MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
"Dia sahabat lama ayahku.”
“Oh, jadi kau… mahasiswa magang, ya?” Bobby kembali memiringkan kepalanya, utuk menilai Chatrine lebih serius. "Kau benar-benar masih sangat muda dan cantik. Semoga kau betah bekerja dengan putra sahabatku ini!”
Bobby menepuk punggung Liam.
“Liam, aku ucapkan selamat... Kau pantas mendapatkannya.”
Liam langsung menarik napas panjang, jelas ingin segera mengakhiri percakapan memalukan ini. “Sudah, Bobby. Kami lapar. Nanti saja kau melucu.”