Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Kata Vinny sambil melihat ke arah Evara. "Sayang, dimana Vinny saat Paman Sunny bilang begitu sama Mama?" Tanya Adamis pada istrinya. "Vinny kembali ke kamarnya setelah menerima telpon. Kata Mama sih, Vinny akan WFH gitu." Sahut Evara. Adamis menyampaikan apa yang dikatakan Evara pada Vinny. "Oh, ya. Itu betul." Kata Vinny sambil mengangguk. Evara melihat Sunny keluar dari kamarnya.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
Dimadu Adik Sepupu Suamiku

Dimadu Adik Sepupu Suamiku

Putrinya sedang asyik bermain dengan anak-anak tetangga. Sementara itu, Keenan tengah lelap di kamar sebelah. Semakin deras air mata, begitu ia mengingat Qonita dan semua dukungan ibu mertuanya. Sempat merasa semangat untuk merebut suaminya dari istri kedua Danendra dan membuktikan kalau perempuan itu berkepala dua, sayangnya melihat gambar tes kehamilan yang dikirim Natali motivasi Cempaka rubuh berkeping-keping.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Wina Vian menoleh kearah Wina yang berjalan kearahnya dan saat itu Vian langsung berdiri dan menatap kearah Wina. “Kau mengatakan kepadanya kau punya banyak adik yang harus kau hidupi dan semua gajimu kau berikan kepada mereka. Apa itu sebuah Fakta atau Kebohongan.” Ujar Wina “Yang aku tahu bahwa Kau hanya memiliki 2 orang adik perempuan dan seorang Ibu. Dan Syukurnya kau juga sudah membangun rumah untuk mereka disana.” Ujar Wina
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
STATUS WA ADIK IPARKU

STATUS WA ADIK IPARKU

"Aku nggak mau pulang ke rumah Mama Mbak Nurul, Bang Adit. Aku disini aja. Suruh dia pergi." Winda tidak mengenaliku. Dia mengira aku adalah seseorang yang akan membawanya kembali ke rumah Mamanya. Dan entah, kengerian apa yang dia dapatkan di rumah orang tuanya sendiri. Winda kemudian dibawa masuk oleh wanita berseragam perawat yang dipanggil Mbak Nurul tadi, sementara Aditya, yang aku tahu selalu ada di sisi Mas Arfan dan menjadi tangan kanannya, menoleh padaku sejenak sambil tersenyum. Aku yakin sekali, pasti dialah yang melepaskan Winda dari neraka di rumah itu.
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 760 kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

“Kali ini, asal kamu bisa memberikan kabar soal kehamilan istrimu dan bukti kehamilannya, janji itu tidak akan pernah diingkari dan kau akan tahu alasan semua yang terjadi.” “Apa Anda masih bisa dipercaya, Nyonya Emilia? Bukankah selama ini Anda—” “Cukup, Arka Gideon Wiratama! Jangan melewati batasan dan membangun dinding dendam di antara keluarga.” Suara bentakan sedikit memekakan telinga Arka. Dan itu bukan dari Emilia, melainkan dari Windu Wiratama. Kakeknya sendiri. “Salah. Bukan Arka Wiratama, tapi Arka Gideon Tandjung. Jadi, sudah jelas bukan bagaimana posisiku dengan nama itu?”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
AIDEN (Menikah dengan Sepupu)

AIDEN (Menikah dengan Sepupu)

Terlebih Dimas, semakin tua usianya semakin berlebihan sikapnya. Beruntung waktu Caramel melahirkan baby boy, Saka tidak terlalu banyak protes saat anak mereka di bilang lebih mirip dengan kakeknya. Saka hanya diam dan tertawa saja, karena memang sudah jelas wajah anaknya mirip dengannya. Namun berbeda dengan Aiden. Aiden dan Dimas memiliki kemiripan wajah 80% sudah pasti baby boy’nya mirip dengan Aiden dan Dimas juga. Di tambah sifat keduanya sma-samas narsis dan tak mau mengalah. Akhirnya terjadilah perdebatan panjang antara anak dan ayah, memperebutkan kemiripan baby boy yang baru saja lahir beberapa jam yang lalu di dunia ini.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
Teman Adikku yang Maskulin

Teman Adikku yang Maskulin

Aku mau tak mau mengeluarkan suara gemetar yang hampir tak terdengar. Pada saat ini, adikku keluar dari kamar mandi dan menatap kami dengan terkejut. Perasaan terlarang dan tidak bermoral ini membuatku ingin segera menghilang. Aku tergagap dan tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Di sisi lain, Theo lebih tenang dan berujar, "Jayden, ada nyamuk besar di bokong Kakak. Coba lihat."
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
COWOK BERMATA DINGIN

COWOK BERMATA DINGIN

Kakak Bermata Dingin di temani oleh seorang lagi Asisten yang lain, berjalan berkeliling memperhatikan kami mengerjakan tugas, kalau tidak ada yang di mengerti dia akan datang menjelaskan dan memperbaiki nya. Kakak Bermata Dingin sangat serius bila sedang berada di dalam Lab "Kak Adit, tolongin dong, ini gimana nih Enter nya gak bisa berfungsi!" Seru Indri bertanya ke Kak Adit. "Kenapa Enter nya?" Tanya Kak Adit kemudian mendekati Indri. Kak Adit kemudian mengutak-atik Komputer Indri sejenak, kemudian berkata "Udah bisa ini!"
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu

Mata si ‘Msbreewc’ ini terbelalak. “Wadeeeww….ngajak ngew* yaa…duh, kalau itu sih oke-oke saja, namun harus pake pengaman ya. Tapi ada syaratnya, kalau kamu main kasar ngew*nya aku ogah, atuuuuttt!” cetus Winny. “Nggak…kamu hanya temani aku ngobrol, aku nggak ngajak kamu begituan,” sahut Mahyudin cuek.
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
Balasan Untuk Suami dan Adik Madu

Balasan Untuk Suami dan Adik Madu

“Anaknya Wulan juga sedang sakit. Asisten rumah tangganya pulang kampung dan Mas Harun ada di rumah istri mudanya. Jadi, Wulan tidak bisa pergi. Kalau Ratna dia juga sedang berada di Jakarta untuk menghadiri pernikahan saudaranya. Hanya aku satu-satunya teman yang bisa menemani Maya. Soal anak-anak, sudah aku sudah meminta Salma dan Salwa untuk menjaga ketiga adik mereka. Selama ini aku juga di bantu oleh si kembar untuk menjaga Raka, Andi dan Tika jika terpaksa keluar untuk membeli kebutuhan rumah. Bukankah selama ini juga begitu?” Sekali lagi aku berbohong membuat Mas Ardi terdiam. Tidak bisa lagi menahanku untuk tetap berada di rumah ini. Dia sudah melangkah menuju tempat tidur lalu duduk
7.848.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai adik win metawin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status