สาววายคนนี้ จะเข้าตารุ่นพี่บ้างไหมนะ

สาววายคนนี้ จะเข้าตารุ่นพี่บ้างไหมนะ

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-23
โดย:  M. Wanisa จบแล้ว
ภาษา: Thai
goodnovel12goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
5บท
619views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

รุ่นพี่ออทัมน์ พระเมะ ที่ทั้ง หล่อสวย บ้านรวย ครบจบในคนคนเดียวกัน . มีดีกรีเป็นถึงดาวมหาลัย แถมยังได้เกียรตินิยมอันดับ 1 อะไรจะเว่อร์วัง ขนาดนั้นนนน.... . มาเอาใจช่วย ชานม กันนะค้า..

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

โพซ้ายแห่งชาติ

“Ada acara apa ya, Pak Agung? Kenapa di depan rumah banyak mobil?” tanyaku pada sopir pribadiku.

Jam satu siang, aku baru pulang kuliah dan langsung melihat banyak mobil terparkir di depan rumah. Termasuk mobil milik kekasihku. Aku benar-benar tidak tahu ada acara apa di dalam, karena kedua orang tuaku maupun kakakku tidak memberi tahu apa pun.

“Bapak juga nggak tahu, Neng… Tapi sebelum berangkat jemput, Bapak melihat Mas Daren datang bersama keluarganya.”

Senyumku langsung merekah mendengar ucapan Pak Agung. Apa Daren datang untuk melamarku? Tapi kenapa cepat sekali? Bukannya dia bilang akan datang setelah aku lulus?

Daren pernah bilang bahwa ia akan datang ke rumah bersama orang tuanya setelah aku lulus kuliah. Sementara sekarang aku masih dalam tahap menyusun skripsi, bahkan belum tahu kapan aku akan lulus. Jadi kenapa Daren tiba-tiba muncul tanpa memberi kabar apa pun?

Apa ini sebuah kejutan darinya? Hatiku langsung meletup membayangkannya. Dengan cepat aku keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah.

“Aku pulang…!” sapaku riang dengan suara melengking.

Namun begitu masuk, semua perhatian langsung tertuju padaku. Langkahku terhenti, dan aku hanya bisa tersenyum canggung ketika melihat tatapan tajam dari Ibu. Mataku kemudian mencari sosok Daren, dan ketika menemukannya, senyumku muncul begitu saja.

Aku berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya.

“Alina, ngapain kamu duduk di situ? Sini!” tegur Ibu sambil menepuk tempat di sampingnya, menyuruhku pindah.

Mau tak mau, aku segera bangkit dan pindah duduk. Kedua orang tuaku memang belum tahu bahwa aku berpacaran dengan Daren. Aku belum pernah mengajaknya ke rumah atau memperkenalkannya secara resmi. Daren sendiri pernah bilang bahwa ia belum siap bertemu keluargaku.

Satu-satunya yang tahu tentang hubungan kami hanyalah kakakku, karena beberapa kali ia tak sengaja memergoki kami saat sedang berkencan di mal.

Karena itulah, Ibu mungkin mengira aku tidak sopan duduk di samping seseorang yang belum kukenal.

“Ini anak bungsumu, ya, Jeng?” tanya seorang wanita pada Ibu. Dari wajahnya, aku bisa menebak bahwa beliau adalah ibu dari Mas Daren—keduanya punya kemiripan yang tak bisa disangkal. Dan pria yang duduk di sampingnya pasti ayahnya.

Ayah Daren adalah seorang pengusaha sukses yang bisnisnya tersebar di mana-mana. Tak heran banyak wanita mengagumi dan menyukai Daren; ia adalah pewaris tunggal dari keluarga yang begitu mentereng itu. Dan aku… aku selalu merasa sangat beruntung bisa memilikinya.

“Iya, Jeng…” jawab Ibu sambil tersenyum.

“Cantik sekali.”

Mendengar pujian itu, pipiku langsung panas. Aku memang sering dipuji cantik, tapi mendengarnya langsung dari orang tua Daren… rasanya jauh berbeda. Seolah ada sesuatu yang menggelitik hatiku, antara malu, bangga, dan gugup campur jadi satu.

“Terima kasih, Tante…” ucapku tersenyum manis ke arahnya

“Ah…nggak juga, Jeng…lebih cantik anak sulungku.”

Aku langsung diam saat ibuku mengatakan itu, ku tatap dirinya yang sedang merangkul kakakku yang sedang tersipu malu sama seperti aku tadi. Aku tersenyum kecil walau sedikit pedih, ini bukan pertama kalinya ibu memuji kakak dan mempermalukanku.

Sudah berulang kali ibu melakukannya, setiap kali mereka datang ke pesta kolega. Ibunya pasti akan selalu menyanjung kakaknya dan tak mempedulikannya. Kadang aku merasa bukan anggota keluarga ini.

Andai ayah tak perhatian padaku. Mungkin aku sudah memanggap diriku adalah anak pungut. Tapi setiap kali ibu berkata jahat akan ada ayah yang selalu membelaku dan kini aku melihat senyuman tulus ayah padaku, seolah memberi penenang untukku

“Karena semua anggota keluarga sudah di sini. Bagaimana kalau kita lanjutkan pembicaraan tadi.” Ayah Daren tiba-tiba berbicara, aku tak tau pembicaraan apa yang sebelumnya mereka bicarakan. Apa mereka membicarakan tentang lamaranku?

Aku buru-buru menatap Daren, mencari jawaban dari sepasang mata yang selalu membuatku tenang. Tapi Daren justru menunduk, menghindari tatapanku. Dadaku langsung terasa sesak. Ada apa sebenarnya? Kenapa hanya aku yang tidak tahu apa pun?

Lalu aku kembali menyapu ruangan dengan pandangan dan aku baru sadar pakaian mereka semua tampak rapi dan mewah, termasuk kakakku. Dan hanya aku yang datang dengan pakaian seadanya.

Benar-benar seperti orang luar di rumah sendiri.

“Pembicaraan apa, ayah?” tanyaku menatap Ayah meminta penjelasan.

Ayah tersenyum padaku. “Hari ini kakakmu di lamar sama Nak Daren, mereka akan melangsungkan pernihakan dua bulan lagi.”

Duniaku runtuh seketika mendengar ucapan Ayah. Kenapa kakakku? Kenapa bukan aku? Padahal yang berpacaran dengan Daren di sini adalah aku. Kakak tahu itu—ia tahu semuanya.

Lalu kenapa dia menerima lamaran Daren? Apa selama ini mereka punya hubungan di belakangku? Apa mereka berselingkuh? Pertanyaan-pertanyaan itu tak henti-hentinya muncul, memenuhi kepalaku hingga terasa mau pecah.

“Kamu senang kan, kakakmu mau menikah?” tanya Ibu. Aku menoleh dan memaksakan senyum tipis, menutup luka yang semakin dalam di hatiku.

Pandangan mataku kemudian jatuh pada kakak. Ia menunduk, seolah tak berani bertemu tataku. Entah itu karena malu, merasa bersalah… atau hanya berpura-pura. Namun aku bisa merasakan sesuatu yang lain—seakan ada kegembiraan tersembunyi karena sekali lagi, ia berhasil merebut apa yang menjadi milikku.

Selama ini aku selalu mengalah untuknya. Kasih sayang Ibu? Dia yang mendapatkannya. Setiap barang yang aku punya dan ia inginkan, Ibu selalu berpihak padanya—membiarkan aku menangis dan memberikan semuanya kepada kakak. Dan sekarang… bahkan kekasihku pun ia rebut.

“Selamat ya, Kak…” ucapku dengan suara yang bergetar, penuh luka yang berusaha kutahan. “Sekarang kakak menang—lagi.”

Tanpa menunggu reaksi siapa pun, aku langsung bangkit dan melangkah pergi. Suara Ayah memanggilku terdengar samar, memintaku kembali. Ibu bahkan sempat meneriaki, menyebutku tidak sopan.

Tapi aku tidak peduli.

Biarlah.

Untuk sekarang, aku hanya butuh menjauh. Butuh ruang untuk bernapas, untuk menenangkan diri dari rasa sakit yang begitu dalam hingga membuat kakiku hampir tak sanggup melangkah.

Sesampai di kamar, aku menutup pintu pelan dan bersandar di belakangnya. Sayup-sayup, suara mereka masih terdengar dari ruang tamu, membahas kebahagiaan yang tidak seharusnya menjadi milik kakakku.

Aku menekan dadaku dengan kuat. Rasanya sesak. Sakit. Mendengarkan orang yang kita cintai akan menikah dengan orang lain itu sudah menyiksa…tapi jika orang itu adalah kakak kita sendiri?

Rasanya jauh lebih hancur.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ
ไม่มีความคิดเห็น
5
โพซ้ายแห่งชาติ
“สวยจัง....”​“นั่นดิ คนหรือนางฟ้าวะ แม่งงงโคตรสวย”​“สวยเหมือนไม่มีอยู่จริง สวยเกินไปมั๊ยยย...” เราทั้งสามนั่งบนสแตนเชียร์ กำลังโฟกัสจุดหมายเดียวกัน รุ่นพี่ออทัมน์ ปี 4 คณะเศรษฐศาสตร์ ตัวท๊อปของคณะและมีดีกรีเป็นถึงดาวมหาลัย แถมยังเรียนดีได้เกียรตินิยม อันดับ 1 สวยครบจบในที่เดียว สวย 360 องศา สวยเว่อร์ สวยครบวงจร สวยแบบ one stop service ขนาดเป็น ผญ. เหมือนกันแท้ๆ ยังละสายตาไม่ได้ “พวกมึงว่า แก๊งค์ลูกเป็ดอย่างเรา จะมีโอกาส ได้ขึ้นไปยืนตรงนั้นไหม” ลูกพีช ฉายาว่า เป็ดปักกิ่ง (ลูกครึ่งไทย-จีน)มันกำลังจับจ้องไปที่พี่คนสวยคนนั้น ซึ่งยืนบนเวทีตรงกลางสนามอย่างไม่ละสายตา ดูเหมือนว่ารุ่นพี่กำลังซ้อมโชว์เปิดงานกีฬาสี “มึงใจเย็นๆ เขาคัดหน้าตานะ” ยัยเป็ดปักกิ่งโดนดับฝัน ถูกอีมะเฟืองเพื่อนในแก๊งค์ฉายาเป็ดเทศ (หุ่นจัมโบ้ ไซส์ XXXL)หลอกด่าว่าขี้เหร่ “จริง เลิกฝันแล้วมาตั้งใจซ้อมเถอะ ขี้เกียจมาซ่อมแล้ว เหนื่อยจะแย่” คนอื่นผ่านหมดยกเว้นพวกเรา ที่ยังจำท่าไม่ได้ เลยต้องมาซ่อม มาทบทวนความจำกันใหม่ อ้อ ลืมแนะนำตัว ฉันชื่อชานม ฉายาเป็ดโปร คงเป็นเพราะเรียนเก่ง โปรเฟสชั่นแนลเลยต้องเป็นเดอะแบกของแก๊งค์ ตัวเ
อ่านเพิ่มเติม
เล่นกับใจสาววาย
​“เจ้านกน้อย คล้อยบินสู่เวหา เจ้าถลาเล่นลมสมฤดีบิน บิน ถลา ถลาเล่นลม บินล่อง บินลอย (ซ้ำ)อั่งกาลี้ สี้ลา อั่งกาลู้ อั่งกาลู้ สี้ลา กาลิซึมซึม ก้าลิก้า ลิก้า ลิซึม กาลิก่า ลิซึมก้าลิก้า ลิก้า ลิซึม กาลิก่า ลิซึม”….. ​“แดดร้อนชิบเป๋ง”​“จะบ่นเพื่อ ก็ร้อนเหมือนกันหมดนั่นแหละ”​“อีมะเฟืองเอาตัวมึงมาบังแดดให้กูดิ”​“มึงหาว่ากูอ้วนหรา”​“เออดิ”​“อีเพื่อนชั่ววว”​“แหม อีคนดี”​“โอ้ยยย หุบปาก! ทั้งคู่ กูรำคาญ มีอะไรก็ค่อยๆ ตีกัน แดดยิ่งร้อนอยู่ หัวกูจะระเบิดละ” พวกบ้านั่นมัวแต่เถียงกันอยู่ได้ ไหนแดดจะร้อน ไหนต้องมานั่งฟังพวกมันเถียงกันอีก ใครก็ได้ ช่วยเอาฉันออกไปจากตรงนี้ที ​“และแล้ว ก็มาถึงช่วงเวลาสำคัญ ขอเชิญทุกท่านพบกับโชว์สุดพิเศษของเราเลยครับบบบ....”พวกเรานั่งอยู่บนสแตนด์เชียร์ของสีแดง โดยมีสแตนด์เชียร์สีเหลือง สีฟ้า และสีเขียว ประกบข้าง สแตนด์เชียร์ที่ล้อมเวทีตรงกลางไว้ ซึ่งวันนี้เป็นพิธีเปิดงานกีฬาสี และมีโชว์พิเศษที่กำลังจะเริ่มต้นขึ้น ทุกคนจับจ้องไปยังจุดเซ็นเตอร์ ​“เชี่xx!! พี่ออทัมน์ออกมาแล้ว”​“โห้ววว โคตรจึ้ง โคตรปัง”​“เหมือนนางฟ้าเลย” ฉันเป็นหน่วยเสริมอีกคน ​การแสดงจบ
อ่านเพิ่มเติม
ชีเสิร์ฟเก่งนะ
​“เป็นใครหรอ ฮึ เป็นแฟนรุ่นพี่ไงคะ” อัญญา หน้าด้านไปไหม เป็นคนนอกใจก่อนแท้ๆ ยังมีหน้ามาบอกอีกว่าเป็นแฟนรุ่นพี่ ช่วยมีสามัญสํานึกบ้าง ​“อ้อ เลิกกันแล้วสินะ เร็วกว่าที่คิด ทำไมอ่ะ ไอ้ตะวันมันไม่เร้าใจ เหมือนพี่หรอ...” หู้ววว แรงไม่แผ่วเลยนะ ตบกันเล้ยย หนูจะเป็นกำลังเสริมให้รุ่นพี่เองค่ะ ​“รู้ใจ อัญญาอีกแล้วนะ หมอนั่นเป็นผู้ชายแท้ๆ แต่สู้ลีลารุ่นพี่ ไม่ได้เลย เสียชาติเกิดชะมัด” รุ่นพี่ออทัมน์แสยะยิ้ม โอ้ยหัวจะปวด นี่กำลังเล่นสงครามประสาทกันอยู่หรอ ​“เสียใจ พี่มีแฟนใหม่แล้ว นี่ไง” ห๊า!!! อยู่ดีๆ รุ่นพี่ก็โอบไหล่ฉัน ดึงเข้าหาตัวเอง เดี๋ยวนะ ฉันไปเกี่ยวอะไรด้วย รุ่นพี่กำลังใช้ฉันเป็นเครื่องมือแก้แค้น ซึ่งฉันไม่โอเคร ​“โกหก อัญญาไม่เชื่อ”​“งั้นดูนี่”​“อุปส์!!!!!!!” เชี่X เอ้ย รุ่นพี่ออทัมน์ดึงฉันเข้าหา มือข้างหน้าโอบเอวไว้ อีกข้างเชยเคยขึ้น ก่อนจะโน้มตัวลงมาจูบ รุ่นพี่ขยับริมฝีปากเบาๆ ฉันสัมผัสได้ถึงความนุ่ม มันนุ่มมาก ลิปกลิ่นพีช หอมเตะจมูก ลมหายใจร้อนผ่าวได้กลิ่นแอลกอฮอล์ตัวแรง ที่พึ่งดื่มเข้าไป ไม่นะ หัวใจฉันมันเต้นแรง ไม่เป็นจังหวะ เกิดอะไรขึ้นหรือว่า...ฉันจะตกหลุมรักรุ่นพี่ เข้าแล
อ่านเพิ่มเติม
พยายามหลบหนี 
ตอนที่ 4 พยายามหลบหนี “จริงหรอ” อัญญาพนักหน้า พร้อมกับโผเข้ากอดรุ่นพี่ออทัมน์อีกครั้ง คราวนี้รุ่นพี่ไม่ปฏิเสธ ไม่มีท่าทีต่อต้านใดๆ วินาทีนั้น มันทำให้คนที่กำลังแอบดูอยู่ตรงนี้ น้ำตาไหลพราก เพราะเข้าใจแล้วว่า ในที่สุดทั้งคู่ก็ลงเอยกัน พี่ออทันม์คงอภัยยัยนั่นแล้ว อะไรวะ นี่กูอกหักหรอ อีลูกพีชมันแช่งไม่ทันขาดคำเลยด้วยซ้ำ สุดท้ายกูก็โดนทิ้งจริงๆ เหมือนคนคั่นเวลา เหมือนที่คั่นหนังสือ อิเชี่xxx!!! แม่งงงงง มันบ้าอะไรวะเนี่ย “ฟึ๊บบบ” คู่รักที่กำลังจุดถ่านไฟเก่า หันควักมามองเสียงแก้วน้ำที่ร่วงจากมือฉัน เหตุเกิดจากร่างกายอ่อนแรงจนมือไม้อ่อน แค่เรี่ยวแรงจะหายใจยังไม่มี “ใครรรร” รุ่นพี่ออทัมน์ถามเสียงดุ แล้วฉันจะยืนซื่อบื้อให้โดนจับได้ทำไม เผ่นสิ อิโง่! ฉันใช้กำลังแรงกายทั้งหมดที่มี พาตัวเองวิ่งหนีออกมาจากตรงนั้น ในขณะที่น้ำตายังไหล ฮืออออออ ทำไมทำกับหนูแบบนี้ คนใจร้าย “ตื้ดดดดด ตื้ดดดด ตื้ดดดดดด....” เสียงสั่นจากสายเรียกเข้ายังคงดังต่อเนื่อง คนโทรมาคือรุ่นพี่ออทัมน์ ฉันที่พึ่งกลับมาถึงห้อง โยนกระเป๋าลงบนเตียง ก่อนจะพุ่งตัวลงไปต
อ่านเพิ่มเติม
ขอบคุณจากใจจริง
ตอนที่ 5ขอบคุณจากใจจริง “ชาลิสา อาจารย์ที่ปรึกษาเรียก” ฉันที่นั่งรอเซ็นต์เอกสารอยู่หน้าห้องพักครู และกำลังคิดอะไรเพลินๆ ถึงกับสะดุ้งเพราะถูกเรียกให้เข้าไปข้างใน เรื่องของเรื่อง ก็อย่างที่บอก ฉันต้องการซิ่วไปคณะอื่น กะว่าจะย้ายมหาลัยด้วยเลย อีกอย่าง มหาลัยใหม่ที่จะย้ายไป ก็อยู่ใกล้บ้านด้วย จะได้ไม่ต้องเช่าหอ ประหยัดค่าใช้จ่ายได้ตั้งเยอะ “อ้าว ออทัมน์ มาพอดีเลย ช่วยอาจารย์หน่อย” หืม...ในขณะที่ฉันกำลังเซ็นต์เอกสารที่โต๊ะอาจารย์ ก็สะดุ้ง เพราะได้ยินชื่อ ที่ไม่อยากได้ยิน พอหันหลังกลับไปดูเท่านั้นแหละ ใจตกไปที่ตาตุ่ม รุ่นพี่ออทัมน์ยืนอยู่ข้างหลัง ให้ตายเถอะ จะบ้า! มาได้ไง หนียังไงก็หนีไม่พ้นจริงๆ “สแกนเอกสารให้ที” “ไม่ทำเองล่ะคะ” “หน่านะ ช่วงนี้ งานยุ่งมาก” ดูเหมือนว่ารุ่นพี่จะสนิทสนมกับอาจารย์ที่ปรึกษาฉัน ก็ไม่แปลก บ้านรวย แถมเป็นถึงดาวมหาลัย ก็ต้องรู้จักคนเยอะแยะมากมาย เป็นธรรมดา เผลอๆ เป็นเจ้าของมหาลัยนี้ด้วยเลยมั้ง “ทำไมถึงอยากซิ่วล่ะ ที่นี่ ไม่ดีหรอ” อาจารย์ที่ปรึกษาถาม ฉันกำลังจะตอบแต่คนข้า
อ่านเพิ่มเติม
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status