เข้าสู่ระบบนางจิ้งจอกสาวบำเพ็ญตบะมาห้าร้อยปีจนกลายร่างเป็นมนุษย์ได้ เพื่อให้คงความอมตะ จึงต้องดูดพลังชีวิตของบุรุษ นางจึงใช้ร่างกายงดงามของนางยั่วยวนเหยื่อ ให้หลงเสน่ห์ จนกลายเป็นทาสสวาท! (เป็นเรื่องราวของนางจิ้งจอกสาวสี่นาง กับบรรดาหนุ่มๆ ที่กลายเป็นทั้งเจ้านาย คนรัก จ้าวหัวใจ)
ดูเพิ่มเติม"Kak Dion berbaring aja, biar aku yang main di atas," ucap wanita itu dengan senyum nakal menggoda. Napasnya memburu saat dia duduk di pangkuanku.
Payudaranya nyaris menyentuh wajahku, dan aku pun mencondongkan wajahku, mencium, menggigit ringan. Dia mendesah, pinggulnya bergerak perlahan. Nikmat. Terlalu nikmat. "Ahhh... Terus, Kak..." Tubuhnya naik turun. Gerakannya belum cepat, tapi tiap gesekan membuatku nyaris kehabisan kendali. Aku mencengkeram pinggulnya, menahan hasrat untuk membalikkan badan dan mengambil alih. "Lebih cepat, Sayang," pintaku, yang langsung diturutinya dengan mempercepat gerakan, membuatku tidak kuat menahan aliran darah yang makin memuncak. “Sedikit lagi ….” "Ahhh... Iya, Kak.. kita keluarkan bareng-bareng..." Suaranya terdengar lembut dan menggoda membuat aku makin bernafsu, dan wangi tubuhnya benar-benar menambah gairah dalam diri ini. Dia terlihat begitu cantik, wajah memerah, rambut berantakan, dan ekspresi yang seakan memintaku untuk segera melepaskan sesuatu yang kini rasanya seperti sudah di ujung. Tidak berselang lama desahannya semakin keras dibarengi dengan gerakannya yang makin cepat. Di saat itu juga, aku tak tahan lagi. “Arghh...!” Segalanya meledak. Tubuhku bergetar, napas tersendat, dan... BRUK! “Aduh!” Aku menabrak meja nakas sebelah ranjang dan sangat jelas telah jatuh dari kasur dengan selimut melorot dan celana pendek basah yang lengket di bawah. Masih ngos-ngosan, aku melihat sekeliling. Kamar kos sempit. Kipas berdengung. Tidak ada perempuan. Tidak ada kolam. Tidak ada suara manja yang memanggil "Kak Dion." “Gila … gua cuma mimpi …?” Aku bangkit setengah sadar, menarik napas dalam-dalam, lalu melirik ke jam dinding yang menunjukkan pukul 07.45. Seketika, aku terbelalak. “Sial! Gua telat!” Tanpa pikir panjang, aku langsung bangkit, meraih handuk di gantungan, dan menyeka cepat keringat dingin yang membasahi tubuh. Kaus tipis dan celana training kuganti secepat kilat, hampir tersandung saat menarik celana ke atas. Kamar kosku sempit, cuma muat satu kasur single, meja kayu usang, dan lemari kecil yang mulai reot di salah satu pintunya. Bau kopi sisa semalam masih tercium samar dari cangkir di meja, bercampur aroma lembap khas kamar tak ber-AC. Aku mencomot roti tawar sisa kemarin yang terbungkus setengah di meja, menyelipkannya di antara bibir sambil menyambar tas selempang. Sandal kucalungi tanpa benar-benar melihat kanan kiri. Begitu pintu terbuka, udara pagi langsung menyergap. “Waduh, Dion, telat lagi?” sapa Pak Sardi, tetangga kos yang duduk santai di kursi plastik sambil menyeruput kopi. Aku hanya tersenyum singkat, roti masih di mulut. “Iya, Pak… pergi dulu ya,” jawabku, suaraku agak teredam tapi tetap datar dan mantap. Beberapa puluh menit kemudian, aku sampai di klub dalam kondisi setengah basah karena keringat. Tapi belum juga bisa bernapas stabil, seorang staf menyuruhku langsung ke ruang Bu Rani, manager kelab tempatku bekerja. ‘Fix, ini pasti kena omel,’ batinku meronta. Bagaimana tidak? Baru seminggu aku kerja di sini. Setelah dua bulan menganggur akibat memutuskan berhenti di kelab renang lama karena perselisihan internal, seorang teman memperkenalkanku posisi pelatih di kelab elite ini. Sebuah tempat mewah yang punya member dari kalangan sosialita, pengusaha, sampai artis. Katanya, pekerjaannya akan santai karena kebanyakan klien di sini tidak benar-benar niat belajar. Namun, kenyataannya, tekanan kerja di sini sangat gila. Semua serba profesional, aturan ketat, dan persaingan antar pelatih terasa seperti arena perang diam-diam. Aku tahu, satu kesalahan kecil saja bisa bikin aku dikeluarkan. Dan sekarang, baru seminggu kerja, aku sudah telat dan berakhir dipanggil manajer pagi-pagi begini. Dan benar saja, sesuai dugaan begitu masuk … aku sudah disuguhi wajah masam Bu Rani. "Pagi, Bu...." Aku berusaha menyapa seperti biasanya. "Duduk!" bentaknya yang langsung membuatku menangis dalam hati. Aku pun duduk di hadapannya selagi berusaha untuk tetap tenang, tapi jujur saja, jantung ini berdetak cepat menunggu vonis. "Kenapa kamu telat?" tanya Bu Rani tajam. Mataku melirik jam di dinding, 08:25, masih ada lima menit lagi sebelum jam kerja, tapi aku dinyatakan telat? Tidak ingin berdebat, aku pun menjawab, "Maaf, Bu. Saya lupa menyalakan alarm." "Kamu sadar tidak kalau kamu itu sedang kerja di sini? Bukan main-main! Baru juga kerja semingguan, tapi sudah berani telat. Kamu kira kelab ini punya kamu?!” Aku hanya bisa diam. Walau memang masih ada lima menit lagi menuju jam kerja, tapi melawan tegurannya yang notabenenya adalah bos di kelab ini sama dengan bunuh diri. “Maaf, Bu ….” Bu Rani menghela napas kasar, lalu memijit pelipisnya, seakan benar-benar pusing menghadapiku. "Bukan cuma telat, tapi sudah satu minggu pun kamu masih belum mampu menarik klien menjadi murid tetapmu.” Detik itu, aku mengangkat pandangan. ‘Ah, jadi ini masalah utamanya ….’ “Dengar ya, Dion. Di kelab ini, yang dilihat dari seorang pelatih bukan cuma soal kemampuan mengajarkan teknik saja, tapi kamu harus punya daya tarik juga! Kalau kamu tidak punya daya tarik, sampai kapan pun kamu tidak akan mendapatkan murid tetap! Paham?!" “Paham, Bu …" jawabku singkat, dusta. “Bagus. Kalau begitu, saya tegaskan sekali lagi sama kamu. Kelab kita ini tidak menggaji pelatih secara cuma-cuma. Kalau memang dalam satu bulan kamu tidak bisa mendapatkan murid tetap, kamu akan saya keluarkan!” Usai memberikan ultimatum itu, Bu Rani langsung menunjuk pintu keluar. “Sekarang, cepat lakukan pekerjaanmu!” Keluar dari ruangan Bu Rani, aku langsung pergi ke ruang ganti untuk mengganti baju. Setelah siap, aku pun kembali ke area kolam dan duduk sambil menunggu panggilan. Mengingat kalimat manager kelabku itu, aku menghela napas panjang, kembali merasa tertekan selagi menatap sejumlah pelatih yang sedang melayani murid mereka masing-masing. Omongan Bu Rani sebenarnya sangat masuk akal. Sebagai pelatih renang di kelab privat, memang tugas seorang pelatih bukan hanya mengajar murid, tapi juga membuatnya nyaman dan tertarik untuk terus belajar. Akan tetapi, member-member kelab ini seperti apa? Mereka adalah para sosialita yang sama sekali tidak niat belajar dan kentara hanya ingin memamerkan bikini mereka selagi bersenang-senang. Sedangkan aku? Aku hanyalah pelatih renang biasa yang cuma tahu caranya mengajarkan teknik renang! Gimana caranya aku mempertahankan murid-murid seperti mereka!? "Bengang bengong aja lo. Niat kerja nggak sih?” Dengan cepat aku menoleh karena sedikit kaget. Ternyata itu Arief. Salah satu pelatih senior yang sikapnya cenderung angkuh. Anehnya, banyak murid yang nempel padanya. "Maaf, Bang. Gua cuma lagi bingung aja," jawabku. "Bingung?" Dia mengernyitkan dahinya. “Bingung kenapa?” Akhirnya, aku pun menceritakan semua percakapanku dengan Bu Rani. Namun, bukannya prihatin, pria itu malah tertawa seakan meledek. "Hahaha, haduh, konyol banget!” ucapnya. “Jangankan satu bulan, kalo lo nggak ganti cara main, sampai tahun depan juga belom tentu lo dapet murid tetap, Yon! Bodoh banget sih!” Aku hanya diam mendengar perkataannya yang benar-benar meremehkanku. Melihatku terdiam dan tidak bereaksi, sepertinya Arief merasa sedikit canggung. Akhirnya, dia berdeham dan berkata, "Gini, gua kasih tau ya sama elo! Kalo lo mau bertahan di sini, jangan cuma jual teknik.” Dia menoleh ke kanan-kiri sesaat, lalu berbisik, “tapi lo harus jual diri." Sontak, mataku membesar. Aku menatapnya kaget dan berseru, “Hah?!” Ya, namaku Dion Pratama, seorang pelatih renang di sebuah kelab elite. Dan ini... adalah kisah tentang bagaimana aku belajar ‘melayani’ para sosialita yang haus hiburan dan sentuhan penuh sensasi. *****“โม่ชาง ดูดแรงๆ ข้าชอบ”หว่านอิงร้องคราง แอ่นอกให้เขาดื่มกินอย่างลืมตัว“ท่านหวานเหลือเกิน”โม่ชางดูดดื่มทรวงอวบจนหนำใจก็คายริมฝีปากออก ขยับเลื่อนลงไปด้านล่าง ปาดลิ้นไล้เลียไปบนผิวนุ่มจนไปถึงบุปผาสาวที่กำลังฉ่ำเยิ้ม ปลายลิ้นร้อนตวัดไล้บนกลีบบุปผางามสีชมพูสวย กวาดน้ำหวานเข้าไปในปากดื่มกินอย่างหื่นกระหาย จนเจ้าของกุหลาบถึงกับครางฮือ ยกสะโพกลอยจากพื้นให้เขาดื่มกินเต็มที่ จิ้งจอกหนุ่มห่อปลายลิ้นจุ่มจ้วงเข้าไปค้นหาน้ำผึ้งหวาน ละเลงลิ้นจนจิ้งจอกสาวบิดกายไปมาด้วยความซ่านสยิว“อ๊ะ โม่ชาง เจ้าหื่นมากไปแล้วนะ ไหนว่าไม่เคยเสพสมมาก่อน ทำไมถึงเก่งแบบนี้”หว่านอิงสูดปากครางครวญด้วยความเสียว ยามเมื่อปลายลิ้นร้อนๆ แหย่แยงเข้ามาภายใน มันทั้งเสียวทั้งขนลุกเกรียวไปทั้งตัว จนนางต้องแอ่นกายกดศีรษะเขาให้เข้ามาแนบชิดมากขึ้น“โม่ชาง ข้าทนไมไหวแล้ว ซี๊ดดด”ดวงตาหรี่ปรือ กัดริมฝีปากแน่น เสียงหวานครางครวญเร้ารัญจวน ท่าทางของนางเร่งเร้าให้เขาเร่าร้อนเพิ่มขึ้นจนปวดหนึบไปทั้งแท่งหยก“จิ้งจอกสาวของข้า เจ้าต้องการข้าหรือไม่”เขาถามเสียงกระเส่า ปลายจมูกถูไถบนปุ่มเกสรสาว ขณะตวัดปลายลิ้นละเลงรัวถี่ยิบ“ข้าต้องการเจ้า
“ข้าจะหันไป เมื่อท่านตั้งชื่อให้ข้าแล้วเท่านั้น” เขาไม่ยอมหันมา“เจ้าอย่ามาเล่นตัว โยกโย้ให้เสียเวลาเลย ข้าไม่มีอารมณ์เล่นสนุกนะ”หว่านอิงรู้สึกหงุดหงิดขึ้นมา อีกฝ่ายยักท่าน่ารำคาญ ไม่สนใคร่รู้อยากจะเสพสมกับนางเหมือนจิ้งจอกหนุ่มน้อยคนอื่นๆ ที่นางเคยสั่งสอน“ข้าจะไม่ตั้งชื่อให้เจ้า และจะไม่เปิดพรหมจรรย์ให้เจ้าด้วย จงเปิดพรหมจรรย์กับหูเจียวเถอะ”หว่านอิงหมดอารมณ์จะต่อความ นางไม่ปรารถนาทำหน้าที่นี้อีกแล้ว ฝืนใจก็ทำไม่ได้ นางควรบอกเซียนจิ้งจอกตามตรงดีกว่าฝืนใจทำ แล้วจะเกิดผลกระทบต่อจิ้งจอกหนุ่มที่นางต้องเปิดพรหมจรรย์ แทนที่เขาจะชอบการเสพสมเขาอาจจะเกลียดการเสพสมไปเลย“ท่านหูเจียวเคยมาเปิดพรหมจรรย์ให้ข้า แต่ข้าไม่ปรารถนาให้นางเปิดพรหมจรรย์ให้ ข้าต้องการให้ท่านเป็นผู้เปิดพรหมจรรย์และสั่งสอนให้ข้าเรียนรู้การเสพสม ในฐานะจิ้งจอกหนุ่มแห่งหุบเขาหูเทียน”จิ้งจอกหนุ่มหันกลับมาแล้วส่งยิ้มให้จิ้งจอกสาว หว่านอิงนิ่งงันเมื่อเห็นใบหน้าหล่อเหลาของเขาเต็มตา บุรุษที่อยู่ตรงหน้าของนางทำไมถึงคล้ายกับโม่ชางราวกับเป็นคนๆ เดียวกัน“เจ้าเป็นใคร ทำไมถึงเหมือนโม่ชางของข้า”หว่านอิงถามเสียงสั่น หัวใจเต้นรัวด้วยควา
“ข้าเพิ่งรู้ว่า รสสวาทที่ไม่ได้มาจากความรัก มันไม่มีความหมายต่อข้า ข้าเสพสมกับบุรุษร้อยพันครั้ง ก็ไม่มีความสุขเท่ากับอยู่กับเจ้าเพียงคืนเดียว”หว่านอิงคร่ำครวญถึงความรักที่นางเพิ่งรู้จัก เมื่อก่อนนางคิดว่าการได้เสพสมกับบุรุษคนไหนล้วนไม่ต่างกัน มีความสุขเร่าร้อนในรสสวาทก็เพียงพอแล้ว แต่ความสุขสมจากรสรักที่มีความรักรวมอยู่ด้วย มีความอิ่มเอมสุขล้นทั้งร่างกายและหัวใจ“อีกนานแค่ไหน ที่ข้าจะหายจากความทรมานนี้ โม่ชางข้ารักเจ้า ข้าอยากให้เจ้ามาอยู่ข้างกายข้า”หว่านอิงร้องไห้ด้วยความทุกข์ทนจนหลับใหลไป โดยไม่รู้ว่าเซียนจิ้งจอกหนุ่มกับเซียนจิ้งจอกสาวได้ปรากฎกายขึ้นข้างเตียงของนาง“หว่านอิงอาการหนักมาก นางทุกข์ทนจากการสูญเสียโม่ชาง จนนางไม่ต้องการอะไรอีกต่อไป”เซียนจิ้งจอกสาวรู้สึกสงสารและเห็นใจหว่านอิงมาก อีกฝ่ายเพิ่งรู้จักความรักเป็นครั้งแรก แต่ก็สูญเสียชายคนรักไปโดยไม่ทันได้อยู่ร่วมกันอย่างมีความสุข“ข้าเคยบอกว่าจะมอบสิ่งที่นางปรารถนาให้ หากนางรู้จักความรัก ตอนนี้ข้าคิดว่าหว่านอิงได้รู้จักความรักที่แท้จริงแล้ว”เซียนจิ้งจอกหนุ่มยิ้มอย่างมีเลศนัย ทำให้เซียนจิ้งจอกสาวรู้สึกสงสัย ก่อนจะยิ้มออกเมื
เซียนจิ้งจอกสาวพาหว่านอิงกลับมายังปราสาทในหุบเขาหูเทียน จิ้งจอกสาวยังคงมีท่าทางอ่อนล้าใบหน้าหมองเศร้า“อย่าลืมว่าเจ้ายังทำหน้าที่ของเจ้าไม่เสร็จ จงนำอัญมณีทั้งห้าไปมอบให้เซียนจิ้งจอกหนุ่มเสียเถิดหว่านอิง”เซียนเตือนจิ้งจอกสาวให้รู้จักหน้าที่ของตนเอง หว่านอิงสูดลมหายใจแรงๆ เรียกกำลังใจให้คืนกลับมา แล้วเดินตามเซียนจิ้งจอกสาวไปเฝ้าเซียนจิ้งจอกหนุ่ม“เซียนจิ้งจอกข้านำอัญมณีทั้งห้า มามอบให้ท่านตามคำบัญชาแล้วเจ้าค่ะ”หว่านอิงถวายคฑาวิเศษให้เซียนจิ้งจอกเซียนรับคฑาพร้อมอัญมณีวิเศษมาเก็บไว้ ก่อนจะเอ่ยว่า“หว่านอิง เจ้าทำภารกิจสำเร็จตามที่ข้าบัญชา ดังนั้นข้าจะมอบวิเศษให้เจ้าหนึ่งข้อ และทำตามความปรารถนาของเจ้า” เซียนจิ้งจอกหนุ่มเดินมาแตะไหล่ของจิ้งจอกสาว ยิ้มให้นางอย่างใจดี “เจ้าเคยปรารถนาจะครองคู่กับจิ้งจอกหนุ่มหูอวี้ ข้าจึงมอบภารกิจให้เจ้าทำ แต่ตอนนี้จิ้งจอกหนุ่มหูอวี้ได้มีคู่ครองแล้ว เขากลับมาพร้อมกับผู้วิเศษสาวนามว่าเซี่ยหลิน ตามกฎของหุบเขาหูเทียน จิ้งจอกหนุ่มจิ้งจอกสาวสามารถครองคู่ได้แค่ครั้งเดียว ข้าคงทำตามความปรารถนานี้ของเจ้าไม่ได้แล้ว จงเลือกจิ้งจอกหนุ่มตนอื่นหรื
“ผู้คนล้วนมีความปรารถนาไม่สิ้นสุด ท่านคิดหรือว่าจะมีคนพอใจเพียงแค่นี้”“พวกเขาล้วนถูกกำหนดให้พอใจในสิ่งที่ได้รับ”นักพรตโม่ชางเอ่ยขึ้นมาพร้อมกับรอยยิ้มละมุน ใบหน้าหล่อเหลายามประดับด้วยรอยยิ้มแบบนี้ ทำให้คนเห็นหัวใจเต้นแรงได้เสมอ หว่านอิงก็ไม่อาจห้ามไม่ให้ตัวเองใจเต้นได้เช่นกัน แม้นางจะอยู่ในร่างของ
“ความรัก คือการที่เรามีความสุขเมื่ออยู่ใกล้ๆ บุรุษคนหนึ่ง ยามห่างไกลกันก็คิดถึงเขาทุกลมหายใจ อยากอยู่กับเขาไปตลอดกาล ปรารถนาเขาเพียงผู้เดียวโดยไม่ต้องการบุรุษคนใดอีก”คำอธิบายนั้นทำให้คนฟังขมวดคิ้ว ทำหน้าครุ่นคิดตาม แล้วส่ายหน้าเมื่อความรู้สึกที่เซียนจิ้งจอกสาวบอก ไม่เคยเกิดขึ้นในหัวใจของนาง“ข้าไ
“เจ้าชื่ออะไร”หว่านอิงเอ่ยถามเสียงหวาน ยกมือขึ้นลูบแผงอกหนาของอีกฝ่ายไปมา กระตุ้นให้ร่างกายหนุ่มเกิดความกำหนัดขึ้นทีละน้อย นางยิ้มละมุนเมื่อเห็นเขาเกร็งตัว หัวใจเต้นแรงขึ้นจนรู้สึกได้“ขะ ข้าชื่อหูอวี้”จิ้งจอกหนุ่มน้อยตอบเสียงสั่น เขายกมือขึ้นจับมือของนาง ที่กำลังลูบไล้เขาไว้ ดวงตาวาบวามด้วยแรงปร
“โอ้ว ท่านจิ้งจอกสาวหว่านอิง ท่านแน่นเหลือเกิน ตอดรัดข้าจนจะขาดใจแล้ว”ตั่บ ตั่บ ตั่บ !!!เสียงเนื้อกระทบเนื้อดังลั่นห้อง ภายในตอดขมิบทำให้จิ้งจอกหนุ่ม สูดปากหอบหายใจแรงด้วยความเสียว ห่มสะโพกกระแทกกายถี่รัวเข้าใส่ จนร่างงามเด้งกระเด็นกระดอนจากที่นอน“อ๊าซ์ แรงๆ แบบนั้นเลย ดีมาก ข้าชอบ โอ้ว”จิ้งจอ











