Short
死んだ私に愛を語っても意味はない

死んだ私に愛を語っても意味はない

By:  遅れた愛Completed
Language: Japanese
goodnovel4goodnovel
18Chapters
19.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

私が1週間行方不明になった後で、夫の須賀周作(すが しゅうさく)はまだ私のことがわがままを言っていると思い、私が戻って来て謝るのを待っている。 「友子(ともこ)、早く現れないと、後悔するぞ!」 でも、待っても、私の返事は永遠に来なかった。彼は、私がとっくに死んでいたことを知らない。 彼が江崎夕子(えざき ゆうこ)と心を打ち明け合っていたまさにその時―― 私はトラックに衝突され、車ごと海上橋から海に転落し、即死した……

View More

Chapter 1

第1話

Seluruh orang di wilayah militer ibu kota tahu bahwa Matthew setiap tahun harus menerima hukuman yang sangat keras, demi menikahi Yessy.

Hal itu karena Keluarga Handoko telah menjadi tentara selama tiga generasi. Ada aturan tertulis bahwa anggota Keluarga Handoko harus mendapat persetujuan panglima tertinggi sebelum bisa menikah.

Namun, Matthew mengajukan permohonan pernikahan selama tiga tahun berturut-turut dan yang dia terima selalu penolakan!

Tahun pertama, dia berlutut di lapangan latihan selama tiga hari tiga malam tanpa minum setetes air pun. Akhirnya, dia pingsan dan dibawa ke klinik militer.

Tahun kedua, dia menerima 50 cambukan hukuman militer. Punggungnya sampai koyak dan berdarah.

Tahun ketiga, dia yang sedang demam tinggi tetap berlutut di tengah salju dan es. Karena kejadian itu, dia hampir kehilangan kedua kakinya.

Namun setiap tahun, semuanya berakhir gagal dengan alasan bahwa peraturan militer tidak boleh dilanggar.

Hingga tahun keempat, Yessy memutuskan bahwa jika permohonan pernikahan mereka masih juga tidak disetujui, dia akan menerima hukuman bersama Matthew, memohon agar pihak militer memberi pengecualian dan mengizinkan mereka menikah.

Saat Yessy tiba di kantor militer dengan tergesa-gesa, Matthew kebetulan menerima telegram balasan dari sang panglima.

Ketika dia membuka telegram itu, kata "disetujui" terlihat jelas oleh Yessy yang berdiri di luar pintu. Namun, sebelum dia sempat bersorak gembira, dia malah melihat Matthew mengambil pena dan menambahkan satu kata, "tidak"!

Kemudian, dia menyerahkan telegram itu kepada tentara di sampingnya. Suaranya yang rendah pun bergema di dalam aula leluhur yang sunyi. "Umumkan ke luar bahwa permohonan pernikahan tahun ini masih belum disetujui."

....

Seluruh tubuh Yessy membeku di tempat, pikirannya kosong. Kenapa Matthew harus mengubah hasil permohonan itu?

Tentara itu menerima telegram dan menatap Matthew dengan ekspresi rumit. "Aku ingat dulu Komandan selalu bilang ingin segera menikahi Kak Yessy dan membawanya pulang sebagai istri sah. Sekarang sudah bisa nikah, kenapa justru menunda? Ini sudah keempat kalinya Komandan mengubah hasil permohonan."

Setiap kata terdengar jelas di telinga Yessy, membuatnya hampir tak mampu berdiri tegak. Keempat kalinya mengubah hasil permohonan ....

Ternyata tiga tahun sebelumnya, hasilnya sebenarnya disetujui!

Di dalam aula leluhur, suara Matthew terdengar penuh keputusasaan. "Keinginanku untuk menikahi Yessy nggak pernah berubah. Tapi selama empat tahun Yessy kuliah di Kota Garja, Rachel yang selalu berada di sisiku."

"Demi aku, dia meninggalkan mimpinya, tetap di ibu kota dan masuk akademi militer yang sama denganku. Setelah lulus, dia bahkan rela mulai dari tentara kecil sampai menjadi asistenku."

"Dia pernah mabuk, memelukku sambil menangis dan berkata hari aku menikah akan menjadi hari tergelap dalam hidupnya. Walaupun aku nggak mencintainya, manusia itu punya perasaan. Delapan tahun bersamanya ... aku benar-benar nggak tega menyakitinya."

"Terus, gimana dengan Kak Yessy? Komandan terus mengubah persetujuan untuk menunda pernikahan, apa nggak takut dia terluka?" tanya tentara itu dengan bingung.

Matthew terdiam sejenak, lalu mengambil cambuk militer dan menyerahkannya kepada tentara itu.

"Karena itu aku nggak akan membiarkan Yessy tahu soal ini. Hukuman yang kuterima setiap tahun itu anggap saja sebagai penebusan untuknya. Tahun ini, 99 cambukan."

Tak lama kemudian, terdengar suara erangan tertahan seorang pria dari dalam ruangan.

Sementara di depan pintu, pandangan Yessy sudah kabur oleh air mata. Dia mati-matian menutup mulutnya agar tidak menangis tersedu-sedu.

Ternyata Matthew mengubah persetujuan selama empat tahun berturut-turut ... semua itu karena Rachel! Rachel yang selama ini bahkan tak pernah dia anggap penting!

Yessy dan Matthew tumbuh bersama sejak kecil. Sejak kecil pula, Matthew memiliki rasa posesif yang sangat kuat terhadapnya.

Dari taman kanak-kanak hingga SMA, mereka selalu satu kelas, hampir tak pernah berpisah, dikenal semua orang sebagai pasangan.

Saat kelas dua SMA, seorang murid pindahan datang ke kelas mereka, Rachel. Di hari pertama, dia langsung menyatakan cinta pada Matthew di depan umum, mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada pandangan pertama.

Matthew menolaknya tanpa ragu dengan dingin, bahkan merangkul Yessy di sampingnya dan mengumumkan bahwa dia sudah memiliki tunangan.

Namun, Rachel tidak menyerah dan terus mengejarnya. Sayangnya, setiap kali dia hanya mendapat sikap dingin dari Matthew.

Yessy pun tidak pernah menganggap Rachel sebagai saingan, karena dia yakin Matthew hanya mencintainya seorang.

Sampai suatu hari, Yessy gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi dan nilainya tidak cukup untuk masuk universitas di ibu kota. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, dia memilih mengikuti saran orang tuanya dan mendaftar ke sebuah universitas di Kota Garja.

Dia pikir, hubungan jarak jauh hanya sementara, tidak akan memengaruhi hubungannya dengan Matthew. Tak disangka, Rachel ternyata masuk ke universitas yang sama dengan Matthew.

Yang lebih tak dia duga lagi, hanya dalam waktu empat tahun, pria yang pernah berkata akan menikahinya begitu lulus justru berkali-kali menunda pernikahan demi Rachel.

Kebenaran yang kejam itu bagaikan pisau tajam, mengiris hati Yessy hingga hancur berkeping-keping.

Dia menggigit bibirnya kuat-kuat agar tidak runtuh oleh rasa sakit yang datang bertubi-tubi.

Saat itu, seorang tentara berlari menghampiri dan mengatakan ada panggilan untuknya. Yessy berusaha menahan air mata di pelupuk matanya, lalu menuju ruang komunikasi. Itu telepon dari ibunya.

"Yessy, gimana hasil permohonan pernikahan tahun ini? Apa kamu dan Matthew sudah bisa nikah?"

Tangan Yessy yang menggenggam gagang telepon memutih. Seolah-olah ada segumpal kapas menyumbat tenggorokannya, dia tidak bisa berkata apa-apa.

Keheningannya membuat sang ibu di seberang langsung mengerti jawabannya. Ibunya akhirnya menasihati, "Sudah empat tahun, tapi kalian belum nikah. Itu berarti dia memang nggak sungguh-sungguh ingin menikahimu."

"Dengarkan Ibu, kamu ke Kota Nansa saja dan menikah di sana. Keluarga Kosasih sudah Ibu seleksi dengan sangat teliti. Kalau kamu menikah dengan putra mereka, kamu pasti nggak akan menderita. Ibu cuma ingin kamu bahagia."

Enam tahun lalu, ayah Yessy dipindahkan ke Kota Nansa dan seluruh keluarganya pun pindah ke sana.

Setelah lulus dari Kota Garja, dia mengira dirinya dan Matthew akan segera menikah, sehingga dia tetap kembali ke ibu kota. Namun, dia tidak menyangka empat tahun berlalu sia-sia.

Ibunya pun sejak lama tidak puas dengan pernikahan yang terus tertunda, berkali-kali menyuruhnya pergi ke Kota Nansa untuk menikah.

Namun, dia bersikeras percaya bahwa pernikahannya dengan Matthew hanya kurang waktu sedikit lagi.

Sekarang tampaknya, yang kurang bukan waktu, melainkan keinginan Matthew untuk menikahinya.

Dalam benaknya, Yessy teringat punggung penuh luka itu dan hatinya terasa tertusuk-tusuk.

"Ibu, aku setuju menikah dengan putra Keluarga Kosasih."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

メロンパン
メロンパン
変わり身すごすぎて、、
2026-01-07 14:05:10
1
0
松坂 美枝
松坂 美枝
タイトルの通りだな 今更来られてもさあ… 明子さんに色々押し付けるな
2025-09-01 10:58:11
8
0
まめるりこ
まめるりこ
何でこんな奴と結婚したんだろうか?
2026-05-10 17:23:14
0
0
ゆかり
ゆかり
いくらプライドが高くて拗らせたクズでもここまで言うか?人間として酷過ぎるだろ。 それに最後、自殺するのに他人を巻き込むのはいただけない。突っ込まれたトラックの運転手さんが可哀想
2026-01-09 15:32:49
6
0
18 Chapters
第1話
不治の病を患い、死ぬ前に夫に離婚協議書と遺言書を渡す準備をしている。だが彼はこう言った。「憎まれっ子は世に憚るって言うし、お前は死なないよ。本当に死んだら、俺は墓の前で祝ってやるさ」その後、私は本当に死んだ。警察署で、無惨な私の遺体を抱きしめながら、彼はこう呟いた。「大人しくしろ、もうふざけるなよ。今度家に帰ったら、俺がご飯作ってやるからな……」……深夜、須賀周作(すが しゅうさく)はほのかに酒気を帯びながら、ようやく帰ってきた。ソファに座っている私を見ると、彼の目に一瞬、驚きの色が浮かんだが、すぐに平静を取り戻し、まるで私に問いかけるように、あるいは独り言のように言った。「まだ起きてたのか?」その口調には、隠しきれない嫌悪が滲んでいる。私は立ち上がり、手に握った離婚協議書を見せながら言った。「周作、話がある」彼は私を一瞥し、視線は横に置かれた酒杯に落ちた。整った眉がわずかにひそめる。「女が一日中酒を飲んでいて、まともなこともできないのか?」彼は眉をひそめて言った。その口調には軽蔑が満ちている。まともなこと?心の中で苦笑した。周作はきっともう忘れてしまったのだろう。かつて彼は「両親の世話が必要だ」と言って、私に仕事と夢を諦めさせ、家庭に戻らせたのだ。結婚して四年、私は何不自由ないお嬢様から、今では家事のすべてに通じた陰気な妻へと変わっている。しかし、結局私が手にしたのは、がんの診断書一枚と、彼の冷たく侮蔑的な視線だ。何も返事をしない私を見ると、彼は足を踏み出して立ち去ろうとした。腹部の不快感に耐えながら、手を伸ばして彼を引き止めた。私の口調は驚くほど冷静だった。「周作、少し話をしよう」彼は足を止め、目を伏せて冷たく私を見下ろし、うんざりした口調で言った。「疲れている。用があるなら明日にしてくれ」「ただ署名するだけだ。そんなに時間は取らせない」そう言って離婚協議書を彼の前に差し出した。この書類の下には私の遺言書が添えられている。この世に、もう私にはほとんど身寄りがいない。死後、私名義の財産を名目上の夫である彼に託し、福祉施設に寄付してほしいと思っている。もちろん、私の財産の中には周作がかつて贈ってくれた宝石も含まれている。彼が望むなら、それらを記念として手元に残してもいいし、望まないならす
Read more
第2話
もしかすると、神様は私の苦しみがまだ足りないと思っているのかもしれない。私の魂は消えずに、ふわふわと見慣れた別荘に戻ってきた。私の魂は幽閉されたように、なぜか周作のそばから離れられない。彼のあとについて階下へ降りる。広大な別荘は静まり返り、彼の視線はがらんとしたリビングを彷徨って、何かを探しているようだ。彼は何気なく「橋本さん」と二、三度呼んだが、返事はなかった。彼と離婚の話をする前に、わざと使用人に二日間の休みを与えた。使用人たちは夜にならないと帰ってこないはずだ。周作はそれを気にする様子もなく、上着を手に取って、出かけようとした。ふと視線がテーブルの上の離婚協議書と結婚指輪を掠め、彼の足がわずかに止まった。ゆっくりと近づき、そっと離婚協議書を手に取ると、真剣な表情で読み込んでいる。私はすぐに署名すると思っていた。だって、彼はこの結婚に一度も満足していなかったのだから、今、私から解放されるのだから、喜ぶはずだ。それなのに、彼は怒りをあらわに書類をテーブルに投げ返した。「本当に演技がうまいな!」周作は低い声でつぶやき、その目に嫌悪の色が宿っている。彼は私がまた芝居をしていると決めつけているんだ。その後、彼は直接会社へ向かい、私は仕方なくついて行った。午前中は仕事にかかりきりで、あまり休めていないせいか、眉間に疲労の色が滲んでいる。静かにそばに立ち、彼をじっと見つめる。以前なら、彼を長く見つめようとすると、いつも慎重にする必要があった。今なら、いくら見つめても、もう嫌がられることはない。最後の書類に署名を終えると、周作は椅子に凭れ、そっと目を閉じ、片手でこめかみを押さえた。彼の細長い薬指に、うっすらと赤い跡があるのに気が付いた。そこは、ずっと結婚指輪をしていた場所だ。私はやはり、少しがっかりしてしまった。昨日、彼がどうしても離婚に署名してくれなかった時、心のどこかで彼も私に愛情があるのかも、とわずかに期待してしまっていた。今になってやっと分かった。彼はただ、私の思い通りになるのが嫌で、わざと私を不快にさせていただけなのだ。そうでなければ、あんなに急いで指輪を外すはずがない。私は胸に手を当てた。そこにはぽっかりと穴が空いたようだ。人は死んでも、やっぱり悲しむものなのだ。その時、秘書の河野晴美(かわの は
Read more
第3話
一瞬で、周作は顔を背けて、そのキスを避けた。続いて、彼は何事もなかったかのように手を引き、視線を薬指に落とした。私は少し驚いた。彼は夕子のことが好きなはずで、普通ならこんな反応はしないはずだ。夕子の顔がこわばり、黙ってそっと手を引いた。そして少し拗ねたような口調で言った。「周作、まさか友子と長く一緒にいたせいで、彼女に気持ちが移ったんじゃないでしょうね?あの時、彼女が無理やり私たちを引き離したのを忘れたの?もし……」言い終える前に、周作が冷たい声で遮った。「忘れていないし、彼女を好きになることもない。安心しろ、俺たちはもうすぐ離婚する……」夕子の目がぱっと輝き、口元の笑みを隠しきれなかった。「本当にそう言ってるの?」周作は深くうなずいたが、顔には一片の笑みもなかった。夕子が抱きしめようとしたが、彼に止められた。「夕子、先に帰ってくれ。少し疲れたから、休みたい」「でも、まだご飯食べてないでしょ?それなら……」周作は落ち着いた口調で言った。「持ち帰ってくれ。今は食欲がない」夕子は数秒ためらったが、結局おとなしくうなずいた。「わかった。そうだ、昨晩、千葉伸之(ちば のぶゆき)たちと今夜で一緒に飲む約束したの、忘れないでね」「わかってる」夕子が去った後、周作はソファにもたれかかり、顔色はあまり良くなかった。午後からずっと、彼は上の空だった。何度も携帯電話をチラ見しながら、まるで誰かの連絡を待ち焦がれているようだ。退社後、彼について青梅バーへ足を運んだ。ボックス席に入った瞬間、仲間たちが騒ぎながら夕子を彼の隣に押し込んだ。「お嫁さん!」と呼ぶ声が場内に湧きおこった。夕子は「そんな呼び方やめてよ」と軽くたしなめながらも、恥ずかしそうに周作の胸元に身を寄せた。お嫁さん?その呼び名は鋭い刃のように私の心を突き刺した。結婚して四年、彼は一度も私を友人に紹介したことがなく、ましてや認められたことなどなかった。彼らの目には、私はただの余計な存在だ。彼の友人たちは次々と彼と夕子に酒を注ぎながら言った。「周作、夕子から聞いたけど、もうすぐ離婚するんだって?それはめでたいことだな!結婚する時は前もって教えてくれよ、俺たちがグロームスマンやるからな!夕子、その時はぜひ何人か綺麗なブライズメイドを呼んで、俺たちのキューピッドになってく
Read more
第4話
私は顔を上げて見ると、周作の表情には嘲りが浮かんでおり、同時に驚いているようにも見えた。「私も何が起きたのかよく分かりませんが、できるだけ早く戻ってきてください。奥様に本当に何かあったのではないかと心配です」橋本さんの声はますます慌てている。だがすぐに、周作の顔には軽蔑の色が浮かび、声も冷たくなった。「友子はいくら払ったんだ?芝居を手伝わせるために?」芝居?彼の軽蔑に満ちた表情を見て、私の心は奈落の底に落ちた。家の中の使用人ですら異変に気づいていたのに、彼はそれでも私がふざけているだけだと思っている。橋本さんはさらに説明しようとしたが、彼は苛立ったように遮った。「そんなくだらない話は聞きたくない!彼女に伝えてくれ、もうそんなつまらないことはやめろって。たとえ本気で死のうとしても、俺には関係ない!」電話の向こうの橋本さんは、周作の態度にすっかり押されてしまったようで、声がかすかに震えていた。「そ、それじゃあこの遺言書はどうすればいいのですか?」周作の声には一切の温もりがない。「くれた人に返せ。あるいは捨てろ!」そう言い終えると、周作は一方的に電話を切った。橋本さんに言葉を返す隙すら与えなかった。胸が締めつけられるようで、自嘲気味に笑った。これが彼の私に対する最後の態度なのだろう。まるで不要な物を捨てるように、何の情けもない。振り返って周作を見ると、彼はスマホの画面を鋭い視線で一瞥すると、何事もなかったかのように再びボックス席に腰を下ろした。次々とみんなが酒を勧めてきたが、周作は誰の誘いも断らず、数杯飲んだところで、少し足元がふらついてきた。夕子はそれに気づき、すぐに立ち上がって彼を自分のそばへ引き寄せ、笑顔で断った。「もういいでしょう、今日はここまでにしよう。周作はもう酔っているし、私が送ってあげるよ」そう言って、彼女は周作を支えながら個室を出て、二人でエレベーターに乗って32階へ向かった。夕子は周作を支えたままエレベーターを降り、まっすぐある部屋の前まで行き、あらかじめ用意していたカードキーでドアを開けた。彼女は周作をベッドまで連れて行き、上着を脱がせた後、自分はバスルームへ向かった。ベッドに横たわる男の頬はうっすらと赤く染まり、ぼんやりとした目は霧に包まれたようだ。ネクタイは既に自分で引きちぎった
Read more
第5話
周作は顔色をわずかにこわばらせ、私がくしゃくしゃにした遺言書を無言で手に取った。彼の視線はざっと内容を追い、最後に署名のところで止まった。いつもは冷静だったその顔に、ついに変化が現れた。彼の反応をじっと見つめ、不安で胸が騒いだ。だが、彼はふいに冷笑し、遺言書を机に叩きつけるように投げつけ、独り言のように言った。「友子、大したもんだな。俺を騙すために、遺言書まで偽造するとは」私は無表情で彼を見つめながら、心の奥に冷たいものが湧き上がってきた。いろいろあったが、私たちは四、五年も一緒に暮らしてきた。彼は私が無茶をするような人間ではないとわかっているはずなのに、それでも私をまったく信じていない。私は気持ちを落ち着けようとした。仮に彼が信じたところで、何も変わらない。とっくに態度は明らかじゃないか――​私が死ねばいいと。周作はコップに水を注ぎ、一気に飲み干した。どうやら感情を落ち着かせようとしているらしい。コップを置くと、視線はまた自然とあの遺言書へと向かう。何かを思い出したように、彼は携帯電話を取り出して確認したが、相変わらず何の連絡も入っていない。彼は眉をひそめ、私に電話をかけた。電源が切れているという音声案内が流れ終わる前に、彼は電話を切った。その表情にはますます苛立ちの色が濃くなっていく。彼は目を赤くして携帯をじっと見つめているが、私はその隣で異様なほど冷静に彼を見ている。その後、彼はチャット画面を開き、指をキーボードの上で素早く動かし、最後に冷たい一言を送信した。【友子、これが最後のチャンスだ。今すぐ戻ってこい。さもないと、二度と戻ってくるな!外で死ぬ覚悟があるなら、せめて遺体の後始末くらいは考えてやってもいい!】メールを送った後、彼はうつむきながら、片手で耳たぶを揉み続けている。これは彼が緊張したときの癖だ。彼が私の返信を待っているのはわかっていたが、その返信が届くことは永遠にないのだ。私は傍らに立ち、冷ややかな目で彼を見下ろし、嘲るように笑った。私の遺体は今も発見されていない。おそらく水に流されてどこかへ行ってしまったか、魚に食い尽くされてしまったのだろう。彼の出番など最初からなかったのだ。周作はスマホの画面をじっと見つめ、まだ足りないと思ったのか、さらにメールを送った。【こんな手で俺の気を引けると思うな
Read more
第6話
電話の向こうから聞こえる懐かしく優しい声に、私は感情を抑えきれず、涙が溢れた。両親を亡くしてから、彼女はこの世で私にとって唯一の身近な存在だ。今起こっている全てを伝えたい衝動に駆られたが、彼女には私の声が聞こえないことを知っている。周作は椅子に寄りかかり、冷淡な表情で「知らない。とっくに死んだんじゃないか」と吐き捨てた。その軽々しい言葉には少しの心配もなかった。電話の向こうの明子は明らかに動揺し、次に話す時には感情を抑えきれないように、声を震わせながら「周作、何て言い方するの?自分の妻をそんな風に罵るなんて!」と叫んだ。少し間を置くと、彼女の口調は柔らかくなり、「私を嫌っているのは知っている。以前は私が悪かった、あなたを非難してごめんなさい。でも今はただ、友子がどこにいるのか知りたいの。本当に心配なの」と続けた。彼女のほとんど懇願するような言葉に、私の涙は止まらなかった。明子が頭を下げるのを見るのは初めてだ。それも最も嫌いな相手に。私と周作が付き合い始めた頃、彼女は強く反対した。周作の冷たい態度が気に入らず、いつも私をかばってくれた。しかし当時の私は恋愛に夢中で、彼女の忠告に耳を貸さなかった。その後、この二人の関係は険悪になった。そして周作の機嫌を取るため、私はわざと明子と距離を置いた。しかし結婚生活は想像していたほど幸せではなかった。周作の無関心が続く中、明子だけが変わらず私を気遣ってくれた。その時になって初めて私は自分の愚かさに気づいた。私が病気になったことも彼女だけに打ち明け、病院へもいつも付き添ってくれた。彼女の励ましがなければ、私はとっくに自分を見捨てていただろう。一方、私が選んだ夫は、私が病に苦しんでいる間、初恋の夕子とデートしていた。ある真夜中、鎮痛剤が切れて痙攣するほど痛みに襲われた時、彼に電話で薬を買ってきてと懇願したのに、彼は一瞬で電話を切ってしまった。私はベッドの隅で丸くなり、3時間以上も痛みに耐え続けた後、ようやく酒臭い彼が帰ってきた。今思えば、彼は私に取って、一粒の鎮痛剤ほどにも役に立たなかった。周作は少し間を置き、まるで他人事のように淡々と言った「大人のくせに、行方不明になるわけないだろう?彼女がどこにいるか知らないし、興味もない!」そう、私の死を願っているような人間が、私の安否を本
Read more
第7話
遺体は私の予想以上に早く発見された。思わず周作に目が向いた。これまで、私は何度も彼がこの知らせを聞いた時の反応を想像していた。だが今の彼の反応は、やはり私の想像を大きく超えている。彼は一瞬だけ眉をひそめたが、すぐに平静を取り戻した。「友子はお前たちを雇うのにいくら払ったんだ?」嘲るように笑い、「3倍出すから、あの女に帰って来いと伝えてくれ」と続けた。電話の向こうの警察官は明らかに彼の態度に不快感を抱いたようで、声に怒りを滲ませた。「須賀さん、真面目に話してください!私たちは詐欺師ではありません。発見された遺体はあなたの奥様である可能性が高いです。事故原因は調査中ですが、まずは身元確認のために来ていただきたいのです」「確認は結構だ。適切に処理してくれ」彼の声は平静そのもの。まるで他人事のように。私は苦笑を浮かべる。やはり彼は私が思っていた以上に私を嫌っているのだ。警察官は彼の態度に憤ったようで、声をさらに厳しくした。「須賀さん、国民として、私たちの仕事に協力する義務があります。それに、夫婦として、せめて最後の別れをしたいとは思いませんか?」周作の冷淡さと愛のない態度はもう受け入れられたと思い込んでいるのに、見知らぬ他人までもが私に同情して不公平だと非難してくれた時、やはりまだ悲しくなる自分に気づく。静かに椅子に座った男を見つめる。彼は相変わらずの姿勢で、テーブルの端に置かれた枯れかけの百合の花を見つめている。その百合の花は私が選んだものだ。外出のたびに家に飾っていた。私がいなくなってから、花は一度も替えられていない。沈黙が続き、電話の向こうは焦ったように「須賀さん、まだ聞いていますか?」と呼びかけた。しばらくして、彼はようやく口を開いた。「アドレスを教えてくれ。明日朝9時に行く」平静な声ながら、かすかに複雑な感情が混じっているようだ。電話の向こうはほっとした様子で、彼が考えを変えないうちにと、ほぼ即座にアドレスをメッセージで送った。周作はちらりとそれを見ると、唇をわずかに上げ、再び百合の花に視線を落とす。「そこまで芝居が好きなら、付き合ってやるよ」私は呆然と立ち尽くした。彼は今でも私が嘘をついていると思っているのだと、ようやく理解している。彼が立ち上がってテーブルの向こう側へ歩き出すと、私の魂は勝手につい
Read more
第8話
私は今、それがどんな姿になっているのか分からない。冷たい海水に何日も浸かっていたのだから、もう無残な姿になっているだろう。ナビが目的地まであと200メートルと告げた時、私の心は完全に乱れた。見たホラー映画のシーンが頭の中でリプレイされ、胸が騒ぎ、逃げ出したい衝動に駆られている。その時、周作の電話が鳴った。彼は電話に出ると、それまで冷たかった目が急に柔らかくなってきた。私は思わず覗き込むと、予想通り「夕子」という名前が表示されている。「どの病院?分かった、今すぐ行く」彼の声は重くなり、表情も険しくなった。電話の内容は聞こえなかったが、周作の断片的な会話から、夕子に何かあったこと、そして彼が駆けつけようとしていることが分かった。「目的地に到着しました。ナビを終了します」ナビの声が車内に響いたが、周作は停車せず、急ハンドルを切って警察署の方向から離れていった。私は警察署の看板が遠ざかっていくのをただ見つめ、彼への最後の期待も消えていった。私の遺体は警察署で冷たくなっているのに、あの人は平然と他の女のもとへ駆けつけていく。五年間、心から周作を愛してきた私の思いも、夕子の一本の電話には敵わなかった。この瞬間、私は自分が「滑稽」そのものだと悟った。心に憎しみが湧き上がる。たとえ家政婦であっても、これほどまでに蔑むべきではない。私は彼について病院に急ぎ、ちょうど手術室に運ばれようとしている夕子を目にした。彼は焦りの表情で近づき、さっき車の中にいた時とは別人のようだ。周作を見て、夕子は青白い顔に無理やり笑みを浮かべ、彼の手を強く握った。「周作、来てくれたのね。怖かったわ」周作は眉をひそめ、声は優しさに満ちている。「大丈夫、ずっとここにいるから」ストレッチャーが手術室へと進む中、周作は心配そうに付き添った。夕子は涙ぐんだ目で彼を見つめ、震える声で言った。「周作、私……死ぬかもしれないわ」「そんなこと言うな。きっと大丈夫だ。出てくるのを待ってる」周作は彼女の手を強く握り、優しくも力強い声で答えた。夕子は少し安心したようだが、まだ不安と切なさが目に残っている。「周作、あなた…まだ私を愛してる?」もちろん愛している。そうでなければ、遺体の確認を放棄してここに来たりしない。周作は言葉にせず、ただ彼女の手を強く握り返し
Read more
第9話
周作は眉をひそめ、スマホを握る指先が白くなっている。目は暗く、感情を読み取れない。長い沈黙の後、低い声で答えた。「分かった」言い終わると、返事も待たずに電話を切った。彼は無表情でスマホを見つめ、SMSやラインを次々に開いては確認し、そのたびに目つきが険しくなっていく。私は彼の不可解な行動を不思議に眺めている。いったい何を探しているのか?2時間後、夕子が手術室から出てきた。顔色は悪く、弱々しい様子だ。看護師が病室へ運ぶと、周作は後について、心配そうに医師に詳しく病状を尋ねた。足の怪我だけで命に別状ないと知ると、明らかに安堵の色を見せた。病室に入ると、夕子はベッドでもたれて微笑んだ。「周作」彼は椅子を引き寄せ、布団を優しくかけ直すと、夕子は彼の手を握りしめた。「周作、さっきの質問、まだ答えてくれていないわ」私はハッとし、彼女が「愛しているか」と聞いていたことを思い出した。私も周作に目をやり、回答を楽しみにしている。周作はしばらく黙り、突然手を引っ込めた。「手術直後だ。まずは安静だ」夕子の顔がさらに青ざめ、唇を噛みしめて、何か決心したように、冷ややかな口調で聞き出した。「まさか……本当に友子のことが好きになったのかしら?」周作の目がかすかに揺れ、複雑な表情が一瞬浮かんだが、すぐに平静を取り戻した。彼はふっと嘲笑的な笑みを浮かべ、目が冷たくなった。「権力で結婚を強いるような女が好みだと思うか?」その言葉に、私はもう感情が麻痺していた。ただ、心臓だけが慣性的にちくりと痛んだ。夕子は明らかに安堵の息をついて言った。「そうね。あの女がいなければ、私たちとっくに結婚してたわね。もしかしたら、子供も幼稚園に通ってたかもしれないわ。そうでしょ?」周作は答えず、ただ俯いてぼんやりと床を見つめている。「周作?」夕子が彼の腕を軽くつつく。周作は暗い目を上げ、淡々と応えた。「どうした?」「病院で一人じゃ怖いの。今日会社休んでここにいてくれない?」夕子の声はかすれ、そのせつなげに懇願する様子が、私の胸を締め付けた。周作は視線をそらし、「すまない、今日は急用がある。後で介護士を手配するから、安心しなさい」と言い残し、病室を出た。エレベーター前で、フードとマスクで顔を隠した男に出くわした。男が俯いて小走りして
Read more
第10話
まもなく警察署に着くと、私は周作の後をついていった。女性警官が私たちをある部屋へ案内するが、その口調には事務的な淡泊さが滲んでいる。「須賀さん、須賀友子さんの所持品はこちらに全て揃えております。ご確認ください。問題がなければ、遺体の引き取りにご同行願います」周作は証拠品袋の中のバッグと運転免許を一瞥し、わずかに眉をひそめた。私は彼の反応を緊張して観察し、不安が募った。遺体安置室に入ると、周作の表情はさらに冷たいものになった。彼はゆっくりと遺体に近づき、ちらりと見ると、目には明らかな嫌悪が浮かんだ。そして冷たく言い放った。「これは友子ではない」私ではない?私は驚いて目を疑い、急いで近寄って、彼が適当に言っているだけではないか確認しようとした。しかし、遺体の顔をよく見ると、多少の変形はあるものの、確かに私の特徴とは一致してない。私はその場に立ち尽くし、心の動揺が静まっていった。しかし、それに取って代わるのは深まる疑問と理解できないという思いだ。女性警官も驚いた様子で、「須賀さん、本当にそうですか?」と尋ねた。「間違いない」周作の声は平静だったが、表情にはどこか失望が見て取れた。「友子の首にはほくろがあるが、この遺体にはない」彼の視線は遺体から私の所持品に移り、手がかりを何か探しているようだ。彼の言葉が終わると、部屋には短い沈黙が訪れた。「やはりな」周作が突然沈黙を破った。感情を抑えようとしているようだが、声には冷たさが滲んでいる。「彼女はただわがままを言っているだけだ。俺の気を引きたいだけだろう。放っておけば、そのうち自分から戻ってくる」彼の言葉で、改めて彼の冷酷さを思い知らされた。彼の目には、私の命などそれほどまでに取るに足らないものか。女性警官は彼の態度にやや困惑した様子だが、職業意識を保ちながら注意した。「須賀さん、命を軽んじてはいけません。現場の状況から、友子さんは本当に緊急事態に遭遇した可能性が高いと判断しています。どうか私たちの仕事に協力してください」周作の目が一層暗くなり、顔に陰りが広がった。明らかに怒っている。私はよく分かってる。彼の怒りは警察に向けたものではなく、私に向けたものだ。私が無理難題を吹っかけたせいで面倒が増えた、と彼は思っている。彼は低い声言った。「聞け」協力的な態度を
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status