Ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang adegan terakhir Aluma dan bagaimana penggemar meresponsnya. Sebagai seseorang yang mengikuti ceritanya sejak awal, aku melihat banyak orang di forum-forum online membagikan tangisan mereka—beberapa bahkan mengunggah foto wajah mereka yang masih basah oleh air mata. Reaksinya sangat beragam, dari yang merasa puas karena mendapatkan penutupan emosional hingga yang frustrasi karena merasa karakter ini seharusnya tidak mati.
Yang menarik, beberapa komunitas kreatif langsung membuat fan art atau puisi untuk menghormati momen itu. Ada juga yang membuat video edit dengan lagu-lagu sedih, dan itu viral dalam hitungan jam. Aku sendiri masih sering kembali melihat adegan itu, dan setiap kali, rasanya seperti ditampar oleh nostalgia.