คู่หมั้นสุดหวงของท่านอ๋องกระหายเลือด

คู่หมั้นสุดหวงของท่านอ๋องกระหายเลือด

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2024-11-15
โดย:  ชาไทยเย็นจบแล้ว
ภาษา: Thai
goodnovel16goodnovel
10
4 การให้คะแนน. 4 ความคิดเห็น
66บท
42.0Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

ใครจะคิดว่าอ๋องแม่ทัพผู้กระหายเลือดและสงครามยามคลั่งรักจะหึงหวงหนักจนแทบเสียความเป็นตัวของตัวเองเช่นนี้เพียงได้พบกับนาง..อีกครั้ง ทั้งคู่ได้รับราชโองการ "หมั้นหมาย" ซึ่งแม้ว่าท่านอ๋องจะมิได้สนพระทัย และถึงขั้นอยากหาทางเลี่ยง แต่นางกลับเป็นน้องของสหายสนิท "ฟางอี้หลง" ทำให้พระองค์รู้สึกลำบากพระทัยอยู่ไม่น้อย แต่สำหรับ "ฟางหลีม่าน" นั้น เป็นสิ่งเดียวที่นางรอคอย จนกระทั่งแอบลอบเข้ากองทัพในนาม "หมอหลี่เหยา" ท่านอ๋อง : แต่งงาน พระชายางั้นหรือ มีผู้ใดที่อยากจะเป็นพระชายาอ๋องกระหายเลือดอย่างข้ากันเล่า” ฟางหลีม่าน : “ข้าอย่างไรเล่า ข้าอยากจะเป็นพระชายท่านอ๋องเจ้าค่ะ ข้าจะรับราชโองการครั้งนี้เอง”

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

ตอนที่ 1  รักแรกของ "ฟางหลีม่าน"

Seorang pria dewasa yang tampak gagah dengan tinggi badan 190 sentimeter ditambah dengan bahu dan punggung yang tegap. Pria itu tampak menampilkan ekspresi kusut. Meskipun seperti itu, dirinya tetap saja terlihat tampan dengan netra sewarna laut dalam yang menyorot dingin dan tajam. Pria itu tidak berniat untuk merapikan pakaiannya. Ia kini berdiri di hadapan kediaman mewah dan menekan bel, tetapi tidak ada satu pun orang yang membukakan pintu. Ia lalu kembali menuju mobil mewahnya dan menatap pada staf keamanan yang kini sudah tidak terlihat lagi. Melihat semua itu, ia merasa semakin kesal. Ia bukan orang bodoh. Ia tentu saja bisa menyimpulkan jika semua orang tengah berusaha untuk menghindarinya. “Apa aku tengah ditelantarkan di rumahku sendiri?!” teriaknya dengan nada menyeramkan. Namun, tidak ada satu pun orang yang muncul dan memberikan respons.

Pria itu semakin geram saja dan berniat untuk mencari seseorang di rumahnya ini untuk ia pukuli sebagai pelampiasan kemarahannya. Namun sebelum dirinya melakukan hal tersebut, sebuah suara lembut tetapi membawa kesan tajam terdengar dari balkon bagian depan kediaman mewah tersebut. “Kenapa pulang?”

Pria itu segera mengubah ekpresinya menjadi memelas dan mendongak untuk menatap seorang perempuan berusia empat puluhan tengah bersandar di pembatas balkon dan menatapnya dengan tatapan datar. “Ah, Mama, sudah sewajarnya aku pulang ke rumahku, bukan?” tanya pria itu dengan ekspresi manisnya. Namun, ekspresi itu tampaknya tidak berpengaruh bagi sang mama yang hanya memasang ekspresi datar. Sepertinya ia sudah benar-benar kebal dengan tingkah putranya itu.

“Sayangnya, Mama tidak ingin membukakan pintu untukmu, Darka,” ucap Puti—mama Darka. Ya, Darka adalah putra dari Puti dan Nazhan. Pasangan pengusaha yang menjadi contoh pasangan lainnya.

Darka mengernyit, ia tentu mengenali sifat mamanya. Jika sudah bertindak seperti ini, maka bisa ditebak bahwa sang mama memang benar-benar marah padanya. Namun, Darka tidak bisa menyerah begitu saja. Karena jika sampai Puti tidak membukakan pintu, maka Darka akan benar-benar tidur di luar bahkan jalanan. Sebelum datang ke sini, Darka sudah pulang ke apartemen pribadinya, tetapi ternyata Puti sudah lebih dulu datang dan mengubah semua password pintu apartemen yang dimiliki oleh Darka. Hal yang lebih menjengkelkan adalah, Puti juga membuat semua hotel dan semua pihak yang menyediakan tempat menginap, tidak menerima Darka. Semua tempat menginap yang Darka datangi, menolaknya dengan tegas atas perintah Puti dan Nazhan.

Jika sudah ditolak oleh semua hotel bahkan apartemen, Darka tidak memiliki pilihan selain kembali ke kediaman Risaldi. Ayolah, Darka tidak mungkin menginap di club malam atau bahkan di sebuah kontrakan kecil yang berada di lingkungan kumuh. Membayangkannya saja sudah membuat kepalanya pening. Sebenarnya, Darka bisa kembali ke kantor untuk tidur semalam saja di ruang istirahat yang terhubung dengan ruang kerjanya. Sayangnya, ruangan tersebut juga tengah dalam renovasi karena Darka ingin ruang istirahatnya lebih luas dan nyaman. Sayangnya, ternyata keputusannya itu tidak tepat. Darka pun harus kembali ke rumah dan menghadapi kemarahan mamanya yang mengerikan.

“Ayolah, Ma. Memangnya kesalahan apalagi yang sudah aku lakukan sampai Mama marah seperti ini? Jika Mama tidak membukakan pintu untukku, aku harus tidur di mana, sementara Mama sudah mengubah semua password apartemen, dan membuat semua hotel menolakku?” tanya Darka. Namun, Puti tidak tergerak dengan nada dan ekspresi memelas yang ditunjukkan oleh putranya tersebut. Puti tahu seberapa bulus putranya ini. Jadilah, Puti menopang dagunya dengan tidak peduli.

Melihat hal itu, Darka tidak bisa menahan diri untuk merengek, “Ah, Mama.”

Saat itulah Nazhan muncul dan mencibir sikap yang ditunjukkan oleh putranya tidak mencerminkan namanya. Ya, Nazhan dan Puti menamai putra mereka sebagai Darka Parama Al Kharafi, dengan harapan jika putra mereka bisa tumbuh sebagai pria yang cinta damai yang bisa bertanggung jawab dan bijak sana. Hanya saja, Darka tumbuh jauh dari harapan Puti dan Nazhan. Bukan berarti Darka tidak tumbuh sebagai pribadi yang unggul seperti ibu dan ayahnya, Darka terlahir dengan kecerdasaan di atas rata-rata dan memiliki banyak kemampuan seperti kedua orang tuanya. Hanya saja, setiap hari Darka selalu membuat ulah yang membuat siapa pun menggeleng karena tingkahnya itu. Puti dan Nazhan bahkan sudah kehabisan cara untuk membuat Darka berhenti membuat ulah.

Jangan bayangkan Darka membuat ulah seperti tauran atau semacamnya. Darka sudah terlalu tua untuk melakukan hal tersebut. Darka membuat ulah dengan para wanita. Ya, Darka adalah seorang pemain handal dalam masalah wanita. Tidak terhitung lagi sudah berapa wanita yang sudah terkena jeratannya dan berakhir menghabiskan malam yang panas di atas ranjang bersamanya. Tentu saja, sebagai seorang ibu, Puti tidak ingin hal ini terus berlarut-larut. Puti harus bertindak tegas dan membuat Darka jera. Sudah cukup selama ini Puti membiarkan Darka melakukan semua hal sesuai dengan apa yang ia inginkan. Karena itulah, Puti melakukan ini.

“Bukankah kamu sendiri yang berjanji pada Papa dan Mama untuk tidak lagi bertindak seperti bajingan yang selalu bermain wanita? Kamu juga yang berjanji, jika kamu sampai mengingkari janjimu, kamu akan tidur di kursi taman,” ucap Nazhan.

“Ei, memangnya apa yang Darka lakukan sampai Papa dan Mama mengategorikan hal tersebut sebagai pengingkaran janji?” tanya balik Darka seakan-akan dirinya tidak mengerti dengan apa yang tengah dibicarakan oleh Nazhan dan Puti.

Namun, Nazhan dan Puti bukan orang yang bodoh. Karena itulah Puti pun berkata, “Tidak perlu berpura-pura bodoh. Memangnya kamu pikir Mama dan Papa tidak akan mengetahui jika kamu kembali bermain dengan wanita-wanita tidak jelas itu? Mama masih tidak habis pikir, sebenarnya apa yang kamu cari dan dapatkan dari para wanita itu, selain kepuasan sesaat? Terlepas dari hal itu, Mama tidak akan melupakan janji yang sudah kamu katakan. Karena kamu sudah melanggarnya, maka Mama dan Papa tidak akan sungkan untuk memberikan hukuman padamu. Malam ini, silakan nikmati malam di bangku taman.”

“Ah, Mama kenapa Mama sangat tega padaku?” tanya Darka.

“Jangan merengek pada Mama, merengeklah pada wanita yang seminggu ini selalu datang dan menghabiskan waktu istirahat makan siang di kantormu. Ah, atau temui saja wanita yang selalu menginap di apartemenmu selama tiga hari kebelakang,” jawab Puti melemparkan serangan tajam pada Darka. Saat itu juga, Darka bungkam. Darkan tidak menyangka Puti bisa mengetahui sedetail itu. Padahal selama ini Darka sudah berusaha berhati-hati.

“Kenapa Mama mengawasiku seperti itu? Ah, Mama, aku bukan lagi anak kecil. Mama tidak perlu melakukan hal seperti itu,” protes Darka.

“Dengan tingkahmu ini, kamu masih berani menyebut dirimu bukan anak kecil?” Nazhan mencibir tingkah Darka yang masih saja merengek tidak jelas. Darka seketika sadar jika dirinya bertingkah seperti bayi. Saat itulah, Darka berdiri dengan tegap dan berdeham untuk menutupi rasa malunya. Nazhan yang melihat hal tersebut kembali mengejek Darka.

“Aku mengaku salah, aku memita maaf. Tapi, jangan larang aku masuk ke dalam rumah. Masa Mama dan Papa tega membuatku tidur di bangku taman?”

“Sayangnya, Mama dan Papa memang akan bertindak tega padamu. Sekarang, pergi dan tidur di bangku taman!” seru Puti dengan senyuman manis yang membuat Darka ingin mengerang kesal saat itu juga. Tentu saja Nazhan yang melihat Darka menahan diri untuk tidak menunjukkan kekesalannya, tidak bisa menahan diri untuk terkekeh dengan senangnya.

“Ah, Mama jangan seperti ini!” seru Darka keras membuat semua pekerja yang memang diperintahkan untuk bersembunyi dari Darka merinding bukan main.

***

“Bagaimana kabar Tuan dan Nyonya?” tanya Sekar, wanita paruh baya yang dipercaya untuk memimpin panti asuhan yang disponsori oleh Nazhan dan Puti. Kini, pasangan itu tengah berada di ruangan kepala panti, dan dijamu dengan baik oleh Sekar.

Puti dan Nazhan dengan kompak menyunggingkan senyuman tipis. Nazhan menjawab, “Kabar baik. Lalu bagaimana dengan kabarmu, Sekar?”

Perempuan paruh baya bernama Sekar tersebut mengangguk. “Kabar baik juga bagi saya, Tuan,” ucap Sekar sembari meletakkan cangkir teh bagi Nazhan dan Puti.

“Silakan dinikmati,” ucap Sekar.

“Apa kamu sudah menyiapkan apa yang kami minta?” tanya Puti tanpa basa-basi.

Sekar tidak terkejut atau merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Puti. Ia sudah lebih dari kata mengenal sikap Puti. Tentu saja, ia tahu jika Puti tidak senang basa-basi atau bahkan senang membuat lawan bicaranya senang dengan kata-kata manis yang penuh dengan kepura-puraan. Puti memiliki sudut pandang dan pemikiran unik yang tidak pernah bisa dimengerti oleh siapa pun, termasuk oleh suaminya sendiri. Namun, hal itulah yang membuat Nazhan makin hari, makin mencintai istrinya. Sebab setiap harinya, ada saja sisi lain Puti yang membuatnya terkejut dan terpukau dengan mudahnya.

Sekar mengangguk dan menyerahkan sebuah berkas pada Puti. Sekar sudah menyiapkan apa yang diminta oleh Puti, tepat setelah Puti menghubunginya dan menyampaikan apa yang ia inginkan. Itu adalah sikap Sekar yang sangat disukai oleh Puti, dan membuat Sekar bertahan begitu ama di panti sebagai kepala pengurus yang sangat dipercaya oleh Puti. Tentu saja Puti menerimanya dan membukanya tanpa banyak kata. “Ada sepuluh orang yang memenuhi syarat usia dan syarat yang Nyonya dan Tuan ajukan. Nyonya bisa memeriksanya sendiri dari semua data yang sudah saya siapkan. Apa sekarang Nyonya dan Tuan ingin bertemu serta berkenalan secara langsung dengan mereka?” tanya Sekar saat melihat Puti memeriksa informasi yang sudah ia siapkan dengan seksama.

Puti mengangkat pandangannya dan mengangguk. “Panggilkan mereka, aku ingin melihat mereka secara langsung,” ucap Puti pada Sekar. Meskipun terdengar tenang dan tidak ada kesan memerintah selayaknya seorang atasan, tetapi Sekar bisa merasakan betapa kharisma Puti bisa dengan mudah mengendalikan seseorang.

Mendengar instruksi tersebut, Sekar pun memanggil sepuluh orang yang ingin ditemui oleh Puti dan Nazhan. Tak butuh waktu lama, kini Sekar kembali datang diikuti oleh sepuluh gadis dengan rentang usia 20-25 tahun. Kesepuluh gadis tersebut segera menyapa Puti dan Nazhan dengan sopan. Tentu saja, Sekar sudah lebih dulu memberitahukan pada kesepuluh orang gadis tersebut jika mereka dipanggil oleh pemilik yayasan. Namun, Sekar tidak menyebutkan atas alasan apa Puti dan Nazhan ingin menemui mereka. Puti membaca sekilas data dari seorang gadis yang sejak tadi mencuri perhatiannya. “Nyonya dan Tuan Al Kharafi, ini adalah kesepuluh gadis yang saya sebutkan tadi. Mereka berusia sekitar dua puluh hingga dua puluh lima tahun. Mereka cukup cerdas dan cekatan dalam mengurus pekerjaan rumah tangga, karena mereka memang adalah pekerja tetap di panti asuhan ini. Ah, hanya Tiara yang memang adalah anak panti di sini, dan memilih tinggal untuk membantu mengurus adik-adiknya,” ucap Sekar.

Puti yang mendengarnya mengangguk dan mendekati gadis yang sejak tadi mencuri perhatiannya. Gadis tersebut berperawakan mungil, bahkan lebih mungil daripada tubuh Puti yang sudah tergolong mungil untuk ukuran seorang perempuan. Puti berdiri di hadapan gadis gugup itu. Melihat reaksinya itu, Puti pun tersenyum tipis. Gadis ini sangat manis, pikir Puti.  “Namamu, Tiara Alvira?” tanya Puti dengan nada lembut yang sama sekali tidak dibuat-buat.

Mendengar pertanyaan tersebut, gadis mungil yang memang bernama Tiara Alvira menatap balik Puti. Netra indahnya yang berkilau saat tersorot cahaya matahari tampak bertemu tatap dengan netra indah Puti. “I-iya, itu nama saya, Nyonya,” jawab Tiara gugup.

Bagaimana mungkin Tiara tidak gugup saat dirinya kini berhadapan dengan sang Nyonya Al Kharafi yang terkenal sangat dermawan dan cerdas. Tiara mengidolakan Puti. Tiara ingin dirinya tumbuh menjadi perempuan yang hebat seperti Puti. Selain menjadi perempuan cerdas yang memiliki pemikiran tajam, Puti juga sangat dermawan. Ditambah dengan suami yang sangat menyayanginya, tentunya hal itu semakin menambah kesempurnaan hidup Puti. Tentu saja hidup Puti terasa sangat seimbang, dan menjadi dambaan semua perempuan di dunia. Puti tersenyum manis dan menggeleng. Ia mengulurkan kedua tangannya dan menggenggam telapak tangan Tiara yang dihiasi beberapa kapalan, tanda jika kehidupannya selama ini tidak mudah. Tiara jelas terkejut dan malu, karena Puti pasti bisa merasakan kapalan tersebut dengan jelas.

Namun, Puti sama sekali tidak terganggu dengan kapalan Tiara. Puti malah menggenggam tangan Tiara dengan lebih erat dan berkata, “Jangan panggil aku Nyonya, panggil aku … Mama.”

Tiara semakin dibuat terkejut dengan apa yang ia dengar. “Ma-Mama?” beo Tiara. Apa mungkin, Puti ingin mengangkatnya sebagai anak? Namun kenapa? Bukankah saat ini Tiara sudah terlalu dewasa untuk diangkat menjadi seorang anak?

Melihat kebingungan dan keterkejutan yang dirasakan oleh semua orang dalam ruangan tersebut, Puti pun tidak bisa menahan diri untuk tersenyum semakin lebar saja. Puti menatap Tiara dengan penuh keseriusan dan mengangguk tegas. “Ya. Mulai saat ini kamu harus berlatih untuk memanggilku, Mama. Mengerti? Aku, ingin menantuku memanggilku Mama,” ucap Puti.

Tiara yang mendengarnya mengangguk. “Tunggu, apa?! Menantu?!”

Melihat keterkejutan Tiara, Puti sama sekali tidak bisa menahan diri untuk terkekeh. “Ah, rasanya pasti akan sangat menyenangkan saat memiliki menantu semenggemaskan dirimu. Tidak perlu terkejut. Hari ini, aku resmi memilihmu menjadi menantuku. Bersiaplah, kamu akan menikahi putraku, Darka.”

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ความคิดเห็น

Noomay FreedaSoul
Noomay FreedaSoul
สนุกดีค่ะ เนื้อเรื่องกระชับไม่ยืดเยื้อ
2025-02-10 14:49:37
3
0
Namnuang Pornthip
Namnuang Pornthip
สนุกมากกค่ะ ไม่มีบทให้อ่านฟรีหรือคะ
2025-01-13 00:26:29
0
0
Paveena Himhod
Paveena Himhod
สนุกมากๆค่ะ เนื้อเรืีองดี เดินเรืีองสนุก ชอบในความคลั่งรักของพระเอก
2024-12-29 14:59:06
0
0
Semdem Fem
Semdem Fem
สนุกมากเลยค่ะ
2024-12-01 22:59:04
0
0
66
ตอนที่ 1  รักแรกของ "ฟางหลีม่าน"
จวนแม่ทัพฟาง / ซีโจว“เรื่องนี้ยังไม่มีราชโองการลงมาดังนั้นข้าคิดว่า…”“ลูกจะไปเจ้าค่ะท่านพ่อ ลูกตกลงรับการหมั้นหมายครั้งนี้”“ฟางหลีม่าน” บุตรสาวคนกลางของแม่ทัพใหม่แห่งเมืองซีโจว “ฟางเฉิน” หันไปตวาดบุตรสาวขึ้นหลังจากที่เดินเข้ามาในจวนและแจ้งเรื่องสำคัญที่มาจากราชสำนัก“ม่านเอ๋อร์!! เจ้าพูดอะไรออกมารู้ตัวหรือไม่ถึงเจ้าจะโตแล้วแต่แม่ก็ไม่ยอมให้เจ้าไปลำบากที่เมืองลู่โจวที่กันดารนั่นหรอกนะ ท่านพี่เจ้าคะเรื่องนี้…”“ฟางฮูหยิน” เอ่ยขึ้นเมื่อได้ยินบุตรสาวพูดออกมา นางหันไปมองฮูหยินรองและบุตรสาวที่นั่งงอตัวอยู่ที่เก้าอี้ นางเองก็มีบุตรสาวซึ่งแม้จะอายุน้อยกว่า “ฟางหลีม่าน” อยู่สองปีแต่ก็พ้นพิธีปักปิ่นมาแล้ว“ฮูหยินเจ้าคะ ท่านคงจะไม่คิดที่จะ…”“ข้ายังไม่ทันได้พูดสิ่งใด "หลงเยี่ยน" เหตุใดเจ้าจึงต้องรีบตีตนไปก่อนไข้"“เฮ้อ...เอาเถอะพวกเจ้าอย่าได้ถกเถียงกันให้มากเลยตราบใดที่ยังไม่มีราชโองการมาก็ยังมีเวลาให้หายใจหายคอ วันนี้ข้าก็แค่เรียกพวกเจ้าทุกคนมาแจ้งให้รับรู้เท่านั้น แยกย้ายกันกลับไปเถอะ”ห้องของหลีม่าน“คุณหนูเจ้าคะเหตุใดท่านจึงขันอาสาอยากจะแต่งงานกับอ๋องแม่ทัพที่โหดเหี้ยมผู้นั้นเจ้าคะ ข้าเคย
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่  2 ราชโองการหมั้นหมาย
ลู่โจว / ค่ายดินแดนประจิม “กองทัพของเราสูญเสียไพร่พลไปร้อยห้าสิบนายที่เหลือบาดเจ็บแต่ก็ปราบข้าศึกที่รุกล้ำดินแดนได้ทันก่อนที่พวกมันจะข้ามมาพ่ะย่ะค่ะ”“อืม สั่งการลงไป ให้ถอนกำลังลงมาอีกสิบลี้”“เอ่อ ท่านอ๋อง เพราะเหตุใดพ่ะย่ะค่ะ”“ล่อมันเข้ามา แล้วฆ่าให้หมด!!”เสียงที่หนักแน่นและสายตาแข็งกร้าวดุจพยัคฆ์ทำเอารองแม่ทัพเหรียนเจินไม่กล้าสบเนตรนั้น เขารู้ว่าท่านอ๋องเป็นคนโหดเหี้ยมเพียงใด ครั้งนี้สูญเสียไปร้อยห้าสิบนายแต่สิ่งที่ท่านอ๋องจะเอาคืนคือ “ทั้งกองทัพ” ของผู้ที่กล้ามารุกรานเขตแดนของพระองค์“ท่านอ๋อง มีราชโองการของฝ่าบาทส่งมาพ่ะย่ะค่ะ”“หยางฮ่าวหราน” หันกลับมาและขมวดคิ้วเลิกถามอย่างแปลกใจ เขากรำศึกอยู่กลางดินแดนประจิมมาได้สองปี แทบจะไม่เคยได้รับราชโองการใด ๆ จากเสด็จพ่อของเขานอกจากเรื่องการแต่งตั้งยศใหม่ให้ซึ่งเขาไม่เคยต้องการ จวนใหม่และเงินที่ประทานมาให้เขาก็นำเข้ากองทัพเพื่อซื้อยา อาวุธและเสบียงเสริม“นี่มันเรื่องอะไรกัน "ต้าเป่า" เจ้าไปรับมา"“พ่ะย่ะค่ะ”“ต้าเป่า” องครักษ์คนสนิทเพียงคนเดียวเดินไปรับกล่องที่ใส่ราชโองการ ด้านในนั้นมีม้วนราชโองการสีทองลายมังกรอยู่“คาดผ้าสีแดง นี่หรื
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่  3 ท่านโหวน้อย "หยวนเสี่ยวผิง"
“ท่านพี่นี่ท่านกำลังข่มขู่ข้างั้นหรือเจ้าคะ”แม่ทัพฟางรู้ดีว่าต่อให้ต้องเลือกนางก็ไม่อยากได้ท่านโหวน้อยที่ดูกะล่อนของสกุลหยวน“ท่านแม่เจ้าคะ ข้าไม่ได้ชอบ "หยวนเสี่ยวผิง" ท่านวางใจได้ข้าไม่มีทางแต่งกับเขาหรอกเจ้าค่ะ"“แต่ว่า…เฮ้อ ช่างเถอะหากว่าเจ้าตัดสินใจเช่นนั้นแล้วแม่ก็คงสุดจะห้าม เช่นนั้นแม่จะเขียนจดหมายส่งไปให้ท่านตาเจ้า ท่านพี่ท่านเองก็ส่งไปที่กองทัพเพื่อให้หลงเอ๋อร์ด้วย”“เจ้าไม่ต้องห่วงหรอก แม้ว่าท่านอ๋องจะทรงกรำศึกหนักขนาดไหนแต่ข้าเชื่อมั่นว่าเขาจะไม่ละทิ้งม่านเอ๋อร์ของพวกเรา เจ้าอย่าลืมสิว่าหลงเอ๋อร์เป็นสหายร่วมศึกของพระองค์”“ข้าทราบเจ้าค่ะ”หอหงซื่อ ก่อนเดินทางเพียงสามวันฟางหลีม่านก็ออกมาเดินเล่นและฟังละครที่โรงละครเลื่องชื่อของซีโจวกับสาวใช้ของนางซึ่งพวกนางมาที่นี่เป็นประจำอยู่แล้วแต่วันนี้กลับมีแขกที่นางเองก็ไม่คิดว่าจะพบที่นี่“หลีม่าน เจ้าจะรับหมั้นกับท่านอ๋องจอมโหดผู้นั้นจริงเหรอ”“ท่านโหวน้อย ท่านมาที่นี่ได้เช่นไรกัน”“หยวนเสี่ยวผิง” ไม่เพียงเข้ามาแต่เขาเดินมานั่งข้าง ๆ นางอีกด้วย หยวนเสี่ยวผิงชอบพอฟางหลีม่านมานานแล้วนับตั้งแต่นางเข้าพิธีปักปิ่น เขาก็ลดนิสัยเจ้าชู้แล
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่ 4 ก้าวสู่เมืองลู่โจว
หยวนเสี่ยวผิงเดินลงมาจากม้าและพุ่งตัวเข้ามาหาฟางหลีม่านทันทีเมื่อนางยืนอยู่หน้าโรงเตี๊ยมระหว่างที่คณะเดินทางได้จอดเพื่อให้ม้าได้พัก“ตามเจ้าทันจนได้ คิดไม่ถึงว่าจะมาเร็วเช่นนี้”“ท่านโหวน้อยนี่ท่าน…มาท่องเที่ยวหรือ”“ข้าหรือ ข้าก็ตามเจ้าไปที่ลู่โจวอย่างไรเล่าจะพูดเช่นไรดี ข้ามีจวนอยู่ที่นั่นและท่านพ่อเองก็วานให้ข้าไปดูแลกิจการผ้าไหมที่นั่นสักหน่อยจะเรียกว่าบังเอิญก็ได้กระมัง”“หึหึ ช่างบังเอิญได้จังหวะดีเสียจริงเลยนะ”“หลีม่านเจ้าจะไปที่ใด แล้วถ้าไปที่ลู่โจวแล้วเจ้าจะพักที่ใดงั้นหรือ คงไม่ใช่ค่ายทหารหรอกนะ ข้าว่าอย่างไรแล้วเจ้าไปพักกับข้าที่จวนสกุลหยวน...”“ท่านตาข้าเองก็มีจวนที่นั่น ขอโทษด้วยท่านโหวน้อยข้าไม่ไปกับท่าน เราเพียงแค่บังเอิญมาพบกันเท่านั้น ม้าของข้าพักพอเมื่อใดก็จะรีบเดินทางทันที”“ไม่เอาน่าหลีม่าน เจ้ากับข้าก็จะไปทางเดียวกันอยู่แล้ว ข้าเองก็พาคนคุ้มกันมามากเดินทางหลาย ๆ คนปลอดภัยกว่านะ”“เจียวจูข้ารู้สึกปวดหัวขอไปพักบนรถม้าหน่อยพร้อมแล้วก็มาบอกข้าก็แล้วกัน”“อ้าว เดี๋ยวสิหลีม่าน ข้า…”“ท่านโหวเจ้าคะ คุณหนูข้าพูดชัดเจนแล้วหวังว่าท่านจะไม่ตามนางไป ถึงอย่างไรคุณหนูข้าในตอนน
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่  5  แรกพบในรอบเจ็ดปี
“เจ้าว่าอะไรนะ!!”“ท่านตาท่านก็รู้ว่าข้ามาที่นี่เพื่อสิ่งใด ข้าเองก็อยากจะพบพี่ใหญ่กับ…ว่าที่คู่หมั้นของข้าเสียหน่อย ในเมื่อจะต้องเป็นว่าที่พระชายาแล้วเหตุใดจะไปไม่ได้”“เจ้าคิดว่าที่นั่นเป็นอะไร สนามเด็กเล่นหรืออย่างไรไม่เอาน่าเหยาเหยา อย่าให้ตาต้องทำผิดต่อแม่ของเจ้า เพียงแค่เจ้าเดินทางมาที่นี่นางก็ร้อนใจจะแย่อยู่แล้ว”“ท่านตาเจ้าคะ หากท่านไม่ยอมให้ข้าไปถึงอย่างไรข้าก็ต้องแอบไปอยู่ดี”“นี่เจ้า!!”“ท่านก็รู้นิสัยข้าดีนี่เจ้าคะ เลือดของข้ากึ่งหนึ่งมาจากสกุลหมอเทวดา อีกกึ่งหนึ่งเป็นขุนพลกอบกู้แผ่นดิน ข้าไม่มีทางปล่อยให้ตัวเองตกอยู่ในอันตรายหรอกเจ้าค่ะ”“เฮ้อ…แต่ว่าเจ้าจะไปเพิ่มภาระให้พี่ชายเจ้าหรือไม่ เขาจะเป็นห่วงหากรู้ว่า…”“ท่านก็อย่าบอกพี่ใหญ่สิเจ้าคะ แค่ท่านไม่บอกพวกเขาและส่งข่าวให้พวกเขารู้ว่าข้าปลอดภัยอยู่ที่จวนท่าน เพียงเท่านี้ก็พอแล้ว”“นี่เจ้า…เจ้าคงไม่ได้คิดแผนการนี้มาตั้งแต่ออกจากซีโจวหรอกนะ”ตงมู่ฟานมองหลานสาวอย่างรู้ทันความคิด เขาเลี้ยงนางมาตั้งแต่เด็กเหตุใดจะไม่รู้นิสัยของนาง“ท่านตา หลานเป็นทายาทของหมอที่เก่งที่สุดในสามแคว้น ท่านจะไม่ให้โอกาสข้าได้ใช้วิชาที่ท่านสอนเลยหรื
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่  6  หมอประจำตัวท่านอ๋อง
“ท่านหมอ!! ยังต้องการสิ่งใดอีกหรือไม่”ฟางอี้หลงเดินเข้ามาเพราะเขาคิดว่านางตะโกนเรียก แต่เมื่อเข้ามาก็เห็นว่าท่านหมอเดินหันไปมาและไม่ได้พูดอะไร นางสวมผ้าคลุมหน้าอีกครั้งเมื่อเขาเข้ามา"มะ ไม่มีอะไรตอนนี้ข้าเย็บแผลให้แล้ว ยะ ยานี่ท่านให้คนต้ม ไม่ดีกว่า ท่านไปเตรียมเตาเล็กมาให้ข้าที่นี่ ข้าจะต้มเองเพราะตำรับยานี้ต้องระวังหากต้มไม่ดีจะรักษาหายช้า“ได้ ข้าจะรีบไปให้คนเตรียมมาให้”อี้หลงเดินออกไปแล้วนางจึงได้เดินและแกะผ้าคลุมหน้าออกเพราะรู้สึกร้อนแม้ว่าอากาศข้างในนี้จะหนาวก็ตาม ท่านอ๋องที่ทำแผลเสร็จแล้วเริ่มดิ้นแต่ก็ยังไม่ได้สติ“หากทำแผลแล้วตามเวลาที่เรียนมาต้องฟื้นในอีกสองชั่วยาม รีบต้มยาก่อนดีกว่าฟื้นขึ้นมาจะได้ดื่มได้เลย”หลีม่านเริ่มแกะกล่องที่ใส่ยาสำคัญ ๆ มาและเริ่มตรวจสอบก่อนที่อี้หลงจะยกเตาต้มยาขนาดเล็กเข้ามาให้นางในห้องนอนท่านอ๋อง นางเริ่มต้มยาทันทีพร้อมกับสั่งให้คนออกไปข้างนอกให้หมดเพราะท่านอ๋องต้องการพักผ่อน ซึ่งช่วงเวลาที่รอต้มยานางก็มักจะหันไปเช็ดใบหน้าของเขาเพราะเหงื่อที่เริ่มท่วมออกมา“คิดไม่ถึงว่าท่านจะเปลี่ยนไป และ…รูปงามขึ้นถึงเพียงนี้”หลีม่านเผลอตัวเอานิ้วมือไปลูบตามจมู
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่  7  ท่านหมอ “หลี่เหยา”
“โอ๊ย!!”“แย่แล้ว ขอประทานอภัยพ่ะย่ะค่ะ คือว่า…"“ช่างเถอะ ข้าผิดเองที่ไปถามเช่นนั้น ลืมไปเถอะข้าจะไม่กวนเจ้าแล้ว”นางตกใจจนเผลอกดแผลของเขาแรงเกินไปจนทำให้ท่านอ๋องร้องออกมา ฟางหลีม่านรู้สึกว่าเป็นเรื่องยากยิ่งนักที่จะมีสมาธิเมื่ออยู่ตรงหน้าบุรุษเช่นท่านอ๋อง แม้แต่เสียงนุ่ม ๆ ทุ้มต่ำและแหบเล็กน้อยก็ทำให้หัวใจนางกระเจิดกระเจิงไปไกลเหลือเกิน กว่าจะทำแผลจนเสร็จก็ใช้เวลานานเพราะร่างที่ใหญ่กว่านางทำให้ต้องใช้เวลาพันแผลอยู่พักใหญ่“สะ เสร็จแล้ว พ่ะย่ะค่ะ”“ขอบใจ แล้วเจ้า…”“กระหม่อมจะรีบไปแจ้งท่านรองแม่ทัพว่าพระองค์ฟื้นแล้ว จะได้ยกยาที่เหลือมาให้เสวยพ่ะย่ะค่ะ”นางรีบคำนับให้เขาลวก ๆ และเดินออกไป ห่าวหรานรู้สึกแปลกใจกับท่าทีเช่นนั้น แม้ว่าเขาจะตกใจแต่ก็นึกขำเพราะไม่เคยเห็นผู้ใดที่กลัวเขามากขนาดนั้นมาก่อน แม้ว่าจะพอรู้ว่าคนอื่น ๆ ร่ำลือว่าเขาเป็นอ๋องจอมโหด อ๋องกระหายเลือดก็ตาม“ข้าไม่ใช่ผีเสียหน่อย”“ท่านอ๋อง!!”อี้หลงและต้าเป่ารีบวิ่งเข้ามาเมื่อหลี่เหยาเดินออกไปแจ้งทั้งสองว่าท่านอ๋องฟื้นแล้ว ทั้งคู่จึงรีบวิ่งเข้ามาดูอาการทันที“พวกเจ้าตื่นเต้นอะไรกันข้าตกใจหมดเลย”“พระองค์ทรงเป็นเช่นไรบ้างพ่ะ
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่  8  เจ้าชอบพี่อี้หลงหรือ
“มิได้พ่ะย่ะค่ะพระวรกายของพระองค์มีค่าดุจทองคำ กระหม่อมเป็นเพียงผู้น้อย...”“ช่างเถอะ ๆ เจ้าออกไปได้แล้ว”“พ่ะย่ะค่ะ”ท่านอ๋องหันไปมองตามหลี่เหยาที่เดินออกจากห้องไปและหันกลับมาคิด แม้ว่าหลี่เหยาจะสวมผ้าคลุมที่ปิดช่วงปากเอาไว้แต่สายตากลับทำให้เขารู้สึกคุ้นเคยราวกับเคยเห็นสายตาคู่นี้มาก่อนเพียงแต่นึกไม่ออก แม้ว่าตอนนี้จะไม่ได้กลิ่นกายเหมือนกับวันแรกที่พบหลี่เหยาแต่กลิ่นนั้นก็ยังติดจมูกของเขาราวกับฝังเป็นความทรงจำ“เห็นทีข้าคงบาดเจ็บจนเลอะเลือน” ห้องยา “เหยา…. หลี่เหยา!!”“อ้อ ว่าอย่างไรนะ”“ข้าถามว่าเจ้าจะฝากยาให้ข้าเอาไปให้พี่อี้หลงหรือไม่”“อ้อ มะ ไม่ต้องหรอก”“เช่นนั้นก็ได้ ถ้าอย่างนั้นข้าไปก่อนละขอบใจเจ้ามากเลยสำหรับยานี้เอาไว้ข้าพบท่านรองแม่ทัพ…ถวายบังคมท่านอ๋อง”ท่านอ๋องและฟางอี้หลงเดินเข้ามาพอดี เมื่อหลี่เหยาเงยหน้าไปเห็นท่านอ๋องที่แต่งกายชุดลำลองเดินเข้ามากับพี่ใหญ่ของนางก็ทำเอาหัวใจนางเต้นแรงดุจกลองศึกอีกครั้ง นางยังไม่เคยเห็นเขาสวมชุดอื่นมาก่อนและยังเกล้าผมเผยใบหน้าที่หล่อเหลาราวเซียนปั้นนั้นด้วย“ถะ ถวายบังคมท่านอ๋องพ่ะย่ะค่ะ”“ลุกขึ้นเถอะ”“พี่อี้หลงท่านมาพอดีเลยหลี่เหยาเ
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่  9  จับผิดท่านหมอ
ท่านอ๋องตกตะลึงกับใบหน้าที่เรียบเนียนดุจสตรีตรงหน้า หลี่เหยานั้นยังไม่รู้ตัวว่าผ้าผูกหน้าของนางหลุดไปแล้วเพราะนางสนใจแต่บาดแผลและรีบซับเลือดให้กับเขาทันที“ขอประทานอภัยกระหม่อมเลินเล่อจนทำให้…”ท่านอ๋องหันมาคว้ามือนางและจับให้หันมา เขาสบตานางอีกครั้งจนแน่ใจในตอนนี้นี่เอง แม้ว่าจะใช้เสียงทุ้มต่ำที่พยายามดัด แต่รูปร่างและผิวพรรณนี้เขามั่นใจว่าคนตรงหน้านี้ไม่ใช่ผู้ชายแน่นอน“เจ้า…หน้าของเจ้า…”หลี่เหยาพึ่งจะรู้ตัวเอาตอนนี้ว่าผ้าผูกหน้าของนางหลุดออกไปเสียแล้วเมื่อเริ่มควานหาแต่ท่านอ๋องจับมันโยนทิ้ง“ไม่ต้องใช้แล้ว เจ้ารีบทำแผลก่อนที่มันจะปริออกอีกรอบหนึ่งเถอะ”“แต่ว่า…”“หน้าเจ้าหรือแผลของข้าที่สำคัญกว่า”“ก็ได้พ่ะย่ะค่ะ”เสียงอ่อยที่ลืมดัดนี้ยิ่งทำให้เขามั่นใจและฉีกยิ้มออกมาเล็กน้อย นางเป็นสตรีอย่างที่เขาคิดเอาไว้จริง ๆ แต่ว่า..นางคือผู้ใดแล้วเหตุใดท่านหมอตงจึงได้ส่งนางมายังค่ายทหารแห่งนี้ หรือว่าหมอตงผู้เฒ่าเขาเองก็ไม่ทราบว่านางเป็นสตรีเช่นกัน ดังนั้นความลับนี้ก็มีเพียงเขาคนเดียวที่รู้สินะ เช่นนั้นเขาก็จะช่วยนางปิดเป็นความลับ“กระหม่อมจะเริ่ม…ตัดไหมอีกครั้ง คราวนี้หากว่าพระองค์เจ็บก็บอก
อ่านเพิ่มเติม
ตอนที่  10 หึง!!
“ท่านอ๋องมีสิ่งใดจะให้กระหม่อมรับใช้หรือพ่ะย่ะค่ะ”ห่าวหรานหันไปมองใบหน้าที่มีผ้าที่ปิดบังเอาไว้แต่เขาเห็นมาหมดแล้วรวมถึงเรือนร่างที่น่าหลงใหลนั่นด้วย ใจเขานึกอยากจะกระชากผ้าคลุมหน้านั้นออกเสียเหลือเกินจะได้เห็นริมฝีปากสีอ่อนนั้นอีกครั้ง“เปล่า ข้าไม่ได้มีธุระกับเจ้า”“เช่นนั้นพระองค์…”“ค่ายนี้ข้าเป็นแม่ทัพ ข้าจะเดินไปที่ใดต้องแจ้งใครด้วยงั้นหรือ”“เปล่าพ่ะย่ะค่ะ กระหม่อมมิกล้า”“ให้มันไม่กล้าอย่างที่ปากเจ้าพูดเถอะ”“เอ๊ะ กระหม่อม…”พูดเสร็จก็เดินหันกลับออกไป ท่าทีของเขาไม่ต่างกับโมโหผู้ใดมาเพราะแม้แต่องครักษ์อย่างต้าเป่าก็ยังรีบหนีทันที เหลือแค่หลี่เหยาที่เป็นสนามอารมณ์รองรับเขาอยู่คนเดียว“อะไรอีกละเนี่ย ข้าไม่ได้ทำอะไรผิดเสียหน่อยมิใช่หรือโมโหอะไรของเขานักหนาละนี่”เย็นวันนั้น“รายงานพ่ะย่ะค่ะ”“มีอะไรเหตุใดจึงแตกตื่นเช่นนี้เกิดอะไรขึ้น!!”ท่านอ๋องและเหล่านายกองคนอื่น ๆ หันไปมองหน่วยลาดตระเวนที่ออกไปพร้อมกับฟางอี้หลงแต่ตอนกลับมาพวกเขากลับบาดเจ็บและกลับมาเพียงสองคน“เกิดอะไรขึ้น ฟางอี้หลงล่ะ”“ทูลท่านอ๋อง รองแม่ทัพถูกข้าศึกจับไปพ่ะย่ะค่ะ”“ว่าอย่างไรนะ!!”“เพล้ง!!”หมอหลี่เหยาที่กำ
อ่านเพิ่มเติม
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status