Mag-log inเรื่องราวความรักระหว่าง กู้จื่อเทียน องค์ชายรองหนุ่มรูปงามและ เสิ่นหนิงหนิง คุณหนูจวนแม่ทัพที่ชาติกำเนิดเป็นเพียงบุตรอนุ พวกเขาจะก้าวผ่านเรื่องราวของชนชั้นที่ต่างกันได้อย่างไร มาร่วมสัมผัสความรักที่มาพร้อมความฮาและความน่ารักในนิยายเรื่องนี้ได้เลยค่ะ
view more“Turun, Rosella!” titah pria paruh baya sambil menarik tangan putri tirinya, memaksanya keluar dari mobil dengan kasar.
Rosella mempertahankan tubuhnya agar tidak keluar. “Aku tidak mau!” berontaknya, berusaha melepas cengkraman ayah tirinya. “Kita sudah sampai, kamu harus turun!” Teriaknya. “Katanya mau beli obat kenapa malah mengajak aku disini!” Rosella tetap kekeh dengan tubuhnya, dia tidak mau turun. Namun, tenaga Marcus jauh lebih kuat sehingga mampu menyeretnya keluar. Rosella memekik tertahan. Dia tidak tahu, setelah menginjakkan kaki di mansion mewah itu, dia harus melupakan segalanya, termasuk ibu dan masa depannya. Marcus berbicara pada seorang yang seumuran dengannya, lalu dia melenggang pergi meninggalkan Rosella tanpa berkata apa-apa. “Ayah, tunggu! Jangan tinggalkan aku!” Rosella segera mengejar pria itu, namun para pria berpakaian serba hitam segera menghalanginya. Dia meronta bahkan melakukan perlawanan. Tapi apalah daya, dia hanya gadis kecil yang tidak cukup kuat untuk menyaingi tenaga para bodyguard itu. “Menurutlah. Jangan melakukan hal yang sia-sia, semua pelayan yang telah masuk mansion itu tidak ada yang bisa keluar lagi.” Deg! Apa maksudnya? Kepala pelayan meminta Rosella untuk menurut, mengingatkan bahwa dia telah dijual. Saat ini, Rosella sudah menjadi milik keluarga Toretto. Dengan hati perih, Rosella merosot ke bawah, tangannya mengepal kuat. Dia tak menduga kalau Marcus benar-benar tega menjual dirinya. “Tapi ibuku sakit, aku juga masih kuliah. Tolong lepaskan aku.” Dia menangis memohon belas kasihan pria paruh baya itu. “Bukan urusan kami.” Sekeras apapun dia menangis, nyatanya tidak merubah keadaan. Ia diminta untuk ikut masuk ke dalam mansion. “Kamu sekarang jadi pelayan di sini, jadi jaga baik-baik sikapmu atau terima konsekuensinya,” ancam pria itu, membuat tubuh Rosella semakin menciut. Kepala pelayan itu menunjukkan kamar Rosella, kamar kecil di ujung koridor yang hanya ada single bed dan meja saja. Semalaman Rosella menangis memikirkan nasibnya yang buruk, hingga dia jatuh terlelap. Esok harinya, Rosella dibangunkan pagi sekali. Semua pelayan juga sudah bangun dan memakai seragam mereka. Rosella mendapatkan pekerjaan membersihkan halaman. Tentu dia sangat senang, siapa tahu ada celah untuk kabur. Tapi harapannya pupus sudah, meskipun masih pagi buta, nyatanya sudah banyak orang berpakaian serba hitam yang berjaga di seluruh sudut mansion. “Bahkan istana raja tidak seperti ini.” Rosella menghela nafas, niat kabur yang menggebu menguap entah ke mana. Dia merasa begitu putus asa. Tak terasa air matanya merembes keluar. Dia rindu ibunya. Dia ingin pulang dan kuliah. Siang itu semua pelayanan istirahat, sementara kepala pelayan mengecek satu persatu pekerjaan semua pelayan. Sama seperti sebelumnya, rumah sudah bersih, lantai berkilau tanaman di taman dipangkas rapi tapi masih banyak daun yang masih berserakan. “Siapa yang membersihkan halaman depan?” Semua pelayan menunjuk Rosella, dan kepala pelayan menasehati Rosella agar sungguh-sungguh dalam bekerja. Dia juga menjelaskan kalau pemilik mansion tidak suka ada yang kotor. Dari penjelasan kepala pelayan, Rosella justru memiliki ide agar dia didepak dari mansion ini. “Sepertinya bekerja seenaknya akan membuat aku didepak dari sini.” Wanita itu tersenyum lepas, senyum pertama dari semalam. …. Baru seminggu Rosella menjadi pelayan di rumah itu, tapi dia sudah berkali-kali membuat kesalahan. Pelayan lain mengingatkan Rosella agar bekerja dengan baik, tapi Rosella hanya tersenyum sebab semua itu sengaja. Pagi itu, Rosella diminta membantu koki di dapur. Ketika melihat ada bahan makanan yang habis, Rosella berpikir kalau dia bisa belanja keluar. “Biar aku saja yang membeli bahan makanan yang habis, aku bisa menyetir.” Dengan antusias dia menawarkan diri, tapi kepala pelayan bilang kalau akan ada orang supermarket yang datang untuk stok bahan-bahan mereka. Jawaban itu membuat Rosella bungkam, harapannya kembali terkikis. Sepertinya mansion ini adalah penjara yang berkedok rumah mewah. Kemudian kepala pelayan memerintahkan dia membersihkan tangga. Saat asik bersih-bersih, tiba-tiba semua pelayan berlari dan semuanya berbaris rapi. Rosella menjadi heran, apa ada upacara di mansion itu? Ketika menoleh lagi, alangkah terkejutnya dia melihat tiga pria dewasa masuk. Mereka tampak begitu gagah, dengan wajah aristokrat yang membuat siapapun sulit berpaling, termasuk Rosella. Gadis itu terpana sambil memegangi sapu, sepasang matanya masih mengikuti setiap gerakan ketiga pria tampan itu. Teguran dari salah satu pelayan membuyarkan lamunan Rosella, dia segera menunduk seperti yang dilakukan semua pelayan. Ketiga pria itu melewati Rosella yang berdiri di ujung tangga, tatapan mereka tajam, membuat Rosella yang menunduk dapat merasakan aura dinginnya. Perlahan dia menaikkan kepalanya tepat saat salah satu dari mereka menatap langsung ke arahnya. Deg! Hati Rosella mencelos, buru-buru dia menunduk, tak tahu kenapa tubuhnya bergetar hebat. Takut atau kagum? Entahlah, yang jelas setelah ketiga pria itu berlalu, dia masih saja deg-degan. “Rosella,” panggil kepala pelayan. “Ada apa, Pak?” tanyanya. “Saatnya bekerja, jangan melamun terus.” Sebelum kembali bekerja, Rosella mendapatkan wejangan tentang peraturan mansion. Jika para Tuan Muda datang, mereka semua harus berbaris untuk menyambut. Tidak ada yang boleh menaikkan kepala, semua harus menunduk. Mendengar itu, Rosella hanya bisa menghela nafas. Apa memang begini aturan keluarga kaya? Meskipun hatinya protes hebat, tapi dia tetap mengangguk. “Baik. Lain kali saya akan menunduk setiap ada para Tuan Muda,” cicitnya pelan. Karena para Tuan Muda sudah kembali dari liburan, kini saatnya para pelayan bekerja keras. Memastikan kamar para Tuan Muda harus bersih, sprei harus diganti setiap hari. Kamar mandi juga harus disikat dua kali sehari. Hingga malam Rosella masih bekerja, kepala pelayan benar-benar mengawasinya, menegur ketika dia berbuat kesalahan. Dia yang baru selesai menyikat kamar mandi para Tuan Muda, tanpa sadar duduk di sofa yang ada di balkon atas sambil memukul-mukul bahunya karena lelah. “Siapa yang mengizinkan kamu duduk di sofa kami?” Suara bariton salah satu Tuan Muda—Adrian—menggema, membuat Rosella segera bangkit. “Ma-maaf Tuan. Saya lelah, ja-jadi numpang duduk sebentar.” Buru-buru Rosella membersihkan sofa itu dengan tangannya, meski sebenarnya sofa itu juga tidak kotor. “Bekasmu masih ada!” ujar Adrian lagi. “Maafkan saya, Tuan,” pinta Rosella dengan tubuh gemetar. Dia tidak menduga hal ini akan membuat majikannya itu naik pitam. Mendengar ada keributan di lantai atas, kepala pelayan segera naik. Alangkah terkejutnya dia melihat Rosella di sana. Kepala pelayan sangat was-was mengingat Rosella selama ini terlalu banyak membuat kesalahan. “Maaf Tuan Muda, ada apa?” tanya kepala pelayan was-was. Selama ini jarang ada pelayan yang terlibat perbincangan dengan para Tuan Muda, karena memang para Tuan Muda enggan berbicara dengan pelayan. “Tidak ada apa-apa, suruh pelayan itu istirahat.” Suara lain terdengar. Dia adalah Lucas, Tuan Muda ketiga. Rosella terperangah, menatap Lucas dengan tatapan tak percaya. Wajah pria itu tampak tenang, tatapannya juga biasa. Sangat berbeda dengan tatapan kedua saudaranya yang tajam. Belum sempat Rosella mengucapkan terima kasih, suara bariton yang dalam lebih dulu menyela, “Malam ini juga ganti sofanya dengan yang baru!” Hah? Tatapan Rosella berganti ke Leon, Tuan Muda pertama. Pria itu tampak berdiri tegap, bahunya yang lebar serta tatapannya yang tajam membuat aura dominasinya begitu kuat. ‘Apa? Hanya karena tidak sengaja aku duduki, sofanya langsung diganti?!’หลังจากที่จัดการโจรป่าเหล่านั้นเสร็จเรียบร้อยแล้ว กู้จื่อเทียนก็สั่งให้คนช่วยกันนำศพของชาวบ้านผู้เคราะห์ร้ายเหล่านั้นไปฝังเอาไว้ให้ดี อีกทั้งยังมอบเงินชดเชยให้กับญาติของผู้เคราะห์ร้ายอีกด้วย แม้เงินจำนวนนี้จะไม่อาจเทียบได้กับความเสียใจและสิ่งเลวร้ายที่พวกเขาได้รับ แต่ถึงอย่างนั้นมันก็ยังดีกว่าที่พวกเขาไม่ได้รับการชดเชยอันใดเลยเมื่อเยียวยาผู้เคราะห์ร้ายตามสมควรและจัดการเรื่องราวต่างๆ ให้ลุล่วงไปได้ด้วยดีแล้ว กู้จื่อเทียน เสิ่นหนิงหนิง และเซียวอวี้เหิงก็เดินทางกลับเมืองหลวงในทันทีเซียวอวี้เหิงนั้นหลังจากได้สารภาพความในใจของตนเองที่มีต่อเสิ่นหนิงหนิงแล้ว เขาก็ใจกล้ามากขึ้น ยามที่มีโอกาสก็มักจะหาทางเกี้ยวพานางอย่างหน้าไม่อาย เสิ่นหนิงหนิงถึงกับกลอกตาไปมาอีกทั้งยังรู้สึกจนใจในคราวเดียวกันระยะทางจากหมู่บ้านอิ๋นสุ่ยกลับสู่เมืองหลวงนั้นต้องใช้เวลาหลายชั่วยาม ระหว่างทางเพราะไม่ได้รีบร้อนต้องกลับเมืองหลวง พวกเขาจึงแวะพักแถวข้างทางเสียหน่อย ที่ที่พวกเขาจอดพักเป็นสถานที่ริมลำธาร มีแม่น้ำใสสะอาดไหลตัดผ่านและยังมีต้นไม้ใหญ่ขึ้นรายล้อม ดูแล้วช่างทำให้คนรู้สึกสุนทรีย์ไม่น้อยเลย กู้จื่อเทียนกำลังให
คนทั้งสองกระโดดลงมาจากหลังม้าก่อนจะหันมาสบตากันปราดหนึ่ง เสิ่นหนิงหนิงเป็นฝ่ายเอ่ยปากขึ้นมา“เซียวอวี้เหิง ท่านว่าหมู่บ้านนี้ดูเงียบแปลกๆ หรือไม่ เหตุใดข้าไม่ได้ยินเสียงหรือเห็นคนในหมู่บ้านแห่งนี้เลยเล่า”เซียวอวี้เหิงไม่ตอบแต่กลับจ้องมองเข้าไปในหมู่บ้านแห่งนั้นด้วยสายตาระแวดระวัง แม้เขาจะเป็นคุณชายที่เกิดในตระกูลบัณฑิตแต่ก็ยังพอมีวรยุทธ์ติดตัวอยู่บ้าง ชายหนุ่มละสายตาจากทางเข้าหมู่บ้านก่อนจะหันมาเอ่ยกับเสิ่นหนิงหนิง “ข้าเองก็ไม่แน่ใจ ได้ยินว่าหมู่บ้านนี้เคยเกิดเหตุโจรป่าปล้นฆ่า บางคราก่อนหน้านี้คนของทางการอาจจะนำคนอพยพออกไปจากหมู่บ้านนี้แล้วก็ได้บรรยากาศจึงเงียบเช่นนี้”เสิ่นหนิงหนิงฟังแล้วก็พยักหน้าช้า ๆ เพราะนางเองก็เติบโตในยุคสงครามและเคยติดตามบิดาออกรบอยู่บ่อยครั้ง ทำให้สัญชาตญาณการระแวดระวังตนเองของนางค่อนข้างสูง “เช่นนั้นพวกเราลองเข้าไปดูกันเถอะ"”“อืม”เซียวอวี้เหิงพยักหน้าก่อนจะเดินเข้าไปในหมู่บ้านพร้อมกับเสิ่นหนิงหนิง คนทั้งสองเดินเข้าไปด้านในด้วยฝีเท้าที่รีบร้อน เสิ่นหนิงหนิงรับรู้ได้ว่าบรรยากาศโดยรอบดูหนาวเหน็บอย่างแปลกประหลาด อีกทั้งยังเงียบสงัดราวกับไม่มีผู้คน เมื่อเดิน
เมื่อข้าวสารกลายเป็นข้าวสุกเช่นนี้ แน่นอนว่าท้ายที่สุดแล้วกู้จิ้งสิงย่อมไม่อาจหนีพ้นการแต่งงานครั้งนี้ไปได้ เขาจำต้องแต่งงานกับเซียวอิ๋งอย่างไม่อาจหลีกเลี่ยง แต่จะว่าไปแล้วยามนี้เขาก็รู้สึกพอใจในตัวของเซียวอิ๋งอยู่บ้างเสิ่นหนิงหนิงนั้นก็มาร่วมงานแต่งของคนทั้งสองที่จัดในวังหลวงด้วยเช่นกัน อย่างไรเสียยามนี้นางก็นับว่าเป็นคนของกู้จื่อเทียนแล้วกู้ฮ่องเต้ดูพอใจเป็นอย่างมากที่กู้จิ้งสิงท้ายที่สุดแล้วก็สามารถแต่งภรรยากับเขาได้เสียที เมื่องานแต่งของบุตรชายคนโตผ่านพ้นไปได้ด้วยดีแล้ว แน่นอนว่าย่อมมาถึงงานแต่งงานของบุตรชายคนรองอย่างกู้จื่อเทียน แม้กู้ฮ่องเต้จะไม่เห็นด้วยในครั้งแรกที่กู้จื่อเทียนตั้งใจจะแต่งกับเสิ่นหนิงหนิง แต่ถึงอย่างไรสุดท้ายแล้วเขาก็ไม่อาจที่จะขัดขวางความสุขของบุตรชายได้ จึงตอบตกลงและไม่คิดจะคัดค้านงานแต่งงานของพวกเขาทั้งสองคนอีก เมื่อทุกอย่างเตรียมพร้อมแล้ว สุดท้ายก็ได้ฤกษ์ดี การแต่งงานของกู้จื่อเทียนและเสิ่นหนิงหนิงจะจัดขึ้นในอีกหนึ่งเดือนข้างหน้า ซึ่งมีเวลาเตรียมตัวไม่นาน คนของสำนักพระราชวังจึงรีบเร่งจัดงานเตรียมพร้อมเอาไว้ก่อนที่วันงานจะมาถึงทว่าก่อนงานแต่งเพียงไม่กี่วั
ด้านกู้จิ้งสิงนั้นเขาก็มาร่วมงานเลี้ยงในวันนี้ด้วย ปกติเรื่องความครึกครื้นเช่นนี้เขาล้วนชื่นชอบเป็นอย่างมาก แต่กับจวนตระกูลเซียวนั้นนับเป็นข้อยกเว้น เขาไม่อยากมาที่นี่และไม่อยากจะมาเจอเซียวอิ๋งบุตรสาวของราชครูเซียวเลยแม้แต่น้อยมิใช่ว่าเขารังเกียจนาง แต่เพราเขาไร้เดียงสาไม่เข้าใจเรื่องความรัก อีกทั้งยังไม่ชอบยามที่นางมองเขาด้วยแววตาหยาดเยิ้มเช่นนั้น ครั้นจะทำตัวติดกับกู้จื่อเทียนก็ไม่รู้ว่าน้องชายตัวดีผู้นั้นของเขาหายไปอยู่ที่ใดเสียแล้วชายหนุ่มเดินไปตามทางเรื่อยๆและยังบอกกับองครักษ์ว่าไม่ต้องตามมาเพราะอยากจะอยู่เงียบๆเพียงลำพังกู้จิ้งสิงเดินมาเรื่อยๆ ก่อนจะมาหยุดอยู่ที่เรือนหลังท้ายจวนตระกูลเซียว ที่นี่ค่อนข้างร่มรื่นมีต้นไม้น้อยใหญ่รายล้อม อีกทั้งยังปลูกไม้ประดับเอาไว้เต็มไปหมด เขาชอบธรรมชาติเช่นนี้เป็นที่สุดจึงเดินเข้าไปในแปลงดอกไม้แล้วยื่นมือไปเด็ดดอกไม้มาถือเอาไว้ดอกหนึ่งในขณะที่เขากำลังชื่นชมกับดอกไม้อยู่นั้น ก็รู้สึกได้ว่ามีใครบางคนกำลังเอาอะไรสักอย่างมาปักลงบนศีรษะของเขา ชายหนุ่มชะงักไปก่อนจะรีบยกมือขึ้นมาคว้าจับบนผมของตนและพบว่าสิ่งที่ปักอยู่คือดอกไม้นั่นเอง เขารีบหันขวับมา
แม่ทัพเสิ่นเย่ถึงกับกล่าววาจาใดไม่ออกไปชั่วขณะ กู้จื่อเทียนปรายตามองคนบ้านใหญ่ในจวนตระกูลเสิ่นด้วยแววตาเย็นชา ก่อนจะเอ่ย“พวกเจ้าจำใส่หัวเอาไว้ จงไปหาเงินซ่อมแซมบ้านด้วยตนเอง หากยังกล้ามารบกวนคนบ้านรองอีกอย่าหาว่าข้าไม่เกรงใจ อ้อ ยายแก่นั่นน่ะข้าต้องเรียกเจ้าว่าไท่ฮูหยินของตระกูลเสิ่นด้วยใช่หรือไม่
ความเสียหายที่เกิดขึ้นกับเรือนของเสิ่นเจี๋ยนั้นไม่น้อยเลย ทำเอาพวกเขาไม่ได้หลับไม่ได้นอนเกือบตลอดทั้งคืน ช่างแตกต่างจากเรือนท้ายจวนของเสิ่นเย่บุตรชายคนรองเป็นอย่างมาก เสิ่นหนิงหนิงยังคงนอนหลับเต็มอิ่มตลอดทั้งคืน ส่วนท่านพ่อท่านแม่ของนางก็ไม่กล้าไปช่วยเพราะถูกนางห้ามปรามเอาไว้เฉินซื่อดูแก่ขึ้นไปหลา
เมื่อเห็นว่าชายหนุ่มตรงหน้าไม่ได้โต้ตอบ อีกทั้งใบหน้าก็ดูซีดขาวราวกับกระดาษ เสิ่นหนิงหนิงก็เริ่มหวาดหวั่น นางมีท่าทีครุ่นคิดก่อนจะนึกถึงแผนการหนึ่งขึ้นมาได้ หญิงสาวไม่รอช้ารีบแบกเขาขึ้นหลังและมุ่งหน้าตรงไปยังโรงหมออย่างรวดเร็ว ชายหนุ่มผู้นั้นถึงกับตื่นตระหนกจนทำสิ่งใดไม่ถูก เขาทำได้เพียงหันไปส่งสาย
ชายแดนแคว้นฉีหมู่บ้านกัว“คุณหนูรอง บ่าวเก็บของทั้งหมดเสร็จเรียบร้อยแล้ว วันพรุ่งก็สามารถเดินทางกลับเมืองหลวงได้แล้วเจ้าค่ะ” “อืม ข้ารู้แล้ว เจ้ามีสิ่งใดก็ไปทำเถอะ”“เจ้าค่ะ”สาวใช้น้อยนามว่าอาซิ่งเมื่อได้ยินอย่างนั้นก็พยักหน้ารับคำอย่างนอบน้อม ก่อนจะเดินออกไปจากห้องนอนของเจ้านายทันที เมื่อคนออกไ





