Rembo
“Hm… tunggu sebentar, ah… aku ini ibumu….”
Di dalam kereta saat dalam perjalanan menemui ayah, ibu tiri dibuat kewalahan olehku di tengah keramaian, hingga cairan dari tubuhnya membasahi ranjang.
Karena tak ada pilihan lain, dia masuk ke dalam selimutku dan tertidur sambil memelukku erat-erat.
Tubuhnya yang lembut bergoyang pelan mengikuti helaan napasnya, menggesek tubuhku. Aku yang sudah tak tahan lagi, mengulurkan tangan dan menggenggam kelembutannya, meraba dan menikmati bentuk tubuh yang selama ini selalu menghantui pikiranku.
Napasnya bergetar seiring sentuhan tanganku, berselang-seling dengan rintihan dan desahan manja yang terdengar memikat. Hal itu membuat bagian bawah tubuhku semakin menegang dan mematuk tepat di area sensitifnya.
Saat aku bergesek pelan karena tak mampu menahannya, dia mendesah pelan dan tubuhnya bergetar hebat.
Saat itulah aku baru sadar, ternyata dia belum tidur.
Aku tak bisa lagi menahan hasrat dalam diri. Aku menguncinya rapat-rapat dalam pelukan, lalu mengarahkan tangan ke area paling tersembunyinya.
Bagian yang siang tadi sempat mengotori sprei, kini sudah kembali basah kuyup dan membasahi jariku.