Mag-log in너만을 위한 배터리가 되기 위해 회귀했다. 도S 천재 투수 유환을 사랑하는 도S 천재 포수 장하늘. 과연 우린 그라운드에서도 침대에서도 환상의 배터리가 될 수 있을까? --------------------- *이 작품은 본 작가가 [주은찬] 필명으로 출간한 [환장의 퍼펙트 배터리]의 스핀오프 작품입니다. *Image by whif.io(위프 플랫폼 제공/캐릭터 상품화 계약 완료)
view moreDi sudut kota Makassar, dalam sebuah rumah tua yang dikelilingi oleh pepohonan rimbun, hidup dua pemuda bersaudara, Aaron dan ILHAM. Rumah itu, terletak di kawasan Tamalate yang dikenal angker oleh penduduk sekitar, menjadi tempat mereka berteduh sejak kecil. Sejak orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan misterius, Aaron dan ILHAM memutuskan untuk mempelajari ilmu supranatural guna melindungi diri dan membantu sesama.
Malam itu, angin bertiup kencang, memecah keheningan malam di rumah tua itu. Aaron, yang berusia lebih tua, duduk bersila di ruang tengah yang diterangi oleh cahaya temaram dari lilin yang menyala di sudut ruangan. Di hadapannya, terbuka kitab kuno yang ditulis dalam aksara Jawa. ILHAM, adik bungsunya, duduk di sebelahnya, menatap kakaknya dengan penuh keseriusan.
"Kak, apa benar kita bisa menggunakan ilmu ini untuk menolong orang?" tanya ILHAM, suaranya sedikit bergetar. Aaron mengangguk, matanya masih terpaku pada kitab di depannya.
"Ilmu ini adalah warisan leluhur kita. Bukan untuk menyakiti, tapi untuk melindungi. Namun, kita harus selalu ingat untuk menggunakan bacaan Islami sebagai perlindungan. Guru kita sudah mengajarkan itu," jawab Aaron dengan nada tenang.
ILHAM menatap kakaknya, merasa sedikit lega. Sejak mereka memulai perjalanan ini, banyak hal aneh yang mereka alami. Namun, ILHAM percaya pada kakaknya dan pada ilmu yang mereka pelajari dari guru mereka, seorang ulama dan ahli spiritual dari sebuah pesantren di Maros.
Malam semakin larut, dan suara burung hantu yang melengking terdengar dari kejauhan. Aaron menutup kitabnya dan berdiri. "ILHAM, sudah saatnya kita melakukan doa malam. Mari kita persiapkan diri," katanya sambil berjalan menuju sebuah ruangan kecil di ujung rumah yang mereka jadikan tempat ibadah.
Mereka berdua mengambil air wudhu dan mulai melafalkan doa-doa, diiringi dengan dzikir. Suasana yang semula tenang tiba-tiba berubah mencekam ketika angin bertiup lebih kencang, dan pintu ruangan berderit pelan, seperti ada sesuatu yang berusaha masuk.
Aaron dan ILHAM segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres. ILHAM bisa merasakan hawa dingin yang tiba-tiba menyelimuti ruangan itu. "Kak, kamu merasakan ini?" tanyanya dengan suara rendah.
Aaron mengangguk, matanya waspada. "Tetap tenang. Jangan biarkan rasa takut menguasai dirimu," bisiknya sambil melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari lorong depan. Aaron segera menoleh, matanya menyipit menatap kegelapan di luar pintu ruangan. "Siapa di sana?" teriaknya, namun hanya keheningan yang menjawab.
ILHAM, yang duduk di sampingnya, mulai merasakan kehadiran sosok lain di dalam rumah mereka. "Kak, sepertinya ada yang masuk," bisiknya. Aaron mengangguk dan mengambil sebuah keris pusaka yang tergeletak di sampingnya, keris yang diberikan oleh guru mereka sebagai pelindung dari makhluk halus.
Mereka berdua keluar dari ruangan ibadah, berjalan perlahan menuju lorong. Di ujung lorong, tampak bayangan seorang wanita berdiri membelakangi mereka. Gaun putihnya yang panjang menyentuh lantai, dan rambutnya yang terurai menutupi wajahnya. Aaron menelan ludah, mencoba mengendalikan rasa takut yang mulai merayap.
"Siapa kamu?" tanya Aaron dengan suara tegas, namun wanita itu tidak menjawab. Sebaliknya, dia mulai berbalik perlahan, menampakkan wajahnya yang pucat dengan mata yang kosong.
ILHAM mundur beberapa langkah, merasakan bulu kuduknya meremang. "Kak, itu bukan manusia," bisiknya.
Aaron mengangguk, lalu dengan cepat melafalkan ayat Kursi dengan lantang. Wanita itu menjerit dengan suara yang memekakkan telinga, tubuhnya bergetar hebat sebelum akhirnya lenyap dalam sekejap, meninggalkan aroma anyir di udara.
Mereka berdua berdiri di sana, terdiam dalam ketegangan yang mencekam. ILHAM menoleh kepada kakaknya, matanya penuh ketakutan. "Kak, ini baru permulaan, bukan?" tanyanya.
Aaron menghela napas panjang. "Iya, ILHAM. Sepertinya ada sesuatu yang ingin menguji kita. Tapi kita tidak boleh takut. Kita harus kuat, karena tugas kita adalah melindungi," jawabnya dengan suara tegas.
***
Malam berikutnya, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah guru mereka, Ustadz Abdullah, yang tinggal di pinggiran kota. Aaron dan ILHAM merasa ada sesuatu yang harus mereka tanyakan tentang kejadian malam sebelumnya.
Ketika mereka tiba di rumah Ustadz Abdullah, suasana di sana terasa lebih tenang, seakan semua masalah duniawi tidak memiliki tempat di dalamnya. Ustadz Abdullah menyambut mereka dengan senyum hangat, namun wajahnya berubah serius ketika mendengar cerita mereka.
"Anak-anakku, kalian sedang diuji. Apa yang kalian alami adalah bagian dari perjalanan kalian. Kalian telah memilih jalan ini, dan akan banyak rintangan yang harus kalian hadapi," kata Ustadz Abdullah dengan nada bijak.
Aaron dan ILHAM mendengarkan dengan penuh perhatian. "Apa yang harus kami lakukan, Ustadz?" tanya Aaron.
"Kalian harus memperkuat dzikir dan selalu menjaga niat. Bacaan Islami yang kalian lafalkan adalah perlindungan terkuat kalian. Dan ingat, jangan pernah biarkan rasa takut menguasai hati kalian," jawab Ustadz Abdullah.
Malam itu, setelah memberikan beberapa amalan tambahan, Ustadz Abdullah mengantarkan mereka ke pintu. "Ingatlah, anak-anakku, kalian tidak sendiri. Ada banyak makhluk di sekitar kita, yang baik maupun yang jahat. Tetap waspada, dan jangan lengah," pesannya sebelum mereka pergi.
***
Ketika Aaron dan ILHAM kembali ke rumah, mereka merasa lebih tenang. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Malam berikutnya, setelah mereka melakukan ibadah malam, ILHAM mendengar suara bisikan di telinganya. Bisikan itu begitu jelas, seolah-olah ada seseorang yang berdiri tepat di sampingnya.
ILHAM membuka mata dan melihat sekeliling, namun tidak ada siapa-siapa. "Aaron, kamu dengar itu?" tanyanya, suaranya bergetar.
Aaron menggeleng. "Apa yang kamu dengar, ILHAM?"
"Sepertinya ada yang berbisik di telingaku. Tapi aku tidak bisa mengerti apa yang dikatakannya," jawab ILHAM dengan wajah pucat.
Aaron merasakan kegelisahan yang sama. Dia berdiri, meraih keris pusaka di dekatnya, dan mulai melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an. ILHAM mengikuti, namun bisikan itu semakin kencang, seakan mengejek mereka.
Malam itu, tidur mereka tidak tenang. Suara bisikan dan bayangan aneh terus menghantui mereka. Hingga pada suatu titik, ILHAM merasakan ada sesuatu yang menarik selimutnya dengan paksa. Dia terbangun dengan kaget dan melihat bayangan hitam berdiri di ujung ranjangnya, menatapnya dengan mata merah menyala.
Aaron terbangun oleh suara jeritan ILHAM dan segera melafalkan doa perlindungan. Bayangan hitam itu perlahan memudar, namun meninggalkan kesan mendalam pada ILHAM yang masih gemetar ketakutan.
"Kak, aku tidak tahu apakah kita bisa terus menghadapi ini," ucap ILHAM dengan suara lemah.
"Kita harus bisa, ILHAM. Kita tidak punya pilihan lain," jawab Aaron, matanya memandang keluar jendela yang tertutup. Di luar, angin malam kembali bertiup kencang, membawa serta misteri yang belum terungkap.
Aaron tahu, bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai, dan apa yang mereka hadapi hanyalah permukaan dari kegelapan yang lebih dalam. Sebuah kekuatan yang jauh lebih besar tengah mengintai, menunggu saat yang tepat untuk menyerang. Dan Aaron serta ILHAM harus bersiap menghadapi apa pun yang akan datang.
우리 독자님들, 진심으로 이 글을 읽어주셔 감사합니다. 제 인생의 첫 BL이자, 스포츠 물도 처음이라 많이 서툴고 부족한 부분이 많았습니다. 그래도 열정 만큼은 최고로! 실제로도 야구 광팬이라서... 즐겁게 창작하였습니다. 이 글이 훗날 인기가 많아지고 또 여러분들이 그 뒷 이야기가 궁금하다고 한다면 다른 글들 다 완결 지어 놓고 외전으로 올 수도 있고, 시즌 2로 올 수도 있습니다. 하하!(희망사항이요.)다음 생애가 있다면, 정말 운동 잘하는 사람으로 태어나고 싶다~ 할 정도로 현재 제 몸은 운동 신경도 없거니와 건강도 허락되지 않아 아쉬움이 조금 있습니다. 하하! 그러나, 이렇게 글이라도 쓸 수 있는 취미가 있어 얼마나 다행이게요.제 2의 인생을 살아갈 수 있으니까요.작품 속에 장하늘의 마음을 이입해 보기도 하고, 유환이 되어 장하늘을 사랑해 보면서 글을 이어 나갔습니다. 끝까지 읽어주셔 감사합니다. 저는 다국어 버전 완결을 이번주에 지어 놓고 완결 딱지를 붙일 예정입니다. 굿노벨에 꾸준하게 작품이 올라올 예정이니... 앞으로도 많은 사랑 부탁드립니다. [silver구슬] 잊지 마시고... 아, 저 작가는 한번 시작하면 완결 때리는 구나! 믿고 다른 작품도 달려와 주시기 바랍니다. 이 글을 도전하라고 격려해주신 Yino 편집자님께 감사드리며~~, 저는 차기작으로 인사드리겠습니다. 저는 예전에 글을 많이 써 놓고 이제서야 하나둘 출간하게 되어 소설계에서는 초보작가입니다. 웹소설을 전혀 읽지 않고 종이책만 읽어서 다른 분들의 글과는 결이 좀 다릅니다. 심지어 제가 읽은 장르도 형사물, 판타지물, 영미문학, 북유럽 쪽 스릴러, 일본 쪽 미스터리 등.그래서 저의 글은 나름의 개성이 묻어 있습니다. 요원이 주인공인 르와르 풍의 남장여인 삼각관계 로맨스... [닥치고 내게로 와!] ~~4번째 회귀한 천재 작곡가 기억상실 임신녀 경신의 로코 이야기 [아기를 품은 앙큼한 그녀] ...그리고 남장 하인에서 소드마스터, 대마법사가 되는 라이
우리 독자님들, 진심으로 이 글을 읽어주셔 감사합니다. 제 인생의 첫 BL이자, 스포츠 물도 처음이라 많이 서툴고 부족한 부분이 많았습니다. 그래도 열정 만큼은 최고로! 실제로도 야구 광팬이라서... 즐겁게 창작하였습니다. 이 글이 훗날 인기가 많아지고 또 여러분들이 그 뒷 이야기가 궁금하다고 한다면 다른 글들 다 완결 지어 놓고 외전으로 올 수도 있고, 시즌 2로 올 수도 있습니다. 하하!(희망사항이요.)다음 생애가 있다면, 정말 운동 잘하는 사람으로 태어나고 싶다~ 할 정도로 현재 제 몸은 운동 신경도 없거니와 건강도 허락되지 않아 아쉬움이 조금 있습니다. 하하! 그러나, 이렇게 글이라도 쓸 수 있는 취미가 있어 얼마나 다행이게요.제 2의 인생을 살아갈 수 있으니까요.작품 속에 장하늘의 마음을 이입해 보기도 하고, 유환이 되어 장하늘을 사랑해 보면서 글을 이어 나갔습니다. 끝까지 읽어주셔 감사합니다. 저는 다국어 버전 완결을 이번주에 지어 놓고 완결 딱지를 붙일 예정입니다. 굿노벨에 꾸준하게 작품이 올라올 예정이니... 앞으로도 많은 사랑 부탁드립니다. [silver구슬] 잊지 마시고... 아, 저 작가는 한번 시작하면 완결 때리는 구나! 믿고 다른 작품도 달려와 주시기 바랍니다. 이 글을 도전하라고 격려해주신 Yino 편집자님께 감사드리며~~, 저는 차기작으로 인사드리겠습니다. 저는 예전에 글을 많이 써 놓고 이제서야 하나둘 출간하게 되어 소설계에서는 초보작가입니다. 웹소설을 전혀 읽지 않고 종이책만 읽어서 다른 분들의 글과는 결이 좀 다릅니다. 심지어 제가 읽은 장르도 형사물, 판타지물, 영미문학, 북유럽 쪽 스릴러, 일본 쪽 미스터리 등.그래서 저의 글은 나름의 개성이 묻어 있습니다. 요원이 주인공인 르와르 풍의 남장여인 삼각관계 로맨스... [닥치고 내게로 와!] ~~4번째 회귀한 천재 작곡가 기억상실 임신녀 경신의 로코 이야기 [아기를 품은 앙큼한 그녀] ...그리고 남장 하인에서 소드마스터, 대마법사가 되는 라이
5월의 열기가 그라운드 위로 절정에 달해 흐르던 어느 날.전국 대학야구 대회, 대망의 결승전 날이 밝았다.구름 관중을 몰고 다니는 S대 야구부 ‘마구마구’는 이제 단순한 동아리 수준을 넘어, 대한민국 대학야구의 찬란한 르네상스를 불러온 주역이 되어 있었다. 경기장 주변은 이른 아침부터 몰려든 인파로 인산인해를 이루었고, 언론 매체들은 마운드에 오를 유환과 장하늘의 일거수일투족을 담아내기 위해 열띤 취재 경쟁을 벌였다.[퍼펙트 배터리의 귀환! 과연 기적의 우승을 거머쥘 것인가!][새내기 괴물 투수 유환과 지략가 포수 장하늘, 그들의 매직은 오늘도 유효한가!][160km의 광속구를 뿌리는 유환과 완벽한 볼 배합의 장하늘, 전 구단 스카우트 집중!][오늘 경기에는 U그룹 유준철 회장과 유도완 사장도 귀빈석에서 관람할 예정이라 전해져···.]각종 포털 사이트의 실시간 검색어를 장악한 ‘마구마구’의 위세는 그야말로 압도적이었다.“야! 너희 둘!” “일주일 내내 연락도 안 되고 대체 어디 있었어?” “오늘 경기 못 나오는 줄 알고 우리가 얼마나 가슴 졸였는지 알아?”더그아웃에 나타난 장하늘과 유환을 보자마자, 모두들 헐레벌떡 달려와 소리를 질렀다.연습하러 한번 학교에 나오지도 않고, 심지어 문자 답신도 없어 모두들 걱정이 이만저만 아니었다.“휴, 난 너희 없이 오늘 사형장에 끌려가는 줄 알았다니까. 다행이다, 진짜로 나타나 줘서.”최우현도 떨리는 가슴을 쓸어내리며 장하늘의 곁으로 다가왔고, 안색이 흙빛이었던 김강무는 그제야 안도의 한숨을 내쉬며 살얼음이 가득한 스포츠음료를 건넸다.“왔으면 됐지. 다들 이거나 마셔.”장하늘은 일주일 내내 유환과 지독하게 엉겨 붙어 있었다는 말은 입 밖으로 내지 못한 채, 애꿎은 유환의 눈치만 살피며 어색하게 웃었다.“선배님들, 정말 죄송합니다. 어쩌다 보니 개인적인 사정이 좀 있어서··· 하하.”장하늘은 멀찍감치 서 있는 서정우를 향해 은밀하게 고맙다는 눈인사를 보냈다. 서정우 역시 의미심장한 미소를
다음 날.폭풍우가 휩쓸고 간 자리는 기이할 정도로 고요했다.창문을 부술 듯 두드리던 사나운 빗줄기는 흔적도 없이 증발했고, 비에 젖은 흙내음과 농밀한 습기를 머금은 공기는 오히려 달큼한 향취를 풍겼다.유환과 장하늘은 약속이라도 한 듯 가벼운 옷차림으로 호텔 뒤편의 한적한 산책로를 따라 걸었다. 멀리 인천공항 활주로에서는 짐승의 숨소리 같은 엔진음을 내뿜으며 거대한 비행기들이 솟구쳐 올랐고, 점멸하는 불빛들이 유성처럼 밤하늘을 가로지르고 있었다.“장하늘, 허리 안 아파? 새벽에 좀 심하게 몰아붙인 것 같아서.”유환이 입가에 능글맞은 미소를 매단 채 장하늘의 어깨에 자연스럽게 팔을 둘렀다. 장하늘은 뒷덜미까지 확 달아오르는 열기를 느끼며 녀석의 옆구리를 팔꿈치로 툭 쳤다.“···조용히 해. 보는 사람이라도 있으면 어쩌려고.” “이 시간에 여길 누가 와. 우리밖에 없어. 그리고 먼저 유혹한 건 너잖아.”유환은 기다렸다는 듯 장하늘을 제 품으로 더욱 바짝 끌어당겼다. 장하늘은 툴툴대면서도 녀석의 단단한 흉곽에서 느껴지는 온기에 슬그머니 몸을 기댔다. 규칙적으로 고동치는 유환의 심장 박동이 귓가를 울릴 때마다, 유리그릇처럼 위태롭게 흔들리던 장하늘의 영혼이 비로소 안식처를 찾은 듯 차분히 가라앉았다.두 사람은 산책로 끝단, 바다와 하늘이 맞닿은 전망대 앞에 멈춰 서서 밤하늘을 올려다보았다. 구름 사이로 수줍게 고개를 내민 달빛이 검은 바다 위에 은색 비늘을 뿌려놓은 듯 부서지고 있었다.장하늘이 낮게 읊조렸다. 전생의 잔혹한 굴레, 머지않아 닥쳐올 비극의 예언, 그리고 유준철 회장의 서슬 퍼런 압박까지. 그 모든 중압감이 이 광활한 밤하늘 아래서는 한낱 흩어지는 먼지처럼 작게만 느껴졌다. 유환은 장하늘의 손가락 사이사이로 제 손가락을 깊숙이 얽어매며 뼈마디가 하얗게 질릴 정도로 힘을 주어 잡았다.“오늘 오후에 미국 갔다가 실컷 잘 놀다 오자.” “떠나려고 했던 시도가 너랑 추억이나 쌓는 이벤트가 되다니.”장하늘의 고백에 유환은 잠시 걸음
시야가 닿지 않는 저 음습하고 은밀한 후미진 구석.어제의 파렴치했던 환상이 다시금 생생하게 재생되자, 맥동하는 아랫도리가 기다렸다는 듯 반응을 보이기 시작했다.‘이 미친 몸뚱어리가……! 생각도 녀석, 몸도 녀석. 나 진짜 미쳐버린 건가!’유환은 하마터면 눈앞의 철제 의자를 박살 낼 듯 주먹을 움켜쥐었다.난잡한 호색한도 아니거늘, 꿈속에서 장하늘에게 저질렀던 그 외설적인 행위들이 떠올라 홧홧한 열기가 뺨으로 번졌다. 이성과 본능이 장하늘이라는 덫에 걸려 제 기능을 상실하고 있었다.유환은 거칠게 심호흡을 하며 달아오른 열기를
S대로 향하는 내내 유환은 속내가 뒤틀려만 갔다.가죽 핸들을 쥔 손바닥이 축축한 땀으로 미끌거렸지만, 뇌리에 박힌 장하늘의 잔상은 지워지지 않아 액셀을 밟는 발끝에만 신경질적인 힘이 실렸다.머릿속은 여전히 장하늘 뿐이었다. 점점 바보가 되어가는 자신이 그래서 더 짜증났다.장하늘의 리드는 단순한 사인이 아니었다. 그것은 타자의 뇌를 해부하고 심리를 난도질하는 집도의의 메스와 같았다. 마운드 위에서 누구보다 오만하게 군림해야 할 유환조차 그의 미트 끝에 조종당하는 꼭두각시가 된 듯한 기분, 그것이 참을 수 없는 굴욕이자 분노
지금쯤 유환도 합격 통보를 받고 먼저 그라운드에 도착해 그 거대한 몸을 풀고 있을 것이다.만약 자신이 가지 않는다면, 녀석의 공은 경영학과 3학년 유경호가 받아내게 되겠지.수려한 외모에 유들유들한 성격, 여자들의 선망을 한 몸에 받는 재벌가 막내아들 유경호를 떠올리자 장하늘의 속이 비틀렸다.‘아, 정말 싫다.’두 사람이 섞이는 꼴은 죽어도 보기 싫은데, 엊그제 겪은 그 껄끄러운 사건이 자꾸만 마음을 짓눌렀다.“에취! ……에취!”동기들의 시선이 따갑게 꽂혔다. 강의 종료를 알리는 시각이 임박해 오고 있었다.유경호라는 존
“헉! 헉! 헉!”침대 시트마저 눅눅한 비에 젖은 듯 축축한 습기를 머금고 있자, 살갗에 닿는 그 서늘한 감각에 장하늘은 신음 섞인 비명을 삼키며 입술을 깨물었다.천천히 일렁이는 시야를 열었다. 오피스텔 천장의 익숙하고도 단조로운 무늬가 망막에 박히자, 그제야 지독한 현실로 생환했음을 깨달았다.식은땀이 척추를 타고 끈적하게 흘러내렸다. 꿈속에서 유환의 거친 열기가 스쳤던 자리가 화상이라도 입은 듯 뜨거워 장하늘의 등줄기는 전율로 팽팽하게 굳어졌다. 차갑게 젖은 얼굴이 델 듯한 숨결과 함께 코앞까지 다가왔던 그 찰나의 순간.
Rebyu