ทะลุมิติไปเป็นภรรยาชาวนาผู้ยากจนซ้ำสามียังพิการ

ทะลุมิติไปเป็นภรรยาชาวนาผู้ยากจนซ้ำสามียังพิการ

last updateLast Updated : 2025-10-11
Language: Thai
goodnovel12goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
67Chapters
11.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

ว่าที่แพทย์หญิงที่ย้อนกลับไปสู่อดีตในร่างหญิงอวบอ้วนที่สามีและลูกชิงชัง และอยากให้เธอตายอยู่ทุกวัน เธอจะไม่ยอมใช้ชีวิตอยู่กับผู้ชายที่ไม่ได้รักเธอเป็นอันขาด

View More

Chapter 1

ตอนที่ 1 ทะลุมิติ

Sammy berjalan menghampirinya, alisnya berkerut. "Louisa, kamu dijebak begini, kenapa nggak telepon aku?"

Louisa tersenyum tipis. "Aku sudah telepon, tapi nomormu aktif nggak?"

Waktu itu, dalam perjalanannya pulang kerja, seorang lansia tiba-tiba terjatuh di depan mobilnya. Dia turun untuk membantu, tapi lansia itu malah mencengkeram lengannya dan berteriak, "Dia menabrakku! Dia ingin tabrak lari!"

Rekaman CCTV membuktikan dia tidak bersalah. Tapi, sesuai prosedur, jika dia ingin pergi, dia harus mendapatkan tanda tangan keluarga sebagai jaminan.

Dia mengatakan tidak memiliki keluarga, polisi tidak percaya. Mereka memeriksa informasi kependudukannya, lalu menemukan nomor telepon Sammy.

Sammy sudah ditelepon, tapi nomornya tidak aktif.

Ditelepon puluhan kali, selalu tidak aktif.

Ekspresi Sammy sedikit berubah. "Valerie sakit perut, jadi aku menemaninya ke rumah sakit. Dia nggak suka suara bising, jadi aku ponselku kumatikan."

Dia berhenti sejenak, lalu merendahkan suaranya. "Maaf."

"Nggak apa-apa," kata Louisa. "Aku memang sejak awal nggak mau memanggilmu. Nggak apa-apa, kamu lanjutkan urusanmu."

Dia berbicara dengan sangat tenang, matanya tidak memancarkan emosi apa pun, seperti danau tanpa angin, tidak beriak sedikit pun.

Sammy menatapnya, lalu tiba-tiba meraih tangannya.

Tangan pria itu panas dan gerakannya kasar, membuat Louisa mengernyit.

"Kenapa kamu nggak marah?" Sammy menatapnya, matanya kebingungan, dan ada sedikit kegelisahan yang tidak ingin dia akui.

Louisa merasa ingin tertawa. "Kenapa aku harus marah? Kamu sudah memberi alasan, dan aku mengerti. Jadi, nggak ada alasan untuk marah."

"Louisa ...."

"Aku capek, mau pulang." Louisa menarik kembali tangannya dan berjalan mengitarinya menuju pintu mobil.

Sammy berdiri diam, menatap punggungnya.

Tujuh hari tidak bertemu, dia terlihat jauh lebih kurus. Kemejanya terlihat longgar di tubuhnya.

Dulu, jika diabaikan olehnya, sekecil apa pun itu, Louisa akan menangis dan marah padanya, bertanya dengan sedih, "Sammy, pernahkah kamu peduli padaku?"

Saat itu, dia berpikir bahwa wanita itu terlalu membesar-besarkan masalah dan bersikap kekanak-kanakan.

Tapi, Louisa sekarang tidak marah lagi, tidak menangis lagi. Apa pun yang dia katakan, wanita itu hanya mengangguk mengerti. Tapi, dirinya justru merasa ... gelisah.

...

Di dalam mobil sangat sunyi.

Sopir mengemudi di depan, Louisa duduk di kursi belakang dekat jendela, menatap pemandangan di jalan yang berlalu lalang.

Louisa tidak seperti dulu lagi, begitu masuk mobil langsung memandanginya, seakan hanya ada pria itu di matanya. Saat mereka berdua saja, Louisa selalu mencari topik pembicaraan, dan meski selalu ditanggapi dengan dingin, dia tetap bisa bicara sendiri sepanjang waktu.

Sekarang, Louisa hanya duduk diam, seolah tidak ada dia di sana.

Sammy akhirnya tidak tahan lagi dan berkata, "Kamu masih marah karena kejadian waktu itu, ya?"

Louisa menoleh menatapnya, matanya tenang. "Nggak. Itu sudah berlalu."

"Lalu, kenapa kamu ..."

"Sammy." Louisa menyela. "Kamu ingin apa dariku? Seperti dulu, mengganggumu setiap saat? Atau seperti sekarang, diam dan memberimu kebebasan?"

Sammy terdiam.

Tentu saja, dia berharap Louisa tidak selalu ribut, tidak terus-menerus bertengkar dengannya karena urusan Valerie. Tapi, ketika Louisa benar-benar menjadi seperti itu, dia merasa ... ada yang salah.

Semua terasa salah.

"Aku cuma merasa kalau kamu berubah," katanya pelan.

Louisa kembali menatap ke luar jendela.

Apakah dia berubah?

Mungkin.

Perilaku seseorang akan menjadi berbeda saat mencintai atau tidak mencintai seseorang.

Keheningan kembali menyelimuti. Sammy ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi ponselnya berdering.

Telepon dari Valerie.

Dia menekan tombol terima, dan suara manja Valerie langsung terdengar dari sana. "Kak Sammy, kamu di mana? Aku di mal, belanjaanku banyak, nggak kuat dibawa sendiri. Bisa jemput aku?"

Sammy melirik Louisa.

Louisa masih menatap ke luar jendela, seolah tidak mendengar.

Dia tiba-tiba merasa kesal. "Valerie, kamu sudah dewasa, jangan selalu bergantung padaku. Lagi pula, kita sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi."

"Tapi, kamu sudah memanjakanku bertahun-tahun, aku sudah terbiasa," kata Valerie dengan nada seolah-olah itu hal yang wajar. "Dulu, kamu nggak pernah menolak setiap aku minta jemput."

"Dulu ya dulu." Suara Sammy mendadak dingin. "Kamu waktu itu pacarku, tapi sekarang aku sudah menikah."

"Menikah?" Valerie mencibir. "Memangnya kamu beneran mencintainya? Kak Sammy, jangan menipu dirimu sendiri. Kalau kamu nggak mau jemput, aku bisa cari laki-laki lain. Banyak kok yang mau membantuku."

Sammy menggenggam ponselnya erat-erat.

Valerie sangat mengenalnya. Dia tahu Sammy paling tidak tahan jika dia mendekati pria lain.

"Tunggu." Sammy mengatakannya dengan rahang terkatup, lalu menutup telepon.

Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh kepada Louisa. "Louisa, aku ..."

"Aku cari taksi." Louisa sudah membuka pintu mobil. "Kamu jemput dia saja."

Dia bergerak begitu cepat, Sammy bahkan tidak sempat bereaksi.

"Louisa!" Sammy turun dari mobil dan mengejarnya, mencengkeram lengannya. "Percayalah, nggak ada apa-apa lagi di antara kami. Tapi, kami sudah berteman sejak kecil. Orang tua kami saling kenal, jadi nggak bisa putus hubungan sepenuhnya."

"Aku tahu." Louisa mengangguk. "Aku mengerti."

Dia selalu berkata "aku tahu" dan "aku mengerti", seperti robot, tanpa emosi sama sekali.

Sammy memandang raut wajahnya yang lesu. Api amarah yang sulit dijelaskan semakin membara di hatinya, tapi Valerie menelepon lagi, mendesak tanpa henti.

"Kamu pulang dulu, aku nanti ...." Dia ingin mengatakan akan pulang nanti, tapi Louisa sudah menghentikan sebuah taksi.

Dia masuk ke dalam taksi, menutup pintu, bahkan tidak meliriknya lagi.

Taksi melaju pergi.

Sammy terpaku di tempat, menatap lampu belakang taksi yang menghilang di antara lautan kendaraan. Untuk pertama kalinya merasa ... ada sesuatu yang sepertinya benar-benar telah berbeda.

Sementara itu, di dalam taksi, ponsel Louisa berdering.

Panggilan dari HRD perusahaan.

"Bu Louisa, penugasan luar negerimu sudah disetujui." Suara di seberang sana terdengar penuh senyum. "Selamat, kamu akan ditugaskan ke kantor pusat di Eropha, ini kesempatan yang langka. Tapi ... suamimu nggak keberatan? Masalahnya, masih belum pasti kapan pulangnya. Kalian harus LDR nanti."

Louisa memandang lampu neon yang berkedip-kedip di luar jendela dan berkata pelan, "Aku nggak punya suami. Aku sudah mengajukan gugatan cerai sejak hari aku mengajukan penugasan di luar negeri. Tinggal tunggu akta cerainya diresmikan, aku bisa pergi."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

Ssert
Ssert
สนุก ครบรสคะ
2026-01-18 16:53:49
0
0
เจี๊ยบ เจี๊ยบ
เจี๊ยบ เจี๊ยบ
สนุกดีค่ะชอบเรื่องแบบนี้ค่ะ
2025-12-12 09:35:37
1
0
67 Chapters
ตอนที่ 1 ทะลุมิติ
แสงตะวันของวันใหม่เพิ่งจะโผล่พ้นก้อนเมฆออกมาในตอนสายจัด หลังจากฟ้าครึ้มฝนพรำลงมาติดต่อกันจนฟ้าปิดมาหลายวันเหตุเพราะเป็นช่วงพายุฝนฤดูร้อนกำลังเข้ามาเยือน หญิงร่างอ้วนท้วนจนเกินคำว่าสมบูรณ์ที่นอนนิ่งมานานเกือบสัปดาห์ อยู่ทางฝั่งตะวันตกของเรือนย้าวหรือจะเรียกว่ากระต๊อบก็ไม่ผิด ปลายนิ้วอ้วนป้อมเริ่มขยับ เปลือกตาค่อย ๆ กะพริบถี่แล้วเปิดกว้างขึ้น ดวงตากลมกลอกมองไปรอบทิศ กลิ่นอายฝนหอมกรุ่นโชยเข้าจมูก แต่กระนั้นเธอก็ยังหายใจลำบากเพราะคนอ้วนนอนราบกับพื้น ดวงตาดำขลับเบิกกว้างมากขึ้นกว่าเดิมเมื่อเห็นสภาพห้องที่ตัวเองกำลังนอนอยู่ หลังคามุงด้วยหญ้าคาที่สานเป็นตับผนังบ้านกรุด้วยใบตองพลวงสานขัดกับไม้ไผ่ ขณะที่ใจกำลังเต้นโครมครามมือก็ลูบคลำพื้นห้องที่เจ้าตัวนอนไปพลาง ๆ ใต้ร่างของเธอน่าจะเป็นเสื่อ เมื่อมือสัมผัสกับพื้นไม้ไผ่ที่ใช้เป็นพื้นบ้าน สายตาจึงหลุบมองต่ำตามมือ ตรงที่เธอนอนเป็นเสื่อที่ทอด้วยกกผืนเก่าคร่ำคร่า ห้องที่เธอนอนอยู่คงเป็นห้องที่ใช้ทำครัวด้วย มันมีเหมือนชานยื่นออกไปเล็กน้อยมีหวดที่ใช้สำหรับนึ่งข้าวกับหม้อที่ใช้ทำแกงอีกหลายใบ หม้อที่ว่าทั้งสามใบเป็นหม้อดินทั้งหมด
Read more
ตอนที่ 2 ยายอ้วนฟื้นแล้ว
“พวกเจ้าไปดูให้พ่อที” สมิงบอกลูกเมื่อเห็นทั้งสองยังนั่งเกี่ยงกันอิดออด “พี่เมฆไปดูคนเดียวได้หรือไม่เจ้าคะ ข้ากลัวยายอ้วนนั่น” น้องสาวบอกพี่ชายแล้วทำหน้าเบะเหมือนจะร้องไห้ เมื่อนึกถึงแม่ใจมารที่ถือไม้วิ่งไล่ตีลูก “ข้าก็กลัวเช่นกัน เจ้าไปเป็นเพื่อนพี่หน่อยเถอะ” เมฆส่งสายตาอ้อนวอนให้น้องสาว “เอาล่ะ ๆ เจ้าสองคนไปดูพร้อมกันจะได้รู้ว่านางฟื้นจริงหรือไม่ หากนางฟื้นขึ้นมาจริงก็คงยังไม่มีเรี่ยวแรงตีพวกเจ้าดอก” สมิงบอกลูกด้วยน้ำเสียงราบเรียบ นางลื่นล้มเพราะวิ่งไล่ตีลูกเจ็บขนาดนี้คงยังไม่มีแรงลุกขึ้นมาตีพวกเขาได้ ทั้งสองยังทำท่าทางหวาดหวั่น กำลังจะยันกายลุกขึ้น หญิงตัวอ้วนก็โผล่เข้ามาพอดี ภายในห้องนี้พื้นดีกว่าฝั่งห้องครัวเพราะยังปูด้วยแผ่นไม้ ถึงจะไม่เรียบมากแต่ก็แข็งแรงกว่า สายตาเธอไล่มองใบหน้าของบุคคลทั้งสามตรงหน้า ดวงตาทุกคู่มองมาที่เธอทั้งหมด “ยายอ้วน!” ลูกทั้งสองอุทานขึ้นพร้อมกันด้วยความตกใจแล้วไถลตัวเข้าไปนั่งเกาะแขนพ่อคนละข้างไว้ดังเดิม บัวชมพูไม่ได้สนใจสรรพนามที่เด็กทั้งสองเรียกและนัยน์ตาเบิกโพลงมากกว่าป
Read more
ตอนที่ 3 แม่ย่าผู้น่าชิงชัง
“พี่หมิงดีขึ้นแล้วหรือเจ้าคะ” สายหยุดถามไปอย่างนั้นแต่ไม่ได้รู้สึกเป็นห่วงพี่ชายเลยสักนิด เธอเดินเข้ามาก่อนตามด้วยคำก้อนผู้เป็นแม่ สายตาของแม่สามีจับจ้องไปที่ร่างอ้วนของลูกสะใภ้ด้วยความรังเกียจ และแปลกใจอยู่ในที ที่มาวันนี้ก็เผื่อจะได้ยินข่าวดีที่บอกว่านางสิ้นใจแล้วแต่ความจริงหาเป็นอย่างนั้นไม่ “แม่บัวฟื้นแล้วรึ” แม่สามีถามขึ้นน้ำเสียงไม่ใคร่ยินดีนัก “เจ้าค่ะ” เธอยังคงนั่งนิ่งและจ้องตากลับอย่างไม่เกรงกลัวซ้ำหน้าตานางยังดูไม่อิดโรยด้วยซ้ำ“ไม่รู้จะฟื้นขึ้นมาทำไม ทำไมไม่ตาย ๆ ไปให้รู้แล้วรู้รอด” น้ำเสียงกระแนะกระแหนของแม่สามีพูดขึ้นอย่างไม่รักษาน้ำใจ แต่บัวชมพูก็ยังนิ่งไม่ได้ตอบโต้แต่อย่างใด เธอรู้ดีว่าแม่บัวคนก่อนทำให้ผู้คนรังเกียจไว้มากชื่อเสียงหล่อนที่ทำไว้มีแต่เรื่องไม่ดีทั้งนั้น ร่างนี้ชื่อเดียวกับเธอเด๊ะเลย ดี จะได้ไม่สับสน นี่สินะแม่สามีและน้องสามีที่ไม่ค่อยชอบหน้าเธอนัก และแม่สามีตัวดียังเทียวหาเมียคนใหม่มาให้ลูกชายของตนอยู่เรื่อย ๆ ที่ขับไล่ไสส่งครอบครัวลูกชายคนโตออกมาอยู่ปลายนาเช่นนี้ก็เพราะรังเกียจลูกสะใภ้อย่างเธอ โครก คราก เสีย
Read more
ตอนที่ 4 พืชโบราณ
ภายในเรือนฝั่งตะวันตก สายตาของบัวไล่มองไปทั่วครัว มันเทียนหรือมันนกยาวเกือบศอกมีอยู่ประมาณห้าหัว หัวกลอยขนาดเท่าลูกมะพร้าวน้ำหอมอีกสามหัว เผือกหอมอีกสี่หัว ข้าวสารจ้าวมีอยู่ไม่ถึงห้ากำมือลักษณะคงเป็นข้าวกล้องหรือข้าวซ้อมมือ เพราะดูจากข้าวของเครื่องใช้ในครัวแล้วข้าวสารก็น่าจะต้องตำเอง และข้าวสารเหนียวที่มีอยู่ไม่ถึงหยิบมือ เฮ้อ! ชีวิต ไม่ใช่แค่กลับมาอยู่ในยุคโบราณอย่างเดียวแต่เธอต้องกลับมากินพืชโบราณพวกนี้อีกด้วย บัวตัดสินใจเลือกเผือกมาปอกเปลือกแล้วหั่นเพื่อต้มใส่ข้าว ถ้าต้มเฉพาะข้าวมีหวังกินไม่อิ่มกันแน่ กลอยใช้เวลาทำนานกว่าจะได้กิน เอาไว้ก่อนก็แล้วกัน จากนั้นก็ก่อไฟ ตาย! กว่าจะก่อไฟติดถ้าไม่ได้เรียนวิชานักศึกษาวิชาทหารมาเธอคงแย่แน่ หม้อที่มีก็เป็นหม้อดินทั้งหมด ทัพพีก็ไม่มีเธอจะต้องใช้ไม้พายและกระบวยเล็กแทน เครื่องปรุงน่ะหรือมีแค่เกลือ กับน้ำตาลก้อนที่ทำจากอ้อยเท่านั้น ผงปรุงรส ซอสต่าง ๆ หรือแม้แต่น้ำปลาหรือน้ำมันพืชก็ยังไม่มี แล้วแบบนี้จะทำอาหารอร่อยได้อย่างไรกัน สงสัยถึงเวลาที่เธอต้องกินคลีนแล้วกระมัง คลีนที่แปลว่าไม่มีอะไรจะกิน ไม่แป
Read more
ตอนที่ 5 แค่ข้าวต้มก็ยังแปลก
“เจ้าสองคนมาช่วยแม่ถือถ้วยกับปลาย่างหน่อยสิ” บัวบอกลูกที่ยังยืนมองไม่ไปไหน ได้กลิ่นหอมของอาหารแล้วก็มีท่าทางอยากรู้อยากเห็นว่าแม่ทำอะไรถึงได้หอมน่ากินขนาดนี้ กลิ่นข้าวกล้องบวกกับเผือก และใบเตยมันหอมจนน้ำลายสอต้องยืนกลืนน้ำลายอยู่หลายอึก สองคนนั้นได้ยินคำว่าแม่หลุดออกจากปากยายอ้วนที่พวกเขาไม่เคยได้ยินเลยตั้งแต่จำความได้ก็รู้สึกแปลกใจ เหตุใดนางจึงแทนตัวเองว่าแม่ทั้งที่ไม่เคยมาก่อน แต่เอาเถอะเผื่อสมองของเธอยังไม่เข้าที่เข้าทางเธออาจจะสติเลอะเลือนอยู่ก็เป็นได้ สองพี่น้องมองหน้ากันอย่างลังเล เพราะความกลัวที่ว่าแม่จะตียังมีเหลืออยู่ “เอาเถอะ ๆ แม่จะไม่ตีพวกเจ้าโดยไม่มีเหตุผลอีก ตอนนี้มาหยิบชามให้แม่ก่อน ท่านพ่อของพวกเจ้าคงหิวแย่แล้ว เอาสามชุดก็พอ ละอองถือกระบวยนี่มาให้แม่ด้วย” บัวบอกลูก เธอเห็นชามสังกะสีเคลือบขาวอยู่ห้าใบ และช้อนสังกะสีเคลือบสีเขียวเข้มอีกจำนวนเท่ากัน จากนั้นก็ใช้ผ้าผืนเล็กสองผืนรองมือจับหูหม้อดินแล้วยกออกมา ได้ยินดังนั้นเด็กทั้งสองจึงเดินเข้ามาใกล้ หยิบถ้วยเปล่าและถ้วยใส่ปลาย่างและช้อนสังกะสีตรงไปยังห้องนอนของพ่อ
Read more
ตอนที่ 6 เข็มขัดมิติ
บัวคิดตามที่เมฆว่า สาเหตุหนึ่งก็คงเป็นเพราะเขาอยากให้ลูกทั้งสองกินอิ่ม และกลัวว่าอาหารจะหมดก่อนลูก หรืออีกอย่างก็คงเป็นเพราะ… “หรือท่านไม่อยากกินอาหารที่ข้าทำ กลัวข้าจะผสมยาพิษหรือไง” บัวโพล่งขึ้นความทรงจำเดิมบอกเธอว่าทั้งสองไม่ถูกกันและเขาก็อยากจะเลิกกับเธอมาตลอดตั้งแต่คลอดลูกคนที่สอง แต่ยิ่งบัวรู้ว่าสมิงไม่รักและลูกทั้งสองก็เห็นดีเห็นงามไปกับเขาด้วยเธอก็ยิ่งอยากแก้แค้นและไม่ยอมเลิกรากับสามีง่าย ๆ “หญิงโง่เขลาเช่นเจ้า คงไม่มีปัญญาหายาพิษมาใส่ในอาหารให้ข้ากินหรอก” สมิงมองภรรยาด้วยสายตาดูถูก ปกติหญิงผู้นี้ไม่เคยใช้ปัญญาถนัดแต่ใช้แรงรังแกผู้อื่นไม่เว้นแม้แต่ลูกในไส้ แต่กับเรื่องงานกลับไม่ได้เรื่อง นิ่งเป็นหลับขยับเป็นกิน ไม่ว่าเผือกหรือมัน กล้วยสุก หรือแม้แต่เนื้อสัตว์ที่เขาหามาได้เธอกินไม่เคยเหลือ อยากรู้เหมือนกันว่าตอนนี้ไม่มีใครหาแล้วหล่อนจะทำอย่างไร จะยอมอดตายหรือไม่ “หึ งั้นรึ เช่นนั้นเจ้าก็กินสิ” บัวแค่นยิ้มออกมาสามีเธอคนนี้ปากดีใช่ย่อย เสียดายที่หน้าตาหล่อเหลาเสียเปล่า ให้ตายเถอะ คนอย่างบัวชมพูไม่มีทางอยู่กับสามีที่ไม่ได้รักนางเด็ดขาด
Read more
ตอนที่ 7 แม่ไม่ใจร้าย
เมื่อทั้งสามทานอาหารเสร็จลูกทั้งสองเก็บชามของตัวเองและของพ่อไปล้างตามที่แม่คนเดิมเคยใช้ให้ทำตลอด ละอองถือชามตัวเองเดินไปห้องครัว เท้าเล็กก็สะดุดเข้ากับพื้นบ้านต่างระดับจนทำให้เธอล้มหน้าคะมำลงไปกับพื้นบ้านชามกับช้อนที่อยู่ในมือหล่นลงพื้นบ้านเสียงดัง เพล้ง! ถ้วยกับช้อนกระจัดกระจายไปคนละทิศละทาง บัวสะดุ้งโหยงตื่นจากภวังค์ทันที หันหลังขวับมามองลูกสาวคนเล็กด้วยความตกใจ สมิงที่อยู่อีกห้องได้ยินเสียงก็รู้แล้วว่าเป็นเสียงชามกระทบพื้น เขาชะเง้อมองลูกด้วยความเป็นห่วงและพยายามกระเถิบกายอย่างยากลำบากออกมาจากที่นอนเพื่อจะมาดูลูก เพราะกลัวจะถูกภรรยาเฆี่ยนตีอีก ละอองที่นอนคว่ำในท่าลอยบกช้อนตาขึ้นมองผู้เป็นแม่ที่ยืนมองมายังร่างเล็กที่นอนใบหน้าซีดเผือด สองมือเล็กยันกายลุกขึ้นช้า ๆ ลืมความจุกเจ็บไปชั่วขณะสายตาเหลือบมองพี่ชายที่ยืนอยู่ข้าง ๆ ทั้งสองกำลังเตรียมจะวิ่งหนีแม่ใจร้าย แต่ก็ต้องหยุดความคิดเมื่อผู้เป็นแม่เดินเข้ามาช่วยพยุงร่างของเธอลุกขึ้น “เจ้าเจ็บตรงไหนบ้าง คราวหลังก็เดินระวังหน่อยสิ” เธอพูดเสียงรา
Read more
ตอนที่ 8 ตำข้าว
บัวเดินกลับมาที่เรือนนอนของสามีอีกครั้ง หยิบยาที่หมอพื้นบ้านจ่ายให้มาป้อนเขา มันเป็นสิ่งที่ผู้หญิงคนนี้ไม่เคยทำให้เขาเลยสักครั้ง และสมิงก็ไม่เคยขอร้องเธอด้วย“จะมาไม้ไหน สมองเสื่อมหรือไง หรือว่าผีเข้า” สมิงว่าให้เธอเสียงดุ ไม่ได้ดีใจสักนิดที่เธอเข้ามาปรนนิบัติ“ไม่ใช่สักอย่าง ข้าแค่อยากให้ท่านหายไว ๆ ท่านจะได้กลับมาทำนาล่าสัตว์และเลี้ยงลูก ๆ ได้เหมือนเดิม” แววตาของสมิงกระตุกวูบเมื่อได้ยินเหตุผลที่เธออ้าง จริงสิ เขาลืมไปเลย นี่ก็ใกล้ถึงเวลาทำนาแล้วดินก็ยังไม่ได้ขุด นางผู้นี้ไม่เคยทำนาแล้วครอบครัวของเขาจะมีข้าวกินได้อย่างไร เงินก็มีอยู่แค่เพียงไม่กี่บาทไม่มีทางที่จะซื้อข้าวมาเลี้ยงดูครอบครัวได้ทั้งปีแน่ หาของป่าหรือล่าสัตว์นางก็ไม่เคยทำ แล้วอย่างนี้ลูก ๆ ของเขาจะมีชีวิตอยู่ได้อย่างไร คิดมาแล้วก็ยิ่งเกลียดผู้หญิงตรงหน้าเพิ่มขึ้นเป็นทวีคูณ หากนางรู้จักทำมาหากินขึ้นมาอีกสักหน่อย ครอบครัวก็คงไม่ต้องมาถึงคราวอับจนถึงเพียงนี้“ข้ากินเองได้” บัวจึงยื่นยาที่เป็นซองให้เขาในนั้นมีผงสีขาวบรรจุอยู่ มันคือยาแก้ปวดที่หมอจ่ายให้ และส่งกระบวยน้ำดื่มที่มีตัวยาสำคัญอยู่ครบให้เขาด้วย “เจ้านอนพ
Read more
ตอนที่ 9 ไปอาบน้ำ
บัวตำข้าวเปลือกจ้าวที่มีอยู่ครึ่งกระสอบจนหมดได้ข้าวมาประมาณครึ่งกระบุงที่ไม่ใหญ่มาก ข้าวประมาณนี้ถ้าต้มก็คงอยู่ได้เกือบเดือน วันนี้อากาศก็ร้อนอบอ้าวเหมือนฝนจะตกจนเหงื่อท่วมตัวเสื้อเปียกชุ่มไปหมด และฝุ่นละอองจากเปลือกข้าวก็ทำให้ระคายเคือง เธอเก็บกวาดทุกอย่างให้เข้าที่แล้วชวนลูก ๆ ทั้งสองไปอาบน้ำในลำธารที่อยู่ไม่ห่างไกลจากเรือนมากนัก ลำธารตรงนั้นเป็นที่ที่ผู้คนในหมู่บ้านมาอาบน้ำ ซักผ้า และตักน้ำไปอุปโภค “ท่านจะอาบน้ำให้พวกข้ารึ” ทั้งสองมองหน้าแม่ด้วยความแปลกใจ ไม่เคยเลยสักครั้งที่แม่คนนี้จะอาบน้ำให้ลูก “ใช่ พวกเจ้าเนื้อตัวมอมแมมไม่ได้อาบน้ำมากี่วันแล้ว” บัวมองใบหน้าลูกด้วยความเวทนา เสื้อผ้าก็ดำ หน้าตาก็ดำราวกับพระเอกในนิทานพื้นบ้านเรื่องขวานฟ้าหน้าดำเนื้อตัวก็เหม็นสาบ ไม่รู้ทนอยู่กันได้อย่างไร ตัวเธอเองก็ไม่ต่างจากเด็กทั้งสอง วันนี้จะจับถูขี้ไคลออกให้หมด “เกือบอาทิตย์แล้วเจ้าค่ะ” ละอองตอบออกไป ไม่มีใครพาไปอาบน้ำพ่อของพวกเขาเคยบอกไว้ว่าถ้าไม่มีผู้ใหญ่พาไปห้ามทั้งสองไปตรงลำธารนั้นเด็ดขาด นอกจากสบู่ที่มีอยู่เพียงก้อนเดียวเล็ก ๆ ที่ไ
Read more
ตอนที่ 10 ช่วยคนตกน้ำ
ทั้งสองที่กำลังดึงทึ้งผมกันอยู่จึงหยุดชะงักทันที บัวรีบหันไปมองลูกของตนแล้วพูดขึ้น “พวกเจ้าไปรอแม่บนบกก่อน” บอกลูกน้ำเสียงเป็นห่วง แต่สัญชาตญาณบอกให้เธอไปช่วยคนจมน้ำก่อน “ขอรับ/เจ้าค่ะ” ลูกทั้งสองทำตามอย่างว่าง่ายพวกเขาก็ตกใจเช่นกัน ส่วนบัวรีบเดินไปที่ที่มีคนมุงดูอยู่เกือบสิบ เพราะมีหนุ่มคนหนึ่งอุ้มร่างเด็กขึ้นมาได้แล้ว “ฮือ ๆ อันลูกแม่” ผู้เป็นแม่ร้องไห้กอดร่างลูกอย่างหมดอาลัยตายอยากเมื่อรู้ว่าลูกสาวหมดลมหายใจแล้ว “หลีกทางหน่อยข้าจะช่วยคน ทุกคนห้ามมุงถอยออกให้ห่างอากาศจะได้ถ่ายเท” ทุกสายตามองบัวเป็นตาเดียว แปลกใจว่านางเป็นใครถึงจะช่วยคนที่ตายไปแล้วให้ฟื้นขึ้นมาได้ “เจ้าอย่าพูดเพ้อเจ้อ ไม่รู้หรืออย่างไรว่าหลอกลวงผู้อื่นเจ้าจะมีความผิด” ก้านลูกชายคนโตของผู้นำหมู่บ้านพูดขึ้นเขาเป็นคนที่ช่วยเด็กขึ้นมาจากน้ำทำไมเขาจะไม่รู้ว่าเด็กสิ้นใจแล้ว หญิงอ้วนผู้นี้น่ารังเกียจแถมยังชอบพูดโกหกคนอื่นไปทั่ว “ท่านนั่นแหละที่เพ้อเจ้อ ถ้าไม่หลีกไปเด็กคนนี้อาจจะตายได้” นางน้อยหญิงสาวที่อยู่บ้านใกล้เธอและเป็นแม่ของเด็กที่จมน้ำหันมามองหน้
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status