Kultivator Jiwa Modern
Dari tengah lembah, muncul pilar raksasa bercahaya, kali ini warnanya bukan biru, bukan perak, tapi putih murni yang menyilaukan.
Cahaya itu memancar hingga menembus awan, menciptakan lubang besar di langit.
Gerry berteriak, menutupi matanya. “Apa itu?!”
Bara menatapnya tanpa berkedip. “Nada Ketiga.”
Cahaya itu mulai berdenyut pelan, lalu mengeluarkan suara rendah seperti bunyi petir yang disaring lembut.
Semua orang menunduk, menahan tekanan yang luar biasa.
Bab Populer