Shinee Dandelion
"Masih untung kamu nggak aku ceraikan! Delapan tahun aku nunggu loh, tapi begitu hamil lagi, kamu malah hamil anak perempuan lagi! Gak guna! Lihat Keisya, belum setahun dia aku nikahi, dia langsung hamil anak laki-laki. Gak kayak kamu!"
Hidup Nabila berubah ketika suaminya mengatakan sudah menikah lagi dengan alasan ingin memiliki anak laki-laki.
Awalnya Nabila berusaha menerima. Ia menahan cemburu, menelan luka, dan memaksa dirinya tersenyum demi keutuhan keluarga. Tetapi setiap hari, ia harus menyaksikan suaminya semakin jatuh cinta pada wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, pria yang dulu berjanji mencintainya kini tak segan membanding-bandingkan dirinya dengan sang madu.
Ketika pengorbanan tak lagi dihargai dan cinta berubah menjadi sumber penderitaan, Nabila dihadapkan pada pilihan tersulit dalam hidupnya, tetap bertahan demi sang putri atau pergi demi menyelamatkan dirinya sendiri agar tetap waras.
Namun siapa sangka, saat ia memilih menyerah dan melangkah pergi, takdir justru mempertemukannya dengan seseorang yang mengajarkannya arti cinta yang sesungguhnya.
Terkadang, madu bukanlah pemanis dalam kehidupan.
Melainkan awal dari kehancuran.
350