社長に虐げられた奥さんが、実は運命の初恋だった

社長に虐げられた奥さんが、実は運命の初恋だった

Par:  連衣の水調Complété
Langue: Japanese
goodnovel4goodnovel
7.9
39 Notes. 39 commentaires
1573Chapitres
510.8KVues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

彼女は思っていた。 どんなに冷えた心でも、いつかは温められる日が来ると。そのため、彼女は野崎胤道の名ばかりの妻として、二年間、実質的な役割もなく過ごすことを甘んじて受け入れた。 しかし、返ってきたのは離婚届一枚だった。 「彼女がようやく目を覚ました。お前の代わりはもう必要ない」 男は彼女を蔑むように言い放ち、去っていった。結局戻ってきたのは、彼女に初恋の罪をかぶせるためだった。 刑務所で、森静華は拷問を受け、子供は流産し、顔を傷つけて失明する。わずか二ヶ月で、彼女は人生で最も恐ろしい悪夢を経験し、心はもう死んでしまった。 二年後、彼女のそばにはもう他の人がいた。再び会うことになった野崎は、嫉妬の炎を燃やし、手段を選ばずに彼女を留まらせたい。しかし、彼はもう彼女からの愛を少しも感じることはなかった。 彼は目を赤くして言った。「森、何でもあげるから、元に戻ろう?」 「二年前、あなたがくれた価値のない銅の指輪さえ、大切にしまっておいた。今何をくれても、もう欲しくない」

Voir plus

Chapitre 1

第1話

Disha Azalea, perempuan yang masih berusia sembilan belas tahun tersebut duduk di atas ranjang dengan menekuk kedua kaki– di atas ranjang pengantin. Dia meletakkan dagu di atas lututnya yang ditekuk sembari menatap kosong ke arah depan.

Jantung Disha berdebar kencang dan dadanya bergemuruh hebat. Gaun pengantin masih melekat di tubuhnya-- tak berani melepas atau menggantinya. Dia sangat takut pada pernikahan ini. Usianya masih muda namun harus menikah dengan pria berusia tiga puluh tahun dan sudah beristri.

Demi Tuhan! Disha tidak mau menikah diusia muda begini, terlebih harus dijadikan istri kedua. Harusnya dia fokus pada pendidikannya. Akan tetapi, dia terpaksa melakukan semua ini, rela dijadikan istri kedua oleh miliarder penguasa di negeri ini hanya demi membayar hutang keluarganya.

"Aku sangat membenci Papa," lirih Disha. Wajahnya murung dan tatapan matanya sayup serta sendu.

Papanya jahat, telah mematahkan sayap Disha untuk mengejar cita-citanya. Demi membayar hutang istrinya sendiri– Mama tiri Disha– Papanya rela menjual Disha. Saat tahu ada konglomerat yang tengah mencari calon istri untuk dijadikan penghasil bayi, Ibu tiri Disha dengan  jahat menghasut Papanya agar menjual Disha ke sana. Mereka mendapat tebusan besar yang bukan hanya cukup membayar hutang ibu tirinya, tetapi juga bisa bermewah-mewah setelahnya.

Mengorbankan Disha dan masa depannya. Disha hancur oleh Papanya dan ibu tirinya yang serakah.

Ceklek

Mendengar suara pintu dibuka, jantung Disha berdebar kencang. Air muka Disha langsung menegang dan juga pucat pias. Peraturannya adalah dia akan menjadi istri pria ini sampai dia melahirkan bayi. Jika Disha sudah melahirkan bayi untuk suaminya dan istri pertama suaminya, makan Disha akan diceraikan dan bebas dari pernikahan ini.

Kejam!

Gluk'

Disha meneguk saliva degan susah payah dan kasar saat seseorang yang masuk dalam kamar ini menaiki ranjang. Terasa dari kasur yang seperti bergerak.

Seseorang yang tak lain adalah pria yang menikahinya tersebut duduk tepat dibelakang tubuh Disha.

Srett'

Tanpa permisi pada pemilik tubuh tersebut, dia menurunkan resleting dari gaun pengantin Disha. Secara perlahan dan teratur, pria itu membuka gaun yang Disha kenakan.

Jangan tanya jantung Disha, hampir meledak dalam sana!

"Kau bersikap seperti pengantin sungguhan padahal kau fake di mataku." Suara bariton yang serak dan rendah mengalun tepat di sebelah telinga Disha, membuat bulu kuduk Disha meremang dan berdiri.

Tubuh Disha menegak kaku, dan tersentak saat telapak tangan pria itu menempel di punggung telanjangnya. Jantung Disha berdebar dengan  kencang dan rasanya hampir copot. Tubuhnya bak tersengat listrik, tesetrum dan mendadak kaku saat kulit tangan pria tersebut menyentuh punggungnya. Aliran darahnya melaju cepat dan mendadak sekujur tubuhnya terutama tengkuk dan punggung, terasa panas.

"Semua demi uang," ucap Damon Sergio Lucas, sang miliarder dari kelurga Lucas yang telah resmi menjadi suami dari perempuan muda berusia sembilan belas tahun ini.

Cih, sejujurnya ini sangat menggelikan bagi Damon. Dia seperti pedofil yang haus nafsu bejad, merusak anak gadis seseorang hanya demi kepuasan batin. Tetapi Damon tidak melakukannya demi melampiaskan hasrat, ini semata-mata demi keturunan serta permintaan istri pertamanya yang sangat dia cintai.

Shit! Membayangkan dirinya akan meniduri gadis remaja ini, itu saja sudah membuat kepala Damon sakit.

Disha hanya diam ketika mendapat perkataan pedas dari pria ini. Terserah Damon saja! Disha lebih fokus pada dirinya saat ini yang sudah berhasil Damon telanjangi– di mana tubuh Disha kini hanya menyisahkan bra dan celana dalam.

Disha sangat gugup, takut dan benar-benar linglung. Jangankan bersentuhan secara intim dengan lawan jenis, dekat dengan pria saja dia tak pernah. Ini pertama kalinya!

Rachel ingin menolak semua ini dan mengakhirnya juga. Namun, Disha tidak berani!

Cup'

Tubuh Disha semakin menegang dan semakin membeku saat benda kenyal menempel di lehernya. Tangan Disha mengepal, dia menunduk untuk mengigit bibir bawahnya–menahan rasa gelik bercampur merinding saat bibir Damon bergerak liar di lehernya.

'Shit, aromanya sangat nikmat.'

Damon tiba-tiba membaringkan tubuh Disha secara kasar, lalu setelahnya dia mengambil tempat dengan setengah menindih tubuh kecil Disha.

"Agkh …." Disha meringis sakit, mengerutkan kening sembari berniat untuk bangun. Namun sayang, Damon lebih dulu menindih tubuhnya.

Mata Disha sedikit membelalak. 'Ya Tuhan, tampannya!!' pekik Disha saat bersitatap dengan Damon.

Ketika menikah tadi, Disha tak terlalu memperhatikan wajah Damon. Itu karena sangking takut dan gugupnya dia. Dan sekarang dia baru bisa melihat secara jelas serta sadar wajah tampan Damon.

Pria ini punya wajah yang sangat sempurna. Alis tebal, mata tajam, hidung mancung, rahang kokoh dan juga bibir sehat yang seksi serta menggoda. Damon sangat unreal di mata Disha.

"Jangan berharap lebih dari sentuhanku. Semua ini demi istriku," ucap Damon tiba-tiba, menyadarkan Disha yang reflek menganggukkan kepala cepat.

Tanpa Damon minta, Disha juga tak berharap apapun. Malah dia takut untuk dijama tubuhnya oleh pria ini.

"Kau tidak bisa berbicara?" tanya Damon tiba-tiba, menaikkan sebelah alis sembari menatap Disha dari posisi bawah.

Sial! Dia semakin merasa bodoh dan berdosa. Dia akan merusak anak kecil ini?! Holyshit! Wajah Disha saja masih seperti anak remaja emat belas tahun. 'Dari banyaknya wanita yang telah dewasa, kenapa Kinja memilih gadis ini?!'

"I--iya, Tuan," jawab Disha dengan suara pelan dan rendah–takut-takut dan sangat gugup.

Damon lagi-lagi menaikkan sebelah alis. Tanpa dia sadari bibirnya membingkai senyuman tipis. Entahlah, tapi suara gadis kecil ini sangat menggelitik hati dan perut. Lucu!

Ah, dia merasa Disha lebih cocok ia angkat sebagai anak dibandingkan istri.

Sialan! Namun sayangnya dia akan merusak perempuan ini. Itu semua karena permintaan gila istrinya yang ingin punya anak.

Padahal Damon dan Kinja-- istrinya-- sudah punya anak angkat. Tetapi istrinya masih saja memaksa agar Damon menikah lagi. Setelah bertengkar hebat dengan Kinja– istri pertamanya dan segenap ancaman yang Kinja lontarkan padanya– akhirnya Damon bersedia menikah lagi.

"Maaf …." Sebelum benar-benar merampas keperawanan perempuan ini, Damon lebih dulu meminta maaf. Dia merasa sangat bersalah pada gadis kecil seperti kelinci ini.

Disha sendiri hanya diam dengan wajah gugup dan takut.

"Kau siap?" tanya Damon selanjutnya. Dia ingin ini terjadi secepatnya. Selain merasa tak enak pada Disha, dia juga merasa akan mengkhianati Kinja.

Disha yang tak tahu apa-apa hanya menganggukkan kepala. Jika bisa dia ingin ini berakhir dengan cepat! Disha sudan sangat ketakutan.

"Jangan harap kau bisa menghentikanku setelah ini."

Disha lagi-lagi mengangukkan kepala. Dia sangat takut dan hanya bisa membiarkan Damon menyentuhnya sesuka pria itu. Disha pasrah! Ini bagian dari perjanjian dan dia tak bisa menolak.

"Eughhhmm …." Disha memejamkan mata, mencengkeram sprei dengan kuat ketika suatu seperti menerobos dalam miliknya. Rasa sakit dan nyeri perlahan ia rasakan, namun masih Disha bisa tahan.

Hingga tiba-tiba ….

"Aargkkkk … sakiiiiiit! Hiks … sakit, Tuan. To--tolong berhenti. Aaa … sakit!" pekiknya dengan menjerit dan berteriak kesakitan. Air matanya sudah membanjiri pipi. Itu benar-benar sakit!

Tubuh Disha seperti dibelah dua, bergetar hebat seperti tenaganya habis karena kesakitan tadi. Air matanya terus berderai dengan deras, dan bibirnya bergetar dengan hebat. Ini sangat sakit! Disha merasa ini seperti mimpi buruk!

'Sialan! Apa-apaan ini?! Dia membuatku … Fuck! Sangat nikmat!'

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

Notes

10
51%(20)
9
0%(0)
8
8%(3)
7
0%(0)
6
18%(7)
5
8%(3)
4
8%(3)
3
0%(0)
2
8%(3)
1
0%(0)
7.9 / 10.0
39 Notes · 39 commentaires
Écrire une critique

commentairesPlus

YOKO
YOKO
終わっちゃた。読むのが恐しかっだけど結末は平安に。
2026-04-18 12:10:23
1
0
Yuko
Yuko
やっと完結したー! お疲れ様でした。 なんだかんだで続きが気になって、最後まで見れてよかったです。
2026-04-06 18:52:40
7
0
モンブラン
モンブラン
やっと完結…お疲れ様でした 最後急展開が続きましたがよかったです。
2026-04-06 18:30:06
7
0
あ
物凄く胤道に激怒してしまうのに 物凄く胤道の愛の深さに満たされてしまう私が居る。 胤道から逃げ切ってと願いながらも 胤道の側から離れないでと願う私が居る。 静華の心が胤道に満たされてる度に私の心も満たされてしまう。 危険です。 胤道中毒になります。 重症になると望月も神崎も胤道に触れるな! 静華以外誰も胤道に触れるな!と暴れたくなる作品です。
2026-02-25 20:56:35
16
0
natsumi
natsumi
胸クソすぎる…でも続きが気になるから読み続けてしまう。 まさか、こんな男と元サヤなんてないよねぇ? こんな扱い受けて許せるなら馬鹿すぎだよね。
2026-02-19 10:59:20
17
1
1573
第1話
「おめでとうございます、お嬢さん、もう妊娠1ヶ月です」医師の祝賀の声に、静華の顔は一瞬にして青ざめ、血色が失せた。「検査間違いでしょうか?私は胃の病気で……妊娠なんてあり得ません。もう一度確認していただけませんか」「1ヶ月前に性行為はありましたか」「……ありました」「避妊措置や緊急避妊薬の服用は?」雨の夜に帰宅した胤道(たねみち)とのことを思い出し、静華は首を横に振った。「それなら当然ですよ」医師は訝しげに笑った。「避妊せずに性行為があれば妊娠の可能性が高いのは常識でしょう。どうして不可能だと言えるのですか」反論の余地がないと悟った静華は胸元で拳を握り締め、覚悟を決めて頼み込んだ。「先生、検査結果を書き換えていただけませんか?妊娠していないことに……お願いです。多額のお礼を……」「当院は正式な医療機関です」医師は眉をひそめた。「患者の検査書類を改ざんするのは違法です。用がなければお引き取りください。次の方どうぞ!」診断書を握りしめ病院を出た静華は、喧騒に満ちた街を見渡しながら帰宅をためらっていた。胤道が妊娠を知れば――あの男が自分を居させてくれているだけでも有難いのに、この子は間違いなく中絶を強要される。震える指先で腹部を撫でながら俯く。静華はどうしてもこの命を守りたい。対策を考える間もなく胤道からの着信が鳴る。躊躇いながら受話器を取ると、低く渋い声が響いた。「検査は終わったか?戻れ」胤道の忍耐は30分が限度だ。車中ずっと不安に苛まれた静華が別荘のロビーに駆け込むと、三階の禁足区域から胤道が降りてくる姿が見えた。絹のパジャマに身を包んだ胤道は開いた襟元から鍛えられた胸筋を覗かせ、整えられた髪と彫刻のような美貌は誰もが目を奪われるほど。六年前、まさにこの完璧な容姿が静華の心を縛り、胤道の名ばかりの妻として、二年間、実質的な役割もなく過ごすことを甘んじて受け入れた。階段を降りる指先に揺れる煙草の匂いが迫る。妊娠を思い出し息を止める静華の耳に、冷たい質問が突き刺さった。「検査結果は?」喉を締め付けられるように呼吸を整え、かすれた声で答える。「大丈夫……特に問題なく……」「先日の本宅での嘔吐は?」「胃の病気です」胤道の漆黒の瞳を見られずに唇を噛む。「あの時食事が不規則だったから……持病なんです」重い沈黙が流れる。頭上から注がれる灼熱の視線
Read More
第2話
静華はその場で硬直したまま、目が赤く染まった。胤道は電話前に彼女の妊娠を知っていたなんて――最初からそのことを明かさなかったのはなぜだろう?彼女が自分の監視を逃れたと思い込む一瞬の安心感、それから今のこの崩壊寸前の姿を見るためだろうか?静華はぎゅっと唇を噛みしめ、できる限り心を落ち着けようと努めた。胤道は彼女が泣いたり喚いたりするのを嫌がるからだ。「胤道……これからは言うことをちゃんと聞くから、お願い……この子を産ませてほしい。この子はあなたの邪魔にはならない。望月りん(もちづき りん)さんが目を覚ましたら、私はこの子を連れてここを去る。あなたにとってこの子は存在しないのと同じようにする」彼女の震える声は、胤道の心に少しの軟化ももたらさなかった。それどころか、彼の黒い瞳にはわずかな嘲笑が浮かんでいた。彼女を見下ろしながら冷たく言った。「森、そんな妄想はしないほうがいい。もしお前のその顔がなければ、俺の妻になどなれなかったし、贅沢な生活も味わえなかった。時折線を越えるのは許せるが、俺の子供を産む資格があるのは、初めからずっとりんだけだ。お前にはその資格がない」お前にはその資格がない――残酷だった。この言葉は殴られるよりも痛い。どうして胤道は彼女にこんなにも冷酷なのだろう?静華は息ができなくなった。ホールの外から物音が聞こえた。顔を上げると、佐藤が到着していた。胤道はこれ以上我慢できないといった様子で命じた。「佐藤、手早くしろ。彼女をもっと秘密にできる病院へ連れて行け。一切の情報が漏れないように!」静華は目を見開いた。彼が彼女の腹の中の子を災いとしか見ていない態度に、内臓が切り裂かれるような痛みを覚えた。「いや……胤道、お願いだからやめて!」胤道は無視して佐藤に視線を送る。静華の頭は真っ白になり、その場にひざまずいた。「胤道、お願い!この子を産ませてくれさえすれば、何でもするから。産んだ後はすぐにこの子をどこかへ連れて行く!どうか、どうかこの子を見逃してください!」彼女は頭を地面に何度も打ちつけ、額から血が流れ出した。胤道は嫌悪の目を向けながら冷たく言った。「森、お前のその顔がもったいない。りんだったら、そんな弱々しい真似をすることは絶対にない」静華は笑いたくなった。そうだ、りんはこんな哀願などすることはない。彼女は胤道から愛され
Read More
第3話
りんの無事を確かめた胤道は、三階から降りてきた。しかし、ホールには誰の姿もなかった。彼は眉をひそめ、佐藤に尋ねた。「森はどこだ?」佐藤も一瞬呆然としたが、答える間もなく、胤道の携帯が鳴った。本家からの電話だった。彼が出ると、向こうから胤道の母の明るい声が響いた。「胤道、どうしておめでたいことをもっと早く教えてくれないの?りんが妊娠したって!早く帰ってきなさい」胤道が本家に到着すると、静華はホールのソファに座り、小さく口を動かして食事をしていた。母はその隣に座り、彼女の手を握りながら嬉しそうにしていた。静華は胤道の姿を見た瞬間、動きを止め、視線を鎖骨のあたりに落として彼を見ようとしなかった。彼の目に怒りが宿り、皮肉げに笑いながら言った。「いいだろう、すごくいい」いつもおとなしい彼女にも、反抗心があったとはな。まさかこんな手に出るとは。静華の全身が震え、母は異変に気づいて眉をひそめ、胤道を睨みつけた。「何が『いい』なの?ちゃんとした態度を取りなさい。りんが妊娠したのよ、嬉しくないの?」胤道は奥歯を噛みしめ、冷たく静華を見つめた。「嬉しくないはずがないさ。嬉しすぎて震えが止まらない」母は笑い、「そうでしょう?これは喜ばしいことよ。あなたたちが結婚して二年、ようやく兆しが見えてきた。男女どちらにせよ、野崎家にとっては大きな喜びなの。ちゃんと見守りなさい。りんの身体は強くないのだから、もし何かあったら、私はあんたを許さないわよ」話が続く中、母はふと思い出したように言った。「そうだ、台所でスープを煮ているの。見てくるわ」静華はほっとし、すぐに立ち上がった。「お母様、私もご一緒します!」「待て」胤道の冷たい声が響き、まるで獲物を逃さない狩人のように、彼は細めた目で彼女をじっと見つめた。「話がある」母は胤道の言葉を深く気にすることなく、夫婦の些細な言い争いだと思い、微笑んで静華の手を握った。「りん、心配しないで。胤道は冷たそうに見えるけれど、本当はこの子の誕生を一番喜んでいるのよ。彼はあなたを愛しているもの。二人でゆっくり話して」愛?そう、彼は愛している。ただし、愛しているのは本物のりん。静華は唇をきつく閉じ、母が台所へと向かう姿を見送った。「きゃっ!」次の瞬間、彼女の手首が強く掴まれ、持ち上げられた。恐怖に染まった瞳が、男の冷徹な視線と正面か
Read More
第4話
「やめて!胤道、お願いだからやめて!」胤道は冷笑した。「やめろ?森、お前は焦らして気を引くつもりか?大したもんだな」彼は彼女の必死の抵抗を嘲笑し、耳元で響く泣き声も、ただの雑音でしかなかった。「胤道……!私たち……」涙が止まらずに流れ落ちる。彼女は苦しげに懇願した。「私たちの……子が!……」「『私たちの』? ふざけるな。そんなの、認められるはずもないただの野良犬の子供だろう」胤道の目には冷酷な光が宿り、彼はためらいなく彼女を押さえつけた。これは罰であり、目を覚まさせるための制裁だった。何より、この子が消えることこそ、彼の望みだった。「胤道……!」静華は全力で抵抗した。突然、胤道のポケットから着信音が鳴った。彼は手を止め、スマホを取り出してスピーカーモードにした。「どうした?」彼の苛立った声に対し、電話の向こうから佐藤の興奮した声が飛び込んできた。「野崎様!望月様が目を覚ましました!」……胤道が車を発進させたのは、まだ夜明け前だった。電話を取ってから家を出るまで、一分もかからなかった。それほどの焦りようだった。愛する人が、ようやく戻ってきたのだから。もう、彼が嫌悪する女と偽りの関係を演じる必要もない。静華は震える手で服を整えながら、陽台のガラス越しに、彼の車が消えていくのを見つめていた。心が冷え切っていく。全身に広がる痛みは、耐えがたいほどだった。六年前。募金会の会場で彼を見た瞬間、一目惚れした。再会したのは、炎に包まれた建物の中。彼は瓦礫の下に埋もれ、炎に包まれていた。彼女は迷うことなく、命を懸けて飛び込んだ。彼が意識を失う直前、彼は囁いた。「助かったら、お前を迎えに行く。お前を一生、大事にする」……そして、目覚めた彼は、りんの婚約者になっていた。彼女は、ただの代用品になった。そして今、その代用品でいることすら終わろうとしている。……静華は涙を流しながら眠りについた。次に目を覚ましたのは、鳴り響く携帯の着信音だった。体が重く、丸まったままスマホを手に取る。画面に映った名前を見た瞬間、彼女は完全に目が覚めた。「……野崎?」彼がこんなに早く電話をかけてくる理由は、一つしかない。昨日の夜、りんが目を覚ましたばかり。彼はそんなにも急いで、彼女との関係を清算したいのか?考えているうちに、再び着
Read More
第5話
静華は、手の火傷の痛みよりも、心の痛みの方がはるかに大きいことに気づいた。りんが涙を流せば、彼はすぐに心を痛める。そうか。彼は「泣く女」が嫌いなのではなく、りん以外の女が泣くのが嫌いなのだ。「……そんな、私は……」静華は、床から這い上がるのがやっとだった。腫れ上がった手を胤道に向けて見せる。「見て、熱湯は私の手にかかったのよ……!」しかし――「どけ!」胤道は冷たく手を振り払い、彼女の火傷した手を容赦なく打ち据えた。「ッ――!」静華は、息を飲み込み、目の前が真っ白になるほどの激痛に襲われた。しかし、彼は彼女の痛みなど一切気にしなかった。「まだ言い訳するつもりか?お前はむしろ運が良かったな。これがりんにかかっていたら、たとえお前が何度死のうが足りない!さっさと消えろ!」静華が扉の外に追い出される直前、りんの瞳に、ほんの一瞬だけ勝ち誇った光がよぎった。「もういいわ、胤道」彼女はわざとらしく小さく笑い、優しく彼の腕を掴んだ。「森さんは、きっとあなたを愛しているからこそ、こうなってしまったのよ。二年間、あなたのそばにいたんだもの。どうか、怒らないであげて」「……愛?」胤道は鼻で笑った。「俺とあいつの間に『愛』なんてものは、最初から一度もなかった」彼の声は冷酷だった。「お前が目を覚ました今、あいつの存在価値なんてない。もし本家の家族が俺たちの結婚を許していれば、あんな女と結婚することすらなかったんだ」その後の言葉は、扉が閉まったため聞こえなかった。しかし、胸の中の鈍い痛みだけは、ずっと続いていた。静華は、ふらつく足を引きずりながら歩いた。献血によるめまいと吐き気が襲い、涙が止まらなかった。……どれくらいの時間が経ったのだろうか。一階のソファに身を預けていると、胤道が三階から降りてきた。そして、無造作に一枚の書類を彼女の前に投げた。「サインしろ」静華は、それを手に取る。『離婚協議書』大きく書かれた文字に、彼女の動きが止まった。顔を上げると、彼を見つめた。「でも……あなた、今日離婚はしないって……」「今すぐしないと、お前はまたりんに危害を加えるだろう?」彼は苛立たしげに言い放った。「お前がさっさと消えれば、俺と望月は元の生活に戻れる」誰が、誰に危害を加えているのか――。静華は、苦笑しそうになった。
Read More
第6話
彼女は歓喜のあまり、涙がこぼれそうになった。痛みをこらえながら、玄関へと向かう。しかし、たった数歩進んだところで、ドアが勢いよく開かれた。「胤道?」そこに立っていたのは胤道。彼の姿を見た瞬間、静華の瞳が輝いた。「胤道、聞いてほしいの……!」「黙れ。すぐに俺と来い!」彼の言葉は、まるで氷のように冷たかった。静華は、思わず足を止めた。「……何があったの?」胤道の目が、彼女を射抜くように見つめる。「りんが運転していて、人を轢き殺した。そして、ひき逃げした」静華の頭が真っ白になった。「望月が……人を殺した?」一瞬、何かが胸の奥で崩れ落ちる音がした。「当然、彼女は自首すべきよ!それなのに、どうして……」ふと、喉が詰まった。言葉が出ない。静華は、恐る恐る彼を見上げた。胤道の冷たい視線が、彼女を貫いた。「お前が罪を被れ」彼女は信じられないように彼を見つめた。「嫌だ!」静華は、絶望の中で叫んだ。「どうして!?なぜ望月が人を殺したのに、私が刑務所へ行かなきゃならないの!?何の罪もないのに!!」「お前は、二年間、彼女の『居場所』を奪っていた」彼はまるで当然のことのように言った。「それに、防犯カメラの映像には彼女の姿が映っている。お前とりんはそっくりだ。誰も区別がつかない」「ならば、真実を話せばいい!」静華は息を荒げながら訴えた。「私は望月じゃない!彼女とは別の人間なの!それに……!」彼女の胸の奥から、長年押し殺してきた言葉が溢れ出る。「何が彼女の『居場所』を奪っていた?六年前にあなたを火の中から助けたのは、私よ!あなたを命がけで救ったのは、私だったのよ!!」その言葉に、彼がどんな反応を示すのか――彼女は一縷の希望を抱いた。しかし。彼は、眉一つ動かさなかった。「やっぱりな」彼は、まるで何かを確信したかのように、吐き捨てた。「軽柔の言っていた通りだ。お前は、彼女が六年前に俺を救ったと知り、それを自分のものにしようとしているんだな。どこまでも浅ましい女だ」「……な、何を言ってるの?」「もしお前が本当に俺を助けたのなら、なぜこの二年間、一度も口にしなかった?お前なら、世界中に触れ回っていただろう?」静華の涙が、零れ落ちた。言おうとした。何度も。だが、彼はいつも彼女を拒絶した。「お前の声を聞きたくない
Read More
第7話
胤道はようやく静華が言ったことは「罪を被る」ということ。しかし、彼の前から消えるって話を信じなかった。この女は、まるで犬のように彼に執着していた。どれだけ罵倒しようが、どれだけ拒絶しようが、決して離れなかった。ましてや、彼の子供を身ごもっているのに、簡単に出ていくはずがない。それでも、罪を被ることを承諾したのだから、気を良くした。「安心しろ」彼は少しばかり声を和らげた。「お前が素直にりんの罪を被るなら、死なせたりはしない。五ヶ月もすれば、俺が何とかして出してやる」「お前の母親も、ちゃんと迎えを寄越す」しかし、電話の向こうからは、何の返事もなかった。胤道は元々、長々と話すのが好きではない。これだけ言えば十分だろう。「とにかく、すぐに警察に自首しろ。 もういいな?俺は会議中だ」「……野崎」電話を切る直前――彼は、女の悲痛な声を聞いた。「二度と会わない」胤道の眉が動く。次の瞬間、通話は切れた。彼は無意識に、スマホを見つめた。なぜか、心の奥に妙なざわつきが生まれる。「二度と会わない?」たかがこの程度で、あの女が本当に彼を諦めるとでも?違う。この二年間、静華はどんな屈辱にも耐えていた。今さら彼に見捨てられることを怖がらないはずがない。どうせまた、哀れな振りをして同情を買おうとしているだけだろう。それに、彼女が手を引くならば、これほど都合のいい話はない。「野崎様」側にいた佐藤が声をかける。「会議が続いております」胤道はスマホをしまい、会議室へと戻った。……静華は電話を切ると、何の迷いもなくタクシーを拾った。そして――警察署へ向かった。受付に立ち、彼女は静かに口を開く。「私は、望月です。今日の交通事故を引き起こした張本人です。責任を問われるのが怖くて、逃げました。でも、もう逃げません。罪を認めます。逮捕してください」彼女の声は空虚だった。被害者の遺族が駆け込んできた。怒り狂った遺族たちが、彼女に拳を振り下ろした。何度も、何度も。彼女は倒れ、蹴られ、殴られた。しかし、彼女はただひたすらに腹を庇った。腹の子だけは、何としても守らなければならない。事件のニュースは瞬く間に広がった。世間が騒ぐ中、静華は拘留され、刑務所へ送られた。「入れ」冷たく湿った廊下を進み、鉄格子の扉が開いた。
Read More
第8話
静華は一瞬、何が起きたのか分からなかった。次の瞬間、足首が掴まれ、無理やり床へと引きずり倒された。「やめて!やめて!!」彼女の悲鳴は、誰にも届かない。「あの子まだ生きてんのか?」リーダー格の女が舌打ちしながら罵る。「もう二ヶ月も経ったってのに、まだ流れねぇのかよ? しぶといガキだな。さっさと消えろってのに、なんでまだしがみついてんだか」言葉の意味を理解した瞬間、静華の目が大きく見開かれた。「お願い……お願いだからやめて!!」彼女は泣きながら、床に額をつけた。「この子は何も悪くないの!お願いだから……!」「ガキは無実かもしれねぇけど、お前は無実じゃねぇんだよ。お前が野崎様に執着したから、こうなったんだろ? いい加減、身の程をわきまえろよ。それにな、野崎様はお前のことも、この子のことも、とっくに要らねぇって言ってたぜ。だから、さっさと処分する」「野崎は言っていた!子供は殺させない!五ヶ月経てば、外に出してやるって!」この二ヶ月間、どれだけ殴られても、蹴られても、看守は見て見ぬふりをしていた。それもそのはず。ここまで好き放題にできるのは、あの男しかいない。野崎胤道。もう罪を被ったのに、彼はそれでも許さないの?そんなに彼にとって、汚らわしい存在なの?「あああああ!!」静華は泣き叫んだ。内臓を締め付けるような激痛が走り、全身が硬直する。「やばい、こいつ発狂した!」「抑えろ!口を開けさせろ!!」何人かが飛びかかり、彼女を押さえつける。ポケットから取り出された白い錠剤が、無理やり彼女の口へ押し込まれた。静華は必死に抵抗し、リーダー格の女は苛立ち、躊躇なく彼女の腹を蹴り上げた。鋭い痛みが全身を駆け巡る。子宮をねじ切られるような激痛に、静華の身体は硬直した。その隙に、彼女の顎を無理やりこじ開け、白い錠剤を喉の奥へと押し込む。「そうだ」静華の両腕を押さえていた短髪の女が、リーダー格の女に向かって意味ありげな視線を送る。「野崎様の言葉、覚えてる?『こいつには、この顔は似合わない』『こんな顔で生きてるのが許せない』どうせなら、この機会にやっちゃえば?」リーダー格の女の目が輝いた。「……確かにね」枕の下から取り出されたのは、鋭利なガラスの破片。「どうせ殺人犯だし、綺麗な顔なんていらないでしょ?」静華の顔に
Read More
第9話
彼女の瞳は焦点を結ばず、何の反応も示さなかった。医者は口元を覆い、思わず息を詰めた。目の前の女性は、無数の傷痕と、すでに酷く損なわれた顔をしていた。何と声をかければいいのか、言葉が見つからなかった。静華はなおも尋ねた。「先生? そこにいるの?」手を伸ばしかけたが、何かを悟ったように、慌てて引っ込める。声が震えた。「電気……電気のスイッチはどこ? 暗すぎる! つけなきゃ……つけなきゃ……!」掛け布団を跳ね除け、急いでベッドを降りようとした――その瞬間。ガシャン!!脇にあったカートにぶつかり、薬瓶が床に散らばる音が響く。そのまま、重く床に倒れ込んだ。「危ない!」医者はすぐに駆け寄り、彼女を支えた。「気をつけて! ここにはカートがあって、歩き回るのは危ないの!」静華は、痛みを堪えながら、震える声で言った。「薬瓶……どこ? 先生、どうして見えないの? 真っ暗ですよね? 停電してるんですよね? 電気が戻れば、きっと見えるはず……ですよね?」医者の目に、涙が滲んだ。それを悟られまいと、必死で優しく言った。「まずは落ち着いて。すぐに検査しましょう。おそらくは神経の圧迫による一時的な失明だと思うの。適切な治療を受ければ、きっと回復するはずだから、怖がらないで」静華の唇が震えた。怖がらないで?怖くないわけがない。刑務所に入って二ヶ月――尽きることのない屈辱を受け、子供を失い、そして今、目まで見えなくなった。彼女は喉を震わせながら、嗚咽を漏らした。「お願い……お願いだから、目を治してください……私はもう、何も持っていないの……!」医者はできる限りの診察をした。しかし――結果は絶望的だった。この環境では、彼女を治療することは不可能だった。医者は唇を噛み、決意する。「私が上に掛け合うわ。あなたを外の病院に移してもらえるように。だから、それまで待っていて」そう言って、彼女の肩を優しく叩き、病室を出た。静華は、止まらない震えの中で、そっとお腹に手を当てた。そこには、何もなかった。かつて宿っていた命は、胤道の命じた拷問の中で、ついに絶えてしまった。この子は、もしかしたら生まれてはいけない存在だったのかもしれない。しかし――なぜ、こんな形で終わらなければならなかったのか。なぜ、これほどまでに残酷な結末を迎えなけれ
Read More
第10話
静華は手続きを終えた後、警察官に尋ねた。「すみません、電話をかけてもらえますか?」「構いませんよ」彼女が番号を伝えると、電話は通じなかった。警察官は不思議そうに首を傾げる。「この番号、もう使われていませんよ。一体誰にかけようとしているんです?」「森梅乃」静華の声がかすかに震えた。「私の…義理の母です」「義理の母?」警察官がその名に聞き覚えがあるような顔をし、隣の死亡報告書をめくると、そこには「森梅乃」の名前がはっきりと記されていた。彼は一瞬動きを止めた。静華は拳をぎゅっと握りしめ、不安げに尋ねる。「彼女は…今、元気ですか?新しい番号に変えただけでしょうか?住所は分かりますか?」警察官たちは互いに視線を交わし、言葉を濁した。静華は焦りを募らせ、「住所を教えてください。会いに行きたいんです」と、懇願するように言った。その後、彼女は警察に頼んで東区行きのバスに乗せてもらった。車内では乗客たちのささやき声が絶えなかったが、彼女は何も聞こえないふりをして、ただひたすら手すりを握りしめる。お母さん、帰ってきたよ。胤道は約束を破った。5ヶ月で出られるはずが、8ヶ月もかかった。それでもいい、母親さえ生きていてくれれば、それでいい。バスを降りた後、見知らぬ街の環境に戸惑った。彼女は目が見えないので、周囲の音に耳を澄ませ、人の気配を感じると、手を伸ばして声をかけた。「すみません、ちょっとお尋ねしたいのですが――」「うわっ、気持ち悪い!近寄らないで!」女の悲鳴が響いた。その女性は静華を力任せに突き飛ばした。路肩に倒れ込んだ彼女は、無意識に顔に触れる。傷跡だらけの皮膚に触れた彼女は、唇を噛みしめながら顔を上げた。「ごめんなさい…ただ道を聞きたかっただけなんです――」しかし、彼女が顔を見せた瞬間、女性は恐怖に駆られたように後ずさり、隣にいた男は露骨に嫌悪感を示して、彼女を足蹴にした。「どこの化け物だよ!気色悪い!とっとと消え失せろ!また近づいてきたら、ぶっ殺すぞ!」男は拳を振り上げたが、女を抱き寄せて立ち去ってしまった。静華はそんな反応にはもう慣れていた。再び他の人に道を尋ねようとするが、皆、一様に嫌悪を露わにした。「うわっ、顔がグロすぎる!なんでそんな顔で外を歩けるの?」「精神病院から逃げてきたんじゃない?」「俺ならこんな顔になっ
Read More
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status