The Billionaire Wife's Regret: Taking Back What's Her's

The Billionaire Wife's Regret: Taking Back What's Her's

last updateLast Updated : 2026-05-05
By:  aqescritora Updated just now
Language: Filipino
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
35Chapters
281views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Matapos buksan ni Tricia ang kanyang mga mata, natagpuan niya ang sarili na nagising makalipas ang anim na taon. Kinasal siya sa lalaking pinapangarap niya at nagkaroon ng anak. Ngunit, para sa isang walang kwentang lalaki ay pinili niyang gumawa ng mga bagay na dahilan ng pagkasira ng kanyang pamilya. Galit na galit ang anak niyang lalaki sa kanya, habang ang babae naman ay nagmamakaawa para sa kanyang pagmamahal. Gusto na ring makipag-divorce ng kanyang asawa sa kanya. At nang matauhan, sisiguraduhin niyang pagbabayarin niya ang lalaking nanloko sa kanya at babawiin niya ang nararapat na para sa kanya; ang asawa at ang mga anak niya. Maging matagumpay kaya ang plano ni Tricia na mabawi ang kanyang asawa at mga anak?

View More

Chapter 1

VOLUME 1: CHAPTER 1 NAGISING AT NAGING ISANG INA MAKALIPAS ANG ANIM NA TAON

Tingg

Sebuah pesan masuk di ponsel mas Hendra. 

Karena penasaran aku sedikit meliriknya, siapa yang mengirim pesan sepagi ini.

(Semua sudah siap bos, tinggal anda tentukan saja kapan nyonya pergi sendirian, maka semuanya beres.)

Ini maksudnya apa? Bukankah yang biasanya dipanggil nyonya adalah dirinya.

Aku mencoba membuka ponselnya, tapi ternyata disandi. Selama ini aku memang jarang kepo dengan isi ponsel suamiku. Selain karena menghargai privasinya aku juga percaya ia tidak akan macam macam.

Mas Hendra adalah suami yang baik. Meskipun kami menikah karena perjodohan tapi ia selalu memperlakukanku dengan baik. 

"Atau mungkin ia akan memberi kejutan untukku."batin ku berbunga bunga. 

Namun bunga itu sekejap berubah menjadi duri kala ada sebuah pesan lagi dari kontak bernama luv.

(Mas nanti sebelum ke kantor mampir apartemen aku ya!! Udah rindu berat nih).

Apalagi ini? Kepalaku hampir dibikin pecah gara gara dua pesan misterius. Ingin rasanya aku membobol sandi hp mas Hendra.

Ceklek ceklek 

Terdengar knop pintu kamar mandi terbuka. Aku buru buru meletakkan ponsel mas Hendra ke tempatnya.

"Udah selesai mandinya mas?" tanyaku basa basi.

"Udah, mana pakaian nya?"

"Itu di sana, aku mau lanjut cariin kaos kaki dulu."ucapku sambil menunjuk ke arah ranjang.

Mas Hendra berjalan kearah ranjang dan mampir sekedar untuk mengecek ponselnya.

Aku jadi penasaran bagaimana reaksi mas Hendra membaca pesan pesan itu.

Kulihat badannya menegang, lantas ia menoleh dan bertanya kepadaku.

"Kamu gak pegang hp mas kan Din?"

"Gak mas, emang kenapa sih kok kamu kelihatan tegang gitu?" tanyaku berpura pura.

"Gak papa cuma nanya aja."

Aku pura pura mengerti, padahal aku bertekad untuk mencari tahu sendiri.

"Ya udah mas, aku tunggu di bawah ya untuk sarapan. Ayah dan ibu pasti sudah menunggu. "

"Iya."jawab mas Hendra yang sepertinya sedang membalas pesan pesan itu. Terlihat dari jari jarinya yang lincah ke sana ke mari.

Di ruang makan ibu dan ayah mertua ku sudah menunggu.

"Mana Hendra Din, kenapa lama sekali kalian?"tanya ayah dengan intonasi seperti biasanya. Tegas dan terburu buru.

"Masih di atas yah, sedang memakai baju."

"Duduklah! Kita tunggu suamimu sebentar!" tambah ibu mertuaku.

Aku duduk berhadapan dengan ibu, biasanya mas Hendra di sebelah ku dan ayah di kursi paling ujung yang menandakan sebagai kepala keluarga.

Ku dengar derap telapak kaki menuruni tangga, tanpa menoleh pun aku tahu telapak kaki siapa. 

Mas Hendra duduk di sebelahku, kami semua diam menunggu ayah memulai sarapan pagi ini. Begitulah kebiasaan keluarga suamiku. Akan selalu mengedepankan yang lebih tua dalam segala hal. 

Bahkan ayahlah yang dulu menjodohkan mas Hendra dengan ku, awalnya ia menolak tapi entah kenapa tiba tiba dia menyetujuinya. 

Sedangkan ibu mertua, aku tidak tahu apakah beliau menyukaiku atau tidak. Hanya saja ibu jarang berbicara denganku karena waktunya banyak ia habiskan di luar rumah. 

"Makanlah !" titah ayah.

Aku dengan cekatan langsung mengambilkan nasi untuk suami ku.

"Mau dengang lauk apa mas?"

"Sayur saja dan ikan."

Aku meletakkannya di depan mas Hendra, selanjutnya aku mengambil makanan untuk diriku sendiri.

Kami makan dengan diam, bahkan dentingan sendok beradu dengan keramik piring pun hanya samar samar terlihat.

Dulu aku sangat kesulitan dengan kebiasaan ini, tapi lambat laun terbiasa apalagi sudah hampir 5 bulan menjadi menantu di sini.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.

No Comments
35 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status