Mag-log inAzize "Cinta itu memang fitrah, tetapi jika bukan pada tempat dan saat yang tepat ia harus rela menunggu hingga waktu itu tiba." Rama "Dan aku pasti akan menunggumu kembali, seumpama hujan yang menunggu ketika jatuh di atas tanah-tanah kering." "Tidak perlu tergesa-gesa untuk cinta, jika dia mencintaimu, dia tidak akan membuatmu menunggu tanpa kepastian." "Dan cinta ini tak pernah meminta untuk menanti." Perdebatan tentang cinta diantara mereka tak ada usainya, namun Rama pasrah. Azize memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Mesir,karena dia punya cita-cita suatu saat ingin menjadi seorang Uztadzah sekaligus guru Tahfiz untuk pesantren milik orang tuanya di Blitar. Setelah sekian lama berkelana menjadi seorang Playboy, entah aura apa yang di bawa oleh Azize setiap bertemu dengan-nya,hingga membuat pemuda itu takhluk. Saking cintanya Rama ke Azize,dia rela meninggalkan kebiasaan buruknya mulai nyabu, hingga gonta ganti pasangan, awalnya sangat sulit bagi Rama untuk meninggalkan kebiasaan nya, akan tetapi demi cinta perlahan semua bisa ia lewati, namun usai melewati hal tersulit dihidup nya, Azize justru menjauh darinya. Rama sempat frustrasi dengan keputusan Azize,tapi apa boleh buat,entah ini karma atau bukan namun Rama menyanggupi keputusan gadis itu. Tiga tahun kemudian Azize dikabarkan sudah kembali ke tanah air,namun fakta tak seindah yang Rama inginkan. Ingin tahu kisah Rama pasca Azize pergi, yuk follow ya, dan jangan lupa feedback-nya
view more"Jadi selama ini bang Rama belum jadi menikah Abi?" Tanya Azize dengan sembraut sumringah setibanya di rumah mereka. "Hei, sepertinya kamu senang mendengar Rama tidak jadi menikah hah?" Goda Umi Marwa. "Azize jadi teringat waktu Mega datang ke sini Umi, dia mengancam kita semua kalau akan menghancurkan keluarga kita. Bang Rama pasti membenci keluarga kita sekarang dengan sikap yang kita tunjukkan untuknya." "Yaa mau gimana lagi, kamu juga waktu itu udah keburu berangkat, coba aja nggak jadi ke Mesir mungkin kalian sekarang sudah menikah. Lagian belum tentu Rama bersedia menikah dengan Rama." Keluarga itu sempat terdiam sesaat dengan penuturan dan penyesalan yang diungkapkan gadis itu. Namun semua sudah terjadi dan tidak akan bisa dirubah lagi. "Biarlah semua berjalan semestinya, Allah pasti punya rencana yang lebih indah untuk nak Rama, begitu juga denganmu nak, jodoh tidak akan kemana." Sambung Uztadz berikutnya. "Aamiin." Obr
Rama baru saja sampai, sebuah kota kecil yang penuh kenangan. Dia ingat tiga tahun lalu sering menghabiskan waktu bersama para wanitanya disini. Namun sekarang berbeda, para wanita itu tidak ada lagi yang berani muncul didepannya setelah Rama memutuskan meninggalkan mereka dan meminta agar jangan pernah menemuinya lagi.Banyak diantara mereka yang tidak terima dengan perlakuan Rama, terutama Mega. Mega sempat mendatangi kediaman keluarga Rama pada saat itu justru mendapat peringatan keras dari rumah tersebut. Jika dia terus bersikeras maka pihak Rama tidak segan-segan untuk menyeretnya ke jeruji.Hingga suatu hari Mega datang menemui Azize dirumahnya. Mega sempat mengancam gadis itu apabila dirinya tidak bisa mendapatkan Rama maka dia akan bunuh diri atau Azize juga tidak bisa memilikinya.Azize tersenyum, namun dihatinya tidak rela jika Rama menikahi Mega. Azize ikhlas walau berat kemudian memutuskan untuk meninggalkan tanah air dan mengikuti program pertukaran
Tok! Tok! Tok! "Masuk!" Boy pun masuk setelah mendapat perintah untuk masuk. "Ada apa kau kesini sebelum kupanggil?" Pertanyaan yang menekan dan jelas sekali kedatangannya tidak disambut. "Anu bos, aku tidak sengaja mendengar kalau pesantren yang pernah bos dan mendiang datangi dulu kalau pengurusnya adalah seorang uztadzah muda dan sangat cantik. Dan feeling aku jangan-jangan dia adalah wwwa..." Brraakk! Boy yang belum selesai melanjutkan perkataannya tiba-tiba harus membungkam mulutnya karena Rama sepertinya tidak senang dengan berita yang ia sampaikan. Boy tahu semenjak Azize meninggalkannya tiga tahun lalu semenjak itu juga Rama berubah. Perubahannya kali ini sangat diluar nalar. Walau dirinya sudah berhenti dari seluruh hal-hal yang berbaur barang haram dan perempuan, namun membuat Rama berubah menjadi seorang pria yang tempramen. Ditambah lagi semenjak meninggalnya sang Bundo dua tahun yang lalu. Waktu beg
Masih Di Tiga Tahun Yang Lalu.Cuaca sore itu masih terasa terik di kota Padang, Rama berserta keluarga Uztadz Marzuki baru saja tiba di kediaman Rama setelah sebelumnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat di bandara Ketaping Sumatera barat."Apa tidak mampir dulu pak Ustad?" Bundo Maryam yang telah menunggu kedatangan mereka dari pagi menawarkan Uztadz dan keluarganya untuk mampir setelah mengantar Rama dengan mobil jeputan mereka."Terimakasih Bundo Maryam, alangkah baiknya jika kami pulang kerumah dulu." Uztadz pun menolak secara halus."Baiklah Uztadz, saya juga nggak akan memaksa kalau begitu ,oh iya terimakasih banyak atas bimbingannya ya pak Uztadz.""Sama-sama bunda Maryam, tidak perlu begitu, anggap saja nak Rama sambil berlibur. Betulkan Rama.?" Sambil tersenyum ke arah Rama.Beberapa waktu kemudian, hampir satu bulan waktu itu berlalu. Azize dan Rama tidak pernah lagi bertemu, berbagai cara dilakukan Rama agar diri






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings