Share

Temui Aku

Author: Anna Frey
last update publish date: 2026-03-15 17:04:21

Corentine meremas pelan tangan Alize dan berbisik. “Kau harus bersiap-siap. Aku akan mengumumkannya.”

Alize mengernyit. “Mengumumkan apa?”

Corentine tidak menjawab. Sekali lagi ia mengecup punggung tangan Alize, agak terlalu lama, lalu tiba-tiba berdiri.

Gerakan itu membuat percakapan di meja perlahan mereda. Duke de Mably jarang sekali berdiri tanpa alasan.

“Karena malam ini adalah makan malam terakhir sebelum para tamu kembali ke kediaman masing-masing,” katanya tenang, “saya rasa ini saat y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Alasan Pembunuhan

    Ruang kerja Corentine terasa muram ketika mereka kembali ke lantai atas. Beberapa dokumen masih tergeletak di atas meja, belum sempat diperiksa sejak pagi. Di dekat jendela, tirai bergerak pelan tertiup angin. Corentine melepas sarung tangannya, lalu meletakkannya di samping tumpukan surat sebelum mempersilakan Alize duduk. Namun, Alize tidak segera mengambil tempat. Ia berjalan menuju jendela, kemudian berhenti di dekatnya. “Menurutmu, apa maksud Cedric ketika mengatakan seseorang menyimpan dendam sangat besar terhadap keluarga de Mably?” Corentine berdiri di belakang mejanya. “Aku tidak tahu.” Jawaban itu membuat Alize menoleh. “Kau benar-benar tidak punya dugaan?” “Dugaan ada banyak. Bukti yang mendukungnya, belum tentu.” Corentine menarik kursinya, tetapi belum duduk. “Keluarga de Mably telah berdiri selama ratusan tahun. Dalam waktu selama itu, ada banyak orang yang pernah bekerja sama dengan keluargaku, berbisnis, bersaing, berselisih, bahkan bermusuhan.” Ia mengambi

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Dendam yang Belum Terungkap

    Alize memperhatikan wajah Cedric yang mendadak pucat. Pria itu masih berdiri di dekat ranjang, tetapi kedua tangannya kini mencengkeram sisi kemejanya. Matanya terpaku pada Alize, seolah-olah ia sedang berusaha memastikan bahwa perempuan yang berdiri di balik jeruji itu tidak sedang mempermainkannya. “Kau bilang... Mirelle sudah kembali?” Alize mengangkat alis. “Bukankah tadi kau mengatakan tidak tahu di mana dia berada?” Cedric membuka mulut, tetapi tidak segera menjawab. Pandangannya bergerak dari Alize kepada Corentine, lalu kembali kepada Alize. “Kapan kau menemukannya?” tanyanya akhirnya. “Di mana?” Alize tidak langsung menjawab. Ia justru mengamati wajah pria itu, mencoba membedakan keterkejutan yang sungguh-sungguh dari kepanikan seseorang yang rahasianya hampir terbongkar. “Bukankah seharusnya kau sudah tahu jawabannya?” “Tidak!” Cedric menyahut terlalu cepat. “Aku bersumpah, Alize. Aku tidak tahu di mana dia berada.” “Benarkah?” “Aku memang tidak tahu!” Ia menggel

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Lagipula Dia Sudah Kembali

    Nada bicaranya tetap datar, tetapi ia menggeser piring roti lebih dekat kepada Alize. Istrinya melirik piring itu, kemudian menatapnya dengan ekspresi yang seolah-olah ingin memprotes. Pada akhirnya, Alize mengambil sepotong roti. Corentine kembali meraih kopinya. Meski tubuhnya lelah dan kepalanya masih dipenuhi berbagai pertanyaan, ia merasa sedikit lebih tenang melihat Alize duduk di sampingnya. Setidaknya, pagi ini mereka tidak perlu menghadapi persoalan itu secara terpisah. Seusai sarapan, Corentine mengajak Alize menuju penjara bawah tanah. Greta mengikuti beberapa langkah di belakang mereka, ditemani dua pengawal yang ditugaskan menjaga keamanan. Lorong-lorong di bagian bawah kastel jauh lebih dingin daripada ruangan di lantai atas. Udara lembap meresap melalui pakaian, sementara cahaya dari obor yang terpasang di dinding membentuk bayangan panjang di lantai batu. Suara langkah mereka bergema di sepanjang lorong. Alize berjalan di sisi Corentine. Sesekali, ia melirik pin

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Biarkan Aku Menemuinya

    Corentine tetap berdiri di tempatnya. Pintu kayu itu akhirnya tertutup, menyisakan keheningan dan bau obor yang terbakar. Tyron belum beranjak dari dekat pintu ketika Corentine kembali ke kursinya. Ia duduk, tetapi tidak segera mengambil dokumen yang tergeletak di atas meja. Pikirannya masih tertuju pada satu kalimat yang diucapkan Courcy. Mungkin karena masalah pribadi. Mengapa ia menyebutkan alasan itu? Alize yakin Fran adalah Mirelle. Corentine pun mulai meyakini hal yang sama. Akan tetapi, jika Courcy mengetahui sesuatu tentang kepergian Mirelle, apakah ia juga mengetahui apa yang terjadi setelah perempuan itu menghilang? Apakah ia tahu bagaimana Mirelle bisa berakhir di Biara Dunholm tanpa ingatan yang utuh? Ia mengangkat pandangan kepada Tyron. “Pastikan Courcy tidak bisa berkomunikasi dengan siapa pun. Periksa setiap orang yang mendekatinya, termasuk penjaga yang bertugas di penjara bawah tanah.” “Apakah Anda menduga dia memiliki kaki tangan di dalam kastel?

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Bicara Terlalu Banyak

    Nama itu membuat Courcy terdiam. Perubahan pada wajahnya hanya berlangsung sesaat, tetapi Corentine melihatnya. Tatapan pria itu beralih ke meja. Bahunya menegang, lalu ia mengembuskan napas seolah-olah nama tersebut hanyalah gangguan lain yang tidak ingin dibahasnya. “Mirelle?” Courcy mengulang nama itu. “Saya tidak tahu apa-apa tentang dia.” Corentine tidak melepaskan pandangannya. “Dia menghilang pada waktu yang berdekatan dengan kejadian di kastel. Anda berada di sana, kemudian pergi tanpa penjelasan. Saya ingin tahu apa yang Anda ketahui.” “Tidak ada.” Corentine mengamati wajahnya dengan saksama. Jawaban itu terdengar masuk akal jika dilihat sepintas. Mirelle memang seorang pelayan, tidak lebih. Namun, ada perbedaan antara tidak mengingat seseorang dan mengetahui sesuatu tentang alasan kepergiannya. Corentine belum mengajukan pertanyaan mengenai alasan Mirelle menghilang. Ia sengaja memulai dari kejadian di kastel, lalu membiarkan Courcy berbicara. Jika pria itu benar-be

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Rahasia Sang Viscount

    Corentine memberi isyarat kepada pengawal agar membawa pria itu menuju kuda yang telah disiapkan. Lalu ia kembali menatap Lord Courcy. “Anda akan tetap menjawabnya. Hanya saja, mungkin dengan cara yang kurang menyenangkan.” Ia menaiki kudanya, lalu menoleh kepada Tyron. “Kita kembali ke kastel.” Tyron mengangguk dan segera mengatur posisi para pengawal. Beberapa saat kemudian, rombongan itu bergerak meninggalkan penginapan. Lord Courcy ditempatkan di antara dua pengawal, dengan kedua tangannya tetap terikat. Corentine menatap jalan gelap di hadapan mereka. Malam itu, ia akhirnya berhasil menangkap buronan yang selama ini mereka cari. Namun, ia belum tahu apakah penangkapan tersebut akan membawa mereka lebih dekat kepada kebenaran… atau justru membuka persoalan yang jauh lebih besar. Ruang interogasi di Kastel de Mably terletak di bagian bawah bangunan utama, jauh dari ruang-ruang yang biasa digunakan keluarga bangsawan. Dinding batunya lembap, udara terasa dingin, dan cahay

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Lady Gwen Sakit

    Tubuh Hector segera dipindahkan dari barak pengawal. Dua orang pengawal membawa tandu sederhana yang ditutupi kain gelap, sementara dokter kastil dipanggil tergesa dari tempat tinggalnya di sayap belakang. Udara malam terasa semakin dingin. Dan suasana di sekitar barak berubah begitu sunyi hi

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Nyonyamu Tidak Mati

    Suara benturan keras kembali menghantam sisi kereta. Kali ini disusul suara siulan tajam di udara. “Panah!” teriak salah satu pengawal. BRAKKK! Sebuah anak panah menembus jendela samping dan menghantam dinding bagian dalam kereta hanya beberapa inci dari tempat Alize duduk tadi. Alize membe

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pernikahan Dua Musuh Bebuyutan

    “Skandal yang memalukan. Aku benar-benar kecewa.” Suara Raja Aldred, penguasa Montveraine, menggema di ruang audiensi. Tegas dan tajam. Di balik kumis dan janggut peraknya, wajahnya memerah, menahan marah. Putra Mahkota―Pangeran Godwyn berdiri di sebelah singgasananya dengan wajah kaku. “Desc

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Tertangkap Basah

    “Apa maksud kata-katamu barusan, Augustus?” Bentakan itu memecah aula jamuan Putra Mahkota Kerajaan Montveraine yang tadinya dipenuhi denting gelas dan tawa sopan para bangsawan. Lady Alize Marie Deschanel yang duduk di ujung meja langsung menegakkan punggungnya. “Oh, tidak,” gumamnya. “Merek

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status