الرقصة المحرمة

الرقصة المحرمة

last updateLast Updated : 2026-07-06
By:  Queen WritesUpdated just now
Language: Arab
goodnovel18goodnovel
10
13 ratings. 13 reviews
112Chapters
9.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"لقد اشتريتُكِ يا أورورا.. والآن، أنتِ مِلكي، كوني راقصتي الخاصة..ترقصين فقط لأجلي." بالنسبة لـ أورورا بروكس، الحب هو عملة زائفة لا تشتري الخبز. الحب لم يحمِ والدتها من قبضة والدها العنيف، ولم يسدد ديون القمار التي تلاحقهم. النجاة الوحيدة هي المال، والمال موجود في مكان واحد: فوق مسرح نادي "روث" الليلي، حيث تبيع رقصها للأثرياء لتشتري أمان عائلتها. لكن ليلة واحدة في الجناح الخاص بـ ألكسندر روث غيرت كل شيء. ألكسندر ليس مجرد ملياردير؛ هو إمبراطور الميناء، رجل بارد، أرمل، ويمتلك سلطة تجعل الرجال يرتعدون والنساء يركعون. عرض عليها صفقة لم تستطع رفضها: "سأكون حمايتكِ.. مقابل أن تصبحي ممتلكاتي الخاصة." ظنت أورورا أنها هربت من جحيم والدها، لتجد نفسها في سجن ذهبي يحكمه رجل يرفض لمسها، لكنه يراقب أنفاسها بغيرة قاتلة. رجل يقدس ذكرى زوجته الراحلة، لكنه يطارد أورورا بنظرات تحرق جلدها. لكن الصدمة الحقيقية لم تكن في ظلامه.. بل في هويته. حين تكتشف أورورا أن "الوحش" الذي ينام في الغرفة المجاورة، والرجل الذي وقّعت له عقد ملكيتها.. هو نفسه والد خطيب أختها. هو الحمى الذي سيقف في حفل زفاف شقيقتها ليبارك العائلة.. بينما هو الرجل الذي يجبرها في الخفاء على أن تكون راقصته الخاصة خلف الأبواب المغلقة. الآن، أورورا عالقة في لعبة محرمة. إذا هربت، دمرت مستقبل أختها. وإذا بقيت، خسرت روحها لرجل لا يعرف كيف يحب دون أن يمتلك. بين ذنب الخيانة ولذة الخضوع.. هل سينقذها ألكسندر من العالم؟ أم سيحبسها في جحيمه الخاص للأبد.

View More

Chapter 1

الحب بالنسبة لي هو جني المال

“Lepas dulu, lalu berbaring!”

Suara pria yang rendah dan dingin itu menggema di ruangan.

Jantung Joana Widodo berdegup keras. Ia sendiri nggak tahu sejak kapan dirinya mengidap penyakit memalukan yang sulit dijelaskan itu. Setiap kali kambuh, hasratnya datang begitu kuat, nggak kenal waktu dan tempat. Pekerjaan dan kehidupannya mulai terganggu karena masalah itu.

Karena nggak tahan lagi, Joana akhirnya beranikan diri daftar ke bagian ginekologi di sebuah rumah sakit swasta. Ia pilih tempat itu karena kerahasiaannya terkenal sangat ketat, meskipun biaya konsultasinya berkali-kali lipat lebih mahal dibanding rumah sakit biasa.

Tapi, bukannya ia pesan jadwal konsultasi dengan dokter senior wanita berusia empat puluhan? Kenapa yang duduk di hadapannya justru seorang dokter pria muda, tinggi, dan berwibawa?

“Ha-harus … lepas celana?” tanyanya gugup, suaranya nyaris nggak terdengar.

Lepas pakaian di depan pria asing, meski ia seorang dokter, tetap saja buat Joana merasa sangat canggung.

Surya Setiawan jawab dengan wajah serius, “Kalau nggak dilepas, gimana aku bisa periksa kamu?”

“Tapi, aku ….”

Wajah Joana memerah, jemarinya saling meremas gelisah.

Pria di hadapannya pakai masker, namun tatapannya tajam dan dalam, seolah mampu tembus apa pun. Entah mengapa, ia tiba-tiba merasa seakan akan didorong ke ranjang dan diperlakukan sesuka hati oleh pria itu.

Joana buru-buru menggeleng keras.

Astaga! Pikiran macam apa itu?

Dia itu dokter. Setiap hari ia periksa puluhan pasien seperti dirinya. Ini cuma pekerjaannya.

Joana berusaha tenangkan diri terus-menerus. Dengan tahan rasa malu, ia perlahan turunkan celananya dan berbaring di ranjang periksa.

“Bagian mana yang nggak nyaman?” tanya Surya sambil siapkan alat sterilisasi.

Wajahnya kembali memerah. “Aku, di bagian sana .…”

Lihat ia nggak mampu lanjutkan, Surya tanya dengan tenang, “Terlalu sering berhubungan? Atau luka?”

Biasanya gadis muda yang datang ke poli kandungan memang karena alasan itu.

Namun Joana menggeleng dengan wajah merah padam. “Bukan, aku nggak punya kehidupan seksual .…”

Gerakan Surya terhenti. Ia menoleh, menatap Joana dengan heran.

Gadis di depannya memiliki wajah yang begitu halus dan menawan, kulitnya lembut seperti bisa meneteskan air. Cantik, memikat, dengan aura yang anggun dan menggoda. Sekali lihat dia, orang pasti sulit untuk lupakan.

Dengan kecantikan seperti itu, pasti nggak kekurangan orang yang kejar dia. Namun ia bilang nggak punya kehidupan seksual?

“Aku … hanya … di sana … agak nggak nyaman .…” gumamnya terbata di bawah tatapan mata pria yang gelap dan dalam itu.

Jari Surya yang sedang pegang kapas steril tanpa sadar mengencang. Namun raut wajah Surya tetap tenang, terfokus padanya. “Nggak nyaman gimana?”

Joana terdiam.

Gimana ia harus jelaskan itu?

“Yah itu … aku .…”

Ia gigit bibir merahnya, ragu untuk lanjutkan.

Surya menatap wajah Joana yang sudah memerah, perlahan menelan ludah.

Badannya tanpa sadar mulai memanas.

Tapi dia tetap menahan semuanya. "Kenapa bisa begitu?"

Joana terbata-bata, dengan tidak enak berkata, "Aku .... Anu ...."

Apa ia harus ngaku hasratnya terlalu besar? Bahwa ia sangat ingin lakukan ‘itu’?

Padahal sudah lebih dari setahun menikah, suaminya, Fajar Geraldi nggak pernah sentuh dia.

Seiring waktu hasratnya semakin kuat, semakin nggak terkendali, tapi Fajar justru makin menjauh darinya. Bahkan tampak ketakutan setiap kali Joana singgung tentang hal itu.

Nggak ada pilihan lain, Joana hanya bisa cari cara sendiri untuk redakan itu. Namun jelas itu nggak cukup.

Ia ingin.

Ingin lebih.

Surya perhatikan reaksinya. “Sudah menikah?”

Joana mengangguk tanpa sadar.

Entah kenapa, ada sedikit rasa kecewa yang melintas di hati pria itu.

Sorot matanya menggelap. “Berbaring dulu. Biar aku periksa.”

Joana menurut.

Tangannya mengepal erat, wajahnya terasa panas seperti terbakar.

“Jangan gerak.” Surya menatapnya, suara pria itu mendadak lebih serak.

Rasa malunya sudah memuncak. Dengan penyakitnya ini, gimana mungkin ia bisa tenang saat diperiksa?

“Bisa nggak … diganti dokter wanita?” tanyanya canggung.

Tatapan Surya makin dalam. “Kamu nggak puas dengan aku?”

“Bu-bukan gitu .…” Joana buru-buru jelaskan.

Namun sebelum kalimatnya selesai, pria itu memotong dingin, “Hari ini kamu terdaftar atas nama pasienku. Kalau nggak mau berobat, silakan pergi saja.”

Pria ini galak sekali.

Dalam hati ia janji akan adukan ini nanti. Namun penyakitnya nggak bisa ditunda lagi. Untuk kali ini, ia putuskan percaya pada kemampuan dokter itu.

“Aku nggak bermaksud apa-apa, Dokter. Tolong sembuhkan aku,” pintanya pelan.

Ini pertama kalinya Surya gantikan jadwal jaga. Siapa sangka ia justru bertemu pasien wanita yang begitu istimewa.

Penyakit wanita itu sendiri saja sudah cukup buat Surya sulit bersikap netral, ditambah lagi Joana secantik itu. Ini benar-benar ujian terhadap kendali dirinya sebagai seorang pria.

“Nggak usah banyak bicara.”

Ia tegur Joana, jakunnya bergerak. Ia pun kenakan sarung tangan, ambil kapas steril, lalu perlahan mendekat.

Joana nggak kuasa menutup mata.

Suaminya saja, Fajar, belum pernah lihat dia seperti ini. Kini justru pria lain yang lihat lebih dulu.

Meski tahu ia dokter, tetap saja sulit untuk terima hal itu dalam hatinya.

“Ahh!” Seruan itu keluar dari bibirnya, manja dan enak didengar.

Tubuh Surya menegang, kulit kepalanya terasa panas. Ia sedikit tarik tangannya.

“Sakit?”

Mata Joana berkabut lembap. Bibir merahnya terbuka, namun nggak tahu harus berkata apa.

Akal sehatnya berkata ia harus tahan diri. Namun penyakitnya buat dia nggak mampu sepenuhnya kendalikan reaksinya.

Dalam keadaan rapuh dan memikat seperti itu, sungguh sulit bagi siapa pun untuk tetap tenang.

“Aku akan coba lebih pelan,” gumamnya seraya berdeham, memalingkan wajah dan kembali fokus pada pemeriksaan.

Setelah selesai, anehnya Joana justru merasa lebih hampa, lebih tersiksa.

“Dokter, apa kondisiku parah?” Suaranya sedikit bergetar.

Surya berusaha kendalikan emosinya, lepas sarung tangan perlahan.

“Ini histeria akibat gangguan hormon, diakibatkan karena kurangnya kehidupan seksual dalam jangka panjang.”

Kurangnya kehidupan seksual?

Joana menunduk, dia seketika malu.

Bukan kurang, tapi nggak pernah ada.

Suaminya punya gangguan OCD (Gangguan obsesif kompulsif) yang lumayan parah. Sejak pacaran sampai menikah, mereka hampir nggak pernah bermesraan. Namun justru karena itu, ia semakin rindu akan sentuhan.

Seolah setiap sel dalam tubuhnya mendambakan pelukan, belaian .…

“Aku kasih obat antiinflamasi dan penyeimbang hormon,” ujar Surya sambil duduk di depan komputer dan tuliskan resep. “Tapi sebaiknya kamu pulang dan lebih sering lakukan hubungan seksual dengan suamimu. Penyakit ini akan jauh berkurang.”

Wajah Joana sudah merah sekali seperti darah.

Ia kenakan kembali celananya, turun dari ranjang, dan terima resep itu.

“Makasih, Dokter.”

Baru saja ia keluar dari ruang periksa, seorang dokter wanita berjas putih masuk dari pintu belakang.

“Surya! Berani-beraninya kamu periksa pasienku waktu aku nggak ada!”

Susan Setiawan yang baru datang, langsung marahin adiknya.

Surya jawab dengan santai, “Jangan lupa, dulu waktu di fakultas kedokteran, nilaiku yang selalu ada peringkat pertama, kamu cuma ada peringkat kedua. Sekarang aku periksa pasienmu gratis, itu justru keberuntungan buat mereka. Lagian rumah sakit ini sekarang kan punyaku.”

“Kamu!” Susan melotot.

Anak ini benar-benar pandai membangkang.

Namun adiknya yang terkenal selalu jaga jarak dengan wanita, hari ini justru mau periksa pasien wanita, ini cukup aneh.

“Kalau aku nggak disambut, aku pergi saja,” ujar Surya dengan satu tangan di saku, pandangannya tertuju ke arah Joana menghilang.

“Pergi apaan? Aku panggil kamu ke sini hari ini untuk ketemu dengan dokter jantung baru kita, Dokter Wina Lestari. Dia muda, cantik, dan sangat berbakat. Bunga rumah sakit kita! Yang terpenting, masih lajang dan belum punya pacar .…” Susan buru-buru tahan Surya, berusaha keras jodohkan dia.

“Kita lihat saja nanti.”

Surya jawab sekenanya, tanpa minat, lalu melangkah pergi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviewsMore

Boualem Hamzaoui
Boualem Hamzaoui
لماذا الاطالة في التحديث
2026-07-03 23:43:56
1
1
Kh
Kh
متى حابيين تكملوها
2026-07-03 03:47:34
1
1
Rewan Taha
Rewan Taha
باقي القصه بليز
2026-07-02 03:55:19
5
1
Boualem Hamzaoui
Boualem Hamzaoui
لماذا لا يوجد تكملة
2026-06-30 06:38:12
2
2
همس
همس
الكاتبه ماتحدث اكتر روايتها للأسف رغم أنها حلوه وكل يوم انتظر التحديث.
2026-06-29 20:35:19
1
2
112 Chapters
الحب بالنسبة لي هو جني المال
أورورا بروكس خُطوةٌ إلى الخلف بألف خطوةٍ إلى الأمام… ما الذي أنتظره قبل أن أرمي نفسي من فوق أعلى حجرةٍ تترأس سطح منزلنا؟ما الذي يمكنني أن أحصل عليه غير تهشيم جسدي إن لم أحقق الموت الذي أريده؟ عدةُ كسورٍ فقط، وأبي لن يتوانى دقيقةً حتى يقذفني في الشارع، أو يضعني في مركز العناية إن لان قلبه قليلاً.هذا أقصى ما قد يفعله من أجلي، والاحتمال الأول واردٌ بشدة.رفعتُ رأسي إلى السماء، والهواء الشاطئي يصفع وجهي بخفة، يدفعني إلى التشبث بما تبقى لي من صبر.ابنةُ رجلٍ سكِّير، عربيد، خائنٍ ومدمنِ قمار.ابنةُ رجلٍ لا يتوقف عن دفعي للجحيم من أجل المال، حتى لو اضطررت لبيع جسدي.والدٌ جشع… عارٌ على كلمة الرجولة.وغدٌ؟ ربما.فتحتُ عينيّ على امتداد أمواج البحر البعيدة عن منزلنا. من السطح أستطيع رؤيته بسهولة، أتنفس هواءه النظيف، أراقب حركته الهادئة نحو الرمال الذهبية.السفن تتراقص فوق سطحه من بعيد. بدت حرةً، سعيدة.أما أنا، فلا أزال أرقص على أوتار الألم… لهذا أحسدها.لم تمضِ لحظات حتى سمعتُ حركةً أسفل مني، وعطرٌ مألوفٌ اخترق أنفاسي قبل أن أستدير."أورورا."كانت آيفي تقف في الأسفل، بخصلاتها السوداء الطويل
Read more
إن بعتِ جسدكِ الرخيص هذا لأي رجل
أورورا بروكس "رجاءً لا تتحدثي عن نفسكِ هكذا، أنتِ أكثر من تستحق الحب فينا؛ لأنكِ تمنحينه للجميع دون شروط."شهقت آيفي بغير تصديق، كما لو أنها لا تدري أن كل ما أقوم به في الخفاء هو من أجل ألا تمد يدها إلى أي ذئبٍ ناهب، وعلى وجه الخصوص أميليا الصغيرة التي لا تزال مراهقة، وما إن تحتاج لشيءٍ بسيط ستجد ألف مفترسٍ يحوم حولها لنهب أنوثتها.عدلتُ خصلات شعري المرتخية حول وجنتي، ثم أسقطتُ بصري إلى فتحة صدري حيث لا تزال به كدماتٌ زرقاء وشيكةٌ على الاختفاء."ليس لدي وقتٌ للحب ولن يكون، آيفي."في هذه الأثناء سمعتُ صوت صراخ رجلٍ في الطابق السفلي؛ اهتاجت أنفاسي وتسارعت دقات قلبي، وأصبحت أرجلي كالهلام. وعندما قررتُ النزول تمسكتُ بالحائط حتى لا أقع من شدة ارتعاشي."آيفي!"نهضت بسرعةٍ وهي خائفة، ثم ارتمت في حضني، لكن صوت أميليا الباكي ووالدتي ماريا التي تصرخ بالأسفل دفعني للابتعاد عنها."ابقي هنا!"خاطبتها بأعينٍ مرتعشة؛ شيءٌ ما انفجر في معدتي وكأنني أصبتُ بإجهاضٍ مفاجئ من شدة الخوف. تسارعت أقدامي، وأول ما وقعت عليه عيناي هو والدي دانيال المترنح يميناً وشمالاً، وبين يديه سكينٌ لا أعلم من أين حصل عليه.
Read more
وفري آهاتكِ إلى السرير
أورورا بروكس طوقتُ يدي حول العمود، التففتُ حوله ولويتُ أفخاذي عليه بقوة. فاهي القريب من مكبر الصوت لفظ كلمات الأغنية بنبرةٍ متوهجةٍ جعلت حركاتي تبدو أكثر حميمية:Love me like a desert rose,Hold me like you can't let go.التقطت مقلتاي أعين رجلٍ ضخم البنية، شعره الأسود منسدلٌ بغزارةٍ على جبهته. كان مظلماً ومبهماً بنظراتٍ باردةٍ لكياني؛ لم يكن متلهفاً ولا شهوانياً كالبقية، بل بدا بارد الإحساس وكأنني لستُ أنثى شبه عاريةٍ أمامه.غاصت نظراتي في خاصته المخدرة بالخمر، ثم صب لهيب بؤبؤه نحو جزئي السفلي أين ارتعشتُ بعيداً عنه. لاحظتُ وأنا ألتف حول نفسي كيف لف أنامله حول كأسه، متحاشياً النظر إليّ بلا مبالاة.كانت رقصةً أبرزت قدراتي في سحب أنفاس الحضور، وتنازلتُ فيها عن كرامتي من أجل أوراق نقود.انتهيتُ من التمايل، ونزلتُ بخطواتٍ بطيئةٍ ثم توجهتُ إلى الرواق المؤدي لحجرة الملابس. هناك ارتديتُ ثيابي السابقة، وتوجهتُ للخارج حيث يجلس رواد الملهى.أول ما سقطت عليه عيناي كان ذلك الرجل الغامض. رجولته أسرت أنفاسي وعجزتُ عن إبعاد نظري عنه، لكن هالته كانت تدفعني بعيداً كلما حاولت الاقتراب. عندما صرتُ خلفه،
Read more
ستفتحين ساقيكِ من أجلي
أورورا بروكس "هل أنا الأول؟"سجن وجهي بين نظراته الآثمة، بلل شفتيه ثمل الأنفاس التي تضرب وجهي بوحشية، ومع كل نفسٍ يسقط جزءٌ من أوصالي رعباً بينما أحاول تشتيت انتباهه."لستُ مهووساً بالجنس، لكنني عجزتُ عن تفويت فتنةٍ مثلكِ."انزحتُ للخلف عندما حاول لمس خدي: "لكنني..."رأيتُ كيف اشتعلت ملامحه، أمسك ذقني بقوةٍ فشعرتُ أنه في طريقه للانكسار. التهبت نظراته وانقبض حاجباه، بينما احتدمت نبضاتي رعباً."لستِ هنا من أجل التذمر أو التحجج... أنا من يلقي الأوامر، وأنا من سيضاجعكِ."تعالت نهجاته في وجهي، فأمسكتُ يده العنيفة: "لا تتعامل معي هكذا إن كنت تريدني!"لا يزال يشد فكي باستخفافٍ رغم عيوني المتلألئة بالدموع: "ليس لديكِ خيارٌ آخر، طواعيةً ستفتحين ساقيكِ من أجلي."أومأتُ إيجاباً آملةً أن يبعد أصابعه القوية، وعندما أرخى قبضته على مضض، تنفستُ الصعداء. التفتُّ ورائي، وعندما وقع بصري على نمرٍ صغيرٍ أصفر يقف خلفي صرختُ بأعلى صوتٍ واندفعتُ لأرتطم بصدره. أغلق الرجل فمي سريعاً عندما لاحظ هيجان النمر.نطق ضد أذني بحرارةٍ أسكنت حركاتي: "لا تصرخي! لن يؤذيكِ."كان ارتجاف جسدي واضحاً، واندفاعي صوب رجولته أشع
Read more
سأصبح خطيبة إيثان
أورورا بروكس آخرُ يومٍ في الأسبوع هو يومُ التعارف الذي أخبرتني عنه آيفي، لم نأخذ وقتاً طويلاً للتحضير له، كل ما قمنا به هو تنظيف المنزل جيداً، واقتناء ما يلزمنا من أغراض العشاء.لكن هذا سيءٌ جداً.كل ما أتمناه أن تمر الليلة بسلامٍ وبدون أي طارئٍ من ذلك الوحش البشري.فتحتُ عينيّ صباح هذا اليوم المنتظر على وجه آيفي، رفعت عليّ ملاءة السرير بسرعة.قطبت أعينها بلطف:"أميرتنا النائمة، لقد مرت ساعتان وأنا أحاول إيقاظكِ."تبسمتُ بأعينٍ ناعسة، أشعر بعظام جسدي قد تهشمت بسبب ليلة الأمس، لم أتوقف عن الرقص لساعةٍ متواصلة."نسيتُ نفسي وأنا نائمة، كم الساعة؟"طوقت خصرها بكلتا يديها ثم لوت شفتيها بعبوس:"الرابعة مساءً."قفزتُ من سريري على الأرض، دعكتُ أعيني ونظرتُ إلى وجهها الضاحك."متى سيأتون، عائلة حبيبكِ؟"تفاقمت قهقهاتها فأصيبت بشحرجةٍ على حالتي:"لا نزال نملك متسعاً من الوقت، أخبرني إيثان بأنهم سيكونون هنا على الساعة العاشرة."تنفستُ الصعداء كما لو أنني المعنية، لو كنتُ مكان آيفي لتآكلتُ بالتوتر."حسناً، لا يزال الموعد بعيداً."جلست شقيقتي فوق سريرها ثم أردفت بنبرةٍ هائمة:"أرسل لي إيثان قدراً
Read more
هل جننتِ من سيقبل مضاجعة عذراء؟
أورورا بروكس ونحن في طريقنا إلى الشارع من أجل أخذ سيارة أجرة، أمسكتُ بيد آيفي فلفّت عنقها لتواجهني."سأغادر الآن إلى عملي، هل يمكنكِ الذهاب إلى المنزل بسلام؟"حركت رأسها بخذلان، شعرتُ كما لو أنني موقّعةٌ على عقد عبوديةٍ لتلك الحانة."يمكننا ذلك، لا تخافي، سنصل بخير."كمشتُ عيناي بسعادةٍ استنفدت قوتي لتمثيلها، ثم منحتُها الأكياس: "سأكون قبل العاشرة بالمنزل، سأحاول الاشتغال من السادسة إلى التاسعة والنصف."تمتمت وهي تشير إلى سيارة أجرة: "انتبهي لنفسكِ أرو."وصلتُ بعد عشر دقائق تقريباً، فورما دخلتُ، انهالت عليّ نيكول بأسئلتها: "أورورا، أنتِ لم تخبريني بعد بما حصل في الجناح الأعلى ذلك اليوم."وضعتُ حقيبتي على البار ثم واجهتُ ملامحها ببرود: "أين كنتِ قبل اليوم؟"خطت خطواتٍ حثيثةً إلى خزانة الخمر خلفها: "كنتُ مسافرة، منحني السيد مارتن عطلةً لمدة أسبوع."كانت فوق الطاولة قنينة ماءٍ وكأس، حالما رأيتها جفّ حلقي عطشاً لها. "عطلةً سعيدةً نيكول، لكنني لا أريد تذكر تلك الليلة المشؤومة وأنا أسردها عليكِ."حطت زجاجة الويسكي بقوةٍ فتذكرتُ شكل يديه المتصلبة: "هل لمسكِ؟"صوّرتُه وهو يزيل خيوط فستاني بط
Read more
هل قررت موعد حفلة الخطوبة أبي؟
أورورا بروكس قبل أن يجيب، سمعت طرقات على الباب كانت عنيفة لكنها خفيفة؛ فبتر ساقاي من خصره، ثم استعاد هيبته المظلمة متوجهاً إلى خلف الباب.نطقتُ وأنا ألملم فستاني من جهة الصدر:"تفضل."فُتح الباب بقوة، كان والدي بأعين محمرة، قادراً على التهامي دفعة واحدة."حسابك معي سيكون عسيراً، انتظري حتى يخرج هؤلاء، سأجعلك تندمين لأنك تأخرتِ."احتقن وجهي بشدة، ليس لأنني خائفة، بل لأنني لم أود أن يسمع رجل مثله حديثنا الأسطوري. ليست هذه المرة الأولى التي يتوعدني فيها بهذا الشكل، وهو لا يلف وعده.طأطأت رأسي بإحراج، عندها حمل والدي حذاءً بجانب الباب وضربني به؛ رفعت أعيني إلى القبطان، فوجدته يراقبني بنظرات حادة."لا تتأخري!"أغلق أبي الباب ثم تنهد بفتور.حشر يديه بجيبيه، وبعد برهة من التأمل مد يديه وعدل قوس شعري؛ شعرت بفراشات دغدغت قلبي، سرعان ما انتهى أثرها عندما غادر. راقبت شكل منكبيه وجسده العضلي عن كثب، وكأنني ألتقط له صوراً تذكارية لذهني.توجهت إلى خزانة الملابس واستخرجت منها فستاناً بلون الكراميل؛ لم أرغب بارتداء ذلك الفستان الباهظ الذي اشتريناه هذا اليوم.اكتفيت بجمع أنصاف غرتي الطويلة إلى الجانب
Read more
سنذهب إلى حيث تريدين
اأورورا بروكس تلك الغرفة اللعينة؛ صور السلاسل والأسواط المعلقة على جدرانها تجعلها غرفة تعذيب بامتياز، ورائحة الحشرات والخضراوات المتعفنة تزكم الأنوف، لن أدخلها ولو على جثتي. تمسكت بيده وغرست أظافري بها بقوة؛ لأنني لم أعد أدرك ما علي فعله.أطلق قبضته متألماً، وكان صوت توجعه يشعرني بالارتياح. اغتنمت فرصة تفحصه ليده ودفعته على الأدراج؛ لم يوقفني صراخ أمي باسمي عن الركض للخارج، حملت حذائي بين يدي وركضت مبتعدة عن المنزل بكل ما أوتيت من قوة.بدا شكلي مرعباً وأنا أجري بأرجل هزيلة، ودموعي المنهمرة لا تريد التوقف، بينما الأحجار الصغيرة تمزق قاع قدمي الحافيتين بلا رأفة."لا أريد تلك الغرفة.. لا."توغل صوت عرفته جيداً بين كلماتي الهيستيرية: "أورورا!"كانت خطواته خلفي سريعة، لكن خطواتي المجنونة فاقته بأمتار. كنت أردد تلك الجملة المحفورة بقلبي منذ طفولتي بنبرة ممزقة: "لا أرغب بالنوم في تلك الغرفة المظلمة.. الأسواط.. الصراصير."احتدم صوته خلفي، وصدى أنفاسه يصلني بعنف: "توقفي!"لم أتوقف، بل واصلت المشي بسرعة وأنا أتحدث مع نفسي بجنون."أرو!" صاح باسمي عندما أشبك أصابعه بقفا رأسي وأدارني إليه.تردد
Read more
هل ظننتني عاهرة حقاً؟
أورورا بروكس استوت أرجلي فوق الرمال عندما أدركت بأنني سأطأ منزل رجل لا أعرفه؛ أدرك رفضي، فالتفت إليّ بوجه جامد يسوده البرود."هل سأتركك هنا في هذا البرد؟ إن أردتِ ذلك يمكنني الانصراف."حركت رأسي بلا، لكنني كنت مترددة."في الحقيقة ليس لدي مكان أذهب إليه."أسدلت جفوني بأسف على ما فعله بي والدي."هل سمعت ما جرى بيني وبين أبي قبل قليل؟"حرك رأسه غير راغب في النظر لوجهي."ليس أي شخص يستحق لقب الأب يا أورورا."عض على شفتيه بغضب مكتوم، لاحظت كيف زاغت أعينه إليّ."إن حاول إيذاءك ثانية سيجدني أمامه ولن أرحمه، ليس لأنك تهمينني."أضاف عندما لاحظ اتساع عيناي سعادة، لكنها سرعان ما تلاشت بعد أن أتم جملته:"بل لأنني ضد الاضطهاد والعنف، لا سيما استحقار طفلة صغيرة مثلك."تقدمت إليه خطوات قليلة ثم قلت باستياء طفولي:"لكنني لست طفلة."سار أمامي بثبات رجولي، خانقٍ على نبرته غلافُ الاستهزاء:"بما أنك أخذتِ من كلامي كله كلمة غير مفيدة، فأنت طفلة حقاً."تمشيت وراءه لأنني لم أقدر على مجاراة قفزاته الضخمة."لكن ما قلته جدير بالتصحيح، أنا لست طفلة، إنني في الرابعة والعشرين."ردد بعناد أرهقني، لأنني لا أحب أن
Read more
أنت الآن ستصبح والد أختي في القانون.
أورورا بروكسخرجنا من الحمام ثم توجهنا معًا إلى غرفة الجلوس، اتساعها ولون الأرائك السوداء تتناسق مع مجسّمات السفن الخشبية وتماثيل الحيتان الغريبة الزرقاء."ما اسم هذا الحوت؟! شكله غريب ولا أعتقد بأنه قرش."، غمغمت بنبرة فضولية بعيون تتراقص فوق كل إنش من الفضاء.ألقى بصره على مجسّم الحوت بين يديه، أتفحّصه من كل الجوانب، رد على فضولي بسكون."الحوت الأزرق."توسعت عيناي بدهشة، أسمع عنه كثيرًا على مواقع التواصل الاجتماعي."هل هو ذلك الحوت الذي يصدر صوتًا مرعبًا؟"حرّك رأسه بابتسامة باهتة، جلس أمامي مفرّقًا بين رجليه وفي يده كأس نبيذ ذهبي اللون.رجل عنيد، يحاول هدم جسدي بشدة."أجل هو."بدون تردّد أرسى كلماته في أذني، شحرجة الخمر التي استوطنت صوته أرعشت ما بين سيقاني، فوَضعت الأولى فوق الثانية."يمكنني أخذك لترينه مباشرة، إن كنت تريدين."بحماس شديد ضغطت على المجسّم بأناملي، قلت بسعادة تُرجمت ببريق عينيّ واتساع ثغري."أريد ذلك بشدة كابتن."بسواد حلّ مقلتيه، ضغط على أسنانه، يخاطبني بعنف."كابتن، هذه تشدني لارتكاب أشياء مقرفة وأنا لا أريد."بقيت ألعب بذلك المجسّم حتى أبعد التوتر عن تفكيري المقر
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status