LOGINある日突然何故か魔界に強制召喚された咲良(24)はそこで魔界の王である悪魔に特級悪魔のとある兄弟たちと良好な関係を築かなければ人間界には帰さないと言われてしまう。 しかし咲良が良好な関係を築かなければならない特級悪魔の兄弟たちはもれなく全員、個性が強い上に欲望に忠実なクセしかない男たちであった。 咲良は無事特級悪魔兄弟たちと〝良好な関係〟を築き人間界へ帰れるのか?
View More“Cincin pernikahan aku kembalikan. Silakan tandatangani surat perceraian kita begitu tiba.”
Nora mengusap jari manisnya yang kini kosong. Sudah berapa lama ia tak memakai benda itu di jemarinya? Lagipula, cincin itu memang bukan miliknya. Rasanya aneh. Ia kini berdiri di hadapan suaminya, namun pria itu sama sekali tak menyadarinya. Setelah berbicara, Nora meletakkan selembar foto ke atas meja kerja sang suami. Tubuhnya berdiri tegak, tak beranjak, tengah menunggu reaksi pria itu. Erlangga sempat terperangah, namun ia berusaha biasa. Pena di tangannya tertahan di atas dokumen saat matanya menangkap sosok dalam foto tersebut adalah dirinya dengan seorang wanita, malam tadi. Ia mengangkat pandangan, lalu mendapati wajah Nora yang terlihat geram. Erlangga terbiasa menatap sorot dingin itu selama sekian tahun bersama. Tapi kali ini, tatapan Nora jauh lebih dingin dan lebih mematikan daripada sebelumnya. “Kamu menggugat saya, Nora?” tanggap Erlangga pelan, bermaksud menyembunyikan rasa aneh dalam dirinya. Nora menunjuk foto itu dengan dagunya ketika berujar, “Aku tahu itu bukan pertama kali kamu main perempuan.” Erlangga membela diri, sikapnya tenang. “Dan kamu percaya?” “Bermain belakang dengan wanita lain, itu benar?” Senyum cemooh terukir di bibir Nora. Pembelaan sang suami tak akan pernah menggoyahkan niat awalnya. “Mari selesaikan masalah kita tanpa berlarut-larut, Mas.” Belum mau menanggapi, Erlangga hanya menyatukan kesepuluh jemarinya di bawah dagu. Ia hanya membisu ketika memperhatikan ekspresi Nora. Ia tahu, istrinya belum selesai bicara. Nora mengurai tangannya yang sempat terlipat di depan dada. Tatapannya masih dingin seperti tadi. Setelahnya, ia melangkah maju, lantas menumpu kedua telapak tangannya di tepi meja kaca. Badan wanita cantik berambut pirang itu merunduk, ia memangkas jarak di antara mereka demi mengunci langsung sorot mata sang suami dengan tatapan menantang yang berani. “Dari awal kita emang udah gak cocok, dalam hal apapun. Nggak ada yang bisa kita pertahankan.” “Saya tanya sekali lagi, Nora,” tanggap Erlangga tenang, namun terasa seperti penekanan dalam setiap katanya. “Kamu percaya?” Nora berdecih pelan. Bagaimana Nora ia bisa percaya? Pernikahannya dulu dimulai juga bukan karena cinta. Nora hanya menghela pendek untuk menyudahi percakapan, dia tidak ingin berdebat. Dia menegakkan badannya, berbalik pergi. Erlangga ikut berdiri. Dia berjalan tiga langkah di depan meja. Tepat sebelum Nora memegang kenop pintu, ia sengaja berujar, “Setelah sekian lama, kenapa kamu baru memintanya?” Pertanyaan Erlangga mampu membuat Nora terpaku. Tangan yang sudah menyentuh kenop pintu yang dingin itu mendadak kaku. Nora memejamkan mata sesaat, menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan demi menetralkan detak jantung yang mendadak kacau kala mengingatnya. Memang seharusnya, dirinya tidak disini. Menyematkan nama Nyonya Yan yang bukan miliknya. Detik berikutnya, Nora berbalik lambat, menatap langsung ke sepasang netra kelam di hadapannya. Bersamaan itu, benak Nora terlempar pada kilasan tahun-tahun yang telah lalu. Ia sadar, bahwa pernikahannya bukan dimulai dengan cinta. Tapi sebagai pengganti adiknya. Bertahun-tahun hidup dalam pajangan, Nora rasa sudah cukup. Pria itu tidak pernah berubah, selalu memuja pekerjaannya dan bahkan tidak peduli padanya. Jika hidupnya tak pernah benar-benar dipedulikan pria itu, untuk apa ia bertahan? “Mari bicarakan dengan kepala dingin …,” tutur Erlangga datar, kontras dengan cengkeramannya yang mengunci pergelangan tangan Nora hingga memaksa wanita itu berhenti. “... tanpa melibatkan pihak pengadilan sebagai jalan tengah.” “Terlambat,” ucap Nora tanpa menoleh ke arah pria itu. Ia menyentak tangan Erlangga darinya, lalu membalik badan, menatap pria itu dengan sikap biasa saja usai menetralkan emosinya yang nyaris meledak tak terkontrol. Ia terpikirkan satu alasan kuat mengapa Erlangga menolak perpisahan. “Aku tahu betul siapa kamu. Kamu ... adalah definisi dari kesempurnaan tanpa cela. Di dunia bisnis yang kejam, citramu sebagai sosok ‘family man’ yang harmonis adalah salah satu pilar kekuatanmu.” Nora tertawa, diamnya Erlangga ia anggap sebagai jawaban. “Jika sampai publik tahu bahwa istri dari seorang Erlangga Pranata Yan melayangkan gugatan cerai secara sepihak, riak kecil itu bisa menjelma menjadi badai yang mengguncang harga saham dan kepercayaan para investor-mu.” Nora menunggu, namun pria itu justru membisu. “Bahkan, media akan menggoreng rumor ini habis-habisan. Desas-desus tentang keretakan rumah tangga kita pun akan menjadi santapan empuk yang dicari semua orang. Kamu tidak mau itu terjadi, ‘kan?” Erlangga memang tidak bergeming sedikit pun. Namun alih-alih mundur seperti yang diharapkan Nora, pria itu tetap berdiri kokoh di dekat istrinya. Dia menanggapi santai, “Sejak kapan kamu berpikir bahwa pernikahan ini hanya formalitas?” “Sejak aku menjadi pengganti adikku?” Hening. Erlangga tidak menampik, tidak pula menyangkal. Nora hanya menatap lurus, bibirnya terkunci rapat, alisnya terangkat sebelah. Namun saat Erlangga semakin menekan lengannya, ia mencoba melepaskan dan berujar, “Kenapa nggak kamu setujui aja perceraian kita? Apa lagi yang kamu takutkan? Nggak ada yang kamu takutkan, Mas.” Bahkan kalau pria itu harus kehilangannya. “Dangkal sekali caramu berpikir.” Erlangga tampak frustasi. Alih-alih marah lantaran Nora bersikap seenaknya sendiri, dia justru terlihat tenang ketika menanggapi sang istri—yang sedang menahan geram itu—dengan santai. “Kalau ini cuma soal citraku di mata publik, aku bahkan bisa membungkam media sebelum desas-desusnya sempat ditulis satu kata pun. Kamu tahu betul kapasitas aku untuk melakukan itu.” Nora hanya berdecih, tapi dia tetap berlalu. Ada jeda sejenak sebelum Erlangga melanjutkan ucapannya. Tatapannya mengandung permohonan, “Kita belum selesai, Nora.” “Sudah sejak lama.” Nora berkata lirih. Dalam tatapannya tersirat rasa kecewa lantaran keinginannya untuk berpisah sejak lama tak segera diiyakan. “Aku nggak peduli di luar kamu seperti apa. Tapi kali ini, biarkan aku memilih hidupku.”クラウスと一緒に過ごしていると、あっという間に夕食の時間がやってきた。先ほどまでクラウスと一緒にいたが、そのクラウスはほんの数十分前に、「あ!用事思い出した!」と言って、慌てて小屋から出て行ったので、私は今1人で食堂へと来ていた。もちろん今回も今朝と同じように形だけの夕食だ。ここで未だに食事を口にしていないのは、彼らを信用していないからでも、1年前の毒がトラウマになっているからでもない。ただそれが習慣になっただけだ。食堂では食べない。小屋に帰ってから自分で作った料理を食べる。ただそれだけ。もう見慣れてしまった食堂の扉を開ける。するとそこにはヘンリーだけが居た。他の兄弟たちはまだいないようだ。「早いね、ヘンリー」もう席に着いているヘンリーに視線を向けながら、いつもの席に私は腰を下ろす。「咲良も今日は早いな。バイトは?」「今日はもうないよ」「そうか」そして私たちはいつものように何となく世間話を始めた。今でこそ楽しくヘンリーと会話ができるが、最初の頃のヘンリーは腹で何を考えているか分からず、探り探り話していた。いや、今でも十分何を考えているのかわかりづらいし、腹黒そうだけど。『まずは俺だな。昨日も言ったがもう一度。俺の名前はヘンリー・ハワード。ハワード家の長男だ』『そうか。咲良が我が家に来ることを聞いて人間界の料理について調べ、作らせた料理だったのだが、残念だ。ふるさとの味が恋しいだろう?』『人間。俺の弟たちに何をした?お前はできる限り苦しんで死ね』今までのヘンリーのことを思い浮かべて思う。多分一番酷い目に遭わされてきた相手はヘンリーだわ。「…咲良、今日くらい一緒に夕食を食べないか?」「え」「俺が言えた義理ではないことはわかっている。それでも咲良と食事を取りたい」いつもの不敵な笑顔ではなく寂しそうに、そして何よりも申し訳なさそうに私を見つめるヘンリーに思わず目を見開く。見間違いor聞き間違いか?もう一度よくヘンリーを見てみるが、やはりそこには申し訳なさそうにしているヘンリーの姿があった。「…咲良は何度謝っても許さない、と言ったな。もちろん許して欲しいなど都合のいいことは思っていない。だが、どうか食事だけでも一緒にしてくれないだろうか?」「…」ヘンリーは私が怒ったあの日のことをずっと忘れていなかったらしい。
今日は学院はお休みだが、その分午後からバイトだ。つまり午前中は特に何も予定がない。なので私はバイトまでの暇つぶしに1人書庫へとやって来ていた。「…」私以外誰もいない書庫内を静寂が包む。集中して本を読むには最適な環境だ。そんな素敵すぎる環境の中、私は目の前にある机に何冊かギャレットおすすめの本を積むと、ゆったりと椅子に腰掛け、読書を始めた。もちろん今、読み始めた一冊もギャレットおすすめのものだ。ギャレットの選ぶ一冊にハズレはない。今日もわくわくしながらも読み始めた私だったが、やはり期待通りその本はとても面白く先が気になって仕方のない内容だった。さすがギャレットだ。やはりギャレットの選ぶ一冊にハズレはない。ギャレットに感心しながらも、時間を忘れページを捲り続けること数十分。突然、カンッ!と私の手の横ギリギリの机の上に矢が刺さった。「え」おう、デジャヴ。見覚えしかない矢に思わず苦笑する。おそらくこの矢を飛ばしたのはギャレットだろう。一応矢がどこから飛んできたのか、矢の出所を探ってみるが、何故かどこにもギャレットの姿はない。「?」ギャレットは悪魔じゃなくて忍者だったのかな?仕方がないのでギャレット本人を探すことは早々に止め、矢へと視線を向ける。すると矢には小さな紙が括り付けられていた。これでもう本人の姿がなくとも、この矢を飛ばしたのはギャレットであると確定した。ギャレットが私に初めて自分から話しかけてきたあの時と全く同じ状況だからだ。…いや、話しかけてきたと言うよりも矢を撃ってきたと言った方が正しいのかもれしないが。はは、と苦笑しながらも、紙が破れないように矢から紙を丁寧に取り、その紙を広げてみる。きっとあの時のように何かしらの文が書かれているのだろう。部屋に来い、とか、この本を探せ、だとか。そんなことを考えながらも紙を見てみたが、そこにはまさかの何も書かれていなかった。こちらの予想はどうやら外れてしまったらしい。「?」ただ私に向かって矢文が飛んできた謎の状況に私は首を傾げる。「…ギャレット、いるの?」それからもしかしたらギャレットご本人がここにいるのかもしれないと、誰もいない書庫内で何となくギャレットの名前を呼んでみた。「さすが俺の同志。名乗らなくても俺だってわかったんだ」すると本棚の後ろから満足げ
テオの作った偽物の世界から帰って数日。いよいよ明日、私は人間界へ帰る。いろいろあったが、テオとしっかり話し合い、決めた日取りだ。もちろん明日私が人間界へ帰ることを5兄弟たちも全員知っている。帰ることについては、全てテオから5兄弟たちに話すと言っていたので、私の口からは簡単にしか伝えていないが、特に問題はないはずだ。テオは本当に先回りし、いろいろしてくれる、気が利くいい子だ。そんなことを思いながらも、朝、いつものようにメイクを終え、もう見慣れた小屋から出ようとする。するとそれは突然聞こえてきた。「おーい!咲良ぁ!朝だぞー!俺様エドガー様が迎えに来てやったぞ!」ガンガンガンっ!と扉を強く叩く音と朝から元気なエドガーの声が聞こえる。本当に朝から元気だ。昨日の夜はあまり長居せずにすぐに小屋から出て行っていたので、またギャンブル帰りなのだろうか?朝から元気すぎるおそらくギャンブル帰りのエドガーに呆れながらも、私は扉に手を伸ばす。「…」そしてふと、初めてここへ来た朝のことを思い出した。そういえば、ここへ来たばかりの頃もこんなことがあったな、と。金で買収されたエドガーが私の名前だけの世話係になって、私のことを一度だけ迎えに来たっけ。『おおい!人間!朝だぞ!この俺様エドガー様が迎えに来てやったぞ!1秒たりとも俺を待たせるんじゃねぇ!今すぐ出て来い!』『おうおうおう!人間!俺様を待たせるとはどういう了見してんだ?おい!』『俺は次男のエドガー・ハワードだ。お前の不本意だが世話係にされた哀れな男だよ』あの日、初めてエドガーに会ったあの朝のことやエドガーの自己紹介を改めて思い浮かべる。あの時のエドガーには本当にただただ偉そうでクソガキだというイメージしかなかった。「…おーい?咲良?起きてんだろ?」出会ったばかりの1年以上前のエドガーのことを考えていると、扉の向こうからこちらの様子を伺うエドガーの声が聞こえてくる。「ごめんごめん。おはよう、エドガー」私はそんなエドガーの声を聞いて慌てて扉を開けた。出会ったばかりのエドガーなら扉を壊す勢いでずっと扉を叩き続けていたはずだ。そう考えるとエドガーの態度は随分変わったものだ。「おう、はよ」扉を開けると、こちらにニカッと笑いかけているエドガーが立っていた。改めて見ると本当に美形だ。ギャンブル
結果から言おう。あの厨二病呪文はものすごく効果抜群だった。私に呪文を言われたギャレットは、「はぁぁぁ!?」と不満げに叫びながらも私を抱き抱え、「…」バッカスもとても不満そうにこちらを見つめて、2人揃って走り出した。そして現在。私はギャレットとバッカスによってまたテオの元へ戻ってきていた。強制的にここへ私を連れて来なければならなかった2人の不服そうな視線が私にグサグサと刺さるが気にしない。気にしている場合ではない。何故なら私たちの目の前に広がる景色が、先ほど見ていたものが嘘だったかのように、むちゃくちゃになっていたからだ。ここは先ほどまで、見慣れたただ人が行き交う街だったはずだ。それが今ではどうだ。おそらく激しく闘ったのであろう闘いの跡がところどころにあり、たくさんの建物が無惨に壊れている。こんなにもめちゃくちゃな街でヘンリーたちは無事なのだろうか。焦りながらも辺りを必死に探せば、この異常な街で平然と1人立っているテオと、その側で、大量の血を流して倒れているヘンリーたちの姿を見つけた。テオは本当にヘンリーたちを殺す気なのだ。「テオ!もうやめて!」この場で唯一立っていたテオに私は必死に叫び、テオを止める為にもテオの元へと駆け寄る。「…あぁ、咲良、やっと帰って来た。おかえり」そんな私を見て、おそらくヘンリーたちの血を浴びたテオが満足そうに笑う。その姿に私は恐怖を感じた。これがテオ…いや、魔王本来の姿なのだろうか。「ヘンリーたちをもう傷つけないで!あと話が全然違うことになっていたのはどう言うつもり!?説明して!何で人間界に帰さずに、こんなところに私を閉じ込めたの!?」それでも私は気を強く持ち、テオを責める。恐れて何も言えないようではこの問題は解決できない。「帰したくなかったからだよ。咲良とずっと一緒に2人だけで居たかった。咲良には僕だけがよかった。咲良にはずっと僕だけだったでしょ?それなのにどんどん咲良は自分の味方を増やして。僕を蔑ろにした」仄暗い雰囲気でテオがおかしそうに笑って私を見つめる。まるで私の方が悪いと言いたげ視線だ。どういう思考回路なんだよ!もう!「蔑ろになんてしていない!そもそも人間界に帰ることが永遠の別れでもないでしょ!?だから帰して!」「…そう思うのは記憶が戻ったからだよね?それまではここが
side咲良魔界にやって来て1週間が経った。私は今日も栄養失調で倒れることなく、元気にやっている。これも全てミアとユリアさんのおかげだった。決してたった今留学の決まり事の為に共に晩ご飯を食べている5兄弟のおかげではない。むしろ彼らは私をずっと放置している。初日からずっと。…エドガー仕事しろよ。まあ、放置されている分自由にできるからいいんだけど。「咲良、今日も食欲がないのか?」「まぁ、うん。そう」今日も今日とて一切晩ご飯に手を付けようとしない私を不思議そうに五男バッカスが見つめる。相変わらず無表情なので何を考えているかわからないが逆に言えばヘンリーのような意地の悪さを感
そしてあっという間に放課後になった。今日は一日中兄弟たちと同じ教室で座学を受けていたが朝のエドガーとの交流以外特に彼らと交流することはなかった。それよりも悪魔の学問とは一体なんだ!一応短大まで学んできた身だが内容が一切理解できない。人間と学ぶことが根本的に違いすぎる。魔法学とか魔界歴史学とかならまあ言葉だけだがわからないこともない。だが契約学とか生物欲望学とかその辺になると訳がわからない。そもそもこれを真面目に受けることが果たして正解なのか?「…」本日一日の文句を心に秘めながら帰り支度をする。学院から家への道は兄弟の誰かが送迎することになっているらしい。そうヘンリーが言
「あー。お腹空いた」「はぁ?お前体調悪いから飯食えねぇんだろ?」朝食後、一応朝らしいが全く太陽の出ていない薄暗い街を私の世話係らしいエドガーと共に学院へ行くために歩く。思わずポツリと出た私の本音にエドガーは眉間にしわを寄せた。おっといけない。そう言えばそうだった。よく考えれば昨日の昼から私はご飯を食べていない。いろいろあって忘れていたが流石にお腹が空いてくる。「だいぶ回復してきたの。昼食はどうすればいいの?」私を変なものでも見るような目で見るエドガーに適当にそう言って私は昼食のことをエドガーに聞いてみることにした。流石に一日断食はキツい。そろそろ固形の何かをお腹に入れたい。
エドガーと特に何か話すでもなくやってきたのは家の中にある食堂だ。そこにはすでに他の兄弟たちも来ており、私たちが着いた時には席に座って私たちを待っている状態だった。「咲良、おはよう。昨日はよく眠れたか?」まず私にそう声をかけてきたのは長兄、ヘンリーだ。相変わらず何を考えているわからない笑顔で私を見つめるヘンリーにもうすでに思うところがあるがぐっとそれを堪える。ほぼ小屋のような埃っぽい場所によく客人を招いたな、と言葉が出そうになるが我慢だ。「おかげさまで。昨日はありがとう」「それはよかった。昨日と少々顔が違うから何かあったのかと思ったよ。昨日はもう少し落ち着いた雰囲気に見えたからな