Teilen

Posesif

last update Veröffentlichungsdatum: 10.03.2026 22:24:12
Di luar gedung megah tempat orkestra digelar, langkah Castella tertatih-tatih mengikuti langkah tegas Othinel.

“Tunggu dulu, hei, kau ini kenapa? Pertunjukkannya kan baru dimulai.”

Castella menarik tangannya yang diganggam tangan Othinel, hingga langkah Othinel terhenti.

Othinel bukannya menjawab, malah menatap Castella tajam, sebelum menodong pertanyaannya.

“Apa kau masih memikirkan Baron Celeste?”

Dahi Castella mengkerut mendengar nama itu disebut. Kenapa Othinel tiba-tiba menanyakan soal Da
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Wanita yang ditunggu-tunggu

    Baroness Elly sudah pergi namun pesta masih berjalan, seolah tak terusik bila wanita itu ada maupun tidak. Elly hanya seperti bayangan kasat mata yang kehadirannya sering tak dipedulikan, bahkan tak dihargai. “Baroness Elly sudah pulang rupanya,” cicit seseorang tiba-tiba.Castella menoleh, “Ya, dia ada urusan lain.” Orang itu tersenyum hingga matanya menyipit seraya kepalanya mengangguk pelan. “Aku sering kali ingin mengajaknya mengobrol.” “Lalu mengapa tidak kau lakukan?” “Aku ingin tahu, apakah ada orang lain yang punya keinginan untuk mengajaknya mengobrol sama sepertiku,” ia melirik Castella, “Ternyata ada, dan itu kau.”Castella terdiam, ia sepenuhnya tak paham dengan apa yang wanita di sampingnya itu katakan. Jika ingin mengajak Elly mengobrol, mengapa tak ia lakukan sejak dulu saja? Mengapa ia harus menunggu seseorang mengajak Elly mengobrol lebih dulu. “Aku tidak paham,” sahut Castella, sebelah alisnya terangkat.Wanita itu kemudian terkekeh pelan saat melihat raut waja

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Pesta minum teh

    “Membuat banyak orang terkesan, ya?” gumam Castella pelan, bahkan hampir tak terdengar.Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling area pesta, semua orang tampak sibuk dengan urusannya masing-masing.Namun matanya segera tertuju pada salah seorang wanita yang tengah terduduk menyendiri, ia juga tampak mengedarkan pandangannya sambil terus menyesap teh di hadapannya. Orang yang sempurna untuk langkah awalku, batin Castella.Sejujurnya Castella tak tahu siapa wanita itu, namun tubuhnya tanpa sadar sudah melangkah mendekatinya. Lalu, saat wanita itu tampaknya menyadari bahwa Castella ingin mendekat ke arahnya. Ia buru-buru berdiri, kemudian dengan gerakan kaku melakukan curtsy tepat saat Castella berada di hadapannya. “S-selamat s-siang, M-marchioness Castella P-patton,” sapa wanita itu dengan terbata-bata, ia juga menunjukkan senyum kaku seraya sedikit menunduk.Badannya tampak menegang, hingga Castella sempat berpikir bahwa wanita itu takut padanya. Apa dia takut padaku, ya? Batin C

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Salah paham

    “Masuk.” Beberapa detik setelahnya, pintu kamar segera terbuka. Lalu derap langkah kaki terdengar mendekat.“Maaf membuatmu menunggu, Marquess,” ucap orang tersebut, suaranya terdengar rendah dan serak.Othinel mengangguk pelan, “Tak apa, William,” sahutnya. “Lagipula, aku juga minta maaf karena telah membuat pertemuan di tempat ini. Karena cuma tempat ini yang aman.” Pria yang dipanggil Willian terkekeh pelan, “Tak apa, asal istrimu tidak mencurigainya saja, Marquess.” Castella tertegun, ia kemudian mendongak hingga matanya bertemu dengan mata suaminya. “Ya, kurasa dia tidak akan bertindak bodoh dengan mencurigaiku,” ucap Othinel dengan nada datar namun tersirat suatu sindiran untuk Castella, pria itu kemudian melirik sekilas ke arah Castella. Sedangkan si wanita hanya dapat cengar-cengir, namun dalam benaknya ia memaki dirinya sendiri karena rasa malu yang kini harus ia tanggung.“Lalu, bisa kita mulai sekarang?”Wiliam mengangguk sebagai jawaban, ia kemudian mengeluarkan sebua

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Skandal sang Marquess

    Fakta bahwa di laci meja kerja suaminya terdapat surat dengan kertas merah muda itu sudah cukup meyakinkan Castella bahwa ada sesuatu yang suaminya tak mau Castella ketahui, apalagi Othinel menaruhnya tepat di bawah dasar laci. Seolah benar-benar ingin menyembunyikannya.Namun, fakta itu sekaligus menyenggol ego Castella. Alih-alih senang karena pencariannya ternyata membuahkan hasil, wanita itu justru malah merasa sedikit kesal setelah membaca isi suratnya. “Undangan minum wine siang ini, namun lokasinya… b-bukannya ini di rumah bordil?” Alis Castella mengkerut dalam. Ia kemudian bangkit, mondar-mandir di belakang meja sambil memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi saat suaminya benar-benar datang kesana. “Apa wajar jika melakukan pertemuan di rumah bordil?” tanyanya pelan, namun matanya menyiratkan kekesalan yang tertahan saat skenario suaminya bersenggama dengan wanita lain mulai terlintas di benaknya.Karena Castella tahu betul bahwa tidak pernah ada undangan

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Penyelidikan kecil-kecilan

    Pagi hari setelah makan malam kemarin, Arthur sudah resmi bekerja dibawah mansion sang Marquess. Perannya? tentu saja membantu mengawasi Castella, sang Marchioness yang dalam pandangan sang Marquess adalah istri keras kepala dan pembangkang. “Arthur, pelan-pelan saat mencabut rumput di bagian itu, nanti Lena dan anakmu jadi terganggu,” protes Castella. Arthur menoleh, lalu mengangguk pelan sejenak sebelum akhirnya kembali fokus pada pekerjaannya membersihkan kuburan istri dan anak nya pagi ini. Sementara Maria, hanya berdiri mematung tak jauh dari sana. Sesekali wanita muda itu terkekeh pelan melihat tingkah sembrono majikannya dan pengawal baru majikannya itu. “Nyonya, aku telah selesai membersihkan rumputnya,” ucap Arthur sambil tersenyum bangga. Castella menoleh, ikut tersenyum saat memandangi hasil kerja Arthur.“Bagus, tinggal menaruh bunga di atasnya. Aku hampir selesai memetik bunganya jadi tunggu sebentar,” sahut Castella kemudian kembali memetik bunga. Hingga setelah wa

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Pelayan baru

    Othinel berdiri di depan meja makan yang panjangnya hampir dapat menampung 1 kamp prajurit tempur, posturnya tampak tak berubah walau sudah berdiri tiga puluh menit lamanya.Di belakangnya. Puluhan pelayan, penjaga, staff dapur, dan staff kebersihan berjejer rapi dengan kepala tertunduk kaku. Mereka tampak sudah tak kuasa menahan posisi seperti itu lebih lama lagi.Sementara, Castella yang berdiri tepat di samping Othinel mulai menerka-nerka kelakuan tak masuk akal apalagi yang akan suaminya itu lakukan.Pasalnya, mereka sudah berdiri selama lebih dari tiga puluh menit, dan mereka hanya dipaksa berdiri tegak menghadap meja makan.“Suamiku—”“Diam, aku sedang menunggu seseorang,” sela Othinel dingin.Castella tercekat, ia sempat menoleh dengan wajah tak percaya ke arah suaminya itu. Menunggu siapa, sih!? Padahal kan bisa menunggu sambil duduk! protes Castella dalam hatinya seraya memutar bola matanya jengah.Namun Castella tak dapat menyuarakan protesnya karena saat ini puluhan pasang

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status