Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

tutur Damarteja. Muniratri memejamkan mata. Ia mengatur napasnya agar teratur dan hatinya menjadi lebih tenang. “Hanya demi posisi putri mahkota?” Muniratri mendengus. “Kurasa tidak sesederhana itu.” Wanita itu menghapus air mata di pipi. ***
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai air mata maharani part 27
Baca
+Pustaka
GAIRAH SANG ARJUNA

GAIRAH SANG ARJUNA

Perempuan dengan mata besar khas Timur Tengah membuang bantal kecil di pangkuannya dengan penuh emosi, “Kalau di biarkan seperti ini, lama-lama anak baru itu pasti betulan ngelunjak.” “Benar kak, berani sekali dia mempermainkan tuan Arjuna. Membuat tuan kelabakan kemudian mengorbankan harga diri kak Anggela.” Perempuan berkulit pucat kahas penduduk Eropa ikut menimpali, “Kali ini, kita benar-benar harus melakukan sesuatu.” Anggela menatap cangkir tehnya dengan tatapan tak terbaca, wajahnya mengeras begitu melihat bayangan wajah Alisha di dalam tehnya.
1021.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 596 kali sebagai air mata maharani part 27
Baca
+Pustaka
Raja Tanpa Mahkota

Raja Tanpa Mahkota

ucap Scarlet “Siapa?” tanya James Di hadapan James telah bediri dua orang manusia, satu perempuan satu lelaki. Si perempuan sepertinya seorang keurunan Asia, berwajah sangat cantik serta bersorot mata tajam khas orang timur. Harum tubuhnya sangat wangi hingga memabukkan, dan lagi tubuhnya benar-benar bak pemain film dewasa kelas kawakan – sangat sexy. Berbeda dengan Scarlet, perempuan baru di depannya ini memancarkan aura keseksian yang begitu luar biasa, bukan karena pakian ketat yang dia kenakan tapi lebih kepada gestur dan pembawaan diri perempuan itu. keseksian perempuan itu hingga membuat James menelan ludah, melihatnya saja cukup untuk membuat gairah James naik.
9.76.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai air mata maharani part 27
Baca
+Pustaka
Runaway Ex-Wife

Runaway Ex-Wife

Gumam Mahreen pilu. Bik Darmi yang sudah diberitahu oleh Maira sebelumnya mengenai status Mahreen dan kehidupan pernikahan sebelumnya, menjadi lebih hati-hati untuk berucap. Bik Darmi tidak ingin salah berkata meski hanya untuk sekedar mengisi kekosongan saat sedang berdua saja dengan Mahreen. Alhasil, bik Darmi hanya konsisten terus memijat tengkuk leher Mahreen dengan penuh kelembutan dan sesekali mengusap kepalanya yang memiliki rambut hitam lebat. Mahreen benar-benar merasakan kenikmatan tiada tara tatkala jari jemari ginuk bik Darmi memijat kepalanya yang semula terasa berat kini menjadi lebih enteng.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai air mata maharani part 27
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Flashback off Handa mengalihkan pandangannya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia menundukkan kepalanya, bulir-bulir bening air mata menetes di pahanya. Handa mengusap air mata di pahanya, dengan sedikit gerakan maju tangannya sudah mengepal, lalu memukul pelan pahanya berusaha memberi kekuatan pada dirinya sendiri. Handa mengangkat kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam, dengan punggung tangannya Handa menyeka air mata yang telah membasahi pipinya, lalu pandangannya kembali beralih keluar jendela menyaksikan pemandangan alam Laut Jawa yang indah. Handa melepas ikatan rambutnya lalu menggunakan ikat rambutnya sebagai gelang di tangan kirinya, ia mulai menyandarkan kepalanya lalu melemparka
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai air mata maharani part 27
Baca
+Pustaka
Humaira (Hati yang Mendua)

Humaira (Hati yang Mendua)

Namun sayang Yodha Pambudi Pratama yang seorang pengusaha properti hanya punya anak satu yaitu Dimas Pratama. "Acara ulang tahun Humaira ternyata live di salah satu stasiun televisi swasta. Semua orang menyaksikan kemewahan acara di rumah kediaman Dimas Pratama pemilik PT. Pratama Nusantara. Secara tak sengaja Emran yang malam itu sedang menonton TV tak sengaja menyaksikan acara itu dan melonjak.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai air mata maharani part 27
Baca
+Pustaka
Air Mata Rani

Air Mata Rani

ucap mami Liana dengan menatapnya tajam. “Baik, Mi!” Rani mengalihkan perhatiannya menatap bi Tina yang sedang mengelap piring basah. Wanita paruh baya itu seolah mengerti arti tatapan matanya. “Biar bibi saja yang melanjutkan, Non!” “Terima kasih, Bi.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai air mata maharani part 27
Baca
+Pustaka
MAHAR TANPA CINTA

MAHAR TANPA CINTA

kata Nayaka pada Naura. “Walaupun penilaianku valid, tetap saja restu ibunda ratu itu tergantung pandangan Ibu bukan pandanganku kan Bang?” jawab perempuan cantik yang ternyata bernama Naura dan memanggil Nayaka dengan sebutan BANG. ”Bodo amat, yang penting kamu lihat dia. Kalau perlu kamu yang kenalan duluan seakan tidak tahu bahwa dia akan datang ke sini untuk menemuiku,” balas Nayaka.
10699 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai air mata maharani part 27
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status