Nafsu Istri Muda

Nafsu Istri Muda

Oleh:  Jernita S. Nita  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.3
Belum ada penilaian
233Bab
516.4KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Jangan anggap aku sebagai wanita lain, karena aku yang akan melahirkan anak untuk kau tuan Reyhan yang terhormat !!! Apa kau mengerti honey ?"Aku menikahi kamu bukan untuk memuaskan nafsumu tetapi untuk mendapatkan seorang anak, kau harus tau batasannya""Kau harus menuruti apa yang aku inginkan, jika kamu ingin mendapatkan anak"

Lihat lebih banyak
Nafsu Istri Muda Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
233 Bab
Bab 1
"Jangan memukuli ayahku!!! Aku akan membayar semua kerugian yang dibuat oleh ayahku," ucap seorang wanita cantik yang memiliki rambut panjang berwarna hitam, kulit putih, mata yang biru, hidung yang mancung di salah satu Bar, sambil memeluk ayahnya. "Kami bisa melepaskan ayah nona ? Jika nona bisa membayar semua tagihan bilnya, jika tidak kami akan membawanya ke kantor polisi," ucap salah satu petugas Bar.   "Beri aku waktu tuan, aku pasti akan membayarnya," sambil memeluk ayahnya yang sudah terbaring tak berdaya karena sudah terlalu banyak mengeluarkan darah dari kening dan bibir akibat pukulan yang bertubi-tubi. "Baik nona, silakan ikut dengan saya ke ruangan bapak Manager. Nona bisa meminta langsung kepada atasan kami," Di ruangan itu begitu banyak orang, tetapi tidak ada yang peduli, hanya satu wanita cantik yang bersedia membantunya. "Pergilah Ira, temui Bapak Manager, dia pasti mengerti keadaan kamu saat ini, saya akan menem
Baca selengkapnya
Bab 2
Zeira berlari menuju ruangan di mana ia meninggalkan ayahnya, namun dari pintu dia sudah melihat Vivi sedang mengobati luka yang ada dikening ayahnya. "Terima kasih Vi kamu sudah menemani  ayahku."   "Tidak perlu mengatakan terima kasih, sebagai seorang sahabat, sudah sepantasnya harus saling menolong. Oh iya, saya akan memesan taxi untukmu, dan bawalah paman ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan." ucap Vivi sambil menekan tombol yang ada di layar ponsel dengan jarinya yang ramping.   Zeira mengganggukan kepalanya "Baik Vi, saya akan membawa ayah."   Vivi memasukkan tangan ke dalam saku celana dan mengambil sesuatu dari dalam dan memberinya ke tangan Zeira. "Apa ini Vi?"    "Sudah pakai saja dulu, aku tahu saat ini kamu belum gajian." tentu saja Vivi tahu kalau Zeira belum gajian, sebab Zeira gajian setiap tanggal 1 sedangkan sekarang masih tanggal 25.   "Tetapi...
Baca selengkapnya
Bab 3
Kring.....kring.....kring.....suara nyaring membangunkan Zeira dari mimpi indanya, setiap hari Zeira selalu memasang alaram di ponselnya, supaya dirinya tidak terlambat bangun untuk berangkat bekerja.   Mendengar nada itu, dia langsung membuka kedua bola mata birunya dan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mulai menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Rizal.    Setelah selesai menyiapkan sarapan, dia menuju kamar rizal, namun saat membuka pintu, dia melihat ayahnya sedang tidur, dia mengurungkan niatnya untuk membangunkan rizal, lalu ia kembali kemeja makan untuk sarapan.   Setelah selesai sarapan dia bersiap untuk berangkat bekerja, dia hanya meninggalkan satu lembar kertas diatas meja.   * Ayah aku berangkat bekerja, ayah jangan lupa makan dan minum obat dan jangan keluar dari rumah sebelum aku pulang bekerja *   Setelah sampai di Swalayan tempat ia bekerja
Baca selengkapnya
Bab 4
Setelah sampai di depan pintu ruangan Direktur, Zeira merasakan sesak di dalam dadanya. Dia merasa takut untuk berhadapan dengan seorang bos besar.   Rian membuka pintu dan mempersilakan Zeira untuk masuk. " Silahkan masuk nona". Nada itu terdengar seperti mencibir di telinga Zeira.   Dengan rasa takut namun dia memberanikan diri untuk berjalan memasuki ruangan itu, dan dia tidak berani untuk melihat kearah depan, Zeira  hanya menundukkan kepala dan  berjalan.   " Permisi bos !! Ini dia anak dari sipengacau itu. Ucap Rian dengan sopan.   "Hmm" jawaban singkat dari bibir manis seorang pria yang memiliki wajah tampan, tinggi, putih, memiliki mata abu-abu cerah. " Baik kamu bisa pergi "   Saat Rian pergi meninggalkan ruangan itu ? Jantung Zeira berdegup kencang, karena hanya mereka berdua yang ada di dalam ruangan itu.   "Hmmmmm..... Bagaimana nona ? A
Baca selengkapnya
Bab 5
" Rian.... Apa yang kamu lihat ke pintu ? Di sana tidak ada siapa-siapa !"    " Ha......a....a... " Jawab Rian Terbata-bata "   " Dasar aneh " ucap dalam hati zeira." Tuan Rian saya kesini......." Dia belum selesai berbicara, tetapi Rian sudah menjawabnya. " Ya saya tahu, kamu masuk bekerja mulai jam 8 malam sampai jam 4 pagi, tugasmu di bagian kasir, Vivi akan mengajari kamu "   " Baik tuan Rian " ucap Zeira dengan senyum    " Waktu itu kamu memanggil saya Bapak, sekarang Tuan. Apa tidak ada panggilan yang lain ? Tetapi sekarang kamu sudah bekerja di sini jadi kamu sudah bisa memanggil saya Bapak. "   " Baik bapak Rian "* waktu itu dia marah dipanggil Bapak sekarang malah meminta dipanggil bapak, benar-benar aneh *. Ucap dalam hati zeira, tetapi dia tetap menunjukkan senyum di bibirnya kepada Rian.   " Kamu bisa pergi. Ingat jam 8 jangan sampai ter
Baca selengkapnya
Bab 6
Ini hari pertama Ia bekerja, hal yang wajar jika dia merasah tidak nyaman, karena seumur hidupnya, ia tidak pernah masuk ke dalam Bar kecuali untuk menjemput Rizal.    Tiba-tiba Rian datang dari belakang yang membuat Zeira kaget "hei anak baru, bapak Direktur memanggilmu " ucap Rian dengan nada yang tidak jelas, karena tertelan kuatnya suara musik di ruangan itu.   " Ada apa ? saya tidak bisa mendengar kata-kata bapak "   Rian menarik tangan Zeira dan berbisik tepat di telinganya, " bapak Reyhan  memanggilmu " ucap Rian dengan nada yang tinggi hingga membuat telinga Zeira ber dengung.   " Baik....baik....baik..." Ucap Zeira sambil menekan telinganya dengan jarinya yang lentik.   " Vi saya pergi dulu bapak Reyhan  memanggilku, tetapi saya tidak tahu di mana ruangannya ?"   Sontok membuat Vivi kaget saat Zeira menyebut nama itu, sebab Reyhan adal
Baca selengkapnya
Bab 7
Huuummm Zeira menghela napasnya dengan kasar " dia pikir aku wanita murahan ?" Ucap Zeira dan berjalan keluar meninggalkan ruangan itu, namun ia tetap membawa amplop dan memasukkannya ke dalam saku celana jeansnya dan kembali bekerja.   " Bagaimana Ra ? Apa yang dikatakan Bapak Reyhan kepadamu ?" Ucap Vivi dengan penasaran    " Tidak ada apa-apa, pak Reyhan hanya membicarakan tentang utang ayah " Dia berbohong karena dia merasa keinginan Reyhan itu adalah suatu hinaan bagi dirinya.   " Iya kan....! Benar apa yang aku katakan tadi kepada kamu, dia tidak akan datang kesini jika bukan karena hal yang penting. "   Zeira hanya tersenyum dengan ucapan sahabatnya itu, tetapi di dalam hatinya dia merasa bersalah karena sudah berbohong.   "Oooohhh iya, apa kamu tahu besok hari apa ?" Tanya Vivi kepada Zeira, dengan senyum yang genit    " Tentu saya tahu beso
Baca selengkapnya
Bab 8
Saat keluar dari pintuh swalayan, tiba-tiba ponsel zeira berbunyi, dia melihat kelayar ponselnya, nama yang muncul AYAH " Ada apa dengan ayah, dia tidak biasanya menghubungiku " tanya dalam hatinya, lalu ia menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya. " Iya ayah, ada apa ?"   " Zeira tolong ayah......." Hanya kata-kata itu yang sempat ia dengar dari dalam ponselnya    " Ayah....hallo.....hallo....ada apa ayah" Zeira langsung memesan ojek online dari ponselnya, setelah dia memutuskan sambungan teleponnya. Tidak lama ojek yang ia pesan telah tiba, dengan rasa cemas sampai dia tidak sadar kalau sepatu yang ia pakai terlepas sebelah dari kakinya " ayo pak... Buruan pak "   Tidak lama dia pun sampai di depan rumahnya, dengan terburu-buru dia berlari dengan cepat masuk ke dalam, saat membuka pintu dia melihat Rizal sudah terletak tidak berdaya di atas lantai keramik yang berwarna putih itu. " Ayah apa yang terjadi
Baca selengkapnya
Bab 9
Zeira membaca kertas yang ada di tangannya dengan mata yang berkaca-kaca " ya Tuhan semua ini aku lalukukan hanya demi hidup ayahku". Lalu ia menanda tangani kertas itu dengan tangan yang gemetar dan berurai air mata. Lalu ia menghubungi nomor yang diberikan Rian kepadanya   Tu....tu....tu.... Suara ponsel Zeira. Tidak lama panggilannya terhubung. " Hallo " suara dari dalam ponselnya    " I...i.. iya " ucap Zeira dengan terbata-bata. Lalu ia menelan salivanya dengan kasar lalu kembali berbicara " hallo pak ini saya Zeira, apa saya bisa bertemu dengan bapak ?"   " Ooowww kamu. Ya kita bisa bertemu, kamu datang saja kerumahku "   " Tapi pak ! Aku tidah tahu di mana rumah bapak "   " Hahahahhahh..... Terus kenapa kamu tahu nomor ponselku ? Saya rasa kamu sudah tahu juga di mana rumahku. Cepatlah kemari saya tidak punya banyak waktu. Aku masih ada urusan penting "  
Baca selengkapnya
Bab 10
Setelah meninggalkan kediaman Reyhan, Zeira langsung kerumah sakit, untuk mengurus administrasi operasi Rizal, dia membayar semua tagihan operasi ayahnya dengan menggunakan kartu ATM nya. Sebab saat di perjalanan menuju rumah sakit, Reyhan sudah mentransfer uang yang ia minta.   Tidak lama ia menunggu di depan ruangan operasi, tiba-tiba dokter keluar dari dalam, dengan sigap ia mendekati dokter itu " bagaimana keadaan ayah Dokter ?"   " Alhamdulillah, operasinya berhasil " ucap dokter paruh baya itu dengan senyum lebar di bibirnya.   " Terima kasih Dokter, apa saya bisa menemui ayahku ?"   " Untuk saat ini belum bisa, sebab pasien belum sadarkan diri, setelah dipindahkan keruang inap, baru kamu bisa menemuinya."   " Baik dokter, dia hanya pasrah demi kebaikan ayahnya. Tiba-tiba ponselnya berdering, Vivi telah menghubunginya " hallo Vi "   " Kamu di mana Ra ?
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status