WANITA PENAKLUK SAMUDRA
Lyra, Ratu Janda yang baru, merasakan beban warisan itu menghimpit bahunya, berat, dingin, dan asing.
"Semua siap, Lyra," suara Komandan Alya terdengar lembut di belakangnya, namun memecah kesunyian dengan ketajaman yang tak terduga. Alya, dengan rambut ikal hitamnya yang biasa diikat rapi, kini tampak lelah. Lingkar hitam di bawah matanya menceritakan tentang malam-malam tanpa tidur.
Lyra mengangguk tanpa menoleh. "Aku akan segera ke sana."