ASI Untuk Bosku
Rian menyipitkan mata, lalu dengan suara pelan dan penuh tekanan, berkata,
“Bermain panas.”
Radit terdiam lama, menatap lantai seperti mencari jawaban yang belum pernah ia temukan.
“Kamu tahu, aku juga sempat kepikiran seperti itu. Tapi... aku trauma, Rian. Sama mantan istriku. Aku takut kalau Elina malah menjauh dan benci aku.”
Rian menepuk pundak temannya itu.
“Elina bukan mantan istrimu. Dia punya prinsip. Tapi kamu bisa kendalikan dia—kalau kamu mau jujur sama perasaan sendiri.”