Suami Warisan
“Mahapatih Pitar, kamu tidak boleh tergesa-gesa.”
Pandangan mata Narendra bergetar, namun dia tetap berdiri sempurna layaknya seorang prajurit yang setia. Kedua telinganya terbuka lebar, siap menampung nasihat apa pun dari Sang Maharaja.
“Perempuan ini …. Rengganis, bukan perempuan biasa. Dia tidak seperti istrimu yang terdahulu, mustika merah delima itu buktinya. Selama ini bukankah Nirmala tidak pernah mendapatkan mustika apa pun?”