Novels
Short Stories

Genres

Realistis×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Karma×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

16
Plot Twist×
All
Plot Twist
Drama
Gairah
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Plot Twist Realistis Short Stories & Karma Novels

Discover a collection of engaging Plot Twist Realistis short stories featuring Karma, with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Kematian Palsu Adikku - Realistis novel & cerita
Sarina Raisha
Ketika surat keterangan lulus universitas tiba, aku malah demam tinggi dan terbaring di tempat tidur. Adikku yang pergi mengambilkan surat itu untukku, malah mengalami penculikan di tengah jalan dan nasibnya tak diketahui, entah masih hidup atau sudah tiada. Orang tuaku memendam kebencian mendalam padaku. Mereka merobek suratku dan memaksaku berhenti sekolah, lalu menyuruhku bekerja di pabrik. Kemudian, aku juga diculik. Setelah berhasil melarikan diri dengan nyaris kehilangan nyawa, aku bersembunyi di sebuah pabrik tua sambil mengirim pesan meminta bantuan pada ayahku. Tak lama kemudian, ayah meneleponku dan langsung berteriak marah, “Sandra Joman! Dasar anak brengsek! Bisa-bisanya kamu bercanda seperti ini di hari kematian Valarie! “Kamu tahu nggak, betapa aku dan ibumu berharap yang meninggal waktu itu adalah kamu!” Detik-detik sebelum kematian, kata-kata hinaan mereka terus terngiang di telingaku. Tubuhku disiksa sampai tak berbentuk lagi, aku meninggal dengan tragis. Jasadku dibuang ke selokan busuk selama tiga hari. Bahkan, ayahku yang seorang ahli forensik senior pun tak bisa mengenali siapa diriku. Ketika adikku pulang bersama pacar yang kabur bersamanya dulu, ayah baru saja berhasil memulihkan wajahku melalui rekonstruksi teknologi. Mereka berlutut di depan jasadku yang telah membusuk, menangis hingga tak sadarkan diri.
Perangkapan Suami - Realistis novel & cerita
Prameswari
Aku Miranda Sasmi, seorang ibu rumah tangga berusia tiga puluh tahun. Pernikahanku yang dulu hangat perlahan berubah dingin. Suamiku, David, sering pulang larut, menjaga ponselnya dengan berlebihan, dan menjauh setiap kali aku ingin berbicara serius.
Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling - Realistis novel & cerita
Camilla Hafsah
Aku disiram segelas air oleh klien, tubuhku gemetar saat menghadapi makiannya, sementara Raisa Gunawan memeluk asistennya sambil menatapku dengan dingin. "Yoga, hal kecil seperti ini saja nggak bisa kamu selesaikan. Perusahaan nggak butuh pemalas!" Aku menyeka air di wajahku, mengambil gelas dan menenggaknya sekaligus. Lalu, tanpa ragu, aku menuang segelas lagi dan menyiramkannya balik! Siapa yang mau bekerja di sini, silakan ambil alih. Aku nggak peduli lagi!
Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker - Realistis novel & cerita
Hasya Nazwa
Pada hari ibu mertuaku didiagnosis kanker rahim, dia membawa koper dan pindah ke rumahku. "Ibu nggak punya banyak waktu lagi, hampir nggak ada harapan," dia terisak, "Kalau kalian usir Ibu, kalian bukan manusia." Aku melihat suamiku yang diam tanpa kata, lalu beralih ke putraku yang selama ini kubesarkan dengan penuh kasih. "Kalian mau bilang apa?" Suamiku yang diam itu tampak muram, lalu menarik tanganku. "Soal waktu pasca melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini." Putraku juga ikut mendukung, "Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita." Aku tersenyum menatap suami dan putraku. "Kalau begitu, silakan kalian yang merawat."
Suamiku dan Selingkuhannya - Realistis novel & cerita
Belinda Ulani
Tiga hari setelah satu bulanan anakku, suamiku, Raka, mengatakan bahwa dia harus melakukan perjalanan dinas. Dia meninggalkanku, membuatku menjaga anak kami sendirian. Tiga hari kemudian, aku baru sampai rumah sakit dan melihat teman masa kecil suamiku yang bernama Indah mengunggah foto keluarga. Dia juga menambahkan tulisan di bawah foto yang dia unggah. "Foto liburan bahagia kami bertiga sekeluarga." Aku terkejut saat melihat Raka tersenyum lebar dalam foto itu, jadi aku menuliskan komentar tanda tanya. Dalam hitungan detik, Raka menelepon dengan nada menuduh. "Dia ibu tunggal, aku merasa kasihan karena nggak ada laki-laki yang menjaganya. Aku cuma nemenin dia foto saja, kenapa reaksimu berlebihan sekali?" Malamnya, Indah kembali memamerkan foto kalung emas. "Setelah mengambil foto keluarga, dia maksa ngasih aku kalung emas." Aku tahu bahwa Raka membeli ini agar Indah tidak marah. Namun, kali ini aku berniat meninggalkannya.
Hitungan Mundur Di Atas Kepala - Realistis novel & cerita
Kiah Nyla
Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku. Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu. Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan. Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku. Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang. Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia. Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia? Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin. Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri. Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku. Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...
Antara Cinta dan Keluarga - Realistis novel & cerita
Ellie Felicia
Kakak sepupu pacarku baru saja bercerai dan tinggal sementara di rumah pacarku. Dia sedang hamil besar dan membawa serta anaknya yang berusia 5 tahun. Dengan sikap seolah-olah semuanya sudah menjadi haknya, dia menganggap pacarku sebagai sandaran hidupnya dan menunjukkan ketidaksukaannya padaku. Dia merasa bahwa aku telah "merebut" adik sepupunya. Suatu hari saat acara keluarga, putranya tiba-tiba menyiramkan minuman ke arahku dan berseru, "Kamu nggak boleh merebut ayahku!"
Karier Magang Putri Presdir - Realistis novel & cerita
Shiza Mair
Hari pertama kerja, rekan kerja baru terus menyampaikan dia adalah Putri Presdir, membuatnya jadi pusat perhatian dan semua orang menjilatnya! Dan aku, difitnah mereka selingkuhan dari pria tua! Aku dengan kesel telepon ke Presdir. “Ayah, mereka bilang kamu pria tua, dan ada selingkuhan......”
Demi Selingkuh, Suamiku Meracuni Anakku - Realistis novel & cerita
Aaliyah Zoya
Demi berkencan dengan asisten di malam natal, suamiku mencampurkan obat tidur ke dalam susu anak kami. Ketika aku mengantar anakku yang demam tinggi ke rumah sakit, aku malah melihat suamiku sedang menggendong asistennya ke lantai atas. "Kaki Nelly terkilir, aku menemaninya berobat." Anaknya jelas-jelas berada di ruang gawat darurat, tetapi dia sama sekali tidak peduli. Aku mencengkeram tiket lotre yang ada di sakuku. Sudah saatnya aku mengakhiri pernikahan selama tujuh tahun ini.
Antara Cintanya dan Hartaku - Realistis novel & cerita
Jyoti
Dalam perjalanan ke bank untuk menyetor uang, aku tidak sengaja menemukan sebuah postingan: [Pernahkah Anda melakukan sesuatu yang sulit diungkapkan tanpa diketahui pasangan Anda?] Di bawah postingan, seorang netizen berkomentar : [Aku diam-diam mendaftarkan pernikahanku dengan cinta pertamaku, tapi pacarku masih menyetor uang ke rekening bersama kami. Dia benar-benar bodoh. Dia kira aku benar-benar ingin menabung untuk membeli rumah dan menikahinya.] [Sudah ada 1,3 miliyar di dalam rekening, ketika dia sudah menabung sampai 1,6 miliyar, aku akan diam-diam menariknya!] Aku melihat komentar itu banyak disukai, lalu melihat saldo rekeningku. Tidak lebih, tidak kurang, pas 1,3 miliyar. Ternyata pacarku dan cinta pertamanya telah mendaftarkan pernikahan mereka!
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam - Realistis novel & cerita
Bagel
Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku - Realistis novel & cerita
Makjos
Begitu tahu aku menukar kondom bekas suamiku dengan milik mertuanya, sahabatku langsung hancur di tempat. Kehidupan sebelumnya. Sahabatku sering dipukuli suaminya, lalu meminta menumpang di rumahku. Aku merasa kasihan, jadi mengizinkannya tinggal sementara. Tidak kusangka, setengah bulan kemudian dia justru dinyatakan hamil. Aku baru hendak bertanya, tiba-tiba suaminya datang. Dia bukan hanya mematahkan kaki suamiku, juga menggugat seluruh keluargaku ke pengadilan. Di ruang sidang, sahabatku menangis meraung. Dia menuduh suamiku berakhlak bejat dan telah memperkosanya selama tinggal di rumahku. Sedangkan aku, dituduh menutup mata dan membantu kejahatannya. Aku dan suamiku membela diri, tetapi dia mengeluarkan hasil tes amniosentesis. Bukti itu jelas menunjukkan anak dalam kandungannya memang milik suamiku. Kami dihujat habis-habisan oleh warganet, lalu pengadilan menjatuhkan vonis penjara dan ganti rugi dua puluh miliar. Pada akhirnya, aku dan suamiku masuk penjara, sementara dia menggugurkan anak itu, membawa uang ganti rugi, dan hidup enak bersama suaminya. Saat kembali membuka mata, aku sudah kembali ke hari ketika sahabatku pertama kali menumpang di rumahku.
Tamparan Sang Kakak - Realistis novel & cerita
Hayley
Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
Membela Anak dari Tuduhan - Realistis novel & cerita
Peachy
Aku hanya menghadiri satu pesta di lingkungan baruku yang kaya. Tidak lama setelah itu, tetanggaku Nadia menuntutku. Di pengadilan, dia menggendong putrinya Tiffany yang tubuhnya penuh memar dan luka. Dia menuduh anak lelakiku telah memperkosa putrinya. Di tengah persidangan, Tiffany menarik kerah bajunya ke bawah dan bekas merah melingkar jelas di lehernya. "Dia mencoba merobek celanaku," katanya terisak. "Dia mencoba memperkosaku dan aku melawan. Jadi dia memukulku dan merusak wajahku!" Di luar gedung pengadilan, para demonstran mengangkat papan-papan bertuliskan hinaan, menyebut putraku sampah, dan anak orang kaya manja. Di dunia maya, sebuah memorial hasil editan fotoku menyebar luas. Tulisannya berbunyi: [Ibu yang tidak layak seharusnya mati bersama putranya.] Saham perusahaanku mengalami penurunan drastis. Namun aku tetap duduk di sana, wajahku tanpa ekspresi. Aku hanya meminta agar Rian dibawa masuk. Pintu ruang sidang terbuka. Semua orang terdiam ketika Rian melangkah masuk.
Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya - Realistis novel & cerita
Merissa
Saat suamiku pergi ke toilet, ponselnya berdering. Aku melirik sekilas. Telepon dari adik suamiku, Ruslan. Aku mengernyit, tetapi tetap mengangkatnya. "Kak, uang bulanan 20 juta buat Ayah dan Ibu kok belum ditransfer? Ibu barusan nanya ke aku." Telepon ditutup. Darahku seolah-olah mengalir terbalik. Suamiku berdiri tepat di depan pintu toilet dan tangannya bahkan belum dikeringkan dari air. Aku menarik sudut bibirku. "Gajimu 16 juta, cicilan rumah 6 juta, kasih aku 4 juta, kamu simpan sendiri 2 juta. Kamu bilang kasih orang tuamu 4 juta, kok jadi 20 juta?" Bibirnya bergerak, tetapi tidak ada suara. Wajahnya sangat pucat, sementara tanganku gemetar hebat. Selama lima tahun, aku tak pernah sekali pun melihat kartu banknya. Lalu, apa lagi yang tidak aku ketahui?
Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf - Realistis novel & cerita
Lucky Cat
Pada tahun keenam setelah adik laki-laki dan tunanganku meninggal, aku juga memilih sebuah makam untuk diriku sendiri. Sebelum pergi berziarah ke makam mereka untuk terakhir kalinya, ibu tiba-tiba berkata, "Alex, tahun ini nggak usah pergi. Sebenarnya mereka nggak mati." Aku terpaku. Tepat saat itu, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari kamar adikku. Kenzo Ganendra menyunggingkan senyum sambil menggoda orang di sampingnya. "Aku menang taruhan. Sudah kubilang, kakak nggak bakal pernah sadar." "Kelak siapa yang di atas? Hm? Mila?" Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, perempuan yang dulu bahkan akan menangis setiap kali melihatku diperlakukan sedikit tidak adil itu, kini menatapku dengan penuh jijik. "Ah, dia memang terlalu bodoh. Padahal kita tinggal di rumah sebelah, tapi dia sama sekali nggak sadar." Rupanya alasan ibu melarangku masuk ke kamar itu bukan karena khawatir aku akan bersedih jika melihatnya, melainkan karena kamar tersebut terhubung dengan rumah di sebelah. Aku memang terlalu bodoh. Bahkan sebulan sebelum kematianku, yang kupikirkan masih bagaimana caranya berziarah ke makam mereka.
Kepergian yang Terkubur di Musim Dingin - Realistis novel & cerita
Hooray
Saat acara makan malam amal tahunan memasuki sesi pemberian penghargaan, pembawa acara tiba-tiba menggandeng sepuluh anak kecil naik ke atas panggung. "Hari ini, masih ada satu penerima penghargaan khusus. Beliau meninggal karena kecelakaan, tapi sebelum mengembuskan napas terakhir, beliau mendonorkan seluruh organnya dan menyelamatkan nyawa anak-anak yang sedang berdiri di samping saya saat ini." Di barisan paling depan, putra sulung Keluarga Sudibio yang mengenakan setelan jas lengkap mencibir, "Entah siapa orang bodoh itu. Sudah mati pun masih mau cari nama baik." Di sampingnya, sang ibu, Patricia Inggara, memasang wajah penuh iba. "Tubuhnya saja sudah nggak lengkap. Bagaimana dia bisa bereinkarnasi di kehidupan berikutnya? Orang tuanya benar-benar tega, bahkan nggak berusaha mencegahnya." Revan Sudibio menenangkan istrinya, lalu menoleh dan memerintahkan sekretarisnya, "Setelah memastikan siapa keluarganya, batalkan semua kerja sama dengan keluarga itu mulai sekarang." Suara pembawa acara kembali terdengar, "Selanjutnya, mari kita undang orang tua almarhum untuk naik ke atas panggung." "Bapak Direktur Utama Keluarga Sudibio beserta istrinya."
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status