Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duka Cita

Duka Cita

“Mau lihat venue, paling sore sudah balik.” “Hati-hati di jalan.” Arya kembali mengangguk. “Eia, Cit, nomor yang waktu itu, kayaknya cuma nomor sekali pakai. Sekarang sudah nggak aktif, tapi nomor Jakarta.” “Besok, aku mau pasang CCTV di depan rumah,” ujar Cita masih khawatir dengan masalah Pandu. Apa jadinya, bila Cita bertemu dengan Pandu yang gelap mata. “Aku jadi parno sendiri. Mau ke mana-mana, berasa takut ada yang ngikutin. Terus … lama-lama, aku bisa gangguan jiwa kalau begini.”
9.839.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
Otakku tetap saja bekerja, mulai mencerna kata-kata yang diucapkan Alfa barusan. Hari ini aku, Mas Wira, Alfa, Hafiz dan Icha berencana mau makan di café ala-ala Korea. Kebetulan memang yang request si Icha. Ya, siapa lagi kalau bukan dia. Katanya dia emang udah lama pengen ke situ, tapi nggak ada yang mau nemenin. Padahal sebenernya emang dasar dia mau morotin Mas-masnya, bisiknya padaku. Haha…
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

gumam Kayla. “Oh, tumben anak itu belum datang jam segini,” ucap Arief. Kayla segera beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Lusi. Dia lalu bertanya, “Iskha nggak masuk?” “Telat mungkin,” jawab Lusi. “Tadi dia chat aku di W******p kalau ban angkotnya meletus.” “Oh, begitu. Wah, bisa gawat dong kalau terlambat,” kata Kayla yang kini khawatir.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
TIME (Indonesia)

TIME (Indonesia)

] [Itu yang harus dikhawatirkan, karena dia akan skakmat ditempat! Aku terkesima dengan apa yang di ketik oleh Adeline tapi, aku ingin tertawa saat dia mengetik kata "Skakmat". Serra: [Aku mengerti, tapi aku hanya khawatir pada nya. Masa tidak boleh?] Aku: [Adeline.. pendapatmu ada benarnya juga!] [Terima kasih telah mengkhawatirkan aku Serra.] Aku mengirimkan dua emoticonbergambar orang yang sedang menyebarkan love.
9.95.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
Apa Warna Hatimu?

Apa Warna Hatimu?

Wahyu mengedip-ngedipkan mata seperti boneka Chucky yang horor itu, eh, maksudku boneka India yang cantik. "Lihat aja nanti. Ngomong-ngomong elo bukannya harus balik ke kantor, Bro? Jam berapa sekarang?" Aku memperhatikan orang-orang di kantin yang perlahan mulai bergerak ke lift. Wahyu melihat jam di handphone dan memaki keras-keras, "Gue naik dulu, Bro!!"
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
Status WhatsApp Ipar

Status WhatsApp Ipar

Berharap sesak di dalam dadanya berangsur berkurang. Jam di dinding masih anteng di angka 15.00 WIB, itu artinya kurang satu jam lagi Adam pulang dari kantor. Nita bangkit, untuk yang kesekian kalinya dia menghela napas kasar dan mencoba membesarkan hati atas cibiran yang Wati lontarkan padanya.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
Status WA Suamiku yang Disembunyikan

Status WA Suamiku yang Disembunyikan

Sejak kapan lelaki itu di sini? Aroma lezat menguar memenuhi ruangan. Perutku yang tadi sudah terisi pizza, mendadak keroncongan. Kuraih ponsel. Aku terkesiap saat melihat jam yang tertera di layar. Sudah jam tujuh malam! Pantas saja aku sudah lapar lagi. "Sayang sudah bangun?" serunya. Aku memutar mata malas. Bisa-bisanya dia masih bersandiwara setelah semua yang tersaji di apartemen ini!
10112.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

“Hahahaha! Akhirnya aku menemukanmu, kekasih hatiku Zu Mao! Dengan gelang ini, akan sangat mudah bagiku menelusuri jejakmu. Tak lama lagi aku akan menjemputmu... dan menjadikanmu istriku!” Wuusshh! Tubuh pria botak itu melesat ke langit, diikuti delapan bawahannya. Suara tawanya menggema menembus awan. — Negara Bagian WUZU Tengah, Sore Hari — Sebuah kota besar berdiri megah tepat di kaki Pegunungan Setan Lumut, hanya satu mil dari puncaknya.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
Tabib Desa, Pemikat Para Pria

Tabib Desa, Pemikat Para Pria

Update selanjutnya bisa kalian cek di: 📍 I*: @Wystlumi Sampai jumpa di bab berikutnya… #TabibDesaPemikatParaPria 💖
592 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai waktuku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status