IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS
“Hahaaa ... tenang saja, walaupun bekas kupakai, ia masih segar dan cantik. Kau masih bisa menikmatinya sepuasmu. Bahkan kau dapat lebih, menikmati tubuhnya, juga menikmati harta orang tuanya, dan dapat bonus pula seorang bayi, anakku....”
“Cukup! Tutup mulut sampahmu bajingan!” Bumi tak tahan lagi. Kepalanya terasa mau pecah mendengar ucapan sampah dari mulut laki-laki yang sejatinya tidak pantas disebut laki-laki itu. Dadanya ingin meledak karena emosi yang menggila. Bagaimana mungkin seorang laki-laki bisa berkata sampah seperti itu?