TEMAN HIDUP
seru Asiah, matanya berbinar.
"Kayaknya? Dia nggak ngomong apa-apa lagi emang?"
"Nggak, Bu. Cuma suruh saya beres-beres sama siapin sarapan buat ibu."
Adia mendelik, sejurus dengan itu bersiap mengenakan kardigan untuk berangkat ke pasar tradisional. Namun, sebelum itu, Asih menyodorkan kado dengan cover berwarna pink muda. Adia menimang-nimang, lantas dibuka, isinya membuat ia sedikit kebingungan. Sebuah kunci. Entah kunci apa. Yang jelas bukan kunci mobil.
Hot Chapters