Masukสี่สหายขับรถกลับจากปาร์ตี้หลังสอบเสร็จ พวกเขากลับถูกรถฝ่าไฟแดงมาชนแล้วตื่นขึ้นมาพบว่าตัวเองอยู่ในโลกที่เหมือนหลุดออกมาจากซีรีส์จีนโบราณ ทว่ากลับไม่ได้มีส่วนเชื่อมโยงกับประวัติศาสตร์จริง ที่สำคัญ พวกเขาทั้งสี่กลายเป็นสี่เกอแห่งต้าเหอ เกอที่โดดเด่นที่สุดแห่งยุค สี่สหายที่แสบสันไม่ต่างจากในชีวิตจริง ว่าแต่เกอคืออะไรกันน่ะหรือ? ก็คือเพศที่ร่างกายแข็งแรงดั่งบุรุษ ใบหน้าสวยหวานราวกับสตรี และท้องได้น่ะสิ!
Lihat lebih banyak“Ahn...”
Magnus mengerutkan alisnya ketika berdiri di depan pintu suatu ruangan. Dia meraih gagang pintu ruangan tersebut dan memutarnya untuk membuka pintu hingga isi ruangan terlihat olehnya. Seorang gadis yang tengah melebarkan kakinya di kursi langsung terperanjat kaget dan menoleh ke pintu. Pria yang kepalanya berada di antara kedua kakinya langsung terangkat dan melihat ke pintu bersama gadis itu. “Aku ingin bicara dengannya berdua, keluar!” Magnus menatapi pria itu yang langsung bangkit. Cressa, gadis yang hampir meraih puncaknya itu hanya bisa menghela nafasnya sambil memperbaiki rok dan caranya duduk. Wajahnya memerah, antara karena kegiatan panas yang dia lakukan sebelumnya atau justru karena malu baru saja dipergoki oleh tunangannya. “Apa yang kau inginkan?” Cressa menatap ke arah lain, jelas malu atas tindakannya barusan. “Bukankah keluarga Montgomery yang terhormat tidak mengizinkan aktivitas seperti itu sebelum menikah?” ejek Magnus sambil berdiri tegap di depan meja Cressa. Magnus menatapi Cressa yang masih berusaha memperbaiki roknya. Dia melirik nama Cressida Montgomery yang tertera di mejanya. “Langsung ke intinya saja, apa yang kau inginkan?” Cressa menatapi pria yang bersamanya barusan, tersenyum ringan ke arah pria yang menghilang setelah melewati pintu ruangannya. “Aku sebenarnya hanya ingin mengecek keadaanmu di sini. Kelihatannya kau bahkan belum mengerjakan tugas ringan yang diberikan kakakmu. Dia benar soal kau membutuhkanku.” Magnus menatapi meja kerja Cressa yang berantakan. “Aku membutuhkan waktu. Apa menurutmu mudah menemukan negara yang memiliki peluang besar dalam pengembangan—” “Dan kau menyia-nyiakan waktumu untuk bersenang-senang dengan pria asing?” potong Magnus. Cressa menghela nafasnya. “Aku bekerja lebih baik dan lebih fokus setelah aku melepaskan oksitosin. Sekarang keluar dari ruanganku! Kau tidak berhak masuk tanpa izin seperti itu!” Magnus memutar matanya. Dia kemudian berjalan ke belakang meja Cressa, di mana Cressa hanya duduk di tempat duduknya sambil merapatkan kakinya. Cressa menatap Magnus dengan sedikit tegang saat pria itu berada tepat di depannya. “Begitukah? Sangat disayangkan pria itu sekarang sudah pergi meninggalkanmu. Tapi tidak apa, aku ada di sini untuk menuntaskan tugas pria itu yang belum selesai,” ucap Magnus seraya memberikan sentuhan halus di ujung jarinya pada lutut Cressa. “Apa yang kau lakukan?” Cressa menatap Magnus dengan tatapan tajam. “Membantumu agar fokus bekerja. Kau harus bekerja dengan baik. Aku tidak mau mengajarimu cara mengelola perusahaan dengan baik jika kau sendiri tidak bisa menyelesaikan tugas semudah yang telah diberikan kakakmu.” Magnus berdiri di sisi kursi yang diduduki Cressa. Cressa menatapi tangan Magnus yang semakin berani naik perlahan dari lututnya ke pahanya. Ujung jemarinya yang lentik itu menyapu halus pahanya, membuat nafasnya memberat perlahan-lahan. Cressa menahan nafasnya saat jemari Magnus menyingkap roknya. Dia tak bisa menolak ini, tubuhnya sudah hampir mencapai pelepasan sebelumnya, dan Magnus menghentikannya. Dia harus membuat Magnus membayar perbuatannya dengan membantunya meraih pelepasan lainnya. Tangan Magnus sudah menyusup ke rok Cressa dan membuat Cressa menggigit halus bibir bawahnya saat merasakan ujung jemari Magnus mengusap halus bagian paha dalamnya. “Kau menyukainya? Kau terkena kutukan atau semacamnya yang membuatmu harus melakukan ini agar fokus bekerja? Kau benar-benar tak pernah gagal dalam mengejutkanku,” bisik Magnus. Cressa langsung menahan pergelangan Magnus dengan kedua tangannya. Cressa meneguk ludahnya. Dia tidak bisa menolak permainan Magnus, dia sadar itu. “Jangan memasukkan jemarimu, aku masih perawan. Hanya sentuhan,” pinta Cressa. Magnus mengangkat alisnya, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari Cressa. “Kau? Perawan? Aku meragukan perkataanmu.” “Sungguh.” Cressa menatap ke arahnya dengan sedikit menengadah, untuk meyakinkan Magnus. Magnus akhirnya hanya mendecak dan menganggukkan kepalanya untuk mengikuti permintaan Cressa. Yang berakhir dengan dia menenggelamkan wajahnya di antara kaku Cressa. Cressa bergerak gelisah, tangannya berusaha meraih apa pun untuk menjadi pegangan baginya. Hingga dia memegangi rambut Magnus, meremasnya untuk mencari pelampiasan. *** “Sial...” Cressa menutup wajahnya, mengumpat dengan penuh rasa malu karena terbuai. Magnus terlalu halus dalam bertindak, membuat lawannya selalu lengah dalam menghadapinya dan mendapatkan keuntungan dari lawannya yang tengah lengah. Itu membuat Cressa mendecak kesal dan marah. Dia merasa dipermalukan oleh Magnus. Tidak, dia telah mempermalukan dirinya sendiri dengan kepergok olehnya bersama pria lain dan Magnus mengambil kesempatan dari dirinya yang tengah dalam keadaan lengah dan sensitif. “Ada apa, Nona?” tanya sopir yang tengah menyetir untuknya. “Tidak ada. Langsung ke rumah kakakku saja. Magnus akan di sana. Aku harus tahu apa yang akan dia bahas bersama Serenia.” Cressa menghela nafasnya. “Tuan Magnus adalah orang yang luar biasa.” “Apa bagusnya dia? Dia berasal dari keluarga yang sedang diselidiki karena kasus korupsi. Aku yakin dia sedang berusaha mencari kesempatan lewat kakakku yang sedang sakit sampai membuat kakakku setuju menjadikan dia bagian dari keluarga ini. Mungkin dia ingin panjat sosial.” “Meski begitu, Tuan Magnus adalah orang yang kompeten. Tanpa Tuan Magnus setahun belakangan ini, Montgomery mungkin sudah bangkrut.” Cressa menghela nafasnya sambil menatap keluar jendela mobil. Pernikahan yang akan terjadi di antara dia dan Magnus bukanlah keinginannya, melainkan kakaknya. Untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan tahun lalu, dia merekrut Magnus dan membuat kesepakatan dengannya. Magnus menunggunya lulus kuliah untuk menikah. Dia baru pulang dari menuntut ilmu bulan lalu dan dia akan segera menikah dalam dua minggu lagi. “Dia menyelamatkan Montgomery pasti karena dia ingin mendapatkan keuntungan besar.” Cressa memejamkan matanya sesaat. Begitu tiba di rumah kakaknya, Cressa menatapi mobil asing di tempat parkir. “Itu bukan mobilnya Magnus.” Cressa mengerutkan alisnya. Cressa berjalan dan menatapi kakak iparnya yang sedang bersama wanita lain. Melihat betapa beraninya kakak iparnya selingkuh di rumah kakaknya, Cressa langsung berjalan cepat ke arah mereka. Cressa menatapi mereka yang sekarang bermesraan, saling bersandar di dekat kolam. Cressa tanpa mengatakan sesuatu, Cressa langsung mendorong keduanya ke kolam tersebut. Tak jauh dari Cressa berdiri, ada papan peringatan yang mengatakan kalau kolam tersebut dihuni oleh seekor hiu putih besar. Sementara itu, Magnus menatapi mobil yang dia kenali sudah terparkir di sana, dia bisa memastikan kalau Cressa sudah tiba lebih dulu. Magnus keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam. Magnus menatapi Cressa yang sedang menyilangkan tangannya di dekat kolam hiu. Dan dua orang yang sedang panik untuk naik ke daratan hanya ditatap Cressa dengan dingin. Cressa tak memberikan reaksi khusus. “Tolong! Tolong!” Pria dan wanita itu tergesa-gesa berenang ke tepian dengan wajah paniknya. “Apa yang kau lakukan?” Magnus mendekati Cressa sambil menatapnya dengan tatapan tak percaya.บทที่ 109ดวงใจอยู่ในต้าเหอ (ตอนจบ) ดาบทมิฬอาบโลหิตจนชุ่มโชก ทว่าความมุ่งมั่นของผู้ใช้ลับให้คมดาบยังไม่ทื่อ ทุกการตวัดฟันคือการปลิดชีพ ทหารแคว้นหย่งร่วงกราวราวกับใบไม้ แต่ก็ยังไม่เท่าทหารแคว้นชิงเหอ แคว้นแห่งการค้าอันสงบสุขไร้การศึกมานานฝีมือเป็นรองแคว้นหย่งที่ชนะสงครามมาหลายสนามอย่างชัดเจน ถึงกระนั้น เงามรณะก็ยังค้ำจุนพวกเขาอยู่ เป็นดั่งพายุทมิฬที่ไม่เคยล้มและพัดเอาความตายไปสู่กองทัพแคว้นหย่ง ปลุกขวัญกำลังใจทหารแคว้นชิงเหอ แม่ทัพเย่หว่านอวี่มิได้ค้ำจุนเพียงผู้ใต้บังคับบัญชา แต่เขายืนหยัดต่อสู้อย่างกล้าหาญในศึกที่จะแพ้ไม่ได้ เนื่องจากมีคนรอเขาอยู่ที่อีกฟากฝั่งของขอบฟ้า ซูเยว่หยาหอบหายใจอย่างหนักหน่วง เขาฝืนตัวเองให้กลับมานั่งตัวตรง ผ่อนลมหายใจแสนอึดอัดให้กลับมาเป็นจังหวะปกติ ดวงตาเฉียบแหลมปรือขึ้นเล็กน้อยก็หลับลงไปใหม่ ไม่ว่าจะมองกี่ครั้งรอบด้านก็มีแต่สีเขียว เขาเห็นสีเขียวจนจะอาเจียนออกมาเป็นคลอโรฟิลด์อยู่แล้ว สีเขียวเหล่านั้นนำมาซึ่งพลังชีวิตเอ่อท้นท่วมร่าง ในช่วงแรกนั้นพลังชีวิตเหล่านี้เข้ามาเติมเต็มร่างกลวงเปล่าจนทำให้รู้สึกดี แต่หลังจากนั้นพลังชีวิตพวกนี้ก็ไหลบ่าเข้ามาในร่างอ
บทที่ 108งานแต่งที่เอิกเกริกที่สุดในเมืองหลวง งานรื่นเริงนอกพระราชวังที่ใหญ่ที่สุดที่เมืองหลวงต้าเหอต้องจารึก นอกจากจะเป็นการแสดงถึงความฟุ่มเฟือยจากกำลังเงินของแคว้นแห่งการค้าแล้ว ยังแสดงให้เห็นถึงว่าต้าเหอมิได้หวาดกลัวสงครามที่กำลังจะเกิดขึ้น สาขาใหญ่แห่งสำนักหอสดับอักษรสร้างเสร็จสิ้นและขั้นการกลั่นกรองร่างกายของซูเยว่หยาจบลง นั่นคือฤกษ์ยามมงคลที่เสียงสวรรค์แห่งต้าเหอกำหนดขึ้นโดยไม่สนซินแส ใช่แล้ว นี่เป็นงานของหรวนอิน ก็ต้องจัดแบบหรวนอิน! ขบวนเจ้าสาวแห่อย่างเอิกเกริกออกจากเรือนสกุลหรวน นางรำนางสังคีตที่สนิทสนมกับเจ้าสาวต่างก็มาร่วมร่ายรำบรรเลงดนตรีประกบขบวนดั่งรถแห่ เจ้าบ่าวผู้หล่อเหลาขี่ม้าสีขาวปลอดโดยมีเจ้าสาวรูปงามนั่งซ้อนอยู่ด้านหน้า ในอ้อมแขนของเจ้าสาวอุ้มผีผาบรรเลงเพลงแสนไพเราะเคล้าคลอไปกับบรรยากาศ ที่แปลกที่สุดคือบิดาฝ่ายเจ้าสาวที่ควรจะยืนส่งลูกอยู่ในเรือนกลับอยู่บนรถม้านำหัวขบวน โปรยเงินแจกทานด้วยใบหน้าอิ่มสุข สาขาใหม่ของสำนักหอสดับอักษรเปิดชั้นล่างให้ประชานทั่วไปสามารถเข้าร่วมงานได้ แน่นอนว่าเจ้าสาวระดับทายาทเศรษฐีตระกูลหรวนย่อมต้องมีเงินจ่ายเลี้ยงคนทั้งเมืองหลวง แม้เม
บทที่ 107กลั่นกรองร่างกาย คนป่วยผู้ฝืนสังขารร้องไห้จนเป็นลมในอ้อมอกของฮองเฮา เป็นเรื่องน่าอับอายที่สุดของซูเยว่หยาในขณะนี้ และยังทำให้เขาไม่ได้บอกลาเย่หว่านอวี่อีกต่างหาก บัดนี้ แม่ทัพเย่ต้องเตรียมทัพและวางแผนการรบสำหรับศึกสงคราม ไม่มีเวลาว่างมาดูเกอที่ติดอยู่ในอ่างแช่น้ำ ใช่แล้ว หลังจากซูเยว่หยาตื่นขึ้นมาเขาก็อยู่ที่ตำหนักหนิงซีแล้ว ไม่ใช่แค่เขา สหายทั้งสามและหมอเทวดากับเยี่ยเหยาก็อยู่ด้วย หลังจากตรวจชีพจรและใช้วิชาแพทย์ที่แยบยลจนคนธรรมดามองไม่ออกแล้ว หมอเทวดาอี้ถวนก็ได้ข้อสรุปว่า “รักษาไม่ได้” “หา? ท่านเป็นหมอเทวดานะ จะรักษาไม่ได้ได้อย่างไรกัน?!” “ใจเย็น หรวนอิน ฟังที่หมอเทวดาจะพูดให้จบก่อน” เยี่ยเหยารีบห้ามหรวนอินที่แทบจะพุ่งไปเขย่าตัวหมอเทวดาที่หาตัวยากเย็นแสนเข็ญอยู่รอมร่อ คุณชายสงบลงได้ หมอเทวดาจึงพูดต่อ “ร่างกายที่มีมาแต่กำเนิด ไม่ใช่สิ่งที่จะแก้ไขได้ด้วยยา สมุนไพร หรือการฝังเข็ม หากจะรักษาให้หายมีแต่จะต้องเปลี่ยนร่างใหม่” “เปลี่ยนร่างใหม่?!” เจียงซีเฉินร้องตามด้วยความตกใจ ”หมายถึงย้ายวิญญาณสู่ร่างอื่นอย่างนั้นรึ?“ เจียงลี่หยางถามด้วยความเคร่งเครียด นี่แทบจะแปลได้ว่า
บทที่ 106สมปรารถนา เสียงฮือฮาดังกระหึ่มอีกครั้ง ครึ่งหนึ่งเต็มไปด้วยการก่นด่าคู่รักที่เห็นแก่ตัวไร้ใจทำเพื่อชาติ เสนาบดีซูก็โมโหจนแทบจะเป็นลมอยู่แล้ว มีเพียงคนบนบัลลังก์ที่เผยรอยยิ้มหลังจากนิ่งเงียบรับฟังมานาน “ดี ฉู่กงกง เอาพระราชโองการมา” “พ่ะย่ะค่ะ” ฉู่กงกงเข้าหลังฉากกั้นหลังบัลลังก์หยิบม้วนกระดาษหุ้มผ้าสีทองออกมากาง “แม่ทัพเย่หว่านอวี่ซื่อสัตย์กล้าหาญ รับใช้บ้านเมืองและฮ่องเต้ด้วยความภักดี มีผลงานใหญ่หลวงในการปราบกบฏกู้หลิน ฮ่องเต้มีพระประสงค์พระราชทานให้แม่ทัพเย่หว่านอวี่กับบุตรชายคนรองในภรรยาเอกของเสนาบดีซูเหลียงฉุน ซูเยว่หยา แต่งงานเป็นสามีภรรยารักใคร่กลมเกลียว และมอบยศเก้ามิ่งให้กับซูเยว่หยาจากคุณงามความดีในศึกปราบกบฏกู้หลิน” การก่นด่ากลายเป็นการร้องด้วยความตกใจ ขุนนางเกินครึ่งหยิบป้ายประจำตำแหน่งขึ้นมาร้องท้วง แต่ทั้งหมดนั้นไม่ได้อยู่ในความสนใจของซูเยว่หยาเลยสักนิด “การปราบกบฏครั้งนั้นมีเพียงท่านที่ไม่ได้เลื่อนยศ ไม่ได้รับมอบทรัพย์สิน พระราชโองการที่หยิบมาจากที่เก็บไม่ได้เพิ่งเขียนขึ้นอึดใจก่อน แม่ทัพเย่ ท่านมีอะไรจะพูดให้ข้าฟังหรือไม่?” เย่หว่านอวี่ยกยิ้มเศร้าสร้อย “เ
บทที่ 73งานชุมนุมล่าสัตว์ : ข่าวลับจากสหาย เสี่ยวชีนั่งเท้าคางมองคนที่แม้จะส่งอาหารสำหรับมื้อนี้ออกไปหมดแล้วก็ยังไม่ยอมวางกระทะกับตะหลิวในมือ “คุณชายน้อย เวลาข้าดูท่านทำอาหารเหมือนกำลังดูจอมยุทธ์ต่อสู้เลย” คุณชายน้อยที่กลายเป็นพ่อครัวใหญ่แห่งอุทยานชิงหลิงหันมามองอย่างรู้ทัน “เจ้าพูดเอาใจข้าเพรา
บทที่ 39ราคาที่ต้องจ่าย เช้าวันรุ่งขึ้น จินฉือมิ่งก็รีบส่งข่าวไปยังจวนเสนาบดี ไม่ถึงชั่วยาม จวนสกุลซูก็ส่งรถม้ามารับ นายหญิงใหญ่รีบรุดลงมาจากรถม้าด้วยใจหวั่นวิตก เมื่อเห็นลูกชายนอนปลอดภัยดีก็โล่งใจขึ้นมาได้บ้าง “เกิดอะไรขึ้นกันแน่ แม่ทัพเย่? หรือว่าพวกคนจากตำหนักพันกลจะมาอีกแล้ว?“ ซูฮูหยินกระซ
บทที่ 38ดวลสุรา และ เฝ้าไข้ “คุณชายหรวนอิน จะเอาอย่างไรต่อกันดี? จอมยุทธ์ไป๋ฝากท่านไว้กับข้า เช่นนั้นให้ข้าไปส่งท่านกลับบ้านดีหรือไม่?” ใช่แล้ว เขาทำอะไรไม่ได้อีกแล้ว มีแต่จะต้องกลับ ‘บ้าน’ พฤกษ์ลากขาเดินไปขึ้นเรืออย่างหมดอาลัยตายอยาก เยี่ยเหยาตามขึ้นไป หยิบไม้พายขึ้นมาวักน้ำพายเรือไปอย่างช้
บทที่ 36สี่สหายกับหนึ่งลุงมุ่งสู่ประตูมิติ “ยามโฉ่วอากาศแห้งระวังฟืนไฟ ส่องตะเกียงอย่างระมัดระวัง” คนเคาะโมงยามประกาศเสียงดังก้องถนนอันไร้ซึ่งผู้คนสัญจรเหมือนยามอาทิตย์ส่องแสง เขาชำเลืองมองเรือพักผ่อนที่ลอยเอื่อยโดยไร้วี่แววของคนบนนั้นอย่างแปลกใจเล็กน้อย แล้วจึงเดินประกาศโมงยาม ทำหน้าที่ของตนต











