แผนพิชิตใจนายเลขาแวมไพร์ฮอตเนิร์ด

แผนพิชิตใจนายเลขาแวมไพร์ฮอตเนิร์ด

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-02-03
Bahasa: Thai
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
11Bab
323Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

เรื่องราวของคุณเลขาแวมไพร์ฮอตเนิร์ดที่บังเอิญไปเข้าตาลูกสาวเจ้านายตั้งแต่แรกพบเจอ

Lihat lebih banyak

Bab 1

ทำความรู้จัก

"Tuan, tolong saya. Saya mohon …"

Saat ini di sebuah kamar hotel seorang perempuan berpenampilan acak-acakan sedang merengek pada seorang pria berparas datar dan dingin.

Bukan tanpa alasan perempuan itu merengek meminta pertolongan pada pria yang dikenalnya. Terlebih, setiap hari dia bertemu pria dingin tersebut.

Seandainya dia tak lagi sedang dalam keadaan terdesak. Mana mungkin dia berani meminta hal yang sangat-sangat mustahil dan terkesan murahan.

"Shanum, apa kamu yakin?" Pria beralis tebal dan bermanik hitam itu mencoba meyakinkan sekali lagi. "Saya tidak ingin kamu menyesalinya setelah ini," tegasnya.

Perempuan bernama Shanum itu mengangguk cepat. "Saya yakin, Tuan. Yakin seribu persen. Dari pada saya harus menderita semalaman gara-gara obat sialan itu, lebih baik saya … saya minta bantuan sama Tuan Ozkhan."

Keputusan berat yang harus diambil Shanum, setelah dirinya dijebak oleh suaminya sendiri. Sial! Hidupnya benar-benar sial setelah menikah dengan Orhan—suaminya yang tak tahu diri dan tukang bohong.

"Ini semua gara-gara suami saya. Dia menjual saya, Tuan. Dia bohongi saya. Dia menjadikan saya sebagai penebus utang." Shanum memberikan penjelasan kepada Ozkhan—pria yang merupakan atasannya sendiri.

Ya, entah nasib apa yang digariskan oleh Tuhan pada kehidupan Shanum. Sampai-sampai dia berada di situasi sekarang ini.

Bertemu secara tidak sengaja di sebuah hotel ternama saat dia hendak melarikan diri dari pria 'berengsek' yang mengaku sudah membelinya. Shanum baru sadar jika suaminya lebih dulu mencekoki dirinya dengan obat perangsang.

Ozkhan berdecak keras, melihat sekretarisnya menceritakan kemalangannya. Tangannya secara sadar terulur, menyentuh sudut bibir Shanum yang berdarah. Miris sekali nasib perempuan di hadapannya ini, pikirnya.

"Siapa yang melakukan ini?" tanya Ozkhan, dengan raut datar. Namun, sorot matanya memancarkan kemarahan serta ketidaksukaan.

Shanum mengerjap, hingga cairan bening tak dapat dibendung lagi. Air matanya meleleh seiring isakannya. "Pria itu, Tuan. Dia yang melakukannya," ucap Shanum, sambil menahan rasa sesak yang teramat di dada.

Rahang Ozkhan seketika mengetat. Tatapan datar dan dingin itu berubah menjadi tatapan iba. "Ini juga?" Dia melirik lengan Shanum yang lebam, seperti habis terbentur sesuatu yang keras.

Shanum hanya mengangguk. Maniknya terpejam sesaat, lalu terangkat untuk sekadar menatap Ozkhan. "Tuan …"

Ozkhan menghela napas panjang. Membalas tatapan Shanum yang terlihat mengiba. "Suamimu ke mana?"

Shanum menggeleng, lalu berdiri. Obat perangsang semakin mempengaruhi akal sehatnya. Dengan tak tahu malu, Shanum mengalungkan kedua lengannya di leher Ozkhan. "Tuan … Tubuh saya rasanya sangat panas. Saya sudah tidak bisa menahannya lagi."

"Shanum …" Ozkhan memalingkan wajah ketika Shanum hendak menciumnya. Dia juga menahan pinggang perempuan itu agar tak terlalu dekat dengannya.

"Please, Tuan. Saya mohon …. Saya benar-benar tidak bisa menahannya." Anggaplah kali ini Shanum benar-benar sudah gila. Bagaimana tidak? Jelas-jelas yang dia mintai tolong adalah atasannya yang sudah beristri.

'Aku tidak peduli. Untuk saat ini hanya itu cara yang bisa menangani efek obat sialan ini. Soal ke depannya, kita lihat saja nanti.' Batin Shanum berperang dengan logikanya.

Ozkhan sendiri tak bisa berpikir apa pun untuk saat ini. Di satu sisi dia sudah mengenal Shanum dengan baik, dan di sisi lain Ozkhan tak bisa mengelak jika sang sekretaris memang memiliki daya tarik tersendiri di matanya sebagai laki-laki.

"Saya gerah!" Shanum tiba-tiba menurunkan resleting dress-nya, hingga kain itu luruh ke bawah kakinya. Yang tersisa hanya underwear warna merah yang menutupi kedua aset berisi nan sintal, dan inti tubuhnya.

Melihat tingkah Shanum yang ekstrem, Ozkhan tentu terperanjat. Bola matanya membulat sempurna, ketika pemandangan indah terpampang nyata di hadapan.

Ozkhan mendesah frustrasi. Dia sadar jika saat ini Shanum tidak sadar dengan apa yang diperbuatnya. Pengaruh obat perangsang memang sangat berbahaya.

"Shanum, apa yang kamu lakukan?" Suara Ozkhan bahkan terdengar serak dan berat.

"Saya hanya melakukan yang seharusnya, Tuan. Saya benar-benar tersiksa. Jadi, saya minta, Tuan mau membantu saya." Suara Shanum terdengar serak, dan berkali-kali dia menggosok kedua telapak tangan di depan muka. "Tuan …" Tatapannya semakin sayu.

"Ikut saya!" Ozkhan menarik tangan Shanum, membawanya ke kamar mandi, dan berdiri tepat di bawah shower. "Diam di sini."

Shanum kebingungan saat ini karena Ozkhan malah mengguyurnya dengan air dingin. "Tu- Tuan mau apakan saya? Saya tidak minta dimandikan, tapi …"

"Diamlah. Saya sedang berusaha meredakan efek obat itu," kata Ozkhan, menahan lengan Shanum agar tidak pergi, meski dia sendiri hampir basah karena cipratan air.

Shanum tak tahu kalau Ozkhan adalah pria normal yang tentu akan bereaksi jika disajikan pemandangan erotis semacam ini. Namun, meski pun begitu, Ozkhan masih tetap waras untuk tidak menuruti kemauan gila sekretarisnya.

"Dingin, Tuan." Shanum tidak bohong, saat ini dia benar-benar kedinginan. Tubuhnya yang semula panas kini menjadi dingin.

Ozkhan tak menanggapi. Diam-diam dia menikmati keindahan di depan mata. Kulit Shanum yang putih dan lekukan-lekukan yang pas begitu menggoda. Apalagi di bawah kucuran air seperti sekarang, membuat Shanum terlihat seksi.

Satu hal yang baru Ozkhan sadari—ternyata sekretarisnya itu sangat cantik.

'Sial! Singkirkan pikiran kotormu itu, Ozkhan. Dia sudah bersuami dan kamu juga sudah beristri.' Ozkhan membatin kesal, merutuki dirinya yang sudah lancang berpikiran mesum terhadap sekretarisnya sendiri.

Dan untuk itu, Ozkhan pun memilih menjauh. Demi kebaikan Shanum dan juga dirinya sendiri. Ozkhan berdiri bersandar pada dinding, dan mengalihkan pandangan ke tempat lain. Lama-lama dia sendiri yang tidak bisa mengendalikan diri.

"Tuan, berapa lama saya harus seperti ini?" tanya Shanum, yang mulai kedinginan. Bibirnya menggigil, dan sekujur tubuhnya gemetar.

"Satu jam," jawab Ozkhan tanpa mengalihkan tatapan dari pintu kamar mandi yang terbuka. Mati-matian dia menahan hasrat yang tak tahu malu muncul ke permukaan.

"Apa Tuan, satu jam? Bisa-bisa saya mati kedinginan," cicit Shanum. "Kenapa harus pakai cara seperti ini, kalau ada cara yang lebih menguntungkan," gumam Shanum, merasa jika cara tersebut sama sekali tak membantu.

Tentu saja Ozkhan dapat mendengar omongan Shanum, meski samar-samar. Sudut bibir lelaki tinggi itu berkedut, dadanya tak berhenti berdebar sedari tadi. Dia memilih tak menanggapi perkataan konyol Shanum.

Ozkhan berdeham berat, seraya bersedekap, sementara Shanum tertunduk lesu sambil menatap dirinya sendiri. Dari ujung kaki sampai ke dadanya yang berukuran cukup berisi.

Tiba-tiba saja Shanum berceletuk, "Tuan … Setidaknya Anda menatap saya. Apa Anda tidak tergoda dengan saya? Atau memang tubuh saya kalah jauh dengan tubuh istri Anda?"

Ozkhan masih diam, meski dia ingin sekali membalas celetukkan Shanum. Yang dikatakan perempuan itu tidaklah benar.

Andai saja Ozkhan bisa bicara blak-blakan kepada sekretarisnya itu. Namun, Ozkhan harus tetap menjaga imej-nya sebagai atasan, bukan?

'Dia tidak tahu kalau sejak tadi aku mati-matian menahan hasrat ini. Sial!' Ozkhan membatin.

"Tuan … seandainya Anda mau membantu saya. Saya janji akan merahasiakan hal ini. Saya pastikan ini yang pertama dan yang terakhir," ujar Shanum, yang sebenarnya dia sendiri merasa malu berkata demikian. "Saya pastikan, Nyonya Numa tidak akan pernah tahu soal ini."

Shanum menggigit bibir bawahnya, sambil melirik Ozkhan yang tak bergeming sedikit pun dari tempatnya. Entah apa yang sedang dipikirkan lelaki itu.

Sejurus kemudian, ponsel Ozkhan berdering. Dan dengan cepat dia menjawab panggilan telepon dari seseorang yang dia percayai.

"Ya. Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan buktinya?" tanya Ozkhan yang nampak serius.

'Saya sudah mendapatkan buktinya, Tuan. Saya sudah mengirim beberapa fotonya.'

"Oke. Terima kasih. Kamu boleh pergi dari sana."

Ozkhan mengakhiri pembicaraan, lalu mengecek beberapa foto yang dikirimkan oleh orang kepercayaannya di ponselnya.

Tatapan Ozkhan menajam ketika melihat foto-foto tersebut. Dia hanya menyeringai, lalu menonaktifkan ponselnya.

"Shanum …" panggil Ozkhan, sambil meletakkan ponsel ke pinggir wastafel.

"Ya, Tuan." Shanum melihat Ozkhan melepas jas, dan menatapnya dengan tatapan berbeda.

Ozkhan lantas mendekat pada Shanum dengan seringai penuh arti. "Apa kamu masih membutuhkan bantuan saya?"

Shanum mengerjap lambat ketika tahu-tahu Ozkhan sudah berdiri di hadapan dan merengkuh pinggangnya. "Apa Tuan mau membantu saya?"

Tak ada jawaban dari mulut Ozkhan, karena saat ini lelaki itu sedang diliputi perasaan kesal bukan main. Pikirannya pun sudah tidak bisa dikendalikan. Saat ini yang dia butuhkan hanyalah pelampiasan.

"Maaf Shanum, kalau saya sudah kurang ajar. Tapi, menurut saya, ini tidak ada salahnya. Kita bisa merahasiakan hal ini. Kamu butuh saya, dan saya juga butuh kamu," kata Ozkhan, tanpa sungkan meraba bibir Shanum yang menggoda dengan ibu jari. Dan kali ini tubuhnya sudah benar-benar basah serta menginginkan Shanum.

Shanum mendongak lalu menelan ludah. Dia tak pernah membayangkan jika dia akan berada di posisi sekarang ini. Berada sangat dekat dengan atasannya.

"I-Iya, Tuan. Tidak masalah. Saya—"

"Kalau begitu, kita bisa memulainya."

Ozkhan lantas meraup bibir Shanum, menciumnya tanpa permisi. Perlahan dia mendorong tubuh Shanum agar merapat pada dinding kamar mandi. Awalnya Shanum cukup kewalahan, tetapi perlahan dia bisa mengimbangi permainan lidah sang atasan yang sangat liar.

Dan dari sinilah kisah mereka dimulai!

****

Bersambung....

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
11 Bab
บทนำ
ร่างสูงก้าวไปตามทางเดินอาคารสนามบินของฝั่งผู้โดยสารขาเข้าประเทศ และเพียงไม่นานเขาก็ได้ยินเสียงใครคนหนึ่งเอ่ยเรียกชื่อของตน“สวัสดีครับคุณชาร์ล ผมเป็นผู้ช่วยเลขาของท่านชายเจย์เดน ท่านชายวานให้ผมมารับครับ” ว่าจบอีกฝ่ายก็ตรงเข้ามารับสัมภาระของอีกคนไปถือไว้สายตาคมปรายมองเล็กน้อยก่อนจะทำเพียงแค่พยักหน้าให้อีกฝ่ายเป็นการบ่งบอกว่าเข้าใจแล้ว แต่ท่าทางที่แสนเรียบง่ายและดูสุขุมนุ่มลึกของเขานั้น มันให้ความรู้สึกเย็นชาต่อผู้พบเห็นอย่างไรก็ไม่รู้ทำเอาผู้ช่วยเลขาที่เดินตามหลังไปติด ๆ ถึงกับลอบกลืนน้ำลาย ด้วยเหตุผลที่ว่า เจ้าคนเย็นชานี่ อีกไม่นานก็จะเป็นหัวหน้าของเขาอย่างไรล่ะรถยนต์คันหรูถูกขับมาจอดเทียบเคียงตรงหน้าประตูทางออกสนามบิน ระหว่างนั้นผู้คนไม่ว่าชายหรือหญิงก็ต่างพากันจับจ้องเขาเป็นตาเดียวประเด็นแรกก็เพราะความหล่อเหลาที่แม้แต่จะสวมแว่นตาบดบังเอาไว้บางส่วนแล้ว ก็ยังรู้สึกได้ถึงออร่าความหล่อนั้นอย่างเลี่ยงไม่ได้ส่วนประเด็นที่สอง รถยนต์คันหรูที่ขับมาเทียบเคียงนั้นมีเพียงไม่กี่คันในประเทศ จึงบ่งบอกได้ว่าคนที่ขึ้นไปนั่งบนรถคันนั้นได้ จะต้องมาจากตระกูลผู้ทรงอิทธิพลเป็นแน่ ด้วยเหตุนี้ทุกคนจึง
Baca selengkapnya
บทที่ 1
นั่นเป็นครั้งแรกที่เธอได้พบกับเขา ดวงตาคู่สวยจับจ้องไปยังชายหนุ่มกำลังเดินผ่านพ้นเข้ามาทางประตูรั้วคฤหาสน์ด้วยท่าทางสุขุมเช่นทุกครั้งชาร์ลยืนมองสวนกว้างหลังคฤหาสน์ ไม่ได้มาเหยียบที่นี่เกือบหลายสิบปี นับตั้งแต่ท่านชายและท่านหญิงลินินคลอดลูกฝาแฝดออกมา เขาก็ต้องรีบไปศึกษาต่อและบริหารงานที่ต่างประเทศแทนท่านพ่อของท่านชายพอดีกลิ่นหอมอ่อนของดอกไม้ลอยตามลมมากระทบจมูก ดวงตาคมกวาดมองรอบบริเวณ ช่างอุดมสมบูรณ์และงดงามไม่เปลี่ยนไปเลยแต่แล้ว ขณะกำลังปล่อยใจไปกับความทรงจำอยู่นั้น เสียงฝีเท้าเบา ๆ และการเคลื่อนไหวดุ๊กดิ๊กใต้ต้นแอปเปิลในสวนก็เริ่มดึงความสนใจของเขาคิ้วหนาขมวดขึ้นด้วยความสงสัย ก่อนจะเดินเข้าไปใกล้ เพียงแวบเดียวเขาก็ได้พบเข้ากับหญิงสาวในชุดเดรสสีอ่อนที่กำลังเอื้อมมือเก็บผลแอปเปิลเหนือศีรษะอย่างเอาตายภาพนั้นทำให้ความทรงจำเก่า ๆ ไหลย้อนกลับมาราวกับสายธาร เพราะเมื่อหลายสิบปีก่อน ท่านหญิงลินิน แม่ของเธอก็เคยกระโดดเก็บแอปเปิลด้วยท่าทางสุดเหวี่ยงแทบเป็นแทบตายแบบนี้เนี่ยแหละ เพราะอยากจะได้ลูกที่สวยที่สุด แต่มันสูงเกินเอื้อม จนในที่สุดท่านชายเจย์เดนก็ต้องเดินเข้ามาช้อนร่างของท่านหญิงลินินขึ
Baca selengkapnya
บทที่ 2
หลังจากพวกหนุ่ม ๆ แข่งสเก็ตน้ำแข็งกันเสร็จแล้ว ก็พากันไปทานอาหารในร้านเลื่องชื่อแห่งหนึ่ง แต่ดูเหมือนว่า เมื่อครู่จะมีแค่เคย์ลิสกับไลเอนน์แข่งกันอยู่สองคนเสียมากกว่า เพราะเจย์เนส พี่ชายคนโตสุด เหมือนจะต้องดูแลเพื่อนสาวของเขาตอนเล่นสเก็ตแทนน่ะสิทุกคนนั่งลงบนโต๊ะไม้ยาว ก่อนที่ท่านหญิงลินิน จะเป็นฝ่ายรังสรรค์เมนูอาหารจากทางพ่อครัว เพื่อให้อาหารนั้นเหมาะสำหรับทุกคนที่ทานได้ระหว่างที่รออาหารเลิศรสมาเสิร์ฟ เจย์เดนก็เอ่ยขึ้นกลางโต๊ะอาหาร “ยินดีต้อนรับกลับมานะชาร์ล”“ยินดีต้อนรับกลับมาครับ/ค่ะ” ทุกคนต่างพร้อมเพรียงแสดงความยินดีด้วยกัน ถึงแม้ว่าพวกเด็ก ๆ จะไม่เคยเห็นหน้าคร่าตาเขามาก่อนก็เถอะ แต่ก็อบอุ่นใจที่ได้เจอคุณเลขาที่ท่านพ่อชอบพูดถึงบ่อย ๆชาร์ลน้อมศีรษะให้ทุกคนก่อนจะเอ่ยเสียงเรียบ “ขอบคุณครับ”“แต่ว่านะ หายไปตั้งหลายสิบปี เจ้าดูทันสมัยขึ้นเยอะเชียวล่ะ ต่างกับข้าที่ยังพูดจาโบราณอยู่” เจย์เดนเอ่ยเหมือนเป็นการแซว แล้วหลังจากนั้นทุกคนก็พากันหัวเราะลั่น“นายก็ลองปรับตัวดูบ้างสิ” เป็นลินินที่เอ่ยบอกสามีของเธอ“เป็นแบบนี้ ข้าก็รักเจ้าได้ดีอยู่แล้ว” เจย์เดนตอบกลับใส่ภรรยาของเขาจนเธอไปไม่เป็นเ
Baca selengkapnya
บทที่ 3
“รออยู่ในรถก่อนครับ” เสียงทุ้มนุ่มเอ่ยขึ้นจากข้างนอกรถ เรย์เน่เงยหน้าขึ้นมอง ก่อนจะพบว่าเป็นร่างสูงที่เพิ่งแยกจากกันตรงจุดขึ้นรถเมื่อครู่นี่เอง“พี่ชาร์ล...”ว่าจบเขาก็ใช้พลังทำให้ประตูรถล็อคปิดตายจากข้างใน แล้วเดินไปตรงที่ผู้ช่วยถูกลากไปกองกับพื้น ร่างสูงย่อตัวลงสำรวจความปลอดภัยของเพื่อนร่วมงาน แต่ไม่ทันไร มวลอากาศก็พุ่งผ่านหน้าไปราวกับจ้องจะทำร้ายเมื่อผ่านหน้าไปได้สักพัก มันก็ตั้งท่าจะเคลื่อนเข้ามาโจมตีเขาอีกครั้ง แต่ชาร์ลไวกว่ามาก เขาคว้าจับตรงต้นคอของใครบางคนได้อย่างจังและหลังจากพิจารณาแล้วก็พบว่าอีกฝ่ายเป็นแวมไพร์เหมือนกัน“ใครส่งแกมา” เสียงเข้มเอ่ยพร้อมทำท่าทีเคร่งขรึม แต่อีกฝ่ายก็ทำเพียงแสยะยิ้มแล้วหัวเราะด้วยความสะใจ“ไม่เลวเลยหนิ นายน้อยคลินตัน โตขึ้นเยอะเลยนะ”ชาร์ลชะงักไปเมื่อได้ยินสิ่งที่อีกฝ่ายพูด จนเผลอคลายมือที่กอบกุมบริเวณลำคอไปชั่วขณะและเมื่อได้จังหวะ มันก็รีบพุ่งไปทางรถยนต์ที่เรย์เน่นั่งอยู่โดยไม่รอช้า แต่ด้วยความเร็วคนละระดับ ชาร์ลจึงพุ่งตามไปดักหน้าเอาไว้ได้ทัน“เร็วดีนี่ งั้นมาดูกัน ว่านายจะเร็วกว่าฉันหรือเปล่า...” ว่าจบมันก็แสยะยิ้มแล้วร่ายเวทย์ไปยังรถที่เรย์เ
Baca selengkapnya
บทที่ 4
หลังจากทั้งคู่รอดมาได้หวุดหวิด ชาร์ลก็ยังทำใจให้สงบไม่ได้ ด้วยความที่คิดไม่ตกว่ากลุ่มคนพวกนั้นรับใช้ตระกูลใดกันแน่ หรือบางทีอาจจะเป็น...เจ้าพวกนั้น...พวกคนที่มาถล่มคฤหาสน์คลินตันครั้งเมื่อเขายังเยาว์วัย ยิ่งคิดถึงเรื่องราวในวันนั้นเขาก็ยิ่งหวั่นใจเข้าไปใหญ่ ถึงแม้ว่าคนพวกนั้นจะโดนเนรเทศไปแล้วก็ตาม แต่ปัจจุบันก็ไม่รู้ว่าจะขยับขยายวงศ์ตระกูลไปถึงไหนแล้วและบางที อาจจะแข็งแกร่งขึ้นกว่าหลายร้อยปีก่อนก็เป็นได้“เรื่องวันนี้ อย่าเพิ่งแจ้งท่านชายเจย์เดน” เขายังย้ำกับผู้ช่วยเลขาอย่างโนอาห์ด้วย ไม่ใช่เพราะกลัวว่าจะโดนต่อว่าอะไรหรอก...แต่เขายังยืนยันให้แน่ชัดไม่ได้ว่าอีกฝ่ายเป็นใครกันแน่ และหากเปิดประเด็นนี้ออกไป ด้วยนิสัยของท่านชายเจย์เดนแล้ว คงไม่อาจรีรอที่จะสืบหาตัวพวกมันแน่ และเขาก็กลัวว่ามันอาจจะกลายเป็นเรื่องบาดหมางระหว่างตระกูลแวมไพร์ด้วยเพราะฉะนั้นหากจะรายงาน ก็ต้องมั่นใจให้แน่ชัดเสียก่อนส่วนโนอาห์ก็ได้แต่พยักหน้ายอมทำตามที่ชาร์ลบอก ด้วยความที่คนตรงหน้าเขานั้นเติบโตมาพร้อมกับท่านชายเจย์เดน จึงถือได้ว่าชาร์ลเองก็เป็นบุคคลสำคัญของตระกูลแบรดฟอร์ดที่เขาควรให้ความเคารพไม่ต่างกันหลังจากพ
Baca selengkapnya
บทที่ 5
หลังจากวันนั้น ชีวิตแต่ละวันของชาร์ลก็ดูจะยุ่งขึ้นเรื่อย ๆ ไม่ใช่เพราะงานประจำที่ทำอยู่นั้นหนักเกินไปหรอก แต่ช่วงนี้ดูเหมือนจะมีใครบางคนคอยตามวอแวเขาเป็นพิเศษและวันนี้ก็เช่นกัน เสียงฝีเท้าดังมาจากทางเดินบันไดของคฤหาสน์ ก่อนจะปรากฏภาพร่างบางที่กำลังเดินลงมาด้วยสีหน้ายิ้มแย้มเธอมุ่งตรงสู่ห้องทานอาหารเหมือนที่เคยทำเป็นประจำทุกวัน แต่ในวันนี้ เมื่อเห็นร่างสูงที่นั่งจัดการอาหารเช้าอยู่บนโต๊ะพอดิบพอดี ก็ถึงกับลอบยิ้มอย่างอดไม่อยู่ขาเรียวรีบก้าวจ้ำ ๆ ยาว ๆ เข้าไปใกล้อีกฝ่ายที่ดูเหมือนจะไม่ได้รู้ตัวเลยว่ามีวายตาของใครบางคนกำลังจับจ้องเขาราวกับเป้าหมายที่มีไว้พุ่งชนอย่างไรอย่างนั้น จนกระทั่งมือเรียวดึงเก้าอี้ที่อยู่ข้างเขาออก แล้วทิ้งตัวนั่งลงถัดจากกัน“เอ่อ อรุณสวัสดิ์ครับคุณหนู” หันมาเห็นคนที่นั่งลงข้าง ๆ ชาร์ลก็แทบสำลัก ‘ที่ประจำปกติของเธอก็นั่งฝั่งนู้น แล้วทำไมวันนี้มานั่งตรงนี้กันนะ’บางทีอาจจะไม่มีอะไรก็ได้ เขาอาจจะแค่คิดมากไปก็เท่านั้น คิดได้ดังนั้นชาร์ลก็ละสายตาจากร่างบางแล้วจัดการมื้อเช้าต่อ“คิดว่าถ้าสวนหลังคฤหาสน์มีดอกไม้กับต้นไม้สวย ๆ กว่านี้จะเป็นยังไงคะ” เรย์เน่เอ่ยเสียงใส พร้
Baca selengkapnya
บทที่ 6
หลังจากเปิดเทอมและต้องกลับมาอยู่ที่หอพักประจำโรงเรียน ปีนี้ถือเป็นชั้นปีสุดท้าย และเธอจะต้องตั้งใจอ่านหนังสือสอบเพื่อให้เรียนจบ แต่มันก็ไม่ได้ขัดขวางการหาข้ออ้างที่จะได้คุยกับพี่ชาร์ลของเธอเลยคนอย่างคุณหนูเรย์เน่ซะอย่าง...Reyne B: [พี่ชาร์ล คุณพ่อเป็นยังไงบ้างคะ]Reyne B: [แล้วคุณแม่ล่ะ]วันนี้หยิบเรื่องพ่อมาอ้างสินะ ก่อนหน้านี้เขายอมรับว่าที่ให้ข้อมูลการติดต่อเธอไปนั้นก็เพราะเป็นกังวลเรื่องความปลอดภัยของเธอนั่นแหละ บางครั้งเขาก็แอบมายืนอยู่บนคุกราบ้านช่องที่อยู่ตรงข้ามกับหอพักของเธอด้วยแต่พอเจอทักษะการชวนคุยของเธอเข้าไป เป้าหมายในการตอบแชทนั้นก็เริ่มเปลี่ยนไปในทางอื่นแทนใบหน้าหล่อที่โดยปกติมักจะนิ่งขรึม เริ่มแอบกระตุกยิ้มเป็นครั้งคราวเมื่ออ่านข้อความจากเธอCharles K: [วันนี้ท่านชายไม่มีงานอะไรเป็นพิเศษครับ เข้าบริษัทช่วงเช้า ช่วงบ่ายก็กลับมาอยู่ที่คฤหาสน์กับท่านหญิงลินินแล้ว]ดูเหมือนจะเป็นการตอบตามหน้าที่แบบถามคำตอบคำ แต่อันที่จริงในใจก็รู้สึกแปลกอยู่ไม่น้อย ไม่เพียงแค่เขาเท่านั้นที่รับรู้ได้ถึงความแปลกนี้ แต่ผู้ช่วยเลขาอย่าง โนอาห์ เองก็จับสังเกตได้เช่นกัน“แปลกจังเลยนะครับ”“?
Baca selengkapnya
บทที่ 7
เปิดเทอมได้ไม่นาน ช่วงเทศกาลวาเลนไทน์ ทางบ้านก็มารับเพื่อพาลูก ๆ ออกไปเที่ยวพักผ่อน ก่อนจะมีการสอบปลายภาคเพื่อจบภาคการศึกษาในปีสุดท้าย“มากันแค่นี้เหรอคะ” เรย์เน่สำรวจมองทั่วรถ ก่อนจะพบว่ามีเพียงคนขับรถ พ่อแม่ และพวกพี่น้องของเธอเท่านั้น ไม่มีคนที่เธอเฝ้ารอว่าจะได้เจอเลย...“พี่หมายความว่ายังไงว่ามาแค่นี้ ปกติตอนไปเที่ยวก็มีพวกเราสี่คนแล้วก็พ่อแม่อยู่แล้วหนิ” เคย์ลิสถามขึ้น สีหน้าดูสงสัยไม่ต่างจากไลเอนน์ที่พยักกหน้าเห็นด้วยกับคำถามของคู่แฝดตัวเอง“อะ...เปล่า...ไม่มีอะไรหรอก”“พี่ชาร์ลไม่ได้มาด้วยเหรอครับ” เป็นเจย์เนส พี่ชายคนโตซึ่งเป็นคู่แฝดของเธอเปรยขึ้นมาให้ ราวกับอ่านใจน้องสาวตัวเองได้อย่างไรอย่างนั้นเรย์เน่ได้ยินแบบนั้นก็ปรายสายตาดุ ๆ ส่งไปทางเขา เพราะกลัวว่าความลับจะถูกเปิดโปง แต่จริง ๆ ก็รู้สึกขอบคุณอยู่หรอกนะ เพราะใจจริงแล้ว เธอเองก็อยากรู้เหมือนกันว่าพี่ชาร์ลหายไปไหน“ชวนมาแล้ว แต่เจ้านั่นบอกว่าติดธุระ” เจย์เดนหันบอกลูกชายคนโต ก่อนจะบ่นพึมพำกับตัวเองต่อ “สงสัยเจ้านั่นคงนัดสาวที่ไหนไว้ล่ะสิท่า”คำพูดนั้นทำให้ใจเรย์เน่เต้นระส่ำไม่เป็นท่า ความรู้สึกวาบหวิวเข้าก่อกุมจิตใจอย่างบอก
Baca selengkapnya
บทที่ 8
เสียงดนตรีคลออยู่ในงาน ท่ามกลางแขกเหรื่อที่มาร่วมแสดงความยินดีและมอบของขวัญให้กับคู่บ่าวสาว และก่อนที่เชอรีนจะเดินจากไป ชาร์ลก็ยื่นกล่องของขวัญใบเล็กไปให้เธอด้วยท่าทางสงบนิ่งตามสไตล์ของตัวเองเพียงแต่ว่า ไม่ได้มีถ้อยคำแสดงความยินดีใด ๆ หลุดออกจากปากของเขาเลยแม้แต่น้อย ก็เขาไม่ได้ยินดีสักหน่อย เป็นฝ่ายโดนทิ้งโดยให้เหตุผลว่าเลือกอนาคนที่ดีกว่าตัวเอง ต้องแสดงความยินดีด้วยหรือไงกันและคนอย่างเขา จะให้ปั้นสีหน้าแล้วแสร้งพูดออกมาก็คงทำไม่ได้หรอกในขณะที่เชอรีนก็ยืนรอเขาพูดคำนั้น แต่เมื่อเห็นว่าอีกฝ่ายเพียงแค่ยื่นกล่องของขวัญมาให้ เธอก็ได้แต่ยกยิ้มเจื่อนแล้วแล้วยื่นมือไปรับกล่องของขวัญด้วยความจำใจ “ขอบคุณนะ”หลังจากนั้นเธอก็เดินจากโต๊ะของเขาไปเพื่อไปหาแขกคนอื่นต่อ แต่ไม่รู้ว่าคิดไปเองหรือเปล่า ตอนที่มองหน้าเธอแววตายังดูอาลัยอาวรณ์เขาอย่างไรไม่รู้อะไรกัน ไหนว่าเลือกสิ่งที่ดีที่สุดให้ตัวเองไง แล้วทำไมถึงทำหน้าทำตาแบบนั้นล่ะแต่ก่อนที่ความคิดจะเริ่มไหลไปไกล บางอย่างก็ขัดจังหวะความคิดของเขาเข้าเสียก่อนติ๊งมือหนาล้วงเข้าไปในกระเป๋าเสื้อสูท ก่อนจะหยิบมันขึ้นมาอ่านReyne B: [ขอตัวกลับก่อนนะคะ พอ
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status