MasukHanya karena malu memiliki menantu menggelar lapak di depan sekolahan, Marni mengobrak abrik dagangan Arin. Tidak hanya mengobrak abrik, Marni bahkan menghina dan melaporkan Arin kepada Angga. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, Angga memarahi Arin dan setelah Angga pergi, Marni serta anak perempuannya merebut paksa uang hasil Arin berjualan
Lihat lebih banyak“Five billion dollars going once,”
“Five billion dollars going twice,” “Five billion dollars going thrice,”“Sold!”
***
It was cold... the air feels as if it is sipping deep inside my skin. I wonder why it feels like this. I tried to move but, in my luck, I was chained for the reason that I am not sure of. My hands… it is tied from the back. My knees are bending as it feels the coldness of the ground I am sitting on.
Where am I? Why am I here?I didn't find any answer about my question.Somehow, pair of hands then touches me. It grabs me without even thinking whether I would be hurt or not. It seems like that person didn't care about any of it.
“Hmm!!“Ahh!
I shouted, surprised on how the blinds was suddenly removed from my eyes.The crowd keeps cheering. It became louder and louder as it echoed in my ears. It was like they saw some good thing. I was overwhelmed by the light that is why I narrowed my eyes just to adjust my vision and there… I saw how a thick pole welcomed me together with countless numbers of people cheering from afar. There are many of them.” Woooaahhh “” Wahhhhhhh “” I want her! “” So gorgeous!!“” Damn that was crazy “” Just the first part yet it is like this? “” Wonderful, I will be bidding for her “I can't tell where I should look, countless eyes are staring at me as if they wanted to engulf me whole. The way they look, I hate it. I don't know where I should land my sight but the only thing, I know is that… I am trapped inside a cage that is a hundred times bigger than the cage they use to trap a bird.My eyes wide open in realization. My clothes are different to the one I am wearing when I came with Aunt Estrella. This dress is thinner than the thinnest cloth I ever had in the house! If my grandmother would see me looking like this, surely… she wouldn't like this! My skin is visible as if this cloth is made up of net or sort. Luckily the one around my chest down to my legs are slightly thicker but the way I am dressed up, it makes me sick out of humiliation. I closed my eyes trying to calm myself as I tried to cover this chest of mine but failed. ”My, my, no need to be so energetic. As the first item of our real evening's event, let's start our bid at the price of ten million dollars “Another sound of the crowd cheering was heard.
What a large sum of money. Even father didn't have a chance holding a money that is tenth of that value she had said. I look down.
Am I really being sold?
” Number one hundred fifty, twenty-five million dollars! “
” Stealed by number sixty-five for twenty-six million dollars! “
Why are they even bidding such a large sum of money? Just to… Buy me? How… how did it even come to this?” One hundred million dollars for number eighty-nine! “They bid and bid for who knows how long it has been. As time passed by, the bid became larger and larger until it hit a billion dollars. Why are they even wasting money just like that?I was mad at the thoughts of how that kind of money was tossed like a piece of coin. If… only I have that kind of money... then surely… grandma…Hah…Everyone is cheering. Everyone is leaving that kind of tone. They are all excited. They are all energetic and looking forward to the one who will eventually own me. It is as if the one they are buying is some limited-edition item of a known company. Hah… So, there are really people with this kind of attitude. Selling people without their consent… Isn't it illegal?I didn't mind hearing their words and cheers as what happened to me really hasn't sink in on my mind yet. I would rather believe that it is some kind of a dream where I can still eventually wake up!” Five billion dollars “
Everyone was left silent. The cheering and the loud shout that was making my ear hurt for so long suddenly became as quiet as a night time in the middle of the sea.
I was taken aback when I heard that bid. Is he insane? That kind of money? Is he trying to throw his fortune just like that?!
“F-Five billion dollars going once!”Even the woman that was speaking and leading that bidding got startled after hearing his bid. From ten million dollars to five billion dollars.
This… is… insane.
“Five billion dollars going twice”
No one even dared to steal that bid. Are they really going to let him buy me like some kind of a thing? “Five billion dollars going trice,”“Sold! “
And I never know that with that one word, my life would change.
“Is this her? Well, I can say that she looks much prettier close up”
I was still inside this cage. Not knowing how I would react, I remained silent. Doing something that is against their wants would surely do me no good.
Once I saw Aunt Estrella, I will surely ask about what this thing is. Why am I here… Everything doesn't really make sense. This is not what we talked about! Who would have even thought that it would end up just like this?The sound of the chain was heard as I knew that the person that came is opening this big cage, I am placed in.
“Can you get her out of that thing? I already sent the money, did I? ““Yes sir, we are deeply thankful for your purchase. The document is already scheduled to be sent to you this evening. Regarding the one you bought; you have all the means to do what you wanted to do about it”In the corner of my eyes, I saw how the man with a somewhat muscular built lean to see me clearly. He is not thin for a guy yet he is also not that fat or muscular. He is someone in between. Just like a model in fashion magazines. So, he is the one who bought me huh…“You, what is your name?”He asked politely but aggressively. I had no choice but to answer him.
“Lea, my name is Lea”
“Lea…”He mumbled as he stretched his hand to touch my chin. Even if I am not blind folded and can now speak freely, my hands are still tied. Even if I tried to move, I surely can't do any changes.
“What a beautiful name. Now, don't let me down… be the most beautiful bride you can ever be”
And the only thing I can see was his smiling face with a hint of smirk before fog suddenly appeared out of nowhere. And so, my eyes finally close as my whole consciousness falls in the depth of darkness.Hampir satu tahun pernikahan, kehidupan rumah tanggaku nyaris sempurna. Rizky begitu perhatian dan memberiku banyak cinta. Meski sampai sekarang aku belum mendapatkan tanda-tanda kehamilan, Rizky tidak pernah menanyakan atau membahas buah hati. Disini kami hanya berusaha dan berikhtiar. Urusan buah hati, mutlak kuasa Allah.Usaha Rizky semakin hari semakin berkembamg pesat. Penginapan dan restoran hampir tidak pernah sepi. Sekarang dia membuka usaha baru berupa minimarket."Melamun aja," lagi-lagi dia melingkarkan kedua tangannya di perutku ketika aku sedang menatap indahnya pagi hati di balkon. Meski usaha bertambah, tetapi untuk tempat tinggal kami masih sama. Hanya ada renovasi sedikit membuat area balkon di teras rumah. Balkon untuk tempat aku bertanam. Aku menyibukkan diri dengan bertanam sayur di balkon selain membuat asinan buah andalanku."Kok sudah pulang, Mas?" Hendak aku lepaskan kedua tangannya yang melingkar di perutku, tetapi dia malah mengeratkan pelukannya."Aku bosnya
Baru saja Stella tenang, kami kembali dikejutkan dengan keramaian warga di depan rumah. Kami semua keluar rumah kecuali Pak Hadi yang menjaga Stella di dalam kamarnya."Dia menculik Stella dari rumah sakit!" "Hadi gila!" Brak brak brakBu Marni benar-benar tidak beretika sama sekali. Harusnya dia masuk dan bicara baik-baik. Malah sebaliknya, berteriak di luar seperti orang kesetanan ditambah pakaiannya yang compang camping. Masih terlihat bekas kecelakaan di kepalanya. "Bu Marni, apa yang anda lakukan disini?" Terpaksa aku bertanya atas tujuannya datang kemari."Lihatlah! Dua orang wanita ini adalah selingkuhan Hadi. Dan dua lelaki di sampingnya adalah anak buah Hadi. Hahahahah!" Aku merasa ada yang aneh dengan keadaan Bu Marni saat ini. Mas Anton meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Entah siapa yang akan dihubungi."Bu Marni yang cantik dan baik hati!" Seketika senyum Bu Marni mengembang karena rayuan Mas Anton. "Kita duduk dulu disana yuk! Kita minum teh bareng!" Bu Marni
Hari ini hari minggu bertepatan dengan jadwalnya kepulangan Stella dari rumah sakit. Aku dan Mbak Mira sudah berencana untuk mengantar makanan matang saat mereka bertiga sampai di rumahnya supaya Bu Asti tidak lagi memasak makanan sepulang dari rumah sakit. Sejak subuh aku sudah berkutat dengan beberapa menu makanan. Ada sayur lodeh, bakwan jagung dan ayam goreng. Menu inilah yang nantinya akan aku bawa ke rumah Pak Hadi. Sedangkan Mbak Mira bertugas membuat jajanan pasar atau cemilan lainnya."Sayang!" Selalu saja mengejutkanku dari belakang dengan kedua tangan yang melingkar di perutku."Ada apa? Aku sedang masak, jadi belum bisa diganggu!" Sahutku sambil mengaduk sayur lodeh yang mulai mendidih."Nggak ada apa-apa. Seneng aja peluk kamu dari belakang!" Sesekali dia mencium leher jenjangku jika sudah seperti ini."Sudah nanti aja cium-ciumnya. Duduk saja di kursi, biar semua masakan ini cepat selesai!" Akhirnya dia duduk di kursi. Desain dapur mirip seperti mini bar membuatku selal
Bu Endang kembali pulang, namun mulutnya tidak berhenti menggerutu karena gagal mendapat info dari kami. Aku lihat sesekali dia merapikan jambul kebanggaannya ketika berpapasan dengan warga. Begitulah sosok Bu Endang di kampung kami yang mirip sekali dengan wartawan."Akhirnya si Nenek gayung pulang juga!" Celetuk Mbak Mira melihat Bu Endang yang pergi meninggalkan warung Mbak Mira. "Iya, pengen aku lurusin aja itu jambulnya!" "Jadi apa nanti kalau jambulnya lurus!" Kami semua tertawa usai melihat aksi Bu Endang. Kami menikmati sajian makan siang dari Mbak Mira. Sungguh, ini sangat enak sekali. Aku lihat, Rizky juga sangat menikmati gulai nangka muda buatan Mbak Mira, sama seperti Mas Anton. Lauk apapun akan enak rasanya asalkan ada gulai nangka. Sepertinya aku harus belajar resep ini pada Mbak Mira supaya aku bisa memuaskan perut Rizky."Mbak juga sudah siapkan di rantang untuk kalian bawa pulang!" Ternyata di sampingku sudah ada rantang berisi gulai nangka."Ah, terima kasih Mbak
Aku merasa ayah sangat kecewa dengan Stella dan istrinya. Sangat kentara ketika menghubungiku barusan. Ayah mana yang rela anak gadisnya belum lulus sekolah sudah berpacaran dengan pria seusia dengannya. "Kasihan ayah," aku menggeleng pelan, menyayangkan sikap Stella dan Ibu mertua.Menjelang sore
Sepulang dari warung, aku dikejutkan dengan seorang berbadan tegap ditambah seorang wanita paruh baya berdiri di depan pintu. Wanita berpenampilan layaknya seorang bos. Rambut disanggul ke atas mirip ibu pejabat."Permisi, kenapa Ibu dan Bapak berdiri di depan pintu?""Enggak ada yang bukain!" Begi
Semakin malam semakin ramai pesan di grub PKK. Kebetulan hanya aku yang masuk grub dari keluargaku. Sedangkan Ibu, beliau tidak pernah mau bergaul dengan warga. Padahal aslinya juga berada dari komplek sebelah lokasinya juga tidak jauh. Tidak sedikit yang menghujat Stella dan juga Ibu mertua."Pons
[Rin, Stella digrebek satpol PP] [Yang bener, Mbak?] Balasku kepada Mbak Mira.[Nih, orang-orang banyak menjadi saksi saat Stella digrebek bersama seorang lelaki seusia Ayah mertuamu] Aku terkejut dengan sebuah pesan yang dikirimkan oleh Mbak Mira. Semakin tidak percaya dengan kabar dari Mbak Mir






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.