Bias Cinta
“Apa aku kurang manis? Terus, kalau kurang manis, kamu mau cari yang lebih manis di luar sana? Atau, kamu mau balik lagmm …”
Malas mendengar ocehan Cinta, Bias pun segera menyambar bibir istrinya. Ia tidak peduli, kalau Cinta akan marah setelahnya. Yang jelas, dalam diam, Bias selalu menikmati momen seperti ini. Ada rasa puas, tiap kali berhasil menutup mulut pedas itu dengan caranya sendiri.
“Kamu manis,” ucap Bias setelah menarik diri, “maniiis banget.”