เข้าสู่ระบบMalam itu, ketika sebagian besar penghuni istana telah terlelap, beberapa sosok berpakaian hitam bergerak diam-diam melewati lorong-lorong gelap menuju kediaman Pangeran Kesembilan. Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh Pangeran Keenam. Perintah yang mereka terima sangat jelas, melenyapkan Greyson dan Suran sebelum fajar menyingsing. Tidak boleh ada seorang pun yang selamat untuk menceritakan apa yang terjadi, dan tidak boleh ada bukti yang mengarah kepada sang pangeran. Bagi Pangeran Keenam, malam pengantin itu merupakan kesempatan terbaik. Ia mengira Greyson dan Suran akan terlena dalam kebahagiaan pernikahan mereka, tidak menyadari bahwa bahaya sedang mendekat. Namun, ia telah membuat kesalahan besar. Jauh sebelum para penyusup meninggalkan tempat persembunyian mereka, Greyson sudah mengetahui rencana tersebut. Di salah satu ruangan tersembunyi di kediamannya, seorang pria berpakaian gelap berlutut di hadapan Greyson. “Pangeran, orang-orang itu sudah bergerak. M
“Ngomong-ngomong, apakah Nona Suran akan ikut serta dalam urusan istana kedepannya?” Greyson sudah benar-benar muak. Kakinya bersiap untuk melangkah, menyembunyikan Suran di balik punggungnya agar tidak ada lagi orang yang akan sembarangan mengajukan pertanyaan pada wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu. Namun, sebelum Greyson melakukan itu, Suran menahan tangannya dan memilih ingin mengahadapi itu sendiri. Senyumnya nampak lembut, tapi tatapan matanya seolah menjelaskan bagaimana dia tidak menyukai ucapan pangeran ke-6. “Kenapa anda begitu mendesak, pengeran ke-6? Bukankah aku punya pilihan sendiri? Aku tidak gila kekuasaan meskipun aku tahu sampai di mana kemampuan ku. Hanya saja... bagiamana dengan anda?” Pangeran ke-6 sempat menunjukkan rasa marahnya lagi, tapi dia tutupi dengan senyuman yang justru terlihat aneh. “Aku adalah pangeran, tentu saja aku paling paham tentang visi misi ku. Aku akan memenuhi tanggung jawabku di istana dengan baik.” Suran tersenyum, ia
Greyson yang berdiri di sampingnya diam-diam tersenyum di balik topengnya. Pangeran Keenam telah kehilangan kata-kata. Dia tidak pernah menyangka Suran akan menolaknya sekali lagi di hadapan begitu banyak orang, bahkan setelah dia berusaha membungkus tindakannya dengan alasan kepedulian. Raja akhirnya berdiri karena rasa tidak tahan lagi. “Sudah cukup!” Suaranya membuat seluruh aula kembali sunyi. “Ini adalah upacara pernikahan yang telah mendapatkan persetujuanku. Suran telah memberikan persetujuannya secara resmi, dan Greyson juga telah menyatakan keinginannya untuk menikahinya.” Raja menatap putranya dengan sorot mata tajam. “Jika kau memiliki bukti bahwa pernikahan ini melanggar hukum kerajaan, katakan sekarang. Namun, jika kau hanya datang untuk mempermalukan adikmu karena tidak menyukai keputusannya, aku tidak akan membiarkanmu mengganggu upacara ini.” Pangeran Keenam membuka mulut, tetapi tidak ada jawaban yang keluar. Dia tidak memiliki bukti pelanggaran apa pun
“Suran Hideria...? Ini... benar-benar serius?” bisik beberapa tamu yang datang. Mereka yang ada di sana kompak tercengang, berharap salah lihat, atau mungkin ada kesalahpahaman yang perlu di jelaskan. “Gila... benar-benar tidak mungkin...” Wanita yang selama ini mereka kenal sebagai pewaris tunggal keluarga paling berpengaruh di kerajaan. Wanita yang pernah dilamar Pangeran Kedua dan Pangeran Keenam, juga beberapa putra petinggi istana, pedagang kaya, bahkan pangeran dari negara sebelah, tetapi ia menolak semuanya tanpa ragu. Sekarang, wanita itu berjalan menuju Greyson. Senyum Pangeran Keenam membeku di wajahnya. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Sebab, wanita yang selama ini ingin dia jadikan istrinya kini datang dengan pakaian pengantin, bukan untuk berdiri di sisinya, melainkan untuk menikahi adiknya yang selama ini dia anggap tidak berharga. Kenyataan itu tentu saja terlalu sulit untuk ia terima begitu saja. Pangeran kedua pun terdiam dalam keterke
Pagi itu, aula utama istana dihias dengan begitu megah. Kain sutra berwarna merah dan emas menghiasi pilar-pilar tinggi, sementara bunga-bunga segar diletakkan di sepanjang jalan menuju tempat upacara. Para pelayan kerajaan bergerak dengan tertib, memastikan setiap sudut aula terlihat sempurna. Hari ini adalah hari pernikahan Pangeran Kesembilan. Berita mengenai pernikahan tersebut telah menarik perhatian banyak bangsawan. Meskipun kedudukan Greyson selama ini dianggap tidak terlalu penting dalam perebutan kekuasaan kerajaan, pernikahannya tetap menjadi bahan pembicaraan. Terlebih, identitas wanita yang akan menjadi istrinya masih dirahasiakan hingga hari pelaksanaan upacara. Satu per satu tamu undangan memasuki aula istana. Para pangeran kerajaan hadir bersama pengawal dan beberapa orang kepercayaan mereka. Sejumlah putri kerajaan dan petinggi, termasuk Kirina, juga datang untuk menyaksikan pernikahan tersebut. Selain itu, banyak bangsawan perempuan dan laki-laki dari kalanga
Malam itu, Suran berdiri di dekat jendela kamarnya sambil menatap langit yang dipenuhi bintang. Angin malam berembus pelan, menggerakkan tirai tipis di sampingnya. Cahaya bulan menyinari halaman kediaman Hideria yang masih dipenuhi kesibukan.Besok adalah hari pernikahannya.Sejak sore tadi, seluruh pelayan Hideria sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara pernikahan tersebut. Ada yang mengurus dekorasi, menyiapkan pakaian pengantin, memeriksa hidangan, hingga memastikan setiap sudut kediaman terlihat sempurna. Bahkan, beberapa pelayan masih mondar-mandir membawa barang yang diperlukan meskipun malam telah semakin larut.Wulien juga tidak kalah sibuk. Dia berulang kali memeriksa perlengkapan yang akan digunakan Suran esok hari, memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal.Sementara itu, Suran tetap berdiri di dekat jendela. Tatapannya perlahan melembut ketika menyadari betapa cepat hidupnya berubah.Tanpa disadarinya, setetes air mata jatuh membasahi pipinya.Suran terdiam, k







