เกิดใหม่เป็นนักรบหล่อล่ำ..แต่ดันมีผัว!!!

เกิดใหม่เป็นนักรบหล่อล่ำ..แต่ดันมีผัว!!!

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-22
Oleh:  KraTakTamat
Bahasa: Thai
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
28Bab
1.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

ในโลกที่อย่างกับหนังแฟนตาซี เขาเกิดใหม่เป็นนักรบหุ่นล่ำพร้อมสกิลนักดาบเลเวล99 ทีแรกก็คิดว่าตัวเองเก่งที่สุด แต่ดันมีคนเจ๋งกว่า นั่นก็คือผัวเขา ใช่ผัว พระเจ้าให้เขาเกิดใหม่เป็นนักรบหล่อล่ำ..แต่ดันมีผัว

Lihat lebih banyak

Bab 1

ตายง่ายๆอย่างนี้เลย???

“Cari laki-laki lain untuk menghamili kamu, Wa.”

Ucapan Kaisar pagi itu, bagaikan palu godam yang menghantam dada Djiwa. Perempuan yang masih gadis itu seketika membeliakan bola matanya.

Bagaimana bisa, suaminya sendiri dengan begitu tenang memintanya untuk hamil bersama pria lain?

“Ka-kamu ... serius, Mas?” bisik Djiwa tak percaya, suaranya tercekat. “Kamu gak lagi bercanda, kan? Kenapa Djiwa harus hamil sama pria lain?”

Kaisar mendesah berat. “Aku sudah muak! Mami terus mendesak lagi soal ahli waris. Aku sudah muak dengan tekanan itu. Dan dia terus menanyakan kapan kamu hamil.”

Djiwa menelan ludahnya susah payah. “Kalau begitu ... kenapa gak sama kamu aja, Mas? Djiwa punya suami, kenapa Djiwa harus hamil sama pria lain?” tanyanya bingung.

“Kamu? Jangan bercanda! Aku gak akan mempertaruhkan malam-malamku dengan kamu!”

Ucapan Kaisar kali ini benar-benar menyayat hati Djiwa. Mulut Dijwa terbuka, tapi tak ada kata-kata yang keluar dari sana.

“Cari pria terhormat kalau bisa. Kalau tidak bisa, aku yang akan mencarikannya untukmu,” ucap Kaisar, suaranya tetap dingin, seakan apa pun yang ia katakan sudah final. “Aku tidak sedang bernegosiasi.”

Dada Djiwa terasa menyesak—seolah diremas dari salam. Kedua tangannya terkepal erat di samping tubuh, sampai buku-buku jarinya memutih.

Mulutnya sudah terbuka, hendak memprotes. Namun Kaisar lebih cepat, suaranya menampar udara lebih dulu.

“Kamu harus hamil, aku gak mau tahu! Menikahi kamu aja udah bikin aku malu di depan kedua saudaraku, dan sekarang kamu masih mau mempermalukan aku dengan tidak bisa memberikan keturunan?”

Kaisar menautkan tangan di depan dada, tatapan datar namun menekan. “Jadi, lakukan saja—atau biaya rumah sakit kakekmu aku cabut!”

Djiwa dengan cepat menggeleng, tak terima dengan ancaman itu. “Nggak, Mas. Jangan lakuin itu ke kakek, aku mohon! Kakek butuh biaya besar untuk rumah sakit sampai sembuh, Mas.”

Hembusan napas Kaisar terdengar berat, tapi bukan karena ragu. “Kalau begitu, hari ini juga kamu putuskan. Supaya aku tidak cabut biaya rumah sakit kakek kamu.”

Iya atau tidak. Itu pilihan tersulit untuk Djiwa. Apalagi ini menyangkut nyawa sang kakek.

Padahal pernikahan mereka baru berusia satu tahun. Dan selama itu, Djiwa baru tahu kalau suaminya selama ini tidak mencintainya.

Terpaksa. Ya, Kaisar terpaksa menikahinya karena wasiat sang kakek. Karena kakeknya dulu berteman sangat dekat dengan kakek Djiwa, dan memutuskan untuk saling menjodohkan cucu mereka.

Jika Djiwa tahu ini sejak awal. Sumpah demi apapun, Djiwa tidak akan pernah mau menikah dengan Kaisar. Padahal selama ini, dia mencoba mencintai sang suami.

Tapi pria itu tidak pernah sedikitpun membalas usahanya.

“Bagaimana?” Kaisar menaikkan satu alisnya, menunggu keputusan sang istri.

Djiwa menelan ludahnya berat. “Djiwa ... Djiwa akan pikir-pikir lagi, Mas.”

Tatapan Kaisar tetap dingin. “Baiklah, aku beri kamu waktu tiga hari dari sekarang,” setelah mengatakan itu, Kaisar meninggalkan kamar mereka.

Sementara Djiwa terpaku di tengah-tengah ruangan tersebut. Kakinya mendadak lemas setelah mengetahui fakta mengejutkan ini.

Tak hanya itu, tapi permintaan sang suami yang tak masuk akal.

Djiwa menghembuskan napas pelan.

“Ke mana aku harus mencari pria terhormat? Apalagi … anak itu bakal jadi pewaris keluarga Reinard,” gumamnya, terdengar bingung dan putus asa.

Djiwa tersentak ketika pandangannya jatuh pada jam dinding. Sudah pukul setengah tujuh pagi—sebentar lagi waktu sarapan.

“Ya Tuhan!”

Panik kecil menyengat dadanya. Djiwa langsung meninggalkan kamar, hampir setengah berlari menuju dapur.

Rutinitasnya sudah menunggu, menyiapkan sarapan untuk keluarga besar Reinard—yang terdiri dari ibu mertuanya, para kakak ipar, serta keponakannya.

Keluarga Reinard adalah keluarga konglomerat yang keras memegang adat patrilineal. Semua tinggal dalam satu atap, mertua, anak, menantu—hierarki yang tak pernah benar-benar terlihat, tapi selalu terasa menekan.

Dan Djiwa, sebagai menantu bungsu yang tak bekerja seperti dua menantu lainnya, otomatis menjadi tangan utama rumah itu. Memasak, beres-beres, memastikan semua berjalan sempurna.

Ia memang tidak sendirian, ada pembantu lain membantunya. Mudah mengurus rumah semewah dan seluas ini dengan para pembantu. Tapi tak mudah bagi Djiwa yang dituntut untuk melakukan semuanya tanpa kesalahan.

Ruang demi ruang seperti tak ada habisnya, dan tiap sudut menuntut kesempurnaan.

Sekitar setengah jam kemudian, Djiwa bersama dua pembantu lainnya akhirnya selesai menyiapkan sarapan. Dan kini tugas Djiwa melayani ibu mertuanya dan sang suami, Kaisar.

“Ini teh hijaunya, Mi,” Djiwa menyerahkan teh hangat milik sang ibu mertua ke hadapannya.

“Terima kasih,” ucap Sekar datar, tanpa menoleh.

Kini Djiwa giliran melayani sang suami. Tapi ketika dia hendak meletakkan roti panggang untuk Kaisar, pria itu segera menarik piringnya.

“Aku bisa sendiri, kamu langsung duduk saja,” kata pria itu dengan nada dingin.

Djiwa tersenyum kecil, lalu duduk di kursi sebelah kiri sang suami.

Baru saja tangannya hendak meraih roti panggang, suara ibu mertuanya yang tajam memecah keheningan meja makan.

“Satu tahun. Sudah genap satu tahun Djiwa menjadi menantu keluarga Reinard.” Sekar menoleh, tatapannya langsung mengarah pada menantu bungsunya. “Tapi kamu belum juga hamil.”

Pelan, tangan Djiwa yang tadi terulur menggantung di udara turun kembali ke pangkuan.

Ia menunduk dalam-dalam, jemarinya saling menggenggam erat. Tidak berani menatap siapapun—terutama ibu mertuanya.

Bahkan ia bisa merasakan tatapan para kakak iparnya yang mencemooh dari kedua sisi meja makan, membuat dadanya sesak.

Malu? Tentu saja. Keluarga suaminya benar-benar keluarga terhormat dari kalangan elit— memiliki garis keturunan Jawa dan Belanda murni.

Sekar Ayunda Reinard yang berdarah Jawa, dan suaminya mendiang Diederick Von Reinard yang merupakan konglomerat Belanda.

Pemilik perusahaan Grand Reinard Corporation, yang beroperasi di dalam dan luar negeri. Serta memiliki banyak anak cabang—mulai dari perusahaan industri, hotel, dan juga rumah sakit.

Kekayaan itu diwarisi anak-anak mereka, si tiga bersaudara. Radja si anak pertama, Sultan si anak kedua, dan Kaisar yang merupakan anak bungsu.

“Saya sudah membuat janji temu dengan dokter kandungan terbaik,” lanjut Sekar, mendorong kartu nama pada Kaisar yang duduk di sebelah kirinya—agar memberikan pada Djiwa.

Pria itu dengan malas meraihnya, lalu menyerahkannya pada sang istri tanpa menoleh. Gerakannya sangat malas, seolah tak tertarik sedikitpun.

Lalu Sekar menambahkan. “Saya tidak mau tahu! Kamu harus segera periksa.”

“Mungkin Djiwa mandul, Mi!” Inggrit—istri Radja, si sulung—menimpali, membuat semua yang di meja makan menatap ke arahnya. Sementara Radja sendiri, sang suami, hanya meliriknya sekilas.

“Bisa jadi, Mbak Grit. Sebenarnya Djiwa ini mandul, tapi dia sengaja tidak mau memberitahu Mami dan Mas Kaisar. Supaya tidak diceraikan!” imbuh Fairish—istri Sultan, anak kedua, ikut memanasi keadaan.

Kedua istri kakak ipar Djiwa memang selalu merendahkannya karena perbedaan kasta mereka yang bagaikan langit dan bumi.

Inggrit, merupakan lulusan S2 jurusan designer kampus ternama di Amerika. Tak hanya itu, Inggrit juga putri dari pengusaha kaya raya, dan sekarang dia mengelola butik besar.

Dan istri Sultan—Fairish, merupakan lulusan S2 Hukum, dan sekarang bekerja sebagai pengacara sekaligus anak dari pemilik Firma Hukum terbesar.

Sedangkan Djiwa? Hanya perempuan yang kebetulan beruntung menjadi kandidat menantu dari keluarga tersebut. Karena kakeknya adalah teman lama dari ayah Sekar yang merupakan kakek Kaisar.

Pernikahan mereka terjadi karena sebuah wasiat dari tetua mereka yang sudah meninggal sekitar satu tahun yang lalu, sebelum Djiwa dan Kaisar resmi menikah.

Kata ‘mandul’ itu seperti tamparan keras yang menghantam pipi Djiwa. Tuduhan itu menusuk harga dirinya yang sudah rapuh karena Kaisar tidak pernah menyentuhnya.

Djiwa merasakan wajahnya memucat. Ia melirik Kaisar di sampingnya, tetapi pria itu menatap piringnya dengan ekspresi bosan—seolah mendengarkan pidato yang sudah dihafalnya.

Seperti biasa, Kaisar tidak akan membelanya di depan ibu mertuanya itu. Tak bicara apapun, membiarkan Djiwa dimaki dan dihina di depan keluarganya.

Djiwa mengangkat pandangannya, menatap ibu mertuanya. “Mi, Djiwa ... rahim Djiwa baik-baik saja,” ucapnya berusaha membela diri, suaranya bergetar.

BRAK!

Sekar menggebrak meja dengan ujung pisau selai di tangannya—membuat semua yang di meja makan terlonjak kaget, sedangkan tatapan Sekar dingin dan menusuk.

“Tidak ada kata ‘baik-baik saja’, Djiwa! Lakukan apa yang saya minta, dan kirimkan hasilnya. Saya ingin memastikan sendiri!”

“Lakukan saja, Wa … apa yang dikatakan Mami,” akhirnya Kaisar membuka suara, setelah sejak tadi terdiam cukup lama. Namun bukan membela, melainkan ikut intimidasi sang istri.

Djiwa menelan ludahnya berat. Matanya yang merah sejak tadi tampak berkaca-kaca setelah pria yang seharusnya melindungi, justru ikut menyudutkannya.

“Lagipula,” Kaisar kembali melanjutkan. “Aku yakin yang bermasalah di sini kamu. Apa salahnya untuk cek ke dokter, agar bisa tahu kamu negatif atau positif mandul.”

Tangan Djiwa di atas pangkuannya sudah mulai bergetar karena menahan emosi. Mengepal erat sampai buku-buku jarinya memutih pucat.

Bagaimana bisa suaminya sendiri mengucapkan itu di meja makan, di depan seluruh anggota keluarga?

“Dengar baik-baik,” Sekar kembali buka suara, nada bicaranya tegas penuh perintah. “Saya beri kamu tenggat waktu tiga bulan dari sekarang. Kamu harus hamil.”

Setiap katanya penuh tekanan dan menuntut, membuat Djiwa kesulitan bernapas dengan baik. Tapi tak sampai disitu saja, Sekar menambahkan dengan nada ketus.

“Jika tidak, saya sendiri yang akan meminta Kaisar menceraikan kamu.” Nada Sekar merendah tajam, menusuk tanpa ampun. “Setelah itu kamu bisa pulang ke rumah gubukmu, dan menghabiskan sisa hidupmu merawat kakekmu yang sakit-sakitan itu.”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
28 Bab
ตายง่ายๆอย่างนี้เลย???
"เอาหมูปิ้งสิบไม้ ข้าวเหนียวสาม"ผมบอกแม่ค้าหมูปิ้งก่อนจะดูดน้ำหวานเอื๊อกๆ "โอ๊ยร้อนๆ ร้อนฉิบหาย" ผมบ่นในใจ หิวข้าวก็หิว อยากกลับบ้านเร็วๆ วันนี้เหนื่อยเป็นบ้า"แปดสิบบาทจ้ะ"ผมรีบยื่นเงินให้แม่ค้า แล้วขึ้นไปนั่งหลับบนรถเมล์ต่อ แถมนั่งเลยมาอีกสามป้าย"เวรจริงๆ"ผมเดินคอตกมารอรถเมล์อีกรอบ กว่าจะนั่งย้อนกลับมาบ้านก็ใช้เวลาเป็นชั่วโมง รถติดมากจนผมอยากร้องไห้ วันนี้ผมเหนื่อยจริงๆ พอถึงบ้านก็แทบจะคลานเข้ามา"กลับช้าจังวันนี้"แม่ยังนั่งรอผมอย่างเช่นทุกวัน "เควิน แม่ถามทำไมไม่ตอบ" ผมเดินผ่านแม่ไปจนเธอทำเสียงดุ "ขอโทษครับ" ผมพูดอ่อยๆ "ช่างเถอะ ไปอาบน้ำอาบท่าแล้วมากินข้าวกัน แม่ทำของโปรดเราไว้เยอะเลย" ผมยิ้มออก ก่อนจะถือถุงข้าวเหนียวหมูปิ้งเข้าห้อง กินรองท้องก่อนสักหน่อยดีกว่าผมกินอย่างมูมมาม ชดเชยที่ทั้งวันนี้แทบไม่มีอะไรตกถึงท้องเลย ข้าวเหนียวคำใหญ่ถูกยัดเข้าปาก ผมจะกลืนมันลงท้อง แต่มันไม่ลง!!!อั๊ก อั๊กๆๆๆๆๆข้าวเหนียวติดคอผม ผมหายใจไม่ออก พยายามทำให้มันหลุดออกมา แต่ยิ่งแน่น ยิ่งเหมือนใจจะขาด "อั๊กๆๆๆๆๆ" ตาผมเหลือกค้าง ไม่มีแม้แต่เรี่ยวแรงจะเรียกให้คนช่วย ผมเอนล้มลงพื้น ตัวเกร็งไปหมด"ไงพ
Baca selengkapnya
มีผัวตั้งแต่วันแรก!!!
ผมลืมตาตื่นขึ้นมาอีกครั้ง แต่คราวนี้ไม่ใช่สถานที่เดิม "ที่ไหนอีกล่ะ" ผมที่นอนอยู่รีบลุกขึ้นนั่ง งงงวยกับสิ่งที่ได้พบเจอในวันนี้"อะ"สายตาผมเหลือบเห็นเงาตัวเองในกระจก "กูเหรอ" ผมวิ่งมาที่กระจกเพื่อจะมองดูชัดๆ "ใครล่ะเนี่ย กูเหรอ" ผมจับหน้าหล่อๆนี่ดู ลูบแขนล่ำๆที่ชาติก่อนไม่เคยมี "โอ้ววว" แล้วก็เปิดดูซิกแพค "หูย กล้ามท้องกู" ผมตาโต สำรวจร่างกายนี้อย่างถูกใจ นี่สินะโอกาสครั้งใหม่ที่พระเจ้ามอบให้ผมชีวิตใหม่ เกิดใหม่ ร่างใหม่"เหมือนฝันเลยโว้ย" แต่ก็เป็นห่วงแม่จัง ป่านนี้ไม่รู้จะร้องไห้เสียน้ำตาไปกี่ถังแล้ว"ก็คงต้องอยู่ต่อไป ถึงจะเจ็บปวดเสียใจแค่ไหนก็ต้องอยู่ให้ได้ นายจากมาแล้วยังต้องห่วงอะไรอีก""นั่นสินะ" จริงอย่างที่พระเจ้าว่า ผมจากมาแล้วยังต้องห่วงอะไร สุดท้ายก็ย้อนกลับไปหาแม่ไม่ได้อยู่ดีแต่ แต่ แต่ ขอผมร้องไห้หน่อยเถอะ"ฮึก ฮือๆๆๆๆๆๆ แม่ครับ ฮืออออ ผมไม่ได้อยู่ดูแล ฮึก ทิ้งให้แม่อยู่คนเดียวแล้ว ฮือๆๆๆๆๆๆ"เปิดดูไอ้นั่นสักหน่อยดีกว่า "แงงงงงงง ใหญ่จังเลย เวลาแข็งคงใหญ่ขึ้นอีก ฮืออออ แม่ครับบบ ฮือๆๆๆๆๆ""พึ่งออกจากบ้านได้วันเดียว ร้องไห้หาแม่แล้วเหรอ""เฮ้ย!! เสียงใครว่ะ"ฮึบบบบเฮ้
Baca selengkapnya
พุ่งปรี้ดๆเลยนะมึง(ncนิ๊ดนึง)
"อ่า ไปซะแล้ว ไม่อยู่ช่วยเราหน่อยเลย" สเวนควักส่วนกลางกายออกมา มือรูดชักขึ้นลง ใจจินตนาการว่าได้สอดใส่รูภรรยา"โอ๊ย ซาว่าของพี่ ซี๊ดดดด หล่อกระชากใจพี่จริงๆ โอ๊ยๆๆๆๆ"เขายืนแอ่น แก่นกายชี้โด่ มือสากครูดสี รูดรั้ง สาวชักเร็วๆ "อ่า ซาว่า" เขาคิดภาพซาว่ากำลังครวญคราง ยิ่งมีอารมณ์รุนแรงขึ้น เม้มปากทำหน้าเสียวซ่าน เรียกชื่อภรรยาไม่หยุด"ซาว่า ซี๊ดดดด เมียพี่ โอ้วๆๆๆๆๆ"จากยืนมาเป็นนั่ง สเวนนั่งลงบนเตียง เอนตัวสาวชักท่อนลำแข็ง เด้งเด้าใส่มือตัวเองอย่างเมามัน"โอ๊ยยยยย"น้ำอยากสีใสฉ่ำปลายหัว เขาเอามือละเลงมัน ตัวบิดเกร็งอย่างเสียวซ่าน มืออีกข้างล้วงเขี่ยหัวนม"อะ ซี๊ดดดดด"สเวนเป็นคนมักมาก ก่อนจะแต่งงานกับซาว่าเขาก็นอนกับคนนู้นคนนี้ไปทั่ว แถมยังเจ้าชู้หลายใจ คบทั้งชายทั้งหญิง รวมๆกันเกือบสิบคน"อ่า ซาว่าาาา"จริงที่เขาปรารถนาในตัวซาว่า แต่ก็แค่เรื่องบนเตียง ไม่ได้มีความรักเข้ามาแทรก ก็นะ ใครจะรักคนที่ได้เจอกันครั้งแรกก็วันแต่งงานเลยถึงเขาบ้ากาม แต่ก็ไม่ได้รักใครง่ายๆหรอกนะพอระบายอารมณ์ในห้องน้ำจนสาแกใจแล้วผมก็รู้สึกดีขึ้นบ้าง น้ำท่ายังไม่ได้อาบหรอก เสื้อผ้าจะเปลี่ยนยังไม่มีเลยเนี่ย เดินกลั
Baca selengkapnya
ชาติกำเนิดกับผัวหน้าหม้อ
"นั่น ไททัน" ผมชี้ไปที่ร่างสูงใหญ่ยักษ์ที่กำลังเดินอยู่ ในมือเขาถือหัวคนเคี้ยวไปด้วย!!!!แล้วทำไมไม่มีใครหนีเลยเนี่ย เดี๋ยวไททันก็จับกินหมดหรอก!!!!"เอ๊ะ นั่นสไลม์ใช่มั้ย" จะใช่ท่านริมุรุรึเปล่านะ"อ๋าาา คนมีปีกบิน อะ ม้าบินได้""เฮ้ยๆๆๆๆ ไททันเกราะก็มีด้วย" สไลม์ก็กระโดดดึ๋งๆไปทั่ว เสียงคนคุยกันก็เสียงดังโหวกเหวกไปหมด"เฮ้ย ไททันตัวนั้นน่ะ หลีกทางหน่อยสิโว้ย!!""บินดีๆหน่อย หลับตาบินรึไงว่ะ""นี่นาย ไปกินหมาที่บ้านให้หน่อย เหมือนมันจะติดเชื้อซอมบี้"อะ อะไรกัน!!!!ผมนั่งลงบนพื้นสีน้ำเงินนี่ แม้แต่พื้นดินยังเป็นสีแปลกประหลาด ทุกอย่างดูพิลึกพิลั่น มันเหมือนความฝัน แต่ทุกอย่างคือเรื่องจริง รึเปล่า?เพียะ!!!!ผมตบตัวเองจนหน้าหัน แต่ไม่คิดไม่ฝันว่าเจ้าของร่างนี้จะแรงโคตรเยอะ"ฮือออออ"ผมหงายหลังล้มพับ เลือดกำเดาไหลพลั่กๆ"ทำอะไรของน้องเนี่ย" สามีในนามของผมดึงเสื้อลูกน้องจนขาดแล้วเอามายัดจมูกผม"โอ๊ยๆๆๆๆ ทำไมแรงเยอะอย่างนี้ ฟันจะร่วงมั้ย" ผมร้องโอดโอย"น้องทำไมไม่ควบคุมพลังตัวเองล่ะ" พลังอะไรผมไม่รู้จักโว้ยและแล้วผมก็ถูกลากขึ้นรถกระทิง ใช่ กระทิงแดง มันวิ่งลากรถพาพวกเรามุ่งหน้าไปยังพระราช
Baca selengkapnya
ปริศนาที่ไม่รู้คำตอบ?
"มีอะไร ทำหน้าแปลกๆ" สเวนเอามือแตะแขนภรรยา ซาว่าขยับหนีเขาอีกแล้ว "จับมือกันหน่อย เร็ว" เขาออกคำสั่งภรรยาเป็นครั้งแรก ซาว่ายึกยักและเดินหนีไป"ซาว่า พี่บอกไม่ได้ยินรึไง"สเวนพูดเสียงเข้ม แต่มันดันได้ผล เพราะคราวนี้ซาว่ายอมทำตาม ปล่อยให้เขากุมมือเดินมาถึงท้องพระโรง"นายพลสเวนกับท่านซาว่ามาแล้วพ่ะยะค่ะ" โดนัลนำทั้งคู่เข้ามา "ดูรักกันดีนะ" ราชาคอลตัลกล่าวทัก สเวนสบตากับพระองค์แวบนึง ก่อนจะก้มลงจูบเท้าราชาแห่งอาณาจักรแอรีส "ถวายบังคมฝ่าบาท" แต่ภรรยาของเขากลับยืนนิ่ง มองสเวนจูบเท้าคนอื่นตาไม่กระพริบองครักษ์ที่อยู่ในห้องอีกหกคนมองมาที่ผมเป็นตาเดียว "ทำไมเขาไม่ทำความเคารพ" พวกเขาซุบซิบกัน แต่ผมยังยืนหัวโด่อยู่เหมือนเดิมก็ไม่อยากจูบเท้าใครอะ"ซาว่า" สเวนตีหน้าดุใส่ผม "อะ" แล้วองครักษ์สองคนก็ปรี่เข้ามาจับผมกดลง ใบหน้าผมแนบกับเท้าเหม็นๆของราชา"นี่หยุดนะ" สเวนช่วยกระชากไอ้สองคนนั่นออก ส่วนผมนั้นโก่งคออ๊วกเพราะเหม็นตออีนอตีน"เอาล่ะๆ หยุดกันได้แล้ว นี่พวกแกเห็นหัวฉันมั้ยเนี่ย" ราชาห้ามสเวนกับองครักษ์สองคนที่ดูท่าเหมือนจะตีกันส่วนไอ้คนที่แอบไปจู๋จี๋กับซาว่าก็เดินมาถีบผมซะงั้น"แกจะอ๊วกอะไร กิร
Baca selengkapnya
เตรียมตัวถูกกิน!!
ผ่านมาหนึ่งอาทิตย์แล้วกับชีวิตในโลกใบใหม่ ไม่เชื่อก็ต้องเชื่อว่าผมเอาตัวรอดจากการถูกสามีของร่างนี้จับกดมาได้โดยตลอด ถึงเขาจะหงุดหงิดบ้างแต่ก็ไม่ได้บังคับอะไรผมมากมายก็ขอให้เป็นอย่างนี้ไปตลอดแล้วกันก่อนที่ผมจะหาที่อยู่ใหม่และหนีไปได้เช้านี้มีจดหมายจากกองทัพมาส่งที่บ้าน ไททันตัวใหญ่ทำหน้าที่ส่งจดหมาย มันฉีกยิ้มกว้าง "อะ" ผมล้มก้นจ้ำเบ้า กลัวจนตัวสั่น สเวนไปไหนเนี่ย ทำไมไม่มาช่วยผม!!"หมดธุระแล้ว เราไปก่อน" ร่างใหญ่มหึมายังต้องทำงานต่อ มันทำหน้าที่ส่งจดหมายในเมืองนี้ ส่วนพี่ชายของมันมีหน้าที่กินศพที่ถูกประหารไททันที่ซาว่าเห็นครั้งก่อนก็คือพี่ชายมันนี่แหละ"ชะ โชคดีนะ" ผมลุกขึ้นยืนแต่ขายังสั่นพั่บๆ"เออ" เขาตอบรับและเดินจากไป"เฮ้อ!" ผมถอนหายใจ "ยังไม่ชินสักที" พวกเขาไม่ได้โหดเหมือนในอนิเมะที่ผมเคยดูสักหน่อย แต่ผมก็อดกลัวไม่ได้ทุกทีสิน่า"จดหมายเหรอซาว่า""อ่า" ผมพยักหน้ารับ ไม่รู้สเวนไปอยู่ไหนมา ปล่อยให้ผมกลัวจนเนื้อตัวสั่นไปหมด"อีกสี่วันเราต้องไปโบเวน" สเวนเปิดอ่านจดหมายแล้วบอกผม "อืม" ตั้งแต่ตื่นขึ้นมามีชีวิตใหม่ ผมไม่เคยถามอะไรใครมากความ เขาว่ายังไงผมก็เออออไปด้วย แกล้งทำเป็นรู้เ
Baca selengkapnya
(nc)เสร็จเขาจนได้
(nc) เสร็จเขาจนได้ตายล่ะอยู่ดีๆ ผมก็อยาก... ก้มลงมองกลางกาย มันตั้งโด่ดันเป้ากางเกง โคตรอายเลย ทำไมถึงเป็นอย่างนี้เนี่ย"เพราะของในกล่องนี้แน่ๆ" สเวนพูดขึ้น แต่ผมไม่หันไปมองหรอกนะ เดี๋ยวเขาจะเห็นว่าลูกชายผมตื่นแล้ว"อ่า ราชานี่นะ ให้อะไรมาก็ไม่รู้" เขาบ่นอยู่คนเดียว ส่วนผมรีบกระโดดลงเตียง เอาผ้าห่มห่อตัวไว้แน่น"ผมง่วง นอนล่ะนะ" ผมพยายามข่มตานอน แต่ปวดไอ้นั่นเป็นบ้า มันเสียวมันอยาก แต่กับผู้ชายด้วยกันผมไม่ยอมหรอก"ยอมให้เขาเปิดซิงเถอะน่าาา"เฮือกผมสะดุ้ง เสียงเมื่อกี้นี้มันไอ้พระเจ้าเฮงซวยนั่นนี่นา"นี่แกแกล้งฉันใช่มั้ย" ผมหลุดปากพูดออกมา "น้องว่าไงนะ" สเวนถามขึ้นมาผมถึงเงียบปาก เมื้อกี้เผลอพูดกับพระเจ้าไปซะแล้ว'เปิดซงเปิดซิงอะไร เขากับซาว่าคนเก่าคงมีอะไรกันจนนับครั้งไม่ได้แล้วมั้ง' ผมคิดในใจ"ใครว่า สองคนนี้ถูกบังคับให้แต่งงานกันนะ ไม่เคยเห็นหน้ากันมาก่อนด้วยซ้ำ"เอ๊ะ!!ผมตกใจกับคำบอกเล่าของพระเจ้า แต่หลังจากนั้นไม่ว่าจะพูดอะไรในใจก็ไม่มีเสียงตอบกลับมาแล้วไอ้พระเจ้า มึงกลับมาก่อนนนนนซาว่ามัวแต่ตบตีกับพระเจ้าภายในใจจนไม่ทันสังเกตเห็นว่าสเวนถอดเสื้อผ้าออกหมดแล้วร่างขาวผ่องกำยำย
Baca selengkapnya
(nc)ก็ไม่ได้แย่นะ!!
(nc) ก็ไม่ได้แย่นะ!!สเวนจับขาผมอ้าออก "นี่นาย" ผมอายจนอยากมุดดินหนี มือสากๆ ของเขาลูบไล้ต้นขาผม"อื้ออออ"ลูบไปลูบมาก็มาสัมผัสส่วนอ่อนไหวผม "อะ" แก่นกายผมผงกหัวหงึกๆ เขาลูบปลายลำ ถูเคล้นคลอเคลียไม่หยุด"โอ๊ยยยย อื้อ อ๊าๆๆๆๆ" ผมบิดเร้าๆ เสียวสยิวไปทั้งลำ หยุดไม่ได้แล้ว แม้แต่เรี่ยวแรงจะผลักเขาออกยังไม่มีเลย"อะ"เขาเอานิ้วเขี่ยตรงช่องทางนั้น ผมสะดุ้งตกใจ แต่เขาก็ดันนิ้วเข้ามาจนได้"นี่นาย ให้ฉันเป็นสามีเถอะนะ นะๆๆๆ น๊าาา" ผมจับแขนเขาเขย่า เผลอทำเสียงออดอ้อนไปซะได้ "อูย" เขาสอดนิ้วที่สองเข้าช่องทางผม แถมยังขยับเร็วขึ้น"น้องเป็นเผ่าดิร็อก ต้องเป็นภรรยา มีทายาทให้พี่"ทะ ทายาทอะไรว่ะ ผมเป็นผู้ชายนะโว้ย "ใคร อ๊าาา จะมี ซี๊ดด อ่า ทายาท" ผมเสียวอะ "โอ๊ยนายเร็วอีก" ตายล่ะ ลืมตัวอีกแล้ว"ก็น้องไง มีสักสามคนกำลังดีเลย น้องว่ามั้ย" เขาทำหน้าทำตาน่าถีบมาก แต่ขาผมไม่ถีบน่ะสิ มันถ่างออกแทน แง"พะ พูดบ้าอะไร ผมเป็นผู้ชายน่ะ นะ" ในใจผมกำลังกรีดร้อง นี่ไม่ใช่โลกที่ผมเคยอยู่ มีอะไรแปลกๆ ให้ผมตกใจอยู่เสมอ และถ้าที่สเวนพูดเป็นเรื่องจริง"ว๊ากกกกกกกก"ผมดิ้นจนนิ้วเขาหลุดออก "อะไรของน้อง" แล้วเขาก็ดึงผมก
Baca selengkapnya
อยากตายโว้ย..แต่ไม่ตายดีกว่า!!
เช้าวันใหม่ของสเวนช่างสดใสเสียจริง ในขณะที่อีกคนนั้นนอนน้ำตาตกในอยู่"กูไม่น่าใจง่ายเลย เป็นลูกผู้ชายแท้ๆ แต่ไปนอนครางอยู่ได้ร่างผู้ชายอีกคน ฮืออออ" ซาว่าคร่ำครวญอยู่ภายในใจ เขาโกรธตัวเองจนเนื้อตัวสั่นไปหมด "กูไม่น่าคะยั้นคะยอให้มันเปิดของขวัญเลย" เขานึกโทษทุกอย่าง ทั้งราชาที่ให้ของขวัญแบบนั้นมา ทั้งตัวเองที่ปล่อยให้อารมณ์อยากชักนำ และสุดท้ายก็"โอ๊ย พี่เจ็บนะ โอ๊ยๆๆๆๆ"เขาลุกขึ้นเอาหมอนฟาดใส่สเวนสุดแรง "แกนะแก นี่แน่ะๆๆๆๆ" เขาตีไม่ยั้งแต่สเวนก็ไม่คิดสู้ "โอ๊ยพอแล้ว เจ็บนะเนี่ย" สเวนเลยจับมือเขาไว้ ก่อนจะ"อะ"พลิกขึ้นมาคร่อมร่างซาว่าไว้ "ถ้าไม่หยุด พี่จะทำอีกนะ" เขาหอมแก้มซาว่าแรงๆแล้วลุกขึ้นเดินจากไป"เฮ้ย โคเรย์เตรียมยาบำรุงไว้ให้เมียฉันด้วยนะ""ได้ครับท่าน""ไลล่า เอาอาหารที่ให้พลังงานเยอะๆด้วย""ได้สิคะ"สเวนเดินยิ้มไปทั่วบ้าน หน้าตาเบิกบานกว่าครั้งไหนๆ "เมียเรานี่นะ น่ารักกก" เขาอยากประกาศให้ทั้งโลกรู้ไปเลยว่าซาว่าน่ะ เป็นของเขาแล้วส่วนซาว่านั้น"โดดลงไปตรงนี้จะตายมั้ยนะ" ผมยืนเหม่ออยู่ที่หน้าต่าง มองพื้นดินสีน้ำเงินเบื้องล่างแล้วก็ใจหายนี่ผมจะตายอีกรอบแล้วเหรอเนี่ย"เฮ้ยๆๆ ค
Baca selengkapnya
แค่แก้ผ้าจะหึงทำไมวะ
เช้าวันใหม่ของสเวนช่างสดใสเสียจริง ในขณะที่อีกคนนั้นนอนน้ำตาตกในอยู่"กูไม่น่าใจง่ายเลย เป็นลูกผู้ชายแท้ๆ แต่ไปนอนครางอยู่ได้ร่างผู้ชายอีกคน ฮืออออ" ซาว่าคร่ำครวญอยู่ภายในใจ เขาโกรธตัวเองจนเนื้อตัวสั่นไปหมด "กูไม่น่าคะยั้นคะยอให้มันเปิดของขวัญเลย" เขานึกโทษทุกอย่าง ทั้งราชาที่ให้ของขวัญแบบนั้นมา ทั้งตัวเองที่ปล่อยให้อารมณ์อยากชักนำ และสุดท้ายก็"โอ๊ย พี่เจ็บนะ โอ๊ยๆๆๆๆ"เขาลุกขึ้นเอาหมอนฟาดใส่สเวนสุดแรง "แกนะแก นี่แน่ะๆๆๆๆ" เขาตีไม่ยั้งแต่สเวนก็ไม่คิดสู้ "โอ๊ยพอแล้ว เจ็บนะเนี่ย" สเวนเลยจับมือเขาไว้ ก่อนจะ"อะ"พลิกขึ้นมาคร่อมร่างซาว่าไว้ "ถ้าไม่หยุด พี่จะทำอีกนะ" เขาหอมแก้มซาว่าแรงๆแล้วลุกขึ้นเดินจากไป"เฮ้ย โคเรย์เตรียมยาบำรุงไว้ให้เมียฉันด้วยนะ""ได้ครับท่าน""ไลล่า เอาอาหารที่ให้พลังงานเยอะๆด้วย""ได้สิคะ"สเวนเดินยิ้มไปทั่วบ้าน หน้าตาเบิกบานกว่าครั้งไหนๆ "เมียเรานี่นะ น่ารักกก" เขาอยากประกาศให้ทั้งโลกรู้ไปเลยว่าซาว่าน่ะ เป็นของเขาแล้วส่วนซาว่านั้น"โดดลงไปตรงนี้จะตายมั้ยนะ" ผมยืนเหม่ออยู่ที่หน้าต่าง มองพื้นดินสีน้ำเงินเบื้องล่างแล้วก็ใจหายนี่ผมจะตายอีกรอบแล้วเหรอเนี่ย"เฮ้ยๆๆ ค
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status