Denyit Ranjang Ibu Tiri
Tanpa pikir panjang aku pun mengacuhkan pesan mas Ridho, lalu berganti pakaian kerja.
"Kenapa dia belum membalas pesan gue? Apa sekarang dia sedang menangis, mengamuk, atau langsung bergegas pulang? Gue mau lihat keseruan akan segera di mulai. Sebelumnya gue harus siap kamera biar menjadi drama yang indah, melo, dan tragis. Kalau di film-kan dengan judul (Denyit Ranjang Ibu Tiri) pasti akan jauh lebih seru." Sedari dulu Ridho ingin menghancurkan Darwin sehancur mungkin, sehina mungkin, dan serendah rendahnya. Ia tidak terima jika hanya dirinya saja yang menjadi hinaan banyak orang sedangkan Darwin juga penikmat ranjang.