LOGINใครๆก็หาว่าเราเป็นแฝดสาม ก็โอละพ่อสิครับ!! พวกผมนะ โคจรมาจากคนละที่ โตมาคนละแบบ อาเทอร์น่ะเป็นทนาย ส่วนแอสตั้นเป็นโจทก์ที่มาฟ้องผม และผม (เซ บัส) ก็คือจำเลย เหตุเกิดจากการเข้าใจผิด หรือเพราะโชคชะตาก็ไม่ทราบได้ เมื่อจู่ๆผมก็โดนแอสตั้นฟ้องคดีเปิดเผยทรัพย์สินปัญญาประดิษฐ์(Ai)ของทางบริษัท ดังนั้นแล้วผมจึงตกเป็นจำเลย มันบ้า ใช่มั้ยล่ะครับ หากทุกอย่างมันเป็นการฟ้องร้องกันโดยทั่วไป แต่ที่มันบ้าและพีคไปกว่านั้นก็คือ พวกผมดันไปมีอะไรกันแบบจัดสาม และวันที่ศาลฎีกาตัดสิน วันนั้นผมก็ถูกรถชนสาหัสปางตาย แต่ถึงอย่างนั้น ผมก็รักษาตัวเองตลอดระยะเวลาสองปี ท่ามกลางความเลว ร้ายเพราะนกเขาของผมมันดันไม่ขัน แต่ถึงอย่างนั้นแค้นที่ผมมีก็ต้องรอวันชำระและกลับมาเอาคืนพวกมันอย่างสาสม !!
View More"Rafli, mulai malam ini, kamu temani tiga anak gadisku, ya!"
Belum sempat aku menjawab "Inggih" atau sekadar mengangguk patuh, suara ketus dari arah tangga langsung memotong pembicaraan kami.
Itu Nona Shella, anak sulung Nyonya Alika yang cantiknya luar biasa, tapi galaknya melebihi induk macan yang sedang menyusui.
Wanita muda itu mengenakan kemeja kerja yang dua kancing atasnya sengaja dibuka, memperlihatkan leher jenjang dan tulang selangkanya yang begitu menggoda.
"Mama emang ga mikir dua kali, ya? Ngapain masukin orang kampung ini ke dalam rumah utama? Dia itu cuma sopir, Ma, badannya dekil, item, mana bau lagi! Udah bener dia jadi sopir aja, malah dijadiin pelayan, terus disuruh tinggal pula!"
Aku hanya bisa menunduk semakin dalam sambil meremas topi kumalku, merasakan panas menjalar di telinga bukan karena marah, tapi karena malu menyadari betapa jauhnya perbedaan kasta di antara kami.
Memang benar kata Nona Shella, aku ini cuma pemuda desa yang merantau demi biaya berobat Emak.
Aku pun diam saja karena tidak enak dengan Nyonya Alika, mengingat dia berjanji membiayai terapi Emakku di desa, asal aku mau menjadi pelayan di rumahnya.
Tapi jujur saja, saat Nona Shella marah-marah begitu, dadanya yang naik-turun dengan cepat justru membuat mataku salah fokus, membayangkan betapa sesaknya kancing kemeja itu menahan bola-bola padat di baliknya.
"Shella, jaga bicara kamu! Rafli ini rajin, dia juga kuat angkat-angkat barang berat, kita butuh laki-laki di rumah ini untuk jaga-jaga. Lagipula, paviliun belakang itu kosong dan Rafli bisa sekalian jadi pelayan kalau sopir lagi enggak dibutuhkan."
"Terserah Mama deh, awas aja kalau dia berani macem-macem atau nyolong barang!" Nona Shella mendengus kasar, kemudian pergi ke dapur sambil bermain ponsel.
"Jangan dimasukkan hati ya, Rafli, dia memang begitu kalau lagi capek kerja," ucap Nyonya Alika sambil menepuk bahuku pelan, sentuhan tangannya yang halus terasa hangat menembus kain baju seragamku yang tipis.
"Ba-baik, Nyonya, terima kasih banyak sudah boleh tinggal di sini," jawabku gugup.
Nyonya Alika kemudian terlihat menghampiri kamar Nona Sora, si bungsu yang paling manja, kemudian mengingatkan gadis itu untuk tidur karena besok ada kuliah pagi, sebelum akhirnya Nyonya Alika sendiri masuk ke kamar utamanya.
Suasana rumah besar itu mendadak sepi, hanya terdengar suara gemuruh hujan dan petir yang menyambar sesekali.
Aku baru saja meletakkan tas bututku di kamar pelayan yang sempit, ketika teringat kalau mobil kesayangan Nyonya Alika belum kucuci sehabis dipakai menerobos banjir tadi sore.
Lampu garasi sengaja tidak kunyalakan semua demi menghemat listrik majikan, hanya lampu temaram dari teras samping yang menerangi area itu.
Namun, langkahku terhenti mendadak saat melihat ada seseorang duduk di kursi rotan pojok garasi.
Itu Nona Sora.
Dia adalah mahasiswi baru dan sekarang sedang duduk santai sambil menonton film di tabletnya, kakinya diselonjorkan ke kursi lain.
Napasku tercekat di tenggorokan saat melihat apa yang dia kenakan.
Nona Sora hanya memakai kaus oblong putih kebesaran yang tipis dan celana gemes super pendek yang bahkan nyaris tak bisa menutupi pangkal pahanya.
Paha putih mulus yang padat berisi itu terpampang nyata di depan mataku, bersinar remang-remang tertimpa cahaya lampu teras, terlihat begitu lembut dan kenyal seperti tahu sutra yang baru matang.
"Waduh, cobaan macam apa lagi ini, Gusti. Mulus banget, sumpah. Gadis desa banyak, sih, yang mulus, tapi ga semulus itu. Putihnya udah kayak tembok aja!”
Nguk!
Ngiek!
“Oiiii, asem lah, jangan bangun oii, Gatot!" Aku menepuk-nepuk si Gatot agar dia tidak semakin menegak.
Tapi…
Nona Sora sepertinya tidak menyadari kehadiranku karena dia memakai headphone besar di telinganya, sesekali dia terkikik geli sambil mengubah posisi duduknya, membuat kaus itu tersingkap sedikit lebih tinggi dan memperlihatkan pangkal pahanya yang menggoda.
Aku buru-buru memalingkan wajah ke arah mobil, takut kalau terus-terusan melihat nanti mataku bintitan atau malah si Gatot bangun dan memberontak minta jatah.
Dengan langkah pelan agar tidak mengganggu Nona Sora, aku berjalan menuju mobil sedan mewah milik Nona Shella yang terparkir di sebelah mobil reborn klasik keluaran terbaru berwarna hitam.
Anehnya, meskipun mesin mobil itu mati, aku mendengar suara-suara aneh dari arah sana, seperti suara orang sedang berbisik-bisik atau menahan sakit.
Plak!
Plak!
Plak!
Semakin dekat aku melangkah, semakin jelas suara itu terdengar di sela-sela suara hujan.
Dan… sialan!
Itu suara desahan napas yang memburu dan suara dua sejoli beradu "plak, plak, plak", dan iramanya teratur.
Karena penasaran dan takut ada maling yang bersembunyi di dalam mobil majikanku, aku memberanikan diri untuk mengintip dari kaca samping yang tidak terlalu gelap.
Mataku melotot nyaris keluar dari kelopaknya saat melihat pemandangan di dalam sana melalui celah embun yang sedikit bersih.
Di jok depan yang sudah direbahkan itu, Nona Shella sedang berada dalam posisi yang sangat tidak senonoh, duduk di pangkuan seorang pria asing sambil bergerak naik-turun dengan tempo cepat.
Kemeja kerjanya sudah terbuka lebar, memperlihatkan dua bukit kembarnya yang berguncang hebat mengikuti irama gerakan tubuhnya, sementara kepalanya mendongak ke atas dengan mulut terbuka lebar mendesahkan nikmat.
"Oh, yes, ahh… Iya, iya, di situ, terus, Sayang, percepat lagi!"
"Aku bentar lagi sampai puncak!"
Jadi, pacar Nona Shella yang katanya anak pejabat itu diam-diam menyelinap masuk ke garasi saat hujan deras begini?
Pantas saja tadi Nona Shella marah-marah saat aku masuk, ternyata dia takut aksi kuda-kudaan rahasianya ketahuan orang rumah.
Keringat dingin mulai mengucur di pelipisku, pemandangan tubuh indah Nona Shella yang biasanya tertutup rapat pakaian kantor yang rapi.
Kemeja putihnya sudah terbuka lebar hingga ke perut, menampilkan dua dada montok nan putih mulus yang basah oleh keringat, berguncang hebat ke atas dan ke bawah, mengikuti tempo pinggulnya yang menghantam pangkuan pria itu.
Setiap kali tubuhnya terhempas turun, gundukan kenyal itu terguncang liar seolah ingin tumpah keluar, menciptakan hipnotis yang membuat akal sehatku hilang seketika.
Darahku mendidih, mengalir deras ke satu titik hingga si Gatot terbangun paksa dan menegang sakit di balik celana kainku yang sempit, berkedut-kedut ingin ikut serta dalam pesta di dalam sana.
Seharusnya aku lari, tapi kaki sialan ini malah terpaku, menikmati bagaimana paha mulus Nona Shella yang terbuka lebar itu menjepit pinggang pacarnya dengan erat.
Si Gatot di bawah sana justru berdenyut antusias merespons pemandangan live show gratis yang baru saja kusaksikan.
Tanpa sadar, kakiku mundur selangkah dan menginjak ranting kering yang terbawa angin ke lantai garasi.
KRAK!
Suara patahan ranting itu terdengar cukup keras di tengah kesunyian garasi, membuat gerakan liar di dalam mobil itu terhenti seketika.
Dua pasang mata dari dalam mobil menoleh panik ke arahku yang berdiri mematung dengan ember di tangan dan wajah bodoh yang tak berdosa.
"Mampus aku, kayaknya aku ketahuan sama Nona Shella!"
ก่อนหน้านั้นผมไม่รู้เลยว่าพวกมันต้องเจอกับอะไรมาบ้าง ผมมารู้ทีหลังว่าตอนศาลตัดสิน คดีพลิก พวกมันหายไปในช่วงหกเดือน เพราะกำลังสืบคดีช่วยผมอย่างลับๆแม่ง ทำอะไรไม่เคยปรึกษากันเลยและผมก็มารู้ทีหลังว่าพวกมันจ้างนักสืบเอกชนตามหาผม ถึงแม้ผมจะหายไป พวกมันตามไปถึงสแตนฟอร์ด รัฐแคลิฟอร์เนียเลย พวกมันพยายามหาหมัดเด็ด ผมรู้ได้ยังไงหรอ? ผมก็มีเงินไงครับ ใช้ทนายและนักสืบของผมช่วยสืบหาพวกมันเช่นกัน และคนเบื้องหลังคือหลินเจียวสองปีที่ผ่านมา แอสตั้นมันเข้าโรงบาลเพราะบ้า เล่นเสเพล ใช้ชีวิตตามใจ ทั้งๆ ที่ตอนนั้นผมเจอมันที่สถานที่อโคจร มันไปเพราะต้องการสืบเรื่องของผมเพิ่มเติม ตอนแรกก็ไม่เข้าใจว่าทำไมมันถึงนัดกันที่นั่น แต่มาถึงตอนนี้ ผมไม่มีข้อสงสัยอะไรกับพวกมันทั้งคู่ถึงแม้ผมจะยังไม่รู้ความจริงทั้งหมด แต่ผมก็ไม่สามารถฟ้องพวกมันกลับได้อยู่ดีมันให้ผมมาเป็นพาร์ทเนอร์ในบริษัท ซึ่งหุ้นส่วนหลักๆ ก็มีผม มัน และอาเทอร์ พวกเราทำงานร่วมกัน ช่วงนี้มันเริ่มไม่ให้ผมอยู่ห่างจากสายตาพวกมัน ผมก็เหมือนลูกนกขี้แยในสายตาพวกมัน ทุกอย่างพวกมันก็จะรองมือรองไม้ให้ผมไปซะหมดวันว่างๆ พวกมันพาผมไปทำเลเซอร์ลบรอยแผลเป็น พวกเรา
ผมพยุงร่างโซเซของมันออกมาจากห้องน้ำ เราทั้งคู่เดินไปยังโซฟากำมะหยี่ตัวใหญ่ มันนอนกึ่งนั่งหลังชนพนักพิง ผมขึ้นคร่อมร่างมันอย่างไว สมองของผมมันหวั่นไวไปหมดมันใช้มือช่วยดึงรูดแกนกายของผมขึ้นลง จนน้ำสีใสตรงปลายหัวฉ่ำเยิ้มทะลักเปรอะไปหมด มันผลักร่างของผมลง ก่อนจะก้มลงใช้ลิ้นเกี่ยวตวัดอย่างช่ำชอง มันกระดกลิ้นไปพร้อมกับดูดแกนกายขึ้นลงจนผมเริ่มทนไม่ไหว มันแม่งเด็ดสุดยอด ผมเริ่มทนไม่ไหว พยายามจะผลักใบหน้าของมันออก แต่มันกลับยิ่งดูดแรงและเร็วขึ้น ลิ้นเกี่ยวตวัดหัวหยักของผมเป็นวงกลมและกระดกลิ้นรัวๆอื้มมม ….“ผมจะแตกแล้ว ….”อ๊าาาห์ ….ในที่สุดผมก็พ่นพิษเข้าไปในอุ้งปากของมัน มันก็กระดกอึกเข้าลำคอในพรวดเดียวมึงแม่ง!! ไอ้ขี้หื่น!!มันลามเลียจากสองลูกโลกของผมขึ้นมาเรื่อยๆ จนมางับกระดกเข้าที่ตุ่มเม็ดเล็กๆ สีชมพูสองข้างหว่างอกของผม มันใช้ลิ้นตวัดวนเป็นวงกลมรอบๆ เม็ดเสียว ก่อนจะขบงับเล่นกับเม็ดเล็กๆ อย่างแผ่วเบา เสียงดูดหัวนมดังจนผมเริ่มหวามไหวอีก ระรอก มันค่อยๆ หยัดกายขึ้นคร่อมผม บังคับให้ผมอมเจ้าไซซ์ 60 ของมันอื้มมม ….มันร้องครางอย่างพอใจเมื่อผมดูด“ดูดแรงๆ หน่อยเซบัส”มันสั่งผม พร้อมใช้มือบังคั
สองเดือนแล้วที่ผมกลับมาทำงานภายใต้องค์กรลับๆ ภายในประเทศ ผมผู้ที่ค่าตัวยังแพงมหาศาลภายใต้โครงการของภาครัฐ ผมมีหน้าที่ให้มาติดตั้งและพัฒนาวิจัยบนยอดดอยที่ห่างไกลแห่งหนึ่ง พวกเขายังห่างไกลคำว่าอินเทอร์เน็ตไปมาก ดังนั้นแล้วผมจึงมีโอกาสได้เป็นส่วนหนี่งในการติดตั้งโปรแกรมในครั้งนี้ แต่ใครจะไปรู้ล่ะว่าเจ้าพ่อไมโครซอฟรายใหญ่ดันเป็นไอ้ทนายหน้าหล่อ ผมก็นึกว่ามันมีแค่บริษัทจัดตั้งทนายนี่หว่าผมมารู้ทีหลังว่าอาเทอร์มันไม่ได้เก่งแค่เป็นทนาย แต่มันยังรู้เรื่องเกี่ยวกับเทคโนโลยีได้ดีทีเดียวตอนแรกที่เจอมัน ผมก็ไม่ได้คิดอะไร ปกติแล้วงานแบบนี้ต้องใช้คนที่มีความสามารถเฉพาะทางอยู่แล้ว ผมจึงไม่ได้แปลกใจอะไรที่เห็นคนแปลกหน้าในโครงการเดียวกัน แต่พอเริ่มทำงานไปสักพัก ผมก็เริ่มสังเกตเห็นบางอย่างที่มันไม่ปกติ“ทนายรหัส?” ผมถามตัวเองเมื่อเห็นไอ้หน้าหล่อคนนี้กำลังพิมพ์โปรแกรมบนคอมพิวเตอร์อย่างชำนาญแล้วก็ได้คำตอบในวันที่ผมเจอเขาบนโต๊ะประชุม เขายิ้มบางๆ พร้อมบอกว่า “ใช่ครับ ผมไม่ได้ทำหน้าที่เพียงแค่ทนาย แต่ยังเป็นผู้เชี่ยวชาญด้านเทคโนโลยีด้วย ตอนนี้บริษัทของผมเป็นหนึ่งในผู้พัฒนาซอฟต์แวร์สำคัญของรัฐบาล”ผมอ้าปาก
เสียงหัวใจของผมเต้นแรงเหมือนจะหลุดออกมาจากอก เมื่อแอสตั้นยังคงยืนอยู่ตรงนั้น ใกล้ชิดผมเกินไป ข้างๆ ตัวผมมันช่างยุ่งเหยิง ไอ้ความรู้สึกที่พยายามลืมมันไปกลับย้อนกลับมาอย่างไม่ทันตั้งตัว กลิ่นน้ำหอมของมันแทรกซึมเข้ามาจนทำให้สมองผมเบลอไปหมด ผมพยายามตั้งสติ แต่ความรู้สึกที่เคยเจ็บปวดกลับลุกขึ้นมาอีกครั้ง“อย่ามากอดผม ปล่อยนะผมจะออกไป” ผมพูดเสียงแหบห้าวกับมัน แม้จะพยายามดึงตัวออกจากการกอดของมัน แต่กลับรู้สึกเหมือนโดนยึดตัวเอาไว้ไม่ให้หนี“เซบัส นายจำไม่ได้จริงๆ เหรอ?”แอสตั้นยังคงถามในน้ำเสียงที่ดูเหมือนจะอ่อนลง แต่มันก็ยังมีแววของความกังวลที่ซ่อนอยู่ มันเหมือนจะยิ่งทำให้ผมเจ็บปวดมากขึ้นไปอีก สภาพจิตใจของผมมันซับซ้อน ร่างกายที่มันสัมผัสทำให้รู้สึกเหมือนยังมีบางอย่างที่ไม่ได้หายไป แต่ผมต้องระงับมันเอาไว้“ผมบอกว่าไม่รู้จักคุณ” ผมตอบออกไปพร้อมกับยิ้มบางๆ มันไม่ได้แสดงถึงความสุข แต่เป็นแค่การยิ้มที่เคลือบด้วยความเจ็บปวดแอสตั้นยืนนิ่งเหมือนตกตะลึง มันถอนหายใจออกมาเบาๆ แล้วก็กอดผมแน่นขึ้น มันไม่พูดพล่ามอะไรอีก ผมมารู้ตัวอีกทีก็ตอนที่ริมฝีปากอุ่นร้อนของมันทาบทับลงมาที่กลีบปากของผม มันบดเบียดดุนด