Sistem Aura (Infinity)
“Kakak ini bodoh! Haruskah berkali-kali aku tekankan, privilese yang kita miliki adalah modal besar. Modal besar ini amat diinginkan nyaris setiap manusia. Jadi bayangkanlah secara reseptif, sekiranya kita manfaatkan modal besar ini demi mengatur kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Tidak ada hak yang dirampas selagi demi kebaikan bersama. Paksaan diperlukan dalam rangka kebaikan! Seandainya hidup tanpa paksaan menuju kebaikan, maka setiap insan justru akan bertindak semena-mena!”
“Ril ... uhuk ... adikku tersayang ... tindakan baik bukanlah berarti benar, juga sebaliknya ....”
“Hentikan omong kosongmu, kakak tidak paham ....” Eriel geram. Dimatanya, sang kakak tidak memahami maksud perkat