sesuai perintah sang mafia pimpinannya tanpa bisa di bantah. "Tuan, kau salah orang! Aku tidak tahu apa maksudmu, dan tidak mengenalmu, sebaiknya aku pergi sekarang!" Alexandra mengelak darinya. Gabriel Nostra langsung mencengkram lengan gadis itu, "Kau boleh pergi, saat aku ijinkan!" Kini berdua sama-sama berdiri, saling menatap penuh kebencian. Tinggi tubuh pria itu sangat mengintimidasi. Alexandra tak takut padanya, semua bukan kesalahan dirinya hanya menjalankan perintah dan bukan seorang pelaku utama. "Lepaskan tanganku, kau menyakitiku!" "Di mana kau pindahkan isi container milikku? Jawab!" paksa Gabriel. "Aku tidak tahu!" Cengkramannya kian erat. Gadis itu menggigit bibirnya menahan sakit. Pria itu senang menyiksa dirinya di depan umum. Mata birunya memperhatikan Alexandra sangat dalam, dan menikmati sesuatu yang berbeda di hadapannya. Taman kampus begitu luas, mahasiswa lalu lalang dan mengira mereka terlibat pertengkaran antar kekasih. Gabriel Nostra dikenal sebagai mafia kejam, arogan namun tampan, sekaligus Don Juan. "Aku peringatkan sekali lagi, Camorra! Kau pilih untuk mengembalikan barangku, atau nyawamu sebagai gantinya?" "Aku tidak tahu maksudmu?!" Dagu Alexandra dipaksa melihat wajah Gabriel Nostra. Jari jemari kekar pria terasa keras mulai meremukkan tulangnya. Bengsek-! Sekuat tenaga dia menggelengkan kepala berusaha menepis, tapi cekalan tangannya terlalu kuat. Begitupun cengkraman di lengan, sama sekali tak membuatnya bisa lepas darinya. "Sayang sekali jika wajah cantikmu ini harus dilukai oleh kebohongan. Apa kau tahu sedang bermain api dengan seorang Gabriel Nostra?" tekan pria itu sekali lagi. Alexandra mulai tampak ketakutan. "Biarkan aku pergi, Tuan! Aa-aku harus masuk dalam kelas lagi!" Kini Gabriel senang melihat apa yang harus dilihat. Mata indah gadis itu tak bersinar terang lagi. Sesuatu telah disembunyikan di sana, dan dia harus menggali lebih dalam.. Bukankah Gabriel Nostra memang dikenal sebagai seorang penakluk wanita? Gadis muda bermain terlalu jauh di luar nalar sendiri, tak bisa berkutik lagi. Mengapa ada seorang wanita ingin menantang pria, terkecuali dia bodoh dan mudah di manipulasi! "Aku tunggu dua hari lagi, semua isi containerku kembali utuh diantar ke gudang, bila tidak maka tubuhmi dan hidupmu menjadi milikku. Kau catat itu!" ancam Gabriel Nostra keras PLAKK-! Wow, tamparan yang menyakitkan. Ternyata tangan mungilnya cukup pedih mendarat di pipi sang mafia. Laksana kilat di siang hari, padahal tak ada turun hujan menyertai. Darah Gabriel Nostra mendidih. Dia harus menghukum lebih kejam lagi. Kontan saja membalas cepat dengan ciuman kasar yang membuat gadis itu tak bisa berkelit darinya. Kedua tangan Alexandra memukulnya berulang kali, menghentak agar dilepaskan. Namun tak cukup besar menandingi kekuatan sang mafia. Gabriel merasa terkejut dan mengernyitkan dahi saat melepaskan rengkuhannya. Bibir gadis itu terasa begitu manis, rasa aneh bagi sang Don Juan. Otaknya berputar dan hatinya bertanya, "Apa gadis ini tidak pernah mencium seorang pria, huh?!" Ia membiarkan merpati kecil itu pergi melarikan diri, tapi bukunya tertinggal di kursi taman. Alexandra Camorra tak akan pernah terlepas darinya lagi. Esok hari atau nanti! ----------- "Sayang, aku sudah menunggu dua jam yang lalu, kau dari mana saja?" "Aku ada urusan kantor. Mengapa kau datang kemari?" "Oh Gabriel, aku merindukanmu!" Pelukan erat Sandra membuatnya sesak nafas. Hari ini Gabriel ingin sendirian di puri miliknya yang megah. Dia sedang bosan, seketika itu juga dihentaknya wanita itu keluar. Otaknya lelah dan penat. Kehilangan jutaan Euro hanya dalam semalam membuatnya terus marah seharian di kantor. "Pergilah, aku tidak mengundangmu ke sini!" teriaknya kencang "Oh Gabriel, teganya kau!" Sandra merengut diacuhkan sang mafia tampan. Ia tersenyum sinis menyertai kepergian. Dasar wanita murahan! umpatnya kesal. Jika Sandra tak bersamanya malam ini, maka dia akan terbang ke pelukan pria lain. Tidak ada lagi wanita yang bisa dipercaya lagi di dunia ini. Sandra, Natasha atau teman kencan wanita lain, seperti piala bergilir bagi Gabriel Nostra. Dan hari ini, ia lebih senang membuang semua demi satu gadis mungil yang sangat berani untuk merampok dan menampar pipinya sekaligus! Seluruh pakaian kerja dihempaskan di dalam kamar. Gabriel membutuhkan air dingin menyiram otaknya yang panas akibat logistik yang hilang, dan ciuman kasar ke gadis itu siang tadi. Keparat kau, Camorra-! Yang membuatnya tak berhenti memikirkannya. ---------- Alexandra duduk termangu di meja belajar sedang kesulitan mencatat karena buku pelajarannya hilang, tidak bisa di temukan di mana pun. Oh. brengsek-! Tertinggal di kursi di taman kampus. Ia mengingat kembali seorang pria kejam mengganggu tadi siang, duduk bersama dan mengancam dirinya. Gabriel Nostra begitu tampan menawan mengenakan jas mahal dan mengendarai Porsche mewah merah ke kampusnya. Dasar manusia sombong dan angkuh! Alexandra baru pertama kali melihatnya. Entah dari mana Gabriel bisa mengetahui dirinya sebagai otak pelaku perampokan logistik semalam. Oh, CCTV sialan-! Ia lupa memeriksa area pelabuhan, juga tak memakai penutup wajah menyembunyikan identitasnya. Benar-benar bodoh! Dia telah melakukan kesalahan yang fatal. Padahal sudah beberapa kali melakukan pekerjaan tidak pernah ketahuan sama sekali. Nasib buruk kini menimpanya lagi saat ini. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, seorang gadis kecil yang cantik dan mungil, Angela Camorra, memeluknya erat. "Kakakk-k!" "Hai sayang, apa kau sudah mengantuk?" tanyanya dengan lembut. "Hmm, tapi aku ingin tidur bersamamu." "Baiklah, ayo naiklah ke ranjangku biar aku menyelimuti rapat sampai kau tak bergerak ke mana-mana lagi!" Angela Camorra terkikik senang di usianya lima tahun dan harus kehilangan mama tersayang. Menyedihkan nasib kakak beradik di istana mewah yang bukan milik keluarganya. Papa tiri mereka, seorang mafia Italia kejam memiliki daftar kriminal sangat panjang. Penyuapan elite politics, perampokan, narkoba, perang antar gangster dan banyak lagi. Entah alasan apa ibunya Rose menikahi Zio Antonio. Pria itu tak lebih baik dari mendiang sang ayah, tapi ibunya tetap memilih sebagai pendamping hidupnya. Alexandra Camorra terlambat mengetahui jawaban atas pertanyaan itu, hingga kematian tragis merenggut nyawa Rose dua tahun yang lalu. Ia menepis pikiran buruknya lagi. Angela membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya. Mengusap kening adiknya yang mulai tertidur pulas di samping, setelah dibacakan buku dongeng kesukaan. Angela Camorra, malaikat kecil di hati Alexandra. Jika bukan karenanya, tak mungkin bertahan di dalam rumah mewah yang asing bagi mereka berdua. Dan ia harus membayar kehidupannya seperti tahanan di dalam rumah mafia. Tugasnya di setiap misi adalah menyerang, merampas sesuai perintah Zio Antonio. Alexandra selalu berada di garis depan sebagai ketua.. Dipantau oleh tangan kanan sang mafia, sang eksekutor Fausto yang kejam tanpa belas kasihan. Setiap malam pergi menyelinap, usai Angela tertidur di jaga oleh pelayan Elisa. Kemudian pulang kembali, membersihkan diri dari bau mesiu atau amis darah di baju dan jaketnya. Angela tak pernah tahu siapa kakaknya sebenarnya. Alexandra adalah seorang mesin pembunuh berdarah dingin. Kemampuannya sangat terasah saat berlatih bersama pengawal Zio Antonio memerangi musuhnya. Dia harus membalas yang menyebabkan ibunya terbunuh di hari yang naas. Malam ini tidak ada misi lagi. Pikirannya lelah, tubuhnya memintanya beristirahat. Tidur tenang menemani Angela Camorra. Namun, satu hal terus mengganggu hatinya. . Siang tadi Alexandra menampar seorang mafia muda begitu keras. Cengkraman tangan kekar di lengannya masih terasa menyakitinya sampai kini. Siapa lagi, kalau bukan bedebah Gabriel Nostra! ***Dokter Julian dan pasangannya, Carina datang memberi ucapan salam atas keberhasilan Gabriel mengalahkan egonya, menikahi gadis cantik bernama Alexandra Camorra."Tak aku sangka ternyata gadis itu luruh dalam rayuan mautmu!" canda Julian ke sahabatnya.Gabriel tersipu. Sahabat karibnya sejak dulu bagai saudaranya sampai saat ini. Keluarga Julian datang juga ke pernikahannya saat ini. "Sialan kau, sudah ku bilang Alexandra akan menjadi milikku selamanya. Dan kalian berdua pun harus mengikuti jejak kami selanjutnya!"Carina pun langsung menunjukkan cincin pertunangan mereka ke wajah Gabriel. Gelak tawa pun terdengar meriah di antara mereka bertiga. Julian lebih dulu meminta kekasihnya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.Gadis itu memang mencintainya, tak menolak yang menjadi harapannya sejak dulu, menikahi dokter tampan dan menjauhkan dari wanita jalang penggoda calon suaminya.Seketika suasana berubah hening, alunan lagu berganti.Gabriel tersentak menoleh ke atas tangga, ca
Jet pribadi milik Gabriel Nostra lepas landas meninggalkan bandara Malpensa menuju kota Venesia. Kedua pasangan berbahagia duduk bersama, terus sibuk merencanakan pernikahan mewah dan megah.Di belakang mereka, dua pengawal terus mengamati dan mengawasi. Tiba-tiba saja Romano menyikut rekan kerjanya. "Kau kenapa, Alano? Wajahmu aneh begitu!""Grr___ beristirahatlah, perjalanan masih panjang!" tukas rekannya kesal karena mengganggu lamunan.Romano menoleh tajam."Ayolah, kau berbohong. Wajahmu itu tidak seperti biasanya, Alano-!""Aku ingat orang tua Gabriel saat ini. Pasti Frank dan Sara Nostra bahagia, jika putranya ingin menikahi putri Daniel dan Rosaelia Camorra."Suara pengawal Alano terdengar jelas oleh Gabriel dan Alexandra. Keduanya beringsut duduk satu meja di belakang, bertanya lebih lanjut mengenai ceritanya yang belum lengkap.Tak ada yang mengenal baik kedua orang tua mereka, kecuali pengawal setia Alano sendiri."Beraninya kau menyembunyikan sesuatu padaku?!" seru Gabriel
"Kita mau kemana, Romano-?" tanya Alano kebingungan.Romano mengangkat bahu, yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. "Kita ikuti saja kemana mereka ingin pergi, sebentar lagi Gabriel juga memberi perintah."Kedua pengawal pribadi Gabriel Nostra dan Alexandra Camorra akhirnya menunggu sabar di ruang tengah. Puri Milano kembali tenang dan sunyi sejak Anthony kembali ke Napoli. Tak ada tawa ceria putri kecil Angela Camorra lagi.Romano-!Alano-!Seru Gabriel saat menuruni tangga.Senyum mengembang terlukis di wajah sang mafia muda, menggenggam erat tangan mungil kekasihnya. "Kami ingin liburan ke Venesia, kalian berdua tinggal saja di Milan-!"Romano berdiri tegak, memprotes keras, "Kami harus ikut kalian, tidak bisa seenaknya pergi begitu saja, lihat akibat sebelumnya kau ke Venesia malah membuat banyak masalah-!"Grrr-!Gabriel teringat bagaimana akhirnya tuduhan kejam perselingkuhan jalang Maria Novella merusak hubungannya dengan Alexandra, hingga tertembak mengakibatkan dir
Angela Camorra, putri kecil yang paling berbahagia di Puri Milano. Kakaknya, Alexandra telah kembali ke Milan bersama sang mafia Gabriel Nostra dan Zio Anthony Marriot.Alano dan Romano ikut merasakan kegembiraan. Semua sudah kembali seperti semula!Tapi kedua anak muda itu belum terlihat sejak makan pagi tadi. Anthony hanya menggeleng kepala saja. Keponakannya Alexandra tidak berada di dalam kamarnya.Pasti semalam Gabriel telah menyeret agar tidur menemani dirinya. Kini waktunya makan siang tiba, seluruh penghuni Puri Milano diajak untuk duduk bersama termasuk Alano dan Romano.Baru saja Anthony ingin meminta pelayan Albert memanggil mereka, tiba-tiba saja Gabriel dan Alexandra sudah datang dan berpakaian rapih."Maafkan kami, Zio-! Semalam kelelahan, hingga tak sempat sarapan bersama kalian tadi.""Hmm-- jika itu hanya sebuah alasan yang kau buat, mungkin aku tak senang mendengarnya. Tapi kukira memang butuh pemulihan, setelah beberapa hari melewati proses yang panjang kesembuhan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings