แชร์

BAB.9

ผู้เขียน: Ara Azzahra
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-03 20:00:21

Ruang makan itu dingin, meski lampu gantung kristal memancarkan cahaya keemasan.

Aku duduk di kursi Elira—kursi seorang istri yang sah, namun tak pernah benar-benar dianggap ada. Di hadapanku, keluarga Valen duduk dengan sikap tenang dan senyum tipis yang terlalu terlatih.

Ini bukan jamuan keluarga.
Ini pertemuan bisnis.

Leonard duduk di ujung meja. Wajahnya keras, rahangnya mengatup. Ia bahkan tidak menatapku—seolah kehadiranku hanya formalitas yang terpaksa diterima.

“Elira,” suara pria paruh baya itu terdengar datar. “Kami dengar kondisimu sempat… mengkhawatirkan.”

Arman Valen.
Ayah kandung Elira.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.10

    Malam di mansion Veyron terasa lebih panjang dari biasanya.Lampu-lampu lorong menyala redup, menciptakan bayangan yang memanjang di dinding marmer. Setiap langkah terasa bergema, seolah rumah besar ini ikut mengingat terlalu banyak hal yang selama ini dipendam.Aku duduk di tepi ranjang, memeluk bantal.Tidak menangis.Tidak bergerak.Hanya… kosong.Alea sadar sepenuhnya. Otakku bekerja, mencoba menata ulang potongan-potongan kebenaran.Namun tubuh ini—tubuh Elira—masih menyimpan sisa rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.Pintu kamar terbuka tanpa ketukan.

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.9

    Ruang makan itu dingin, meski lampu gantung kristal memancarkan cahaya keemasan.Aku duduk di kursi Elira—kursi seorang istri yang sah, namun tak pernah benar-benar dianggap ada. Di hadapanku, keluarga Valen duduk dengan sikap tenang dan senyum tipis yang terlalu terlatih.Ini bukan jamuan keluarga.Ini pertemuan bisnis.Leonard duduk di ujung meja. Wajahnya keras, rahangnya mengatup. Ia bahkan tidak menatapku—seolah kehadiranku hanya formalitas yang terpaksa diterima.“Elira,” suara pria paruh baya itu terdengar datar. “Kami dengar kondisimu sempat… mengkhawatirkan.”Arman Valen.Ayah kandung Elira.

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.9

    Ruang makan utama mansion Veyron malam itu dipenuhi suara—bukan tawa, bukan kehangatan, melainkan denting sendok yang terlalu keras dan napas yang ditahan.Aku duduk di kursi yang sama. Kursi Elira.Namun malam ini, untuk pertama kalinya, keluarga besar Elira hadir di hadapanku.Mereka datang tanpa senyum. Tanpa basa-basi.Seolah kedatanganku bukan sebagai menantu… melainkan sebagai peringatan.Leonard duduk di ujung meja. Wajahnya datar, dingin, seperti dinding batu yang tak ingin disentuh.Di hadapanku, seorang pria paruh baya dengan rahang tegas dan tatapan tajam menatap tanpa berkedip.“Sudah lama sekali sejak kau terlihat cukup s

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.7

    Leonard tidak langsung membawaku keluar rumah. Ia hanya berjalan menuju lorong samping, langkahnya panjang dan tegas, seolah ingin segera mengakhiri percakapan yang tak ia inginkan.Kami berhenti di depan ruang kerjanya.“Masuk,” katanya singkat.Nada itu bukan ajakan. Lebih seperti perintah.Aku menurut.Begitu pintu tertutup, udara di ruangan itu berubah. Lebih dingin. Lebih berat. Leonard berdiri membelakangiku, kedua tangannya bertumpu di meja.“Apa sebenarnya yang ingin kau katakan pada Lysandra?” tanyanya tanpa menoleh.“Aku hanya bertanya,” jawabku pelan.“Kau berbicara seolah-olah ada seseorang yang mendorongmu ke danau,” katanya tajam. “Itu tidak pantas.”Aku menelan ludah. “Dan jika memang begitu?”Leonard berbalik cepat. Tatapannya keras.“Elira,” ucapnya menekan. “Kau jatuh ke danau karena kau ingin mengakhiri hidupmu sendiri.”Kata-kata itu menghantam dadaku lebih keras dari yang kuduga.“Kau begitu yakin?” tanyaku.“Aku tahu bagaimana keadaanmu saat itu,” katanya. “Kau h

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.6

    Pagi itu udara terasa lebih ringan, tapi entah kenapa dadaku justru terasa penuh. Aku berdiri di depan cermin, menatap pantulan wajah Elira—kulit pucat, mata lembut, dan garis rapuh yang selalu membuat orang mengira ia mudah dihancurkan.Namun hari ini berbeda.Ada sesuatu yang hidup di balik mata itu. Sesuatu yang tidak lagi mau tunduk.“Gaun ini cocok sekali,” ujar Mira sambil merapikan lipatan kain biru muda di bahuku. “Tuan pasti… terkejut.”Aku tersenyum tipis. “Itu tujuannya.”Mira terdiam, lalu ikut tersenyum kecil. Ia pasti juga merasakan perubahanku. Elira yang dulu tak pernah peduli dengan penampilan—seolah ingin menghilang—kini berdiri tegak, tenang, dan sadar akan keberadaannya.Saat aku melangkah menuju ruang makan, langkah kakiku mantap. Tidak tergesa, tidak ragu.Meja makan sudah terisi.Leonard duduk di ujung meja, seperti biasa. Posturnya tegap, wajahnya tenang, tapi sorot matanya selalu dingin—seperti dinding yang tak pernah bisa ditembus.Dan di sisi kanannya, Lysand

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.5

    Malam turun dengan cepat, menyelimuti rumah besar keluarga Valdez dengan keheningan yang dingin. Lampu-lampu taman sudah dinyalakan, memantulkan cahaya lembut di permukaan danau yang tenang.Aku berdiri di jendela kamar, menatap ke arah gelapnya air itu. Bayangan pohon-pohon besar di sekelilingnya tampak seperti sosok-sosok raksasa yang berjaga. Ada sesuatu di sana… aku bisa merasakannya.“Kalau memang jawabannya ada di tempat itu,” gumamku, “aku harus melihat sendiri.”Dengan hati-hati aku mengenakan mantel tipis, lalu membuka pintu kamar. Koridor sunyi, hanya cahaya lilin kecil yang menerangi. Aku melangkah pelan, menahan napas setiap kali papan lantai berderit di bawah kakiku.Beruntung, Mira sudah memberitahuku jalur yang lebih sepi menuju taman belakang—melewati lorong samping dapur, bukan lewat aula utama.Begitu keluar, udara malam menyambut. Dingin menusuk tulang, tapi aku tetap melangkah, menuruni anak tangga batu yang mengarah ke halaman belakang.Taman itu luas, dipenuhi bu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status