Kehidupan Ketiga Sang Villainess
Namun, saat ia menyeka sisa air matanya, sebuah penglihatan aneh muncul di permukaan cermin.
Itu bukan wajahnya. Itu adalah wajah Lyra yang sedang duduk di sebuah ruangan gelap serta dikelilingi oleh cahaya biru aneh. Lyra sedang tersenyum menatap sebuah papan catur, dan di papan itu, bidak yang melambangkan Putri Kedua baru saja terjatuh.
"Mainkan peranmu dengan baik, Alya," suara Lyra seolah berbisik di telinga Aurelia. "Karena di kesempatan ketiga ini, pemenangnya tetap aku."