Jodi Ruman
“Saya cuma cerewet sama orang yang bikin saya nyaman. Contohnya kamu, Abang, Mama, sama Papa.”
“Really?”
Afi mengangguk.
“Kenapa saya bikin kamu nyaman? Bukannya saya sering kamu nangis, ya.”
“Okay, saya anggap kamu menolak dianggap spesial.”
“No-no-no! That’s not what I mean. Saya cuma ketagihan aja, mau dengar kamu bilang sayang lagi. Jadi, saya sengaja mancing-mancing.” Pria itu tersenyum lebar, tapi sedikit mencurigakan. “After this, will you kiss me again? Only kiss. Bukan making love or making sex.”
Hot Chapters