Lelaki Pilihan Surga
“Iya, Ra. Terkadang justru kebaikan kecil yang kita abaikan. Kita kadang memperhitungkan kebutuhan dari sisi kita, bukan dari pihak mereka yang membutuhkan. Padahal nilainya tidak seberapa. Kita mendapatkan doa tulus, yang begitu bernilai.”
Kei menggeleng-gelengkan kepalanya. Seakan tidak percaya, kelapangan hati, kedua wanita yang dikenalnya. Giliran dia yang tersenyum ke arah Fajar. Keduanya tersenyum, bahagia, bangga.
“Kesimpulannya adalah, tetaplah berbuat baik. Karena tidak ada kebaikan, yang bernilai kecil di hadapan Allah,” sambung Aara.
Chapitres populaires