TERNYATA AKU ISTRI KEDUA

TERNYATA AKU ISTRI KEDUA

By:  Navika  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
16Chapters
306views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Mahira mengira setelah menikah dengan lelaki yang paling dicintainya hidupnya akan bahagia. Tapi dugaan Mahira ternyata salah. Setelah menikah dengan Panji hidupnya justru mengalami kepahitan. Apalagi setelah mengetahui bahwa dirinya adalah istri kedua Panji, bukan istri pertama seperti yang dijanjikan. Merasa dibohongi dan terlanjur sakit hati, Mahira merencanakan sesuatu untuk membalas perbuatan Panji dan juga keluarganya. Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka? Akankah Mahira memilih bertahan menjadi istri kedua Panji atau justru memilih bercerai dengannya?

View More
TERNYATA AKU ISTRI KEDUA Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
16 Chapters
BAB 1. BANGKAI TERCIUM
"Mas Panji mau kemana sih, kok sudah dandan rapi, baunya wangi lagi," celetuk Mahira yang berdiri di belakang Panji sambil memperhatikan suaminya yang saat ini bersiap-siap ingin pergi."Mas mau ke rumah teman, ada acara tujuh bulanan istrinya yang sedang mengandung. Dia meminta Mas datang ke rumahnya untuk ikut memberikan doa," balas Panji dengan santai."Kalau begitu aku ikut ya?""Jangan, kamu dirumah saja. Lagian Mas cuma sebentar saja kok Sayang. Mas janji nggak akan lama perginya. Selesai membaca doa Mas akan berpamitan pulang," bujuk Panji kepada Mahira."Tapi aku juga pengen ikut Mas. Aku ingin sekali pergi bersama suamiku ke tempat hajatan atau acara apa gitu kaya yang lain. Tapi Mas nggak pernah mengajakku. Alasannya pun selalu sama," Mahira mulai kesal."Eh kok malah ngambek sih. Mas janji nanti kalau ada acara lagi Mas akan mengajakmu. Supaya semua orang tahu bahwa kamu adalah istriku yang paling cantik,"Mahira berdiri membelakangi Panji lalu Panji mencoba mendekatinya d
Read more
BAB 2. BELANG ABU-ABU
Melihat semua itu Mahira memutuskan pulang ke rumah dan berpura-pura seakan tak terjadi apa-apa.Tepat pukul satu malam terdengar suara deru mobil milik Panji yang berhenti di garasi depan rumah. Mahira memperhatikan lewat jendela lalu kembali masuk ke dalam kamar dan pura-pura tidur. Panji menyusul ke dalam kamar lalu mendekati Mahira yang sudah tertidur pulas diatas ranjang.Panji memutuskan pergi mandi, berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya disebelah Mahira. Merasa belum mengantuk Panji kembali melirik ponselnya karena tiba-tiba Irma menelpon. Panji menjauh dari Mahira menuju balkon kamar untuk menganggkat telepon dari Irma."Ada apa sayang? Aku sudah sampai di rumah. Tolong jangan telpon-telpon lagi. Nanti kalau terdengar Mahira bisa bahaya," ujar Panji dengan nada berbisik.Mahira mencoba mendekat untuk mendengarkan obrolan keduanya."Iya sayang aku tahu. Tapi aku tidak bisa tidur. Anak di dalam kandunganku minta di dongengin dulu sama papanya," balas Irma dengan nada manja.
Read more
BAB 3. BERMAIN CANTIK
"Baiklah sayang, aku ikuti semua keinginanmu. Apapun keputusanmu aku akan menyetujuinya," Mahira mengulas senyum."Begitu dong. Terima kasih sayang, karena kamu sudah mendukung keputusanku. Apa aku boleh minta tolong lagi?""Boleh sayang, apa itu?" sahut Panji."Tolong sampaikan semua itu kepada Irma, Dara dan juga Hendra ya? Supaya tidak terjadi kesalahpahaman diantara kita. Mas bilang, kita ini keluarga bukan? Mas Panji juga harus bisa menengahi jika ibu serta adik-adikmu tidak setuju dengan keputusan yang sudah kubuat,""Ba-baiklah sayang. Apapun itu Mas akan menuruti semua keinginanmu,""Ihh, Mas Panji so sweet deh," Mahira menghampiri Panji lalu memeluknya sembari mengulas senyuman licik.Panji juga melakukan hal sama. Berpura-pura legowo menerima keputusan Mahira. Padahal saat ini hati Panji sedang merasa dongkol setengah mati. Bahkan ingin rasanya Panji mencekik Mahira saat ini juga.Mahira melepas pelukannya lalu memilih duduk dikursi sambil memainkan ponselnya. Diliriknya Pan
Read more
BAB 4. RAYUAN MAUT
Dua hari kemudian Mahira mulai disibukkan dengan banyaknya pekerjaan. Karena saat ini butik dan juga toko grosirnya mulai dihandle sendiri.Mahira merasa keputusannya kali ini sudah tepat. Karena selama ini dia sudah cukup baik terhadap keluarga Panji. Walau pada akhirnya kebaikan dan kepercayaan Mahira disalah gunakan oleh Panji dan juga keluarganya. Hal inilah yang membuat Mahira benar-benar merasa kecewa.Mahira mulai mengecek keuangan di toko dan juga butiknya satu-persatu. Memastikan pemasukan serta pengeluaran di butik dan juga tokonya tidak mengalami kesalahan. Tapi setelah di amati ulang banyak keganjilan antara pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya. Melihat hal itu Mahira merasa kesal kepada keluarga Panji."Mulai sekarang aku sendiri yang akan menghandle semuanya. Termasuk perusahaanku yang saat ini masih dipegang oleh mas Panji. Aku yakin mas Panji juga melakukan hal sama seperti yang sudah dilakukan oleh Hendra juga Irma. Apalagi mas Panji sudah berani membohongiku me
Read more
BAB 5. CURANG
Merasa kesal karena terus dihina, bu Sita mengambil gagang kayu dan ingin memukul satu-persatu orang yang saat ini masih berdiri didepan rumahnya."Diam kalian semua! Cepat pergi dari sini! Mendengar kabar belum jelas saja kalian sudah pada heboh. Seharusnya kalian tanya dulu baik-baik sama saya bukan malah ikutan menghina!" sentak bu Sita dengan amarah berapi-api."Lho, bukannya tadi kami sudah tanya baik-baik sama bu Sita. Tapi kenapa bu Sita malah marah? Jika memang anaknya tidak seperti itu seharusnya bu Sita bersikap biasa saja. Tapi nyatanya emosi bu Sita langsung meledak-ledak. Itu artinya tulisan pada karangan bunga itu ada benarnya. Anak bu Sita bernama Fahri diam-diam menikah lagi tapi mengaku lajang supaya mendapatkan istri kaya raya. Pantas saja sekarang kehidupan bu Sita adem ayem. Rumah bagus, punya mobil, uangnya banyak, tidak susah seperti dulu lagi," sahut bu Dias."Iya, sekarang hidupnya serba kecukupan. Semua anaknya punya mobil satu-satu. Coba mas Fahri tidak menika
Read more
BAB 6. TEROR
Setelah kejadian itu hari-hari Panji terasa menyedihkan sekali. Panji tidak menyangka, ternyata ada orang lain yang mengetahui rahasia besarnya itu. Dan kini orang tersebut mencoba menerornya habis-habisan."Aku heran sebenarnya siapa orang itu? Apa kita ada salah dengannya? Kenapa dia mencoba mengusik hidup kita?" tanya bu Sita."Panji juga bingung Bu. Panji sudah mencoba mencaritahu tapi sampai detik ini belum juga mendapatkan jawabannya. Aku sempat berpikir apakah orang itu adalah Mahira? Tapi jika memang benar orang yang meneror kita adalah Mahira, lalu kenapa sampai detik ini dia tidak marah kepadaku? Tidak mempertanyakan semua yang diketahuinya? Setiap hari sikapnya masih sama. Yang membedakan hanyalah dia ingin bekerja dan menghandle semua usahanya sendiri. Tapi sikapnya padaku masih sama, tidak ada yang berubah Bu," ucap Panji."Apa mungkin kamu punya musuh?""Tidak Bu. Selama ini Panji tidak pernah mempunyai musuh. Panji tidak pernah ribut dengan orang lain," sahutnya."Bagai
Read more
BAB 7. TAK SEJALAN
Merasa kesal Panji berniat melaporkan kejadian ini kepada pihak polisi. Dengan tujuan ingin tahu siapa dalang dibalik peneror di rumahnya."Kesabaranku sudah habis, aku tidak bisa berdiam diri seperti ini. Aku ingin memberi pelajaran kepada orang itu. Supaya dia merasa kapok dan tak lagi berani meneror kita," ucap Panji."Aku setuju dengan saran mas Panji. Memang lebih baik kita melaporkan kejadian ini supaya mereka merasa jera," sahut Irma."Terserah kalian saja. Yang penting masalah ini cepat selesai," sahut bu Sita.Panji meminta semua orang masuk ke dalam. Dan berpesan jangan membukakan pintu jika tidak ada yang penting. Semua orang mengangguk patuh.Panji masuk ke kamarnya dan bersiap ingin pulang ke rumah Mahira. Irma mengekor dibelakang Panji dan merengek supaya Panji tidak pulang ke rumah istri keduanya."Pokoknya aku nggak mau tahu. Mas Panji nggak boleh pulang. Malam ini mas Panji harus tidur disini bersamaku," sungut Irma sembari berkacak pinggang."Tapi sayang, jika aku ti
Read more
BAB 8. CEMBURU
Panji benar-benar merasa bahagia karena akhir-akhir ini Mahira sedikit berubah. Dia menjadi lebih bucin kepada Panji. Mahira juga sangat perhatian kepada Panji sehingga membuatnya semakin sulit jauh dari Mahira."Alhamdulillah, akhirnya kenyang juga," celetuk Panji."Mas boleh ke kamar dulu. Biar aku bereskan semua ini,""Nggak ah sayang. Mas ikut bantuin kamu beres-beres dapur dulu ya? Biar cepat selesai dan kita bisa pergi tidur,""Memangnya mas Panji nggak capek?""Nggak dong. Kenapa harus capek, kan bantuin istrinya sendiri," celetuk Panji."Makasih ya Mas," ucap Mahira."Iya, sama-sama,"Keduanya pun mulai bekerja sama membereskan dapur. Setelah selesai barulah keduanya memilih pergi ke kamarnya untuk beristirahat.Panji merebahkan tubuhnya terlebih dahulu diatas ranjang, baru setelah itu disusul Mahira yang kini sudah berganti pakaian tidur. Melihat Mahira berpakaian sexy tentu saja membuat Panji salah tingkah. Apalagi Mahira sangatlah cantik, tentu saja membuat Panji sangat ter
Read more
BAB 9. CEMBURU BUTA
Keesokan harinya seperti biasa Panji akan berkunjung ke rumah ibunya. Dia membawa banyak hadiah untuk diberikan kepada keluarganya. Mahira sengaja membelikan baju baru untuk keluarga Panji untuk dipakai ke acara Mahira nanti malam."Wah, kak Panji datang-datang membawa banyak bingkisan. Kira-kira isinya apa?" celetuk Dara."Ini hadiah dari Mahira untuk kalian. Kakak juga nggak tahu apa isinya. Mahira cuma berpesan barang-barang yang ada di dalam ini harus kalian pakai untuk acara pesta nanti malam,""Pesta? Nanti malam ada pesta di rumah kak Mahira ya?""Kakak sendiri sebenarnya juga nggak tahu ada acara apa?" sahut Panji.Dara menggeleng kepala sembari melirik ke arah Hendra dan juga ibunya."Yasudah, yang penting nanti malam kita semua harus datang ke acara itu. Kamu sudah sarapan belum? Kalau belum ikut sarapan sama adik-adikmu gih," titah bu Sita."Tidak Bu. Panji sudah sarapan kok. Mahira sudah membuatkanku sarapan,""Wah, tumben? Ada angin apa?" celetuk Dara."Kok tumben sih? Se
Read more
BAB 10. SIAPA DIA?
Acara pesta ulang tahun Panji diselenggarakam sangat mewah dirumah Mahira. Semua teman serta rekan kerja Mahira dan Panji berbondong-bondong datang untuk ikut merayakan acara itu.Tadinya Panji merasa bingung ada acara apa dirumahnya? Kenapa Mahira tidak memberitahunya, acara untuk siapa ini? Namun ketika sampai di kamarnya, Panji sangat terkejut ketika melihat ada tulisan ucapan ulang tahun dari Mahira. Panji merasa tak percaya Mahira melakukan semua ini untuknya. Mengingat beberapa bulan yang lalu hubungannya sedikit merenggang karena ulah keluarganya."Apa aku bermimpi? Apa semua ini Mahira yang telah mempersiapkan? Aku tidak menyangka ternyata Mahira masih peduli kepadaku," batin Panji."Happy birthday to you sayang," ucap Mahira tiba-tiba membuat Panji menganga tak percaya bahwa Mahira akan memberinya surprise semewah ini. Mahira menghampiri Panji lalu memeluknya serta memberikan kecupan hangat untuknya."Sayang, ternyata kamu tidak lupa dengan hari ulang tahunku? Aku sendiri aja
Read more
DMCA.com Protection Status