La Mian
Wu Qinglan bisa melukis wajah jodoh siapa pun—kecuali jodohnya sendiri.
Terlempar ke jaman kerajaan dan dikenali sebagai putri seorang pelukis istana yang dihukum mati, Qinglan bersumpah membersihkan nama ayahnya.
Namun, pencarian kebenaran justru mengikat takdirnya dengan Lu Mingyu, mantan jenderal dingin yang seharusnya ia curigai, tetapi perlahan menjadi pria yang tak sanggup ia kehilangan.
Ketika kuasnya akhirnya melukiskan Lu Mingyu sebagai jodohnya, Qinglan dihadapkan pada pilihan kejam:
membebaskan nama ayahnya dengan mengkhianati Lu Mingyu, atau mempertahankan pria yang ditakdirkan untuknya, dengan mengorbankan kebenaran yang selama ini ia perjuangkan.
54