สายสวาท One Night Stand

สายสวาท One Night Stand

last updateÚltima atualização : 2025-05-07
Por:  PoinsettiaCompleto
Idioma: Thai
goodnovel18goodnovel
Classificações insuficientes
15Capítulos
783visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

ฟ้าพริตตี้สาวถูกพาไปหลังจากรับงานโดยไม่รุู้เลยว่าตัวเองไปนอนกับใครมา ชีวิตสาวสวยจะเริ่มเกิดเรื่องราวอะไรขึ้นบ้างหลังจากนี้

Ver mais

Capítulo 1

ตอนที่ 1

Hari senin selalu melelahkan. Aku banting tubuhku diatas ranjang dengan tubuh masih terbalut kemeja kerja putih yang sudah kusut. Ku lihat jam berwarna putih di dinding.

“... ahh setengah 8”

Aku duduk ditepi ranjang, masih mengumpulkan niat untuk berdiri. Sepintas ku lihat layar Hp-ku dengan notifikasi yang muncul disana. Ok! besok meeting lagi. Aku menyesal telah membuka notif itu. Aku tidak suka hari senin.

******

Keesokan harinya ketika jam menunjukan pukul 4 sore aku duduk diluar kantor dengan botol air mineral. Aku mendengar teman-teman yang bercanda yang sesekali aku seling. Sore ini mendung tapi tak hujan.

“lagi musim banget ya sepedaan, sampe semua orang sepedaan”

Pay menghisap rokoknya sambil mengarahkan kamera handphone nya pada sekumpulan orang yang mengayuh sepeda nya di sebrang jalan.

“asik lho sepedaan” sambil ku teguk air dalam botol

“lu punya sepeda Fii?”

“Enggak lah”

“hmmm, kirain lu punya, pake gaya-gayaan bilang asik”

Aku hanya memamerkan deretan gigiku pada partner kantorku itu. Tak lama kami berpisah untuk pulang. Aku menaiki motor matic-ku pelan, benar saja banyak sekali orang bersepeda disore hari, mungkin memang sedang musimnya. Tak begitu jauh dari kantor, aku berhenti disebuah toko buah, aku membeli beberapa buah jeruk. Aku melihat beberapa orang di depan sebuah distro, mereka duduk dibawah pohon dengan sepeda yang berjajar rapi disamping mereka, sesekali mereka berfoto. Mereka seperti tidak asing bagiku, jauh aku mengingat siapa dari beberapa orang disana. Tak sengaja satu dari mereka melihatku yang sibuk memandangi mereka, ia tersenyum dan langsung memamerkan giginya padaku. Seketika aku salah tingkah dan segera ke kasir buah untuk bayar dan pergi dari sana.

***

Namaku Fiani, aku seorang karyawan swasta umurku 25 tahun, aku seorang yang sedikit pendiam dan tidak banyak bergaul dengan orang banyak. Namun aku punya beberapa teman disekelilingku dan sangat perhatian padaku dan aku suka sekali warna biru.  

***

Ini jum’at malam, besok hari sabtu. Aku ingat tanggal 14 April adalah hari ulang tahun Manager kami, seperti tahun-tahun lalu kami pasti merayakannya. Dan tepat saja aku dapat undangan makan malam dengan semua teman-teman divisi-ku dikantor besok jam 7 malam. Gak lama aku dapat whatsapp dari teman kantor yang 1 divisi denganku.

Cindy :

Fii, lu dapet undangan Pak bos kan? Beli apa lu buat dia?

Me :

Aku juga baru dapat undangannya, gatau juga mau ngasih apa buat Pak bos

Cindy :

Tahun lalu lu ngasih sendal ya, tiap hari masih dipake kalo di luar kantor, keren banget lu, goki lsekali ngasih sendal jepit wkwkwk

Me :

Ahh udah lu diem, malu gw kalo inget itu L

            Seketika aku ingat waktu itu disebuah cafe yang cukup ramai terkenal, dihadapan teman-teman semua aku memberikan sepasang sandal untuk Manager berusia 32 tahun itu. Aku lupa kenapa memilih sandal jepit untuk hadiah seorang Manager, seisi ruangan itu tertawa saat Pak Manager  membuka kado dariku. Aku sangat malu sekali.

***

            Jam menunjukan pukul 2:15 siang, mendung sekali di luar. Aku cepat-cepat keluar dari parkiran kantor untuk pergi ke sebuah distro yang tidak jauh dari kantor. Karena hari sabtu kantor tutup jam 2 siang, aku punya waktu untuk pergi cari hadiah untuk Pak bos. Setiap aku mencari kado untuk Pak Bos, aku selalu bertanya-tanya, kenapa seorang Manager harus merayakan hari ulang tahunnya seperti anak kecil.

            Sial sekali hujan turun ditengah jalan. Aku sampai di distro yang tidak jauh dari kantor, aku memarkir motorku asal-asalan dan masuk kedalam distro itu dengan cepat.

“selamat datang”

Sapa seorang penjaga distro itu, aku tersenyum sambil mengusap lenganku yang basah karena air hujan.

“sepatuku agak basah tidak apa-apa ya”  aku menghentak sepatuku ke karpet yang terdapat didepan pintu

“ohh gak apa-apa kak, diluar hujan lumayan deras ya”

Aku menangkap pandangan kepada cowok tinggi berkaos hitam dan  celana berwarna abu-abu se lutut dengan name tag “Bagas” . Ia tersenyum ramah semenjak aku masuk dari pintu depan store tersebut.

“ mau cari apa kak bisa aku bantu?”

“...emm, aku mau cari kaos”

“ mau brand apa kira-kira?” mengarahkan aku ke deretan kaos yang berjajar

“aku buat kado aja sih, kira-kira yang cocok brand apa ya”

“ini aja kak, kebetulan kita ada diskon 20% untuk minggu ini, jadi cocok lah”

“boleh bantu pilihkan?”

“ bisa, bisa banget kak”

            Cowok tinggi dengan rambut jatuh itu terlihat sibuk memilih beberapa lembar kaos, tak berapa lama ia kembali dan menghampiriku. Matanya sayu, hidungnya mancung, kulitnya bersih walau tidak seputih cowok-cowok korea dan senyum selalu ada dibibirnya.

“ini kak” memeperlihatkan beberapa kaos yang diambil

“aku lebih suka yang putih, ukuran L ada kan?”

“ada kak, jadi diambil ya”

“...ok”

“buat cowoknya ya kak?” Ia sambil merapikan beberapa kaos

            Aku tersenyum tipis dan menggeleng, aku melangkah ke arah kasir dan membayar kaos yang sudah aku pilih. Aku menenteng paper bag itu menuju pintu untuk keluar, langkah kaki-ku terhenti di luar teras store itu. Hujan deras, seperti tidak ada celah untuk menyela. Aku putuskan untuk menunggu. Pasti tidak akan lama, pikirku.

            Aku melihat jam menunjukan pukul 2:45 sore, masih ada banyak waktu untuk ke jam 7 malam. Kling, aku mendengar suara pintu store itu dibuka.

“kak masih hujan deras, ditunggu didalam aja gapapa ” Cowok ber-name tag Bagas itu keluar menghampiriku.

“gapapa, sebentar lagi juga reda”

“... emm, btw kakak itu yang tempo hari di toko buah sebelah itu gak sih”

            Aku memandang wajah cowok yang tidak jauh dari ku itu lekat-lekat, aku sedikit mengingat hari dimana aku membeli buah beberapa hari yang lalu. “... ohh, iya aku ingat”

“ heheh... aku yang senyum waktu itu, didepan sini sama temen waktu itu...”

“... ahh, iya-iya “ terenyum sambil sedikit mengingat

            Drrrttt ddrrrtt drrrtttt....

Belum sempat ia berucap lagi HP-ku bergetar, aku langsung menjawab telpon yang masuk itu. Anisa temanku menelpon minta dijemput karena ada masalah, tanpa berpamitan aku langsung menerobos hujan untuk menghampiri temanku itu. Sekitar 10 menit aku sampai di store tempat temanku berkerja, ia menghampiriku dengan wajah murung dan minta aku untuk mengantarnya pulang. Benar saja ia ada banyak masalah dengan atasannya yang membuatku tertahan di kost-an nya untuk beberapa jam untuk menemaninya curhat seperti biasanya.

***

Aku melihat jam yang ada di tanganku, jam menunjukan pukul 8:45 malam. Aku sempat tertidur di kost-an Anisa, aku lupa dengan acara malam ini.

“Fii, tadi HP kamu bunyi terus. Gue mau bangunin lu sih, tapi lu tidurnya pules  banget”

“hufftt”

            Aku menyeka rambutku, dan aku buka chat itu satu per satu. Iya, dari Cindy, dari Pay, dari Mbak Nik juga banyak sekali riwayat panggilan tak terjawab dari mereka. Aku menemukan satu nama yang berbeda masuk, Pak Manager.

“Anisa, gw balik dulu ya, entar WA aja kalo ada apa-apa”

“thanks ya Fii, lu tiati dijalan”

“... ok, bye”

            Aku menuju cafe tempat acara ulang tahun Manager itu diadakan. Aku masuk dan sempat aku tanya pada waiters disana, benar saja acaranya sudah selesai sekitar setengah jam yang lalu. Aku keluar dari cafe dengan pikiran buyar dan terduduk, malam ini dingin sekali dan sialnya jaketku juga basah karena hujan-hujanan tadi sore. Aku masih memegangi paper bag hadiah untuk Pak Manager yang beberapa bagiannya koyak karena air hujan, untung saja masih ada plastik didalamnya. Aku memeriksa Hp-ku, aku melihat Pak Manager itu baru saja mengunggah foto di whatsapps stories suasana meja kantornya.

Pak Manager ada dikantor sekarang.

Tanpa pikir panjang aku menaiki motorku ke arah kantor yang juga tidak jauh dari cafe tempat acara itu diadakan. Benar saja aku masih melihat mobil HRV hitam di parkiran kantor. Aku masuk ke kantor dan langsung saja aku menuju ruangan beliau, langkah kakiku terhenti, aku masih mendengar beliau berbicara via zoom, mungkin saja masih meeting dengan client dari luar negeri. Aku memutuskan untuk menunggu saja, duduk di sana beberapa lama. 10 menit, 20 menit, 30 menit sampai hampir satu jam aku mondar-mandir dan duduk tidak juga aku mendengar mereka berhenti bicara. Aku capek. Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, tak terhitung berapa kali aku menguap. Tiba-tiba pimtu kaca dekatku duduk terbuka.

“Kamu tidak pulang?”

“.... eh?”

Aku menengok ke sebelah kiri tempat aku terduduk dilantai, didepan pintu ruangan beliau. Beliau tidak memintaku untuk bangun atau apa, beliau malah ikut duduk di sebelahku begitu saja.

“kamu sudah berapa lama disini?”

“hampir satu jam Pak”

“maaf saya masih ada meeting tadi, agak lama”

“iya gapapa. Pak, saya minta maaf tadi tidak hadir diacaranya. Selamat ulang tahun buat Bapak”

“gapapa, terima kasih. Kamu dari mana tadi?” Pak Manager melepas kaca mata dan memakainya lagi

“dari kost-an teman dan ketiduran hehe”

“saya tadi telpon kamu, tapi kamu tidak menjawab”

Aku terdiam, beliau mengarahkan Hp yang dipegang-nya dengan nama-ku didalam daftar riwayat panggilan itu. Aku tersenyum datar, mataku tertuju pada raut wajah laki-laki tepat hari ini berusia berusia 32 tahun itu. Wajahnya terlihat lelah, rambutnya berantakan, matanya sayu terbalut kacamata minus lessframe. Beliau memang menawan dan kharismatik, dibalik jam kerjanya yang begitu hectic, sifatnya yang perfectionist dan sangat dingin ke karyawan dibawahnya seperti  semua itu tidak aku temui saat ini, beliau berbicara sangat lembut dan menunjukan perhatiannya padaku. Ketika beliau meluruskan kakinya, aku lihat beliau memakai sandal jepit yang aku berikan satu tahun lalu dihari yang sama dengan hari ini.

“saya minta maaf Pak, tadi saya tertidur”

Tersenyum “... ohya kamu bawa apa itu?” menunjuk paperbag didekatku

“ohh, ini buat Bapak, maaf sedikit rusak karena air hujan”

            Aku melihat wajahnya sangat antusias saat aku memeberikan paperbag itu padanya seraya berucap terima kasih padaku.

***

            Minggu pagi, aku membuka mataku saat jam menunjukan pukul 8 pagi. Aku mengingat semalam aku pulang larut, dan aku ingat dimana aku berbicara banyak dengan Manager-ku itu, hal sangat jarang  dan seperti mustahil terjadi jika aku mengingat bagaimana beliau saat jam kerja. Aku tersenyum sambil sedikit mengucek mata-ku, berjalan ke kamar mandi sebentar untuk mencuci wajahku dan pergi ke dapur setelah itu kembali ke kamar dengan segelas air ditangan kiriku. Aku mengambil HP yang aku geletakkan di lantai bersama tas kerjaku semalam. Aku mendapat beberapa pesan, aku meneguk air dari gelas itu. Ada nama Pak Manager disana

Pak Manager :

Selamat pagi J

Saya suka sekali dengan hadiah dari kamu, langsung saya pakai jogging pagi ini. terima kasih ya..

(picture)

Me :

Baik Pak, sama-sama J Have a nice Sunday...

            Si Pak Manager itu meng-capture dirinya yang sedang jogging dengan kaos yang aku berikan sebagai hadianya kemarin. Lagi aku membuka pesan dari akun Instagram-ku, aku mendapat DM dari akun yang tidak aku kenal. Namun namanya seperti tidak asing, benar itu dari cowok penjaga distro kemarin.

Direct Messages

id.bagas : Hallo kak, masih ingat aku ya J

sunfi.ni : Hallo... ya ingat, kamu yang ada distore kemarin ya..

id.bagas : yup, aku boleh follow ya kak J aku boleh panggil siapa nih?

sunfi.ni : panggil aja Fiani, atau Fii ajah... iya boleh nanti aku follback J

            Aku cukup asik chat dengan cowok yang aku temui di store kemarin itu via DM, kami sangat nyambung, dia juga baik dan ramah. Namanya Bagas, dia bekerja part time sebagai penjaga distro “Red Sun distro” dan ternyata dia baru berusia 20 tahun, jauh dari anggapanku yang aku kira dia sudah berusia 27 tahun. Haha, iya namun dia tetap ngeyel jika dia sangat bangga punya wajah yang terlihat dewasa dan cenderung tua walaupun dalam kenyataanya usia dia sedikit jauh dibawahku.

            Singkat cerita Bagas mengajakku untuk bergabung dengan teman-temannya untuk bersepeda, aku menolak karena tidak ada punya sepeda, namun dia bersikeras dan bilang akan menjemputku sore ini di dekat alun-alun kota.

****

            Jam menunjukan pukul 16:00 sore hari, aku duduk dikursi taman dekat jalan yang menghadap langsung ke alun-alun kota. Sore itu sangat ramai dan aku mungkin satu-satunya yang terlihat sendirian. Aku menunggu sekitar 10 menit ketika sebuah mobil berhenti  didepanku.

“Pak Manager?”

“Hay, kamu kenapa disini sendirian?” turun dari mobil

“s-saya tunggu teman Pak, dia udah dijalan menuju kemari”

“cowok?”

“... iya”

            Tak berapa lama Bagas datang dengan sepeda warna biru tua, memarkir sepedanya dibahu jalan dan langsung melambaikan tangan, dia berjalan setengah berlari ke arahku. Pak Manager terlihat memperhatikan Bagas yang berjalan mendekat dan melihatku secara bergantian. Tiba-tiba Pak Manager menatapku tajam yang membuat pandanganku padanya terhenti. Seketika Pak Manager memposisikan dirinya disebelahku.

“ Hallo...” sapa Pak Manager pada Bagas

Bagas terlihat bingung begitupun aku yang merasa aneh dengan kelakuan Managerku itu. Pak Manager manjabat tangan Bagas dan memperkenalkan diri. Percayalah, beliau terlihat seperti sedang menjabat tangan client secara resmi.

“Pak, ini Bagas teman saya..” aku coba memperkenalkan Bagas pada Pak Manager

”Hallo, saya rekan kerja Fiani. Terima kasih ya sudah datang” senyum Pak Manager terlihat kaku

“Bagas, teman aku Fiani..” Bagas tersenyum dengan ringan

“oh baik, kamu kesini untuk ajak Fiani pergi ya tapi saya disini mau jemput Fiani ada hal yang perlu diurus”

What...???

Aku melongo mendengarnya. Aku tidak merasa punya janji apapun ataupun mau mengurus sesuatu dengan beliau. Belum sampai aku membuka mulutku untuk bicara, beliau menarik tanganku dan berpamitan ke Bagas untuk pergi. Beliau membuka pintu mobilnya dan mengarahkan aku masuk, memakaikan beltset dan segera pergi dari sana.

“whatt?!!! maksud Pak Manager apa sih?!”

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos
Sem comentários
15 Capítulos
ตอนที่ 1
ในห้องนอนกว้างร่างบางขาวเนียนของหญิงสาว ใบหน้าสวย ตอนนี้ขึ้นสีแดงระเรื่อชวนมอง ชายหนุ่มที่กำลังมึนเมาอยู่กำลังคลอเคลียใกล้ใบหน้าหวานละมุนนี้ด้วยความเสน่หา คืนนี้ความตั้งใจจะหาคนที่ตรงสเปคมานอนเป็นเพื่อนอยู่แล้ว“โอ้ย มึนชะมัดเลยอะ แล้วเดี๋ยวนะนี่ใครอะ” หญิงสาวจับใบหน้าของเขาเอาไว้เพื่อเพ่งมองแต่ก็ไม่สามารถมองให้ชัดได้“คุณยอมตามมาเองนะ”“ตามมาอะไรกัน” ตาปรือจนจะหลับอยู่แล้ว แต่ยังฝืนเอาไว้“แล้วเมื่อกี้บอกว่าอะไร ถ้าจ่ายมากพอจะตามมาไง”“จ่ายเหรอ ก็ดี ๆ จ่ายมาเลย นี่พร้อมเพย์” เธอคว้าโทรศัพท์ในกระเป๋าออกมาให้เขาโอนเงินชายหนุ่มอยากจะได้คนตัวขาว ผิวนุ่ม หุ่นดีระดับพรีเมี่ยมตรงหน้านี้อยู่แล้วจึงยอมโอนเงินให้แต่โดยดี แล้วถือว่าวันนี้เขาได้ซื้อแล้ว และไม่คิดจะเกรงใจเพราะเขาอยากได้ของที่มันอัดแน่นด้วยคุณภาพอยู่แล้ว“เรียบร้อยแล้ว เริ่มเลยแล้วกันนะ” เขาโยนทุกอย่างออกห่างจากตัว และเริ่มไล่จูบไปตามใบหน้า ลำคอระหง ดึงสิ่งกีดขวางของทั้งสองออกจากกาย“เดี๋ยวสิอะไรของแกเนี่ย ปล่อยก่อนสิ”“ผมไม่อยากรออีกแล้วขอเถอะ”ร่างบางระหง บิดส่ายไปมาเพราะความรู้สึกบางอย่างตีตื้นขึ้นมาในอก อกภูเขาไฟตั้งชูชันล่อ
Ler mais
ตอนที่ 2
เมื่อมีคนมากดอินเตอร์คอมหน้าห้องพัก เมื่อเห็นว่าเป็นใครแล้วเขาก็บอกว่าเป็นคนที่จะพาเธอลงไปจากชั้นนี้ ทำให้ฟ้าไม่มีเวลาจะคิดอะไรแล้วจึงเปิดประตูออกไปแล้วตามเขาลงมาจากห้องชั้นบนสุด เมื่อมาถึงล้อบบี้ด้านล่างแล้ว มีรถจอดอยู่เพื่อพาเธออกไปจากที่นี่ เมื่ออยู่บนรถและใช้เวลามาสักพักเธอจึงหยิบโทรศัพท์ขึ้นมา พยายามเลื่อนหาสาเหตุอะไรก็ได้ว่าเธอมาอยู่ตรงนี้ได้อย่างไรพอเห็นข้อความบางอย่างในไลน์ที่ เอพริล เจ้าของโมเดลลิ่งที่เธอทำงานร่วมด้วยนั้นส่งอะไรบางอย่างมาให้ เธอเลื่อน ๆ ดูแล้วก็พอจะรู้ว่าเมื่อคืนเกิดอะไรขึ้นบ้าง จำได้ว่ารับงานเอนเตอร์เทนแขก VIP กลุ่มหนึ่ง แล้วก็ดื่มกับพวกเขาเข้าไปมากพอสมควรและ....อาจจะโดนหิ้วกลับมาซึ่งมันไม่ใช่จุดประสงค์ของการทำงานในครั้งนี้โอ้ย แล้วมันเกิดขึ้นได้ยังไงวะเนี่ยโทรศัพท์มือถือของฟ้าสั่นเพราะมีคนโทรเข้ามา และเบอร์ที่โชว์นั่นคือ เอพริล เจ้าของโมเดลลิ่งของฟ้านั่นเอง ซึ่งเธอเป็นคนจัดการดูแลเรื่องงานต่าง ๆ ให้ฟ้า และงานเมื่อคืนที่สติขาด ๆ หาย ๆ นี่ด้วย เมื่อรับสายปุ๊บก็โดนอีกฝ่ายแผดเสียงใส่ทันที“ยัยฟ้าเมื่อคืนเธอไปกับใครที่ไหนกัน”“ก็อยู่กับแขก วีไอพีของพี่ทั้งคืน
Ler mais
ตอนที่ 3
ท่อนล่างของเธอเริ่มรู้สึกชื้นแฉะ และยังเต้นตุบ ๆ เหมือนเชิญชวนให้เขาได้เข้ามาสัมผัสมันอย่างใกล้ชิดมากขึ้น เมื่อชายหนุ่มมองเห็นมันอย่างถนัดตาแล้วลิ้นชื้นจึงเข้าไปสัมผัสจนทำให้หญิงสาวรู้สึกเสียวแปลบขึ้นมาเพราะถูกกระตุ้นจากปลายลิ้นของเขา การเคลื่อนไหวนั้นไม่มีความเกรงใจ มีเพียงความตั้งใจจะสำรวจทุกซอกทุกมุมถึงส่วนที่ลึกที่สุด เมื่อสำรวจจนมันฉ่ำเยิ้มได้ที่แล้วชายหนุ่มจึงใช้นิ้วยาวสอดคว้านเข้ามาถึงส่วนที่ลึกจนแผ่นหลังลอยขึ้นจากที่นอนโดยไม่รู้ตัว ความเปียกลื่นกระจายไปทั่วทั้งผนังช่องทาง หญิงสาวเกร็งไปทั่วตัวเมื่อนิ้วแข็งเสียดสีกับผิวอ่อนด้านใน นิ้วขยับเคลื่อนไหวคล้ายจะขยายปากทางให้กว้างขึ้นอ๊า.... เสียงหวานของเธอดังขึ้นเพราะสิ่งที่กระทำนั้นมันทำให้รู้สึกซ่านไปทั้งร่างเมื่อเห็นว่าช่องทางพร้อมกับกับสิ่งที่ใหญ่โตกว่านิ้วแล้ว เขาจึงนำความเป็นชายร้อนผ่าวถูทาบเข้ามายังช่องทาง สะโพกถูกยึดเอาไว้แน่นล่วงผ่านเข้ามา ส่วนที่เชื่อมโยงนั้นบีบรัดอย่างเร่าร้อน ต่างฝ่ายต่างเรียกร้องร่างกายของกันและกัน ส่วนลึกจ้วงแทงครั้งแล้วครั้งเล่าโดยไม่เว้นระยะ ในอกสะท้านวาบกับการกระทั้นกายเข้าออกโดยไม่ยั้งแรงใด ๆ จงใจ
Ler mais
ตอนที่ 4
เมื่อผ่านค่ำคืนที่เร่าร้อนกันไปแล้ว ยามเช้าที่แสงจากดวงอาทิตย์ฉายเข้ามาสู่ห้องนอนที่แสนเย็นฉ่ำจากแอร์คอนดิชั่นเนอร์ที่เปิดเอาไว้ในอุณหภูมิที่ทำให้ทั้งสองคนได้รับความสบาย และกอดกันและกันเอาไว้ทั้งคืนร่างกายบอบบางที่เปลือยเปล่ามีผ้าห่มมาคลุมให้ตั้งแต่เมื่อไหร่เธอจำไม่ได้ แต่ตอนนี้เธอรู้สึกถึงสิ่งที่คั่งค้างภายในกายจึงจะลุกขึ้นไปทำความสะอาดร่างกายก่อน แต่เขาที่ถึงแม้จะหลับตาอยู่ แต่ก็สามารถรั้งร่างเล็กนั่นให้ลงไปนอนเคียงข้างได้หญิงสาวขมวดคิ้วน้อย ๆ เพราะมันรู้สึกถึงความประหลาดใจเมื่อคืนเท่าที่จำได้พวกเขาก็เรียกได้ว่ามีความสุขจนแทบล้นแล้วนะ แต่นี่เหมือนเขาอยากได้ตัวเธอขึ้นมาอีกครั้งอย่างนั้นแหละ เพราะเรือนกายใต้ผ้าห่มที่ตอนนี้ร่างทั้งสองเปลือยเปล่าทั้งคู่ มันมีอะไรบางอย่างเสียดสีที่ตรงขาเธอชายหนุ่มลืมตาขึ้นมองแล้วกดจูบลงบนแก้มนิ่มของฟ้า อ้อมกอดปลอบประโลมด้วยปลายนิ้วที่ลูบขึ้นลงแผ่นหลังอย่างทะนุถนอม ร่างกายของพวกเขาตกอยู่ในวงแขนของกันและกัน สายตาของทั้งสองประสานเชื่อมความรู้สึกภายในใจ ปลายจมูกของเขาซุกไซ้ลงมาที่ซอกคอ พร้อมกับลมหายใจถี่กระชั้น ความรู้สึกหวาบหวามจากการสัมผัสปัดป่ายไปทั่วต
Ler mais
ตอนที่ 5
เมื่อการทำงานของฟ้าจบลงแล้ว ต่างคนต่างแยกย้ายและเขาเองก็ไม่มีท่าทีจะตามหาตัวของฟ้าเลย ทำให้เธอคิดแล้วว่ามันคงจะเป็นเพียงความพลั้งเผลอของเราทั้งคู่ ซึ่งจริง ๆ แล้วเขาก็มีคุณสมบัติที่น่าคบหาอยู่เหมือนกัน แต่ฟ้าก็รู้ว่าไม่ได้มีอะไรที่เหมาะสม เพราะเขาเป็นนักธุรกิจที่น่าจะอยากได้คนสวยและมีชื่อเสียงมากกว่าเธอ มาเป็นแฟนจริง ๆ ของเขา ส่วนความสุขข้ามคืนแบบนี้ก็น่าจะเป็นเรื่องปกติของเขา ซึ่งเธอเองก็เป็นหนึ่งในนั้นฟ้ากลับมาเรียนเหมือนเดิม แล้วไม่ได้มีงานที่ติดกันจนทำให้ชีวิตเริ่มน่าเบื่อเข้าไปทุกที ช่วงนี้ทำให้เหงามาก ฟ้าจึงลองหันไปใช้โซเชียลเพื่อสร้างตัวตนในโลกแห่งนั้นขึ้นมาด้วยความที่มีหน้าตาดีอยู่แล้ว หุ่นดี ทำให้ผู้คนสนใจได้ไม่ยากนักแอคเค้าท์มีคนตามหลักแสน งานก็เข้ามารัว ๆ จนไม่สามารถหาเวลามารู้สึกเหงาได้ในบริษัทแห่งหนึ่งที่วันนี้ที่พิทยาได้เข้ามาเพื่อประชุมโปรเจคใหม่ที่กำลังจะเกิดขึ้นในอีก 3 เดือนข้างหน้าเมื่อนั่งฟังการพรีเซนต์ของบริษัทที่เข้าร่วมการทำงานในครั้งนี้ พิทยาฟังไปดูโทรศัพท์มือถือไปเพราะเขาไม่ได้มีส่วนร่วมในงานนี้มากนัก เขาได้มอบให้ฝ่ายอื่นทำไปแล้ว ตัวเขาแค่จะมาดูเรื่องความพร
Ler mais
ตอนที่ 6
เขาเดินมานั่งเก้าอี้ด้านข้างของเธอ แล้วเอ่ยถามขึ้นมาท่ามกลางความเงียบจนทำให้ฟ้าสะดุ้งเล็กน้อย เพราะคิดว่าเขาจะขึ้นไปบนห้องกับนางแบบคนนั้นแล้ว“มาทำอะไรตรงนี้คนเดียวครับฟ้า”ใบหน้าหญิงสาวบ่งบอกถึงความตกใจอย่างเห็นได้ชัด“เอ๊ะเมื่อกี้ คุณเข้าไปแล้วนี่คะ”“เมื่อกี้เห็นผมด้วยเหรอ”ฟ้าไม่อยากพูดอะไรต่อแล้ว อีกอย่างไม่อยากเผชิญหน้ากันในสถานการณ์แบบนี้เลย จึงเลี่ยงจะขึ้นห้องนอนไปพักผ่อนเพราะพรุ่งนี้ยังต้องมีถ่ายอีก“อืม ตอนนี้ดึกแล้วจริง ๆ ด้วยถ้าอย่างนั้นฉันไปก่อนดีกว่าค่ะ”“มานั่งตรงนี้ตั้งแต่เมื่อไหร่เนี่ย ดูสิน้ำค้างเต็มเลย” ผมของเธอเปียกเล็กน้อยเนื่องจากน้ำค้างที่หยดลงมาจากที่ไหนเธอเองก็ไม่รู้ตัว “เดี๋ยวจะป่วยเอานะครับ”“ค่ะ ขอตัวก่อนนะคะ”พอเธอจะไปจริง ๆ พิทยารั้งเธอเอาไว้ให้เดินไปด้วยกัน ซึ่งฟ้าเองก็ไม่อยากจะทำแบบนี้แต่เขาไม่ยอมปล่อยมือที่เอื้อมมาจับมือเธอเอาไว้ทำให้ขยับไปไม่ถนัดนักทั้งสองคนเดินเข้าไปในลิฟต์ด้วยกัน“เดี๋ยวคุณ นั่นไม่ใช่...”“ไปด้วยกันนี่แหละ”ดีที่ในลิฟต์ไม่มีใครอยู่เลย จึงทำให้พิทยากล้าจะกอดรวบตัวของฟ้าเอาไว้ทั้งตัว ไม่ให้เธอหนีเขาไปได้ แล้วพาเธออกมาจากลิฟต์ด้วยกัน
Ler mais
ตอนที่ 7
ช่วงเช้าทุกคนยังคงทำงานอยู่ และฟ้ายังคงต้องลงมาทำงานในความเพลียของตัวเองแบบนั้น ทำให้พี่เลี้ยงที่ตามมาสงสัยกับอาการแปลก ๆ ของเธอ ร่องรอยที่ปรากฏให้เห็นจาง ๆ นั่นก็มีคนตั้งข้อสังเกตแต่ก็ไม่ได้โฟกัสมันเท่าไหร่เพราะต่างคนต่างก็รู้อยู่แล้วว่าวงการนี้มีหลายรูปแบบพวกเขาถ่ายงานกันจนเสร็จแล้วจึงปิดกองแล้วพากันไปเก็บของเตรียมตัวบินกลับในคืนนี้ ฟ้าวันนี้ทั้งวันยังไม่เห็นพิทยาเลย จนมีทีมงานบอกว่าเขาบินกลับไปแล้วตั้งแต่ตอนบ่ายแค่นี้เธอก็รู้แล้วว่าถึงอย่างไร เธอเองก็แค่ของเล่นยามที่เขาไม่มีใครเท่านั้น เมื่อทำงานจบแล้ว ได้รับค่าจ้างมาแล้วเธอก็ไม่มีสิทธิ์ไปเรียกร้องอะไรมากไปกว่านี้หลังจากนั้นฟ้ากลับมาอยู่ในโลกความเป็นจริงของตัวเอง เมื่อชีวิตรักมันไม่สมหวังก็คงต้องพึ่งพาโซเชียลให้ความรักวิ่งเข้ามาหา คนเราเมื่อต้องอยู่คนเดียวก็ชอบคิดอะไรฟุ้งซ่านแบบนี้เสาร์อาทิตย์ที่เธอว่างจึงลองหาทะเลที่สวย ๆ สงบ ๆ ไปเที่ยวกับเพื่อน ๆ บ้าง สมัยมัธยมฟ้ามีเพื่อนกลุ่มเดียวกันอยู่ และครั้งนี้มีเพื่อนคนหนึ่งที่ไปเรียนไกลถึงเชียงใหม่อยากไปเที่ยวทะเล จึงลองนัดเพื่อน ๆ กลุ่มเดียวกันไปและฟ้าที่ยังคงอยู่ในกลุ่มนั้นด้วยถึงแม
Ler mais
ตอนที่ 8
ทั้งที่คิดว่าหัวใจจะไม่ต้องรู้สึกอะไรกับเขาแล้ว แต่มันก็ทำได้ยากเหลือเกิน การที่มีความสัมพันธ์กันมาแล้วนั้นทำให้มันติดเป็นความทรงจำในหัวที่ยังเอาออกไปไม่ได้ เมื่องานจบลงแล้วฟ้าเปลี่ยนเสื้อผ้าจะออกมาจากสถานที่แต่งตัวเพื่อไปลานจอดรถของตัวเอง แต่เขาคนนั้นเหมือนยืนรออยู่หน้าลิฟต์เธอจำเป็นต้องเดินไปทางนั้นเสียด้วย“ไม่ได้เจอกันนาน คุณยังจำผมได้อยู่ใช่ไหม”“ทำไมจะจำไม่ได้ล่ะคะ” เธอยิ้มฝืน ๆ ไปให้เขา“ดีใจจังที่ยังจำกันได้วันนี้คุณควรจะว่างได้แล้วมั้ง”“เอ่อ...ไม่ว่างค่ะต้องกลับบ้านไปทานข้าวกับที่บ้าน”“อย่างนั้นเหรอ” เขามีท่าทีครุ่นคิดอะไรอยู่ครู่หนึ่งแล้วพูดออกมาหน้าตาเฉยว่า“ผมไปด้วยสิ”ฟ้าถึงกับไปไม่เป็นเพราะเขามาทางนี้แล้ว แล้วเธอจะออกทางไหนดีไม่น่าเชื่อไฮโซเพล์บอยจะมาตามตื๊อเธอไม่เลิกแบบนี้ แต่เธอก็ทำอะไรไม่ได้แล้วเขาก็พยายามจะตามมาให้ได้จริง ๆ อย่างที่เขาบอกเอาไว้เสียด้วย ที่บ้านของฟ้าเป็นร้านขายข้าวแกงที่วันนี้ขายหมดแล้วเพราะเย็นมากแล้ว อีกอย่างแม่กับพ่อของเธอไม่ได้มีกำลังมากพอจะทำเยอะให้ได้ขายได้จนถึงมืดค่ำพอลูกสาวคนโตกลับมาที่บ้านพ่อกับแม่ก็ไม่ได้สนใจเพราะปกติเย็นวันอาทิตย์บางอาท
Ler mais
ตอนที่ 9
เมื่อมาถึงสถานที่ต้องมาทำงานกับเพื่อน ฟ้ารู้สึกแปลก ๆ แต่ไม่ได้มั่นใจนักว่ามันจะมีเรื่องอะไรจะต้องรู้สึกว่ามันไม่น่าไว้ใจอย่างไรก็ไม่รู้ แต่เพราะเพื่อนที่ทำท่าทางเกร็ง ๆ อยู่ข้าง ๆ แล้วต้องพยายามทำให้เพื่อนรู้สึกหายกังวล แล้วพากันไปจนถึงสถานที่ที่ทางคนว่าจ้างจองเอาไว้ในห้องนั้นเป็นห้องแขก VIP แสงสว่างสลัว มีจอขนาดใหญ่เพื่อเอาไว้ร้องเพลงได้ ตอนนี้ภายในห้องนั้นมีคนมาแล้วสองสามคน พร้อมทั้งพริตตี้ที่ถูกจ้างมาแล้วอีกสองคนด้วย เพื่อนของฟ้าและตัวฟ้าเองนั่งลงตรงที่ว่าง เมื่อคนจัดงานหันมาเจอจึงรีบเข้ามาหาเพื่อนและฟ้าทันที“น้ำเมยมาแล้วเหรอ นี่ใช่ไหมที่บอกว่าจะชวนเพื่อนมาด้วย”“ใช่ค่ะ คุณอนุญาตนี่คะ”“เปล่าไม่ได้ว่าอะไรเลยครับ แค่รู้สึกว่าคุณฟ้านี่งานดีมากจริง ๆ”“ขอบคุณนะคะ” ฟ้ารู้สึกแปลก ๆ กับเขาขึ้นมาคำพูดมันคล้ายกับว่ารู้จักเธอมาจากที่ไหนอย่างนั้นแหละ“สาว ๆ หาอะไรดื่มได้เลยนะครับ มีเตรียมไว้ทางโน้นนะ เดี๋ยวผมต้องออกไปรับเพื่อนเจ้าของวันเกิดเสียหน่อย ถ้าอีกสักพักมีคนมาเพิ่มไม่ต้องตกใจนะครับ คืนนี้ปาร์ตี้ถึงเช้าแน่นอน”เขาออกไปแล้วโดยที่เพื่อนของเขาอีกสองคนไม่ได้ตามไปด้วยแล้วเดินไปทางมุมอาห
Ler mais
ตอนที่ 10
“มันก็แล้วแต่พฤติกรรมของเธอด้วย”“ยังไงคะ”“อยู่ด้วยกันตลอดใน 3 ชั่วโมงนี้ห้ามคิดจะหนีออกไหนเด็ดขาดเพราะเธอเองก็ใช่ว่าจะปลอดภัยเห็นไหม”เขามองไปที่ด้านหลังมีชายหนุ่มอีกสามสี่คนที่มองมาทางพวกเขา ซึ่งพิทยายืนใกล้กับฟ้ามากแทบจะสิงร่างกันได้อยู่แล้ว แบบนี้ใครที่เห็นก็คิดว่าฟ้าเองก็ขายบริการพิเศษเหมือนกัน ทำให้ใครก็มีสิทธิ์ทำอะไรก็ได้ภายในเวลาที่กำหนด ถ้านอกเหนือจากนี้แล้วพวกเขาจะต้องรับผิดชอบเมื่อเกิดความเสียหายขึ้นตอนนี้ฟ้าอยากให้เพื่อนกลับไปอย่างปลอดภัยก่อนเพราะเชื่อว่าเหล้าที่น้ำเมยดื่มไปมันมีสารเสพติดบางอย่างผสมอยู่แน่ ๆเธอจึงจำเป็นต้องยอมตกลงที่จะอยู่ต่อแต่ขอพาเพื่อนกลับออกไปก่อน น้ำเมยหลับเหมือนไม่รู้สึกตัวในห้องน้ำหลังจากที่พามาพักเพื่อหลบคนที่จะฉวยโอกาสพวกนั้นด้วย“คุณจะพาน้ำเมยออกไปจากที่นี่ได้ยังไงคะ”“ตามผมมา”พิทยาอาสาพาไปเองด้วยเส้นทางพิเศษด้านหลังที่มีทางออกลับเอาไว้เพราะที่นี่ก็สร้างมาเพื่อคนเทา ๆ พวกนี้อยู่แล้ว พอพาออกมาสู่ทางเดินที่ทอดยาวไปด้านหลัง รถที่เขาให้มาจอดรออยู่แล้วมารับน้ำเมยที่หลับไปอย่างไม่รู้สึกตัวเลย“ไว้ใจได้ ทั้งสองคนนี้คนของผมเอง” เขาหันมาบอกให้ฟ้าวางใจ
Ler mais
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status