Hayu
“Hem, enak, Hayu. Kue ini mengingatkan aku kembali pada kenangan di mana mami sering menemaniku setiap sore.”
“Masih banyak di dalam, kamu bisa membawanya pulang nanti.”
Hayu tersenyum, senyum tulus yang belum pernah Jelita temui di mana pun. Sejenak dia kagum pada Tuhannya yang sudah menciptakan Hayu dengan paket lengkapnya. Andai boleh dia iri, saat ini dia akan meminta memiliki hati yang cantik sepertinya.
“Apa aku boleh bertanya?”
“Tanyakan saja apa yang ingin kamu tahu, aku tak keberatan menjawabnya.”
Bab Populer