Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Menganalisis.
Sejak sore tadi, Clara gelisah. Dia terus-menerus mengecek jam dinding, lalu melirik ponselnya (yang kini sudah dikembalikan Arka namun dengan akses terbatas), seolah menunggu konfirmasi akan sesuatu yang sangat penting.
"Besok," suara Arka memecah keheningan, membuat bahu Clara sedikit tersentak.
Clara menoleh perlahan, senyum tipis yang dipaksakan terukir di bibirnya. "Ya, Sayang? Ada apa dengan besok?"