เข้าสู่ระบบจ้าวเซินฝูลืมตาขึ้นมาอีกครั้งก็พบว่าตนเองย้อนกลับมาในช่วงเวลาก่อนที่จะเข้าร่วมกับสำนัก จ้าวเซินฝูทั้งดีใจและเสียใจในเวลาเดียวกัน แต่ไม่นึกว่าพรสวรรค์ที่มีจะติดตัวมาด้วย ดังนั้นชีวิตนี้จ้าวเซินฝูคิดจะตัดสัมพันธ์กับตระกูลจ้าว ยอมเป็นคนไร้แซ่เสียยังจะดีกว่า!
ดูเพิ่มเติมAnna membuka matanya, menatap ke sekeliling dirinya masih berada di dalam kamar.
‘Ada apa denganku? Apa aku pingsan tadi?’ batin Anna ingin menyentuh kepalanya yang terasa pening. Tapi, dia terkejut dan baru menyadari tangannya diikat pada sisi ranjang. Anna lebih terkejut lagi saat melihat apa yang tengah Raka lakukan di dalam kamar di hadapannya. Raka tidak hanya mengikat tangan Anna, pria itu juga menutup mulutnya dengan lakban hingga Anna tak bisa mengeluarkan suara. Dia tidak bisa berbuat apa-apa menyaksikan apa yang dilakukan Raka di hadapannya dengan tatapan jijik. Anna memejamkan matanya, hatinya menahan sakit. Perbuatan Raka sudah sangat kelewatan dan begitu kejam terhadap dirinya. Anna ingin teriak dan lari. Tapi, dia tak berdaya. Hampir satu jam Anna menahan sedih dan luka yang tak berdarah malam itu, di malam pernikahan yang seharusnya menjadi kebahagiaan untuknya. ‘Apa salahku Mas? mengapa kau lakukan ini padaku?’ Rintih Anna dengan air mata berlinang. Raka mendekatkan wajahnya beberapa waktu kemudian, keringat terlihat jelas di wajah pria itu. “Jangan menangis dan jangan salahkan aku jika melakukan semua ini. Kau yang keterlaluan, kau yang seharusnya mengerti dengan keinginanku. Aku seorang pria tak bisa untuk menahannya lebih lama,” bisik pria itu seperti sembilu. Anna hanya menggelengkan kepalanya dan air mata berderai di wajahnya. “Aku merasa puas hari ini, dan ini untukmu sebagai ganti rugi. Jika aku membutuhkanmu aku akan datang menemuimu.” Setelah melempar segepok uang ke tubuh Anna, Raka pergi meninggalkan kamar itu begitu saja meninggalkan Anna yang tengah menangis sejadi-jadinya. Namun, tanpa suara melihat tubuh Raka pergi meninggalkannya. Dia tidak rela Raka pergi begitu saja. Anna ingin mengejarnya, ingin memukulnya sampai Anna menendang meja nakas di sampingnya dengan marah hingga berjatuhan apa yang ada di atasnya, menimbulkan suara yang cukup keras. Anna berharap ada yang datang dan segera melepaskan dirinya. Beberapa saat kemudian, muncul Eldwin dari balik pintu. Tatapan remaja itu sangat terkejut melihat keadaan Anna. Anna panik, dia tak berharap pemuda itu yang muncul. Tapi, dia pun tak bisa mencegah saat pemuda itu masuk dan menghampirinya. Anna tentu saja tak bisa menjawab dengan mulut yang masih tertutup lakban. Dia berharap Eldwin pergi meninggalkan dirinya yang dalam keadaan hanya mengenakan gaun malam cukup tipis. Eldwin terlihat gugup dan canggung melihat hal itu. Namun, dia pun lekas tanggap dan buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuh Anna. Anna baru bisa bernafas lega setelah lakban dilepaskan. Wajah Eldwin begitu dekat saat melepaskan ikatan kedua tangan Anna. Aroma parfum pemuda itu pun tercium jelas di hidung Anna. Situasi itu sempat membuat keduanya gugup saling memalingkan wajah.. “Aku akan meminta bantuan,” ucap Eldwin. Pada saat itu datang Mala dan Wijaya masuk kamar sebelum Eldwin beranjak. “Anna, Eldwin, apa yang terjadi?” Pertanyaan Mala tentu saja disertai rasa kaget. Eldwin dan Anna tak mampu menjawab pertanyaan itu. Eldwin sendiri tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, sementara Anna tidak tahu bagaimana memberikan penjelasan. Anna hanya bisa menangis. Mala menghampirinya untuk menenangkan. Melihat tatapan curiga ayah dan ibunya, Eldwin panik dan kebingungan, kedua orang tuanya pasti menyangka dirinya telah berbuat sesuatu pada Anna. “Aku tidak melakukan apa pun, Mah, aku datang saat melihat suara keras dari ruangan ini saat ... " Eldwin berusaha memberi penjelasan. “Aku hanya bertanya dan bukan menuduhmu. Sekarang kalian berdua keluar, biar mama yang mengurus Anna!” perintah Mala pada suami dan putranya. Kejadian malam itu hanya kepada Mala, Anna menceritakannya. Dan dia meminta sahabatnya itu untuk merahasiakannya pada siapa pun termasuk pada Wijaya dan Eldwin. “Aku akan mengubur kejadian buruk ini untuk selamanya. Jadi jangan pernah sekalipun, Mbak menyinggungnya lag,” Pinta Anna. “Lalu setelah ini apa yang akan kamu lakukan? Aku cemas karena depresi kamu menjadi nekat dan melakukan hal bodoh.” “Aku tidak selemah itu, Mbak, aku tentu saja akan menyibukkan diri dengan bekerja kembali.” “Di sini? Di kota ini? Aku yakin kamu tidak akan bisa melupakan kejadian itu, bahkan bisa saja kau dan Raka kembali bertemu.” “Mbak tidak usah khawatir, bagi seorang perempuan luka tetaplah luka, meskipun memaafkan di bibir. Namun, hati yang terluka tidak akan pernah dihapuskan.” “Baiklah. Oh ya setelah hari ini mungkin kami akan kembali ke Jakarta. Jika kamu butuh sesuatu atau ingin bercerita kamu hubungi saja aku, “pesan Mala. “Terima kasih, Mbak.” •• Anna berpikir terlalu sederhana, kenyataannya tinggal di kota yang sama dalam bayang-bayang masa lalu tak membuatnya merasa nyaman dan tenang. Seorang gadis yang ditinggal pergi suaminya di malam pernikahan seharusnya adalah pihak yang menjadi korban. Namun, rumor yang beredar di lingkungan tempat tinggalnya jauh dari perkiraan Anna. Entah dari mana sumbernya, musibah yang seharusnya menjadikan orang-orang simpati kepada Anna sebagai korban justru berbalik. Orang-orang menuduh Anna sebagai gadis pembawa sial, sehingga suaminya meninggalkannya. Orang-orang menganggap Anna tak mampu memberikan nafkah batin kepada suaminya. “Seorang suami tidak akan meninggalkan istrinya yang cantik jika istrinya tidak menyimpan aib.” “Atau mungkin dia sebenarnya sudah tidak perawan.” “Bisa jadi, atau dia memiliki rahasia yang baru diketahui suaminya jadi saat malam pertama suaminya kabur.” Gunjingan dan sindiran tetangga dekat sangat menyakitkan. Mereka selama ini jelas-jelas mengenal kehidupan Anna dari kecil hingga dewasa. Tapi, kini mereka mencurigai dan menuduh, lebih percaya dengan rumor yang tidak jelas dari mana sumbernya. “Biarkan orang berpikir dan berkata buruk, Nak, yang penting kamu tidak melakukan seperti apa yang mereka tuduhkan,” kata Aminah dengan suara yang lembut. “Bagaimana ibu masih bisa percaya, bahkan Anna tidak memberikan penjelasan apa pun kepada ibu tentang kejadian malam itu.” “Karena ibu yang merawat dan mendidikmu dari kecil, ibu tahu betul seperti apa dirimu.” “Benar, Mbak, jangan dengarkan apa kata orang, kami lebih percaya dengan, Mbak Anna.” Anggar, adiknya juga memberikan dukungannya. Anna merasa mendapatkan kekuatan untuk bisa menghadapi rumor itu. Serangan dan kata-kata pedas tidak hanya datang dari tetangga dan kerabat jauh. Keluarga Raka pun mendatangi rumah Anna. Memberikan tuduhan dan menyalahkan Anna dalam kejadian malam itu. “Kami sudah kehilangan banyak uang untuk biaya pernikahan ini. Tapi, semuanya hancur dalam semalam. Kau sungguh keterlaluan Anna! Seharusnya kau mengatakan dengan jujur sejak awal bahwa sebenarnya kau sudah tidak perawan.” Deg! Anna terkejut, perkataan tuduhan dari wanita yang hampir menjadi ibu mertuanya itu begitu menyakitkan. “Kau tahu Raka sangat sedih dan depresi karena kejadian ini. Dia bahkan pergi entah ke mana dari malam itu sampai hari ini. Dia merasa terhina, dipermalukan dan dibohongi harga dirinya. Jika terjadi sesuatu dengannya kau yang harus bertanggungjawab.” Anna tersenyum getir mendengar perkataan Sissy yang begitu membela putranya. Bagaimana wanita itu bisa menuduhnya seperti itu. Sayangnya Anna lagi-lagi tak bisa membela diri lantaran Aminah segera maju dan mengusir mereka. Mendengar tuduhan Sissy, Aminah yang super sabar itu pun tak bisa menahan amarah, mengusir keluarga Raka begitu saja. Aminah sampai mengambil gagang sapu untuk mengusir semuanya keluar dari rumahnya. “Mereka berbicara seolah mereka bukan wanita dan tidak memiliki anak gadis, berbicara sesuka hati,” gerutu Aminah kesal. Anna mengerti dibalik kemarahan ibunya, wanita itu menyimpan rasa sakit dan luka. Anna merasa bersalah karena tak bisa mengatakan dengan jujur kejadian yang sebenarnya di malam itu. Karena Anna mencemaskan kesehatan ibunya. Pandangan sinis beberapa orang terhadap dirinya juga membuat Anna sulit mendapatkan pekerjaan. Namanya telah tercoreng oleh fitnahan keluarga Raka. Statusnya yang sudah menjanda pun menjadi masalah. Orang-orang selalu menatapnya curiga dan mencemaskan kehadiran Anna yang selalu dianggap sebagai penggoda laki-laki. Beberapa pria di perusahaan menganggapnya wanita murahan yang mudah menjalin hubungan tanpa status. Menawarkan pekerjaan terhadap Anna dengan bayaran tubuhnya. Anna hampir menyerah dengan keadaan itu. Dalam keadaan putus asa, Anna mendapatkan telepon dari Mala. “Aku sudah mendengar semuanya dari Anggar tentang kesulitanmu mendapatkan pekerjaan. Sekarang bersiaplah dan datang ke Jakarta segera. Mungkin di sini aku bisa membantu mendapatkan pekerjaan. Begitu tiba di Jakarta segera beri kabar, aku akan mengirim orang untuk menjemputmu,” kata Mala. Usai mengatakan itu Mala langsung menutup teleponnya, tak memberi kesempatan Anna untuk menolak dan memberikan jawabannya.วันนี้ตระกูลจ้าวยังเงียบสงัดเช่นเดิมเมื่อตะวันลับขอบฟ้า ความมืดคืบคลานจนกระทั่งเต็มแผ่นฟ้า จวนตระกูลจ้าวจุดไฟสว่างไสวแต่กับไร้ผู้คนเพราะเรื่องที่เกิดขึ้นเมื่อช่วงเย็น จ้าวจวิ้นซานขุ่นเคืองเสียจนไม่รับสำรับพร้อมกับติงมี่เซียน กระทั่งบุตรชายของนางเองก็ยังมีข้ออ้างเพื่อที่จะอยู่ให้ไกลจากนางจ้าวจวิ้นซานไปนอนที่เรือนของฮูหยินรองตามที่เจ้าตัวว่าเอาไว้ ส่วนฮูหยินเอกอย่างติงมี่เซียนในตอนนี้ ก็ต้องกลับมานอนที่เรือนใหญ่คนเดียว เพราะเรือนรับรองนั้นยังไม่ได้ซ่อมแซมแม้ว่าในช่วงเย็นจะมีบ่าวใจกล้าสามสี่คนมาจัดการเรื่องต่างๆให้ติงมี่เซียน แต่เมื่อท้องฟ้าเริ่มเปลี่ยนสีก็รีบกลับเรือนบ่าวไปโดยไม่ลาเท่ากับว่าในตอนนี้ติงมี่เซียนอยู่ที่เรือนใหญ่นี่เพียงคนเดียวติงมี่เซียนอยู่ในชุดผ้าสีขาวพร้อมนอน แต่สายตาของนางกวาดมองไปรอบห้องอย่างหวาดระแวงสายตาของนางจ้องเขม็งไปยังราวไม้ว่างเปล่า เดิมทีมันเป็นราวไม้สำหรับแขวนเสื้อคลุมประจำตำแหน่งฮูหยินเอกที่ถูกเผาทำลายไปตอนนี้มันเป็นเพียงราวไม้ว่างเปล่า แต่กลับดูน่าหวาดกลัวเสียเหลือเกินหากยังเป็นเช่นนี้ ราตรีนี้นางคงไม่อาจข่มตาหลับได้...ติงมี่เซียนรีบคิดหาทางรอดอย่
หลังจากที่ลงทะเบียนบ่าวกับทางการแล้ว จ้าวเซินฝูก็พาบ่าวทั้งคู่ไปเลือกซื้อเสื้อผ้าสำเร็จรูปง่ายๆคนละห้าชุด ก่อนจะพากันกลับจวนเงินค่าตัวบ่าวนั้นมอบให้กับทั้งสองคนอย่างเท่าเทียม และมีสัญญาบ่าวเป็นเวลาห้าปีเนื่องจากทั้งเสี่ยวเล่อและเสี่ยวเมิ่งนั้นไม่มีบิดามารดา หรือผู้ดูแลอะไรเลย เงินที่ทั้งสองคนได้จึงเต็มเม็ดเต็มหน่วย แต่มีข้อแม้ว่าจะต้องรับใช้จ้าวเซินฝูให้ครบห้าปีเสียก่อนจึงจะไถ่ถอนตัวเองได้ โดยมีพันธะสัญญานายบ่าวที่จัดการโดยทางการเย็นย่ำแล้ว หวังซิ่นเจียและจ้าวเซินฝูจึงได้พากันกลับมาที่จวนตระกูลจ้าวในตอนนี้คนตระกูลจ้าวมีสีหน้าที่เหนื่อยล้าไม่น้อย เพราะทุกอย่างจะต้องเสร็จสิ้นก่อนตะวันตกดิน และทุกอย่างเพิ่งจะเสร็จสิ้นก่อนที่จ้าวซิ่วเทียนจะกลับมาไม่ถึงสองเค่อจ้าวจวิ้นซานเมื่อเห็นว่าหวังซิ่นเจียและจ้าวเซินฝูกลับมาก็รีบเดินเข้ามาหา"หวังไต้ซือ""ทุกอย่างเรียบร้อยดีแล้วหรือประมุขจ้าว""ทุกอย่างเรียบร้อยแล้วขอรับ""เช่นนั้นหรือ..."จ้าวจวิ้นซานแม้จะพูดแบบนั้น แต่ก็ยังไม่แน่ใจนักว่าสมบัติที่ติงมี่เซียนเก็บเอาไว้นั้น ได้เอาไปคืนที่เรือนจันทร์เสี้ยวจนครบทุกอย่างแล้วหรือยัง"นางกล่าวว่ายังมี
เช้าวันถัดมาหวังซิ่นเจียเดินมาหาจ้าวเซินฝูที่เรือนเล็กพร้อมกับพ่อบ้านหยางในตอนนี้พ่อบ้านหยางเป็นบ่าวส่วนตัวของจ้าวเซินฝูแล้ว เหมือนว่าพ่อบ้านหยางจะดูยิ้มแย้มขึ้น แต่ไม่รู้ว่าเป็นเพราะเรื่องไหน ระหว่างได้เป็นบ่าวส่วนตัวของจ้าวเซินฝู หรือได้ปลดภาระจากการเป็นพ่อบ้านของตระกูลจ้าว"วันนี้ข้าจะพาไปเลือกบ่าวคนใหม่"จ้าวเซินฝูเพียงพยักหน้ารับ ก่อนจะเดินตามออกมา แต่ดูเหมือนว่าหวังซิ่นเจียจะไม่ค่อยพึงพอใจนัก และสิ่งที่ทำให้หวังซิ่นเจียดูไม่พึงพอใจคือชุดที่จ้าวเซินฝูสวมใส่"แน่ใจนะว่าจะไปหาบ่าวเพิ่ม ไม่ใช่ไปขายตัวเป็นบ่าว"ตอนนี้ชุดที่จ้าวเซินฝูสวมใส่ราวกับผ้าขี้ริ้วก็ไม่ปาน หากเป็นเช่นนี้เกรงว่าหวังซิ่นเจียคงไม่กล้าเดินใกล้แม้ว่าชุดของหวังซิ่นเจียจะดูเก่า แต่มันก็มีราคา ที่สำคัญมันดูเก่าเพราะต้องระหกระเหินไปนู่นมานี่ต่างหาก หากใส่ชุดดีๆเกรงว่าชุดจะหม่นหมอง"เป็นถึงคุณชายใหญ่ ไม่มีเสื้อผ้าที่ดีกว่านี้หรือ"จ้าวเซินฝูได้แต่ทำหน้าแหยๆออกมาตั้งแต่เติบโตมาเสื้อผ้าที่จะมีใส่ก็มีเพียงชุดของบ่าวไพร่ที่เอามาทิ้งเท่านั้น อีกทั้งสองตัวนี้ยังใส่มานานแล้วด้วย"เป็นข้าที่สะเพร่าเอง พวกท่านโปรดรอสักครู่ ข้
หวังซิ่นเจียถ่ายทอดเรื่องที่อดีตฮูหยินอย่างเมิ่งหรูซีต้องการออกมาเป็นข้อๆอย่างแรกที่นางต้องการย่อมไม่พ้นตำแหน่งคุณชายใหญ่ตระกูลจ้าวที่ควรเป็นของจ้าวเซินฝูบุตรของนางตั้งแต่แรก ที่ผ่านมาเป็นติงมี่เซียนต้องการตำแหน่งนั้นให้กับบุตรชายของตนเอง และจ้าวจวิ้นซานไม่ได้โต้แย้งอะไรหวังซิ่นเจียกล่าวว่า นางคิดว่าจ้าวซินเหอหลงระเริงกับตำแหน่งนั้นมานานเกินพอแล้ว จ้าวซินเหอควรรู้ฐานะของตนแม้ว่าเมื่อพูดเรื่องแรกขึ้นมาแล้ว ลูกหนี้ความแค้นของจ้าวเซินฝูจะทำหน้าเหมือนไม่อยากจะยอมรับมากเพียงใด แต่ก็ทำอะไรไม่ได้ ในประการแรกที่เมิ่งหรูซีร้องขอมา จ้าวจวิ้นซานจึงตอบตกลงติงมี่เซียนมีสีหน้าที่ไม่น่าดูนัก อย่างไรการที่ลดตำแหน่งของจ้าวซินเหอนั้น นางมีแต่เสียกับเสีย ไม่ว่าจะเป็นตัวจ้าวซินเหอเองที่ต้องทนอยู่กับฐานะที่เป็นรอง อีกทั้งคนภายนอกอาจจะมองว่าที่ผ่านมา เป็นจ้าวซินเหอที่ใฝ่สูง อยากเป็นคุณชายใหญ่ก็ได้แล้วไหนจะตัวนางที่เป็นฮูหยินอยู่ในตอนนี้...สายตาเหยียดหยามจากคนอื่นคงทิ่มแทงจนนางแทบจะเป็นรูแต่เมื่อจ้าวจวิ้นซานนั้นรับปากไปแล้ว นางย่อมทำอะไรไม่ได้"สมบัติของอดีตฮูหยิน... โปรดมอบคืนให้กับคุณชายใหญ่ด้วย"แ
ช่วงเวลาที่ไม่น่าอภิรมย์มากที่สุดของตระกูลจ้าว คือเมื่อยามที่ตะวันลับขอบฟ้า...ช่วงเวลาที่แสนน่าหวาดหวั่นของคนที่อยู่ในจวนตระกูลจ้าวทั้งเจ้านายและบ่าวไพร่มารวมตัวกันอยู่ที่เดียว เรือนรับรองถูกใช้เป็นที่ซุกหัวนอนในยามค่ำคืนของคนในตระกูลนี้แต่ถึงอย่างนั้น ทุกๆคืนก็ยังได้ยินเสียงลมหวีดหวิวอยู่ด้านนอ
เรื่องราวที่ว่าเรือนเล็กท้ายจวนตระกูลจ้าวมีผี หรือเรื่องที่คุณชายใหญ่ใช้วิชามารนั้นแพร่กระจายไปทั่วทั้งจวน แต่ก็ไม่มีผู้ใดกล้านำเรื่องพวกนี้ออกไปพูดนอกจวน เพราะกลัวว่าหากคุณชายใหญ่รู้เข้า คงได้มาจัดการตัวเองแน่นอนในขณะที่ตัวต้นเร่องอย่างจ้าวเซินฝูนั้น วันนี้ก็ไม่ได้ออกไปไหน แม้แต่กวาดใบไม้หน้าเรือ
"ผี?""ขอรับนายท่าน""เมื่อวานก็วิชามาร วันนี้ก็ผีสาง มันอะไรกันนักกันหนา?"จ้าวจวิ้นซานยกมือขึ้นมาบีบนวดขมับคลายเส้นเบาๆหลังจากได้ยินรายงานเกี่ยวกับเหตุการณ์วุ่นวายเมื่อเช้าเมื่อวานหลังจากกลับถึงบ้านก็ได้รับรู้เรื่องน่าปวดหัวอย่างเรือนเล็กท้ายจวนมีปัญหา พอไปถึงคนก็บอกว่าไอ้มารหัวขนนั่นฝึกวิชามาร
"วิชามารอย่างนั้นหรือ?"น้ำเสียงเจือไปด้วยความสงสัย ไม่คล้ายว่าตื่นตระหนกเสียเท่าไหร่ จ้าวจวิ้นซานยังไม่ละสายตาจากจ้าวเซินฝูที่มองมาอย่างไม่เกรงกลัวบุตรชายคนนี้ ไม่ได้เห็นมานานนัก แต่ไม่ว่าจะมองอย่างไรก็ดูไม่คล้ายว่าจะเป็นผู้ฝึกวิชามารอะไรนั่นอย่างที่บุตรชายคนรองกล่าว"ท่านพี่ อาเหอเป็นเพียงเด็กคน